Ditulis oleh Tim Konten Medis
Waxing adalah metode menghilangkan rambut halus pada kulit dengan cara menariknya dari akar menggunakan lilin hangat yang umumnya dicampur dengan gula dan madu. Proses waxing biasanya dilakukan untuk menghilangkan bulu ketiak, rambut kemaluan, hingga rambut pada tangan dan kaki. Efek samping waxing yang perlu diwaspadai adalah munculnya jerawat pada kulit, rasa perih, hingga reaksi alergi.

Mencukur dan waxing merupakan dua metode populer untuk menghilangkan bulu pada tubuh, namun keduanya memiliki cara kerja yang sangat berbeda. Mencukur menggunakan pisau cukur untuk memotong bulu di permukaan kulit, sementara akarnya tetap tertinggal di bawah kulit.
Di sisi lain, waxing bekerja dengan mencabut bulu hingga ke akarnya menggunakan lilin panas, sehingga hasilnya lebih tahan lama. Namun, karena tekniknya lebih rumit, Anda sebaiknya melakukan waxing di salon atau mempelajarinya terlebih dahulu agar hasilnya aman dan maksimal.
Manfaat Waxing
Manfaat waxing tidak hanya membuat kulit tampak halus, tetapi juga membantu mengurangi pertumbuhan rambut dalam jangka panjang. Berbeda dengan mencukur yang hanya memotong rambut di permukaan kulit, cara waxing bekerja dengan mencabut rambut hingga ke akarnya membuat hasilnya bertahan lebih lama.
Kegunaan waxing adalah membantu memperlambat pertumbuhan rambut sekaligus membuat rambut baru yang tumbuh menjadi lebih halus dan tipis. Proses ini juga dapat berfungsi sebagai eksfoliasi alami karena lapisan kulit mati ikut terangkat bersama lilin saat waxing dilakukan.
Selain memberikan hasil yang bersih dan tahan lama, waxing juga membantu menjaga kulit tetap lembut hingga tiga sampai empat minggu. Dengan melakukan cara waxing yang benar dan rutin, kulit akan terlihat lebih cerah, halus, dan bebas dari bulu yang mengganggu penampilan.
Baca Juga: Mengenal 15 Jenis Penyakit Kulit: Penyebab dan Gejalanya
Efek Samping Waxing
Meskipun waxing terkenal sebagai cara efektif untuk menghilangkan rambut hingga ke akar, proses ini juga memiliki beberapa risiko yang perlu Anda perhatikan. Efek sampingnya bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung jenis kulit, area tubuh, dan cara perawatannya setelah prosedur dilakukan.
Berikut efek samping waxing perlu Anda waspadai:
1. Rasa Sakit dan Nyeri
Mencabut rambut dari akar tentu bisa menimbulkan rasa nyeri, terutama pada area sensitif seperti wajah atau waxing ketiak. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman sebelum, saat, dan setelah proses waxing.
- Hentikan penggunaan produk retinoid beberapa hari sebelum waxing agar kulit tidak mudah rusak.
- Konsumsi obat pereda nyeri bebas resep 1–2 jam sebelum prosedur.
- Potong rambut hingga sekitar setengah inci supaya lilin lebih mudah menempel.
- Gunakan kompres hangat sebelum waxing agar rambut lebih mudah dicabut.
- Hindari menahan napas saat waxing dan lakukan pernapasan dalam untuk mengurangi rasa sakit.
- Setelahnya, kompres area yang terasa nyeri dengan es dan mandi air hangat kuku.
- Gunakan pakaian longgar untuk mencegah gesekan yang bisa memperparah rasa sakit.
- Jika nyeri terasa berat atau tidak tertahankan, pertimbangkan metode penghilang bulu lain yang lebih lembut untuk kulit.
Baca Juga: Apa Itu Ruam Kulit? Penyebab, Gejala, Pengobatan
2. Rambut Tumbuh ke Dalam
Rambut yang tidak tercabut sempurna bisa tumbuh ke dalam kulit dan menyebabkan benjolan kecil mirip jerawat. Kondisi ini sering muncul pada area seperti kaki, tangan, atau ketiak setelah waxing.
Untuk mencegahnya, lakukan eksfoliasi sebelum dan sesudah waxing agar sel kulit mati terangkat dan rambut tumbuh ke arah yang benar. Jaga kebersihan kulit agar tidak terjadi infeksi pada pori-pori yang terbuka.
3. Jerawat atau Breakout
Setelah waxing, pori-pori kulit menjadi terbuka dan mudah dimasuki bakteri, yang dapat memicu jerawat kecil. Proses pencabutan rambut juga bisa menimbulkan peradangan ringan pada kulit.
Gunakan pembersih lembut tanpa minyak sebelum waxing untuk mengurangi risiko jerawat. Setelahnya, hindari menyentuh area kulit yang baru di wax dan oleskan aloe vera atau witch hazel untuk menenangkan kulit.
4. Kemerahan dan Iritasi
Kulit yang baru di wax biasanya akan mengalami kemerahan karena paparan lilin panas yang menembus folikel rambut. Reaksi ini umum terjadi dan biasanya mereda setelah beberapa menit.
Untuk mengurangi iritasi, gunakan produk pendingin tanpa pewangi dan hindari pakaian ketat. Jika ini adalah pertama kali melakukan waxing pada ketiak atau area sensitif lainnya, kulit mungkin butuh waktu lebih lama untuk pulih.
5. Reaksi Alergi
Beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi terhadap bahan lilin, terutama yang mengandung rosin atau pewangi buatan. Gejalanya berupa gatal, rasa terbakar, atau ruam pada kulit.
Untuk mencegah reaksi ini, pilih produk waxing ketiak yang bebas pewangi dan diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Setelah prosedur, gunakan aloe vera atau pembersih lembut untuk menjaga kelembapan kulit.
6. Kulit Terbakar Matahari
Setelah waxing, lapisan kulit atas ikut terangkat sehingga membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Kondisi ini bernama fotosensitivitas dan bisa menyebabkan kulit mudah terbakar.
Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi atau pakaian pelindung saat beraktivitas di luar ruangan. Hindari paparan sinar matahari langsung minimal 24 jam setelah melakukan waxing.
7. Memar atau Luka Ringan
Kadang-kadang, proses waxing dapat menyebabkan sedikit trauma pada kulit seperti memar kecil. Risiko ini lebih besar jika kulit baru saja terpapar sinar matahari, menjalani perawatan wajah, atau menggunakan obat pengencer darah.
- Hindari waxing jika kulit sedang iritasi atau setelah terlalu lama di bawah sinar matahari.
- Tunda prosedur bila baru menjalani perawatan seperti dermabrasi.
- Jangan lakukan waxing jika sedang mengonsumsi obat yang dapat menyebabkan mudah memar.
- Pastikan kulit dalam kondisi sehat sebelum waxing agar tidak terjadi luka atau memar.
8. Folikulitis
Folikulitis adalah infeksi ringan pada folikel rambut yang bisa muncul setelah waxing. Gejalanya berupa benjolan merah kecil yang terasa gatal atau perih.
Untuk membantu penyembuhan, kompres area yang terinfeksi dengan air hangat beberapa kali sehari. Hindari waxing ulang di area tersebut hingga kulit benar-benar pulih agar infeksi tidak semakin parah.
9. Infeksi Kulit
Infeksi jarang terjadi, tetapi bisa muncul jika alat waxing tidak steril atau lilin digunakan bergantian. Kondisi ini bisa menyebabkan bakteri berpindah dari satu orang ke orang lain. Tanda-tanda infeksi kulit setelah waxing:
- Demam
- Kemerahan
- Pembengkakan
- Gatal
- Kulit terasa hangat
- Nyeri
Jika mengalami gejala di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya, infeksi ringan dapat Anda atasi dengan salep antibakteri atau antibiotik sesuai anjuran medis.
Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Kulit Kering dengan Mudah dan Efektif
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami efek samping setelah waxing, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- Cleveland Clinic. Shaving vs. Waxing: What’s Better for Your Skin?. Desember 2025
- verywell health. How to Avoid and Treat Negative Side Effects of Waxing. Desember 2025



