Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Transplantasi Hati: Prosedur, Manfaat, Risiko, Perawatan
Asifah
Selasa, 20 Januari 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Transplantasi Hati: Prosedur, Manfaat, Risiko, Perawatan

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Transplantasi hati adalah prosedur untuk mengganti hati yang rusak dengan hati sehat dari pendonor, baik hidup maupun meninggal. Tindakan ini membantu memulihkan fungsi hati dan meningkatkan peluang hidup pasien dengan penyakit hati berat. Beberapa kondisi yang memperlukan transplantasi hati yaitu gagal hati kronis, sirosis hati, nekrosis hati akut, atresia bilier, hepatitis B atau C, kanker saluran empedu, hingga hepatitis autoimun.

transplantasi hati
Gagal hati kronis menjadi salah satu kondisi yang memperlukan transplantasi hati.

Transplantasi hati merupakan salah satu prosedur medis paling kompleks yang menjadi harapan bagi pasien dengan kerusakan hati berat. Melalui operasi ini, fungsi hati yang rusak digantikan dengan hati sehat dari pendonor agar fungsi vital tubuh dapat kembali normal.

Proses ini membutuhkan persiapan matang, mulai dari pemeriksaan menyeluruh hingga perawatan pascaoperasi yang disiplin. Dengan dukungan medis yang tepat, pasien memiliki peluang besar untuk pulih dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Transplantasi Hati? 
  • Kondisi yang Membutuhkan Transplantasi Hati
  • Manfaat dan Risiko Transplantasi Hati 
    • Risiko Transplantasi Hati
  • Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Prosedur Transplantasi Hati
  • Perawatan Setelah Transplantasi Hati

Apa Itu Transplantasi Hati? 

Transplantasi hati adalah prosedur pembedahan untuk mengganti hati yang rusak dengan hati yang sehat dari pendonor. Hati yang ditransplantasikan bisa berupa seluruh organ atau hanya sebagian, tergantung pada kondisi penerima dan ketersediaan organ.

Dalam banyak kasus, hati sehat berasal dari pendonor yang telah meninggal dunia, namun sebagian juga bisa didonorkan oleh orang yang masih hidup. Menariknya, hati memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali, sehingga baik pendonor maupun penerima dapat memiliki hati yang berfungsi normal setelah beberapa bulan pascaoperasi.

Baca Juga: 4 Jenis Kanker Hati dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

Kondisi yang Membutuhkan Transplantasi Hati

Transplantasi hati perlu ketika hati tidak lagi mampu berfungsi dengan baik untuk menjaga kelangsungan hidup seseorang. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kerusakan hati yang berat atau penyakit hati kronis yang tidak bisa sembuh dengan pengobatan biasa.

  • Gagal hati kronis (end-stage liver disease). Terjadi ketika fungsi hati menurun secara permanen akibat berbagai penyakit hati.
  • Sirosis hati. Kondisi ketika jaringan hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut sehingga mengganggu fungsi hati.
  • Nekrosis hati akut. Terjadi saat jaringan hati mati akibat infeksi akut, reaksi terhadap obat, atau racun seperti overdosis parasetamol.
  • Atresia bilier. Penyakit langka pada bayi yang memengaruhi saluran empedu dan menyebabkan kerusakan hati.
  • Hepatitis virus (B atau C). Infeksi virus yang dapat menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan hati jangka panjang.
  • Hepatitis akibat alkohol. Penyebabnya karena konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang yang merusak jaringan hati.
  • NAFLD atau NASH. Penumpukan lemak di hati yang bukan disebabkan alkohol dan dapat berkembang menjadi peradangan serta kerusakan hati.
  • Kanker saluran empedu. Dalam kondisi tertentu, transplantasi hati bisa menjadi pilihan pengobatan.
  • Penyakit metabolik. Gangguan pada proses kimia tubuh yang memengaruhi fungsi hati.
  • Kanker hati primer. Kanker yang berasal dari hati sendiri, sering kali terjadi pada penderita sirosis.
  • Hepatitis autoimun. Peradangan hati yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel hati.

Manfaat dan Risiko Transplantasi Hati 

Transplantasi hati memberikan harapan baru bagi penderita gagal hati dengan meningkatkan peluang hidup dan kualitas hidup secara keseluruhan. Bagi pasien yang memenuhi syarat medis dan memiliki kondisi tubuh yang cukup kuat untuk menjalani operasi, prosedur ini sering menjadi pilihan terbaik untuk memulihkan fungsi hati.

Transplantasi hati dapat membantu pasien hidup lebih lama dengan risiko kematian akibat penyakit hati yang lebih rendah. Banyak pasien yang merasakan peningkatan energi, kesehatan, dan kemampuan untuk kembali menjalani aktivitas normal seperti bekerja dan bepergian. Selain itu, keberhasilan transplantasi hati juga memberikan kesempatan bagi pasien untuk menikmati kehidupan yang lebih aktif dan produktif.

Risiko Transplantasi Hati

Meski memberikan manfaat besar, prosedur ini tetap memiliki sejumlah risiko transplantasi hati yang perlu Anda perhatikan. Risiko ini bisa muncul dari proses operasi itu sendiri maupun dari penggunaan obat-obatan setelah transplantasi.

  • Komplikasi pada saluran empedu seperti kebocoran atau penyempitan.
  • Pendarahan selama atau setelah operasi.
  • Pembekuan darah yang dapat mengganggu aliran ke hati baru.
  • Gagal fungsi pada hati yang ditransplantasikan.
  • Infeksi pascaoperasi akibat daya tahan tubuh yang menurun.
  • Penolakan organ oleh tubuh penerima.
  • Gangguan saraf seperti kebingungan atau kejang.
  • Penyakit hati yang lama bisa muncul kembali pada hati baru.

Selain itu, efek samping pendonor hati juga dapat terjadi pada mereka yang menyumbangkan sebagian hati, seperti rasa nyeri sementara, kelelahan, atau gangguan fungsi hati sementara. Namun, hati pendonor umumnya akan tumbuh kembali ke ukuran normal dalam beberapa bulan setelah operasi.

Baca Juga: Jenis Hepatitis Paling Berbahaya & Perbedaan Penyebabnya

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Prosedur Transplantasi Hati

Setelah menjalani operasi hati, pasien umumnya akan dirawat di ruang intensif selama beberapa hari untuk pemantauan ketat. Selama masa ini, pasien akan mendapatkan nutrisi melalui infus sampai tubuh mampu menerima cairan dan makanan padat kembali.

Tim medis akan terus memantau fungsi hati baru serta tanda-tanda vital tubuh untuk memastikan tidak ada komplikasi. Setelah kondisi stabil, pasien dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan menjalani masa pemulihan sekitar satu hingga tiga minggu sebelum boleh pulang.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan setelah prosedur transplantasi hati antara lain:

  • Pemantauan kadar gula darah, volume darah, elektrolit, dan cairan tubuh.
  • Pengangkatan selang infus dan nasogastrik ketika fungsi hati baru menunjukkan hasil baik.
  • Mulai kembali aktivitas pencernaan seperti buang gas atau buang air besar.
  • Pengenalan makanan cair hingga padat secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
  • Pengurangan dosis obat pereda nyeri melalui infus seiring pemulihan.
  • Panduan perawatan luka operasi hati di rumah agar tidak terjadi infeksi.
  • Petunjuk penggunaan obat imunosupresan untuk mencegah penolakan hati donor.
  • Cara memeriksa tekanan darah dan denyut nadi sendiri di rumah.
  • Pengenalan tanda-tanda infeksi serta kapan harus menghubungi dokter.

Meskipun biaya transplantasi hati bisa cukup tinggi, prosedur ini memberikan peluang hidup baru bagi pasien dengan gagal hati. Dengan mengikuti panduan perawatan pascaoperasi secara disiplin, pasien dapat pulih lebih cepat dan kembali menjalani aktivitas normal dengan hati yang sehat.

Perawatan Setelah Transplantasi Hati

Setelah menjalani operasi hati, menjaga kesehatan dan fungsi hati baru menjadi hal yang sangat penting. Perawatan yang tepat dapat membantu tubuh beradaptasi, mempercepat pemulihan, serta mencegah risiko komplikasi pasca transplantasi hati. Berikut beberapa langkah penting yang perlu Anda lakukan setelah transplantasi hati:

  • Menjalin komunikasi rutin dengan tim medis: Selalu hadir pada jadwal kontrol dan segera hubungi dokter jika muncul keluhan atau tanda tidak biasa.
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran: Minum obat secara teratur tanpa melewatkan dosis untuk menjaga agar tubuh tidak menolak organ baru.
  • Mencegah infeksi: Hindari tempat ramai, gunakan masker, dan jaga kebersihan tangan untuk mengurangi risiko tertular penyakit.
  • Menjaga pola makan sehat: Konsultasikan dengan ahli gizi agar kebutuhan nutrisi tetap seimbang dan hati dapat berfungsi optimal.
  • Menerapkan gaya hidup sehat: Hindari minuman beralkohol, berhenti merokok, serta lakukan aktivitas fisik ringan sesuai arahan dokter.

Rata-rata biaya transplantasi hati di Indonesia bisa mencapai ratusan juta hingga lebih dari satu miliar rupiah, tergantung fasilitas rumah sakit dan kondisi pasien. Saat ini, prosedur transplantasi hati belum sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, namun beberapa tahap pemeriksaan dan perawatan pendukung dapat memperoleh subsidi sesuai kebijakan rumah sakit rujukan.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Hepatitis Akut, Dapat Sebabkan Komplikasi

Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh dr. Princess Ruth

Source

  • Mayo Clinic. Liver transplant. Januari 2026
  • Johns Hopkins Medicine. Liver Transplant. Januari 2026
  • Cleveland Clinic. Liver Transplantation. Januari 2026

Diperbarui pada 20 Januari 2026

Artikel Terkait

  • Perbedaan Hepatitis B dan C
    5 Perbedaan Hepatitis B dan C, Mana yang Lebih Bahaya?
  • Cara Penularan Hepatitis B
    Ini Cara Penularan Hepatitis B ke Tubuh yang Perlu Diwaspadai
  • Mengenal Hepatitis Akut pada Anak dan Pengobatannya
    Mengenal Hepatitis Akut pada Anak dan Pengobatannya
  • bahaya hepatitis akut
    Waspadai Bahaya Hepatitis Akut, Dapat Sebabkan Komplikasi
Tagged under: Kesehatan Tubuh

Artikel Terkait

  • Perbedaan Hepatitis B dan C
    5 Perbedaan Hepatitis B dan C, Mana yang Lebih Bahaya?
  • Cara Penularan Hepatitis B
    Ini Cara Penularan Hepatitis B ke Tubuh yang Perlu Diwaspadai
  • Mengenal Hepatitis Akut pada Anak dan Pengobatannya
    Mengenal Hepatitis Akut pada Anak dan Pengobatannya
  • bahaya hepatitis akut
    Waspadai Bahaya Hepatitis Akut, Dapat Sebabkan Komplikasi

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP