Ditulis oleh Tim Konten Medis
Posisi tidur jika bayi melintang yang dokter rekomendasikan agar bumil nyaman adalah berbaring miring ke kiri, berbaring ke kanan, dan brige pose. Hindari tidur telentang karena bisa mengurangi aliran oksigen ke janin yang berbahaya untuk kesehatan si Kecil. Posisi ini membuat aliran darah tidak optimal menuju plasenta.

Selama masa kehamilan, posisi janin dapat berubah-ubah hingga mendekati waktu persalinan. Namun, ketika bayi berada dalam posisi melintang atau bayi sungsang, ibu perlu memahami langkah yang tepat untuk membantu bayi berputar ke posisi normal.
Apabila posisi bayi masih melintang menjelang persalinan, dokter biasanya akan menyarankan tindakan ECV atau teknik memutar janin dari luar perut untuk memungkinkan melahirkan secara normal. Untuk membantu agar bayi bisa berada di jalar lahir, ibu hamil bisa mulai latihan posisi tidur yang benar dan rutin olahraga.
Seperti Apa Posisi Bayi Melintang?
Posisi bayi melintang terjadi ketika janin berbaring menyamping di dalam rahim, bukan dengan kepala di bawah seperti posisi normal menjelang persalinan. Dalam posisi ini, kepala dan kaki bayi berada di sisi kiri dan kanan perut ibu, membentuk garis horizontal.
Namun, jika bayi tetap melintang menjelang waktu persalinan, dokter mungkin akan menyarankan langkah tertentu untuk membantu mengubah posisinya. Sebagian besar bayi dengan posisi bayi melintang sebenarnya dalam keadaan sehat, tetapi kondisi ini bisa membuat proses persalinan menjadi lebih sulit.
Faktor-faktor seperti bentuk rahim yang tidak biasa, jumlah air ketuban yang berlebih, atau plasenta yang menutupi leher rahim (plasenta previa) dapat menyebabkan bayi sulit berputar ke posisi normal. Terkadang, bayi yang aktif juga lebih sering berpindah posisi dan merasa nyaman dalam posisi menyamping.
Baca Juga: Teknik Kelahiran Bayi Sungsang dan Potensi Efek Samping
Posisi Tidur Jika Bayi Melintang
Tidur dengan posisi bayi melintang terkadang membuat ibu merasa tidak nyaman, terutama saat usia kehamilan semakin besar. Namun, memilih posisi tidur yang tepat bisa membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus menjadi cara mengatasi bayi melintang agar perlahan berputar ke arah yang benar.
Berikut posisi tidur yang direkomendasikan untuk ibu hamil:
1. Tidur Posisi Miring ke Kiri
Tidur miring ke kiri adalah posisi yang paling dianjurkan saat bayi berada dalam posisi melintang. Posisi ini membantu memperlancar aliran darah ke janin dan mengurangi tekanan pada punggung serta perut.
Gunakan bantal tambahan di bawah perut dan di antara lutut agar tubuh terasa lebih seimbang. Dengan cara ini, rahim bisa berada pada posisi yang lebih ideal, sehingga membantu cara agar posisi bayi tidak sungsang dan memberi ruang bagi bayi untuk bergerak ke posisi kepala di bawah.
2. Tidur Berbaring ke Kanan
Selain miring ke kiri, ibu juga bisa mencoba tidur berbaring ke kanan untuk mengurangi tekanan di satu sisi tubuh. Posisi ini membantu meredakan nyeri punggung dan menjaga kenyamanan selama tidur malam.
Tambahkan bantal di belakang punggung agar tubuh tidak terlalu menekan bagian perut. Cara ini bisa menjadi alternatif cara mengatasi bayi sungsang dan membantu tubuh tetap rileks saat bayi beradaptasi mencari posisi yang nyaman.
3. Bridge Pose
Bridge pose adalah posisi tidur atau peregangan ringan yang bisa membantu membuka panggul dan memberi ruang bagi bayi untuk bergerak. Caranya, berbaring telentang dengan lutut ditekuk lalu angkat pinggul perlahan sambil menahan bahu tetap menempel di alas tidur.
Lakukan gerakan ini secara perlahan dan berhenti jika terasa tidak nyaman. Bridge pose bisa menjadi salah satu cara mengatasi bayi melintang dengan membantu bayi bergeser ke posisi yang lebih optimal.
Baca Juga: Manfaat Tidur untuk Kesehatan dan Risikonya
Apakah Posisi Tidur Bisa Mengubah Posisi Janin?
Banyak ibu hamil bertanya-tanya, apakah posisi tidur bisa membantu mengubah posisi janin, terutama jika posisi bayi melintang atau sungsang. Meski tidak selalu berhasil, tidur dengan posisi tertentu dapat membantu membuka area panggul dan memberi ruang lebih agar bayi bisa bergerak ke arah yang ideal.
Prinsipnya sederhana, yaitu memanfaatkan gravitasi dan menjaga posisi tubuh agar tetap nyaman dan seimbang. Dengan tidur dalam posisi yang sedikit mencondongkan panggul ke depan atau meninggikan pinggul, ibu dapat membantu bayi berputar secara alami.
Namun, bila apa yang dirasakan jika posisi bayi melintang membuat ibu tidak nyaman, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapat arahan yang tepat dan aman.
Bagaimana Jika Posisi Janin Masih Melintang Menjelang Persalinan?
Jika menjelang waktu persalinan posisi bayi masih melintang, dokter biasanya akan menyarankan prosedur External Cephalic Version (ECV), yaitu teknik memutar janin dari luar perut dengan lembut agar kepala bayi mengarah ke bawah. Bila berhasil, ibu dapat menunggu proses persalinan normal, namun jika tidak, dokter umumnya merekomendasikan operasi caesar.
Mulai usia kehamilan 37 minggu, ibu mungkin harus dirawat di rumah sakit karena ada sedikit risiko tali pusat turun lebih dulu sebelum bayi lahir. Dalam kondisi ini, penting mengetahui yang harus dilakukan jika posisi bayi melintang, termasuk mengikuti saran medis dan mencoba cara agar kepala bayi cepat turun ke bawah.
Baca Juga: Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Stella Kartolo
Source
- babycentre. What happens when my baby is in transverse lie?. Februari 2026
- Cradlewise. Can sleeping positions really turn a breech baby?. Februari 2026
- The medical attorney. How to sleep with a transverse baby: Tips and Guidance. Februari 2026



