Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyebab susah buang air kecil dapat dipicu oleh infeksi, sembelit, dehidrasi, retensi urin, batu ginjal, diabetes, masalah prostat, penggunaan obat tertentu, dan masalah neurologis. Cara mengatasinya dapat dilakukan dengan melakukan latihan otot panggul, latihan kandung kemih, perawatan untuk konstipasi, melakukan perawatan pembesaran prostat, dan melakukan operasi.

Kesulitan buang air kecil bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kemih yang perlu mendapat perhatian segera. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas harian.
Masalah susah BAK dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan penyebabnya sangat beragam. Dengan mengetahui faktor pemicunya, langkah penanganan yang tepat dapat dilakukan lebih cepat untuk mencegah komplikasi.
Penyebab Susah Buang Air Kecil
Kesulitan buang air kecil dapat siapa saja alamai, termasuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Kondisi ini sering menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan bisa berujung pada komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat.
Ada berbagai penyebab susah buang air kecil pada anak, mulai dari infeksi, kebiasaan menahan kencing, hingga gangguan pada fungsi kandung kemih. Mengenali penyebabnya sangat penting agar langkah penanganan dapat Anda lakukan secara cepat dan sesuai kebutuhan.
1. Infeksi Saluran Kemih (UTI)
Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyebab utama gangguan buang air kecil pada anak. Kondisi ini terjadi ketika bakteri atau mikroorganisme menginfeksi saluran kemih seperti kandung kemih, ginjal, ureter, atau uretra hingga menimbulkan nyeri saat kencing.
Anak dengan UTI biasanya mengalami keluhan buang air kecil tidak lancar, urin berbau menyengat, demam, hingga adanya darah atau nanah dalam urin. Gejala yang biasanya muncul:
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Kesulitan mengeluarkan urin dengan lancar
- Retensi urin
- Demam
- Urin bercampur darah atau nanah
- Bengkak atau nyeri di area genital
Baca Juga: Inkontinensia Urine: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi
2. Konstipasi
Konstipasi atau sembelit dapat memengaruhi fungsi kandung kemih dan menyebabkan kesulitan buang air kecil. Saat usus terisi penuh, tekanan pada kandung kemih meningkat sehingga aliran urin terhambat. Kondisi ini membuat anak merasa tidak nyaman dan sering kali tidak dapat mengosongkan kandung kemih secara tuntas.
3. Retensi Urin atau Gangguan Fungsi Kandung Kemih
Beberapa anak mengalami kesulitan mengendalikan otot kandung kemih sehingga memicu retensi urin. Kondisi ini dapat dipicu oleh kandung kemih yang terlalu aktif atau kebiasaan menahan kencing. Akibatnya, anak merasa ingin buang air kecil tetapi tidak mampu mengeluarkannya secara normal dan sering mengalami anyang-anyangan.
4. Dehidrasi
Dehidrasi dapat membuat urin menjadi pekat dan berwarna lebih gelap sehingga memicu sensasi perih saat buang air kecil. Kandung kemih juga menjadi kurang optimal dalam melakukan fungsinya. Jika berlangsung terus-menerus, anak berisiko mengalami kesulitan buang air kecil dan infeksi saluran kemih.
5. Batu Kandung Kemih atau Ginjal
Meski jarang terjadi pada anak, batu ginjal atau batu kandung kemih dapat menyebabkan rasa nyeri hebat saat kencing. Kondisi ini dapat memicu iritasi saluran kemih dan menyebabkan aliran urin tersumbat. Selain rasa sakit, anak mungkin sering ingin buang air kecil namun hanya sedikit yang keluar atau bahkan disertai darah.
6. Masalah Prostat
Masalah prostat umumnya terjadi pada laki-laki dan dapat menyebabkan penyumbatan saluran kemih. Pembesaran prostat atau peradangan pada prostat dapat mengganggu aliran urin dan menyebabkan pancaran urin melemah.
Kondisi ini menimbulkan rasa tidak tuntas setelah buang air kecil dan meningkatkan frekuensi kencing terutama pada malam hari. Jenis masalah prostat yang dapat menyebabkan gangguan:
- Pembesaran prostat (BPH)
- Prostatitis atau peradangan prostat
7. Diabetes
Diabetes dapat mengganggu fungsi ginjal hingga membuat kandung kemih bekerja lebih berat untuk mengeluarkan kelebihan gula melalui urin. Anak mungkin buang air kecil lebih sering namun tidak tuntas. Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan memicu dehidrasi yang memperburuk kesulitan buang air kecil.
8. Penggunaan Obat Tertentu
Beberapa jenis obat dapat mengganggu sinyal saraf antara otak dan kandung kemih sehingga menyebabkan retensi urin. Akibatnya, anak atau orang dewasa mengalami kesulitan saat buang air kecil atau keluarnya urin menjadi sangat sedikit.
Efek samping ini biasanya terjadi pada obat-obatan yang bekerja pada saraf, otot, dan sistem pernapasan. Jenis obat yang berpotensi menyebabkan gangguan BAK:
- Antidepresan
- Antihistamin dan dekongestan
- Obat untuk penyakit Parkinson
- Obat pereda nyeri tertentu
- Obat penenang
- Calcium channel blockers
- Obat antiinflamasi nonsteroid
- Opioid
9. Setelah Tindakan Operasi
Kesulitan buang air kecil juga dapat terjadi sementara setelah menjalani operasi. Anestesi dan cairan infus dapat membuat kandung kemih penuh tetapi tubuh tidak merasakan dorongan untuk kencing. Selain itu, pembengkakan dan trauma jaringan di area panggul dapat menyumbat aliran urin.
10. Masalah Neurologis
Gangguan sistem saraf dapat menghambat komunikasi antara otak, kandung kemih, dan uretra. Hal ini menyebabkan kesulitan saat mengendalikan proses buang air kecil.
Masalah neurologis dapat berasal dari penyakit tertentu, cedera saraf, atau gangguan perkembangan. Contoh kondisi neurologis yang dapat menyebabkan gangguan kemih:
- Parkinson
- Stroke
- Multiple sclerosis
- Cedera tulang belakang
- Cedera otak
- Spina bifida
- Alzheimer
- Guillain-Barré
- Cedera panggul
- Keracunan logam berat
Baca Juga: Mengenal 7 Jenis Inkontinensia Urine dan Penyebabnya
Cara Mengatasi Susah Buang Air Kecil
Kesulitan saat berkemih bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengetahui langkah cara melancarkan buang air kecil sangat penting agar kondisi dapat segera teratasi dengan tepat.
- Penanganan darurat: kandung kemih perlu Anda kosongkan menggunakan kateter urin.
- Mengubah obat-obatan yang dikonsumsi
- Perawatan untuk konstipasi
- Perawatan pembesaran prostat
- Tindakan operasi
- Latihan otot panggul
- Latihan kandung kemih
- Menggunakan produk inkontinensia
Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Pria: Risiko dan Pencegahannya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami kesulitan saat buang air kecil, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- Cradle Children Hospital. Is Your Child Facing Difficulty in Urinating?. Februari 2026
- WebMD. Why Am I Having Problems With Peeing?. Februari 2026
- NIH. Symptoms & Causes of Urinary Retention. Februari 2026



