Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • 10 Penyebab Susah Buang Air Kecil dan Cara Mengatasi
Asifah
Selasa, 24 Februari 2026 / Published in Artikel Kesehatan

10 Penyebab Susah Buang Air Kecil dan Cara Mengatasi

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Penyebab susah buang air kecil dapat dipicu oleh infeksi, sembelit, dehidrasi, retensi urin, batu ginjal, diabetes, masalah prostat, penggunaan obat tertentu, dan masalah neurologis. Cara mengatasinya dapat dilakukan dengan melakukan latihan otot panggul, latihan kandung kemih, perawatan untuk konstipasi, melakukan perawatan pembesaran prostat, dan melakukan operasi.

penyebab susah buang air kecil
Infeksi saluran kemih menjadi salah satu penyebab sulit buang air kecil.

Kesulitan buang air kecil bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kemih yang perlu mendapat perhatian segera. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas harian.

Masalah susah BAK dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan penyebabnya sangat beragam. Dengan mengetahui faktor pemicunya, langkah penanganan yang tepat dapat dilakukan lebih cepat untuk mencegah komplikasi.

Daftar Isi

Toggle
  • Penyebab Susah Buang Air Kecil
    • 1. Infeksi Saluran Kemih (UTI)
    • 2. Konstipasi 
    • 3. Retensi Urin atau Gangguan Fungsi Kandung Kemih 
    • 4. Dehidrasi 
    • 5. Batu Kandung Kemih atau Ginjal 
    • 6. Masalah Prostat 
    • 7. Diabetes 
    • 8. Penggunaan Obat Tertentu 
    • 9. Setelah Tindakan Operasi 
    • 10. Masalah Neurologis 
  • Cara Mengatasi Susah Buang Air Kecil 

Penyebab Susah Buang Air Kecil

Kesulitan buang air kecil dapat siapa saja alamai, termasuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Kondisi ini sering menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan bisa berujung pada komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat.

Ada berbagai penyebab susah buang air kecil pada anak, mulai dari infeksi, kebiasaan menahan kencing, hingga gangguan pada fungsi kandung kemih. Mengenali penyebabnya sangat penting agar langkah penanganan dapat Anda lakukan secara cepat dan sesuai kebutuhan.

1. Infeksi Saluran Kemih (UTI)

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyebab utama gangguan buang air kecil pada anak. Kondisi ini terjadi ketika bakteri atau mikroorganisme menginfeksi saluran kemih seperti kandung kemih, ginjal, ureter, atau uretra hingga menimbulkan nyeri saat kencing.

Anak dengan UTI biasanya mengalami keluhan buang air kecil tidak lancar, urin berbau menyengat, demam, hingga adanya darah atau nanah dalam urin. Gejala yang biasanya muncul:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Kesulitan mengeluarkan urin dengan lancar
  • Retensi urin
  • Demam
  • Urin bercampur darah atau nanah
  • Bengkak atau nyeri di area genital

Baca Juga: Inkontinensia Urine: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

2. Konstipasi 

Konstipasi atau sembelit dapat memengaruhi fungsi kandung kemih dan menyebabkan kesulitan buang air kecil. Saat usus terisi penuh, tekanan pada kandung kemih meningkat sehingga aliran urin terhambat. Kondisi ini membuat anak merasa tidak nyaman dan sering kali tidak dapat mengosongkan kandung kemih secara tuntas.

3. Retensi Urin atau Gangguan Fungsi Kandung Kemih 

Beberapa anak mengalami kesulitan mengendalikan otot kandung kemih sehingga memicu retensi urin. Kondisi ini dapat dipicu oleh kandung kemih yang terlalu aktif atau kebiasaan menahan kencing. Akibatnya, anak merasa ingin buang air kecil tetapi tidak mampu mengeluarkannya secara normal dan sering mengalami anyang-anyangan.

4. Dehidrasi 

Dehidrasi dapat membuat urin menjadi pekat dan berwarna lebih gelap sehingga memicu sensasi perih saat buang air kecil. Kandung kemih juga menjadi kurang optimal dalam melakukan fungsinya. Jika berlangsung terus-menerus, anak berisiko mengalami kesulitan buang air kecil dan infeksi saluran kemih.

5. Batu Kandung Kemih atau Ginjal 

Meski jarang terjadi pada anak, batu ginjal atau batu kandung kemih dapat menyebabkan rasa nyeri hebat saat kencing. Kondisi ini dapat memicu iritasi saluran kemih dan menyebabkan aliran urin tersumbat. Selain rasa sakit, anak mungkin sering ingin buang air kecil namun hanya sedikit yang keluar atau bahkan disertai darah.

6. Masalah Prostat 

Masalah prostat umumnya terjadi pada laki-laki dan dapat menyebabkan penyumbatan saluran kemih. Pembesaran prostat atau peradangan pada prostat dapat mengganggu aliran urin dan menyebabkan pancaran urin melemah.

Kondisi ini menimbulkan rasa tidak tuntas setelah buang air kecil dan meningkatkan frekuensi kencing terutama pada malam hari. Jenis masalah prostat yang dapat menyebabkan gangguan:

  • Pembesaran prostat (BPH)
  • Prostatitis atau peradangan prostat

7. Diabetes 

Diabetes dapat mengganggu fungsi ginjal hingga membuat kandung kemih bekerja lebih berat untuk mengeluarkan kelebihan gula melalui urin. Anak mungkin buang air kecil lebih sering namun tidak tuntas. Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan memicu dehidrasi yang memperburuk kesulitan buang air kecil.

8. Penggunaan Obat Tertentu 

Beberapa jenis obat dapat mengganggu sinyal saraf antara otak dan kandung kemih sehingga menyebabkan retensi urin. Akibatnya, anak atau orang dewasa mengalami kesulitan saat buang air kecil atau keluarnya urin menjadi sangat sedikit.

Efek samping ini biasanya terjadi pada obat-obatan yang bekerja pada saraf, otot, dan sistem pernapasan. Jenis obat yang berpotensi menyebabkan gangguan BAK:

  • Antidepresan
  • Antihistamin dan dekongestan
  • Obat untuk penyakit Parkinson
  • Obat pereda nyeri tertentu
  • Obat penenang
  • Calcium channel blockers
  • Obat antiinflamasi nonsteroid
  • Opioid

9. Setelah Tindakan Operasi 

Kesulitan buang air kecil juga dapat terjadi sementara setelah menjalani operasi. Anestesi dan cairan infus dapat membuat kandung kemih penuh tetapi tubuh tidak merasakan dorongan untuk kencing. Selain itu, pembengkakan dan trauma jaringan di area panggul dapat menyumbat aliran urin.

10. Masalah Neurologis 

Gangguan sistem saraf dapat menghambat komunikasi antara otak, kandung kemih, dan uretra. Hal ini menyebabkan kesulitan saat mengendalikan proses buang air kecil.

Masalah neurologis dapat berasal dari penyakit tertentu, cedera saraf, atau gangguan perkembangan. Contoh kondisi neurologis yang dapat menyebabkan gangguan kemih:

  • Parkinson
  • Stroke
  • Multiple sclerosis
  • Cedera tulang belakang
  • Cedera otak
  • Spina bifida
  • Alzheimer
  • Guillain-Barré
  • Cedera panggul
  • Keracunan logam berat

Baca Juga: Mengenal 7 Jenis Inkontinensia Urine dan Penyebabnya

Cara Mengatasi Susah Buang Air Kecil 

Kesulitan saat berkemih bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengetahui langkah cara melancarkan buang air kecil sangat penting agar kondisi dapat segera teratasi dengan tepat.

  • Penanganan darurat: kandung kemih perlu Anda kosongkan menggunakan kateter urin.
  • Mengubah obat-obatan yang dikonsumsi
  • Perawatan untuk konstipasi
  • Perawatan pembesaran prostat
  • Tindakan operasi
  • Latihan otot panggul
  • Latihan kandung kemih
  • Menggunakan produk inkontinensia

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Pria: Risiko dan Pencegahannya

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami kesulitan saat buang air kecil, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. 

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS

Source:

  • Cradle Children Hospital. Is Your Child Facing Difficulty in Urinating?. Februari 2026
  • WebMD. Why Am I Having Problems With Peeing?. Februari 2026
  • NIH. Symptoms & Causes of Urinary Retention. Februari 2026

Diperbarui pada 24 Februari 2026

Artikel Terkait

  • Infeksi saluran kemih sembuh
    Apakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Sembuh Total?
  • Infeksi saluran kemih pada anak
    Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Gejala hingga Pengobatan
  • Infeksi saluran kemih wanita
    Infeksi Saluran Kemih pada Wanita
Tagged under: Gangguan Penyakit

Artikel Terkait

  • Infeksi saluran kemih sembuh
    Apakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Sembuh Total?
  • Infeksi saluran kemih pada anak
    Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Gejala hingga Pengobatan
  • Infeksi saluran kemih wanita
    Infeksi Saluran Kemih pada Wanita

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP