Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyebab ginjal bocor bisa berasal dari penyakit seperti minimal change disease, diabetes, lupus, hingga infeksi virus. Bahayanya meliputi risiko gagal ginjal, kekurangan gizi, dan peningkatan tekanan darah.

Ginjal bocor atau sindrom nefrotik adalah salah satu penyakit ginjal dengan kondisi ketika ginjal tidak mampu menyaring darah dengan baik, sehingga protein penting ikut terbuang melalui urine. Ciri-ciri ginjal bocor umumnya meliputi pembengkakan pada tubuh, kadar protein tinggi dalam urine, dan kadar albumin rendah dalam darah.
Kondisi ini dapat Anda atasi dengan pengobatan sesuai penyebabnya, seperti penggunaan obat steroid, pengendalian gula darah, atau terapi khusus untuk menjaga fungsi ginjal. Penanganan sejak dini sangat penting agar kerusakan ginjal tidak berlanjut menjadi gagal ginjal kronis.
Apa Itu Ginjal Bocor?
Ginjal bocor di sini adalah Sindrom Nefrotik, kondisi ketika bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah mengalami kerusakan. Gangguan ini menyebabkan protein penting, seperti albumin, ikut terbuang melalui urine dan mengganggu keseimbangan cairan tubuh.
Ginjal normalnya berperan menyaring darah untuk membuang limbah, kelebihan cairan, dan garam lewat urine. Namun saat glomeruli, bagian penyaring ginjal rusak, protein bocor ke urine sehingga memicu pembengkakan pada tubuh. Ciri utama ginjal bocor meliputi:
- Kadar protein tinggi dalam urine
- Kadar albumin rendah dalam darah
- Pembengkakan pada seluruh tubuh
Baca Juga: Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Ginjal? Ini 9 Gejalanya
Penyebab Ginjal Bocor
Ginjal bocor atau nephrotic syndrome terjadi ketika glomeruli bagian penyaring di dalam ginjal mengalami kerusakan sehingga protein penting bocor ke dalam urin. Kondisi ini bisa karena berbagai gangguan pada ginjal, baik karena kelainan imun, faktor genetik, maupun penyakit tertentu. Berikut beberapa penyebab ginjal bocor yang paling umum terjadi:
1. Minimal Change Disease
Pada kondisi ini, glomeruli terlihat normal ketika diperiksa dengan mikroskop, tetapi sebenarnya terjadi perubahan halus yang menyebabkan kebocoran protein. Penyakit ini sering menyerang anak-anak, terutama di bawah usia lima tahun, dan menjadi penyebab ginjal bocor pada anak yang paling sering ditemukan.
Meski penyebab pastinya belum diketahui, gangguan ini berkaitan dengan perubahan kecil pada sistem kekebalan tubuh. Kabar baiknya, Minimal Change Disease biasanya memberikan respons baik terhadap pengobatan dengan obat steroid dan jarang menyebabkan gagal ginjal.
2. Membranous Nephropathy
Membranous nephropathy terjadi ketika lapisan membran di glomeruli menebal sehingga membuat ginjal lebih mudah bocor terhadap protein. Kondisi ini lebih sering orang dewasa alami dan merupakan salah satu yang menyebabkan ginjal bocor pada usia produktif.
Penyebab penebalan membran ini tidak selalu diketahui secara pasti. Namun, reaksi sistem imun terhadap infeksi atau penggunaan obat tertentu dapat menjadi pencetusnya. Jika tidak Anda tangani dengan tepat, kondisi ini bisa menimbulkan gejala ginjal bocor seperti bengkak di kaki dan meningkatnya kadar protein dalam urin.
3. Focal Segmental Glomerulosclerosis (FSGS)
Pada FSGS, sebagian kecil glomeruli mengalami pengerasan (sclerosis) yang mengganggu fungsi penyaringan ginjal. Kondisi ini dapat terjadi pada anak maupun dewasa, meskipun lebih sering menimbulkan ciri-ciri ginjal bocor berat pada orang dewasa.
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari reaksi sistem imun hingga pengaruh obat atau infeksi tertentu. Karena beberapa glomeruli rusak secara permanen, kondisi ini sering kali membutuhkan pengawasan jangka panjang dan penggunaan obat ginjal bocor untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
4. Congenital Nephrotic Syndrome
Jenis ini termasuk langka dan muncul sejak bayi lahir karena faktor genetik. Bayi dengan congenital nephrotic syndrome biasanya mulai menunjukkan gejala ginjal bocor seperti bengkak pada tubuh dan berat badan yang sulit naik dalam tiga bulan pertama kehidupannya.
Penyakit ini sulit Anda obati karena berasal dari kelainan bawaan pada gen yang memengaruhi struktur ginjal. Sebagian besar anak dengan kondisi ini membutuhkan perawatan intensif, seperti dialisis atau transplantasi ginjal untuk menjaga fungsi tubuh tetap normal.
5. Gangguan Lain pada Glomeruli
Selain penyakit di atas, ada juga beberapa gangguan lain pada glomeruli yang bisa menyebabkan kebocoran ginjal, seperti:
- Membranoproliferative glomerulonephritis
- Mesangial proliferative glomerulonephritis
- Fibrillary glomerulosclerosis
- Diffuse mesangial sclerosis
- IgM mesangial nephropathy
Penyebab pastinya tidak selalu jelas, namun sebagian besar berkaitan dengan reaksi sistem imun yang menyebabkan kerusakan sel ginjal. Bila tidak Anda tangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit ginjal kronis dengan gejala yang semakin berat.
6. Diabetes
Penderita diabetes memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan ginjal yang dikenal sebagai nefropati diabetik. Ketika kadar gula darah tinggi tidak terkontrol, glomeruli bisa rusak dan menjadi bocor sehingga protein penting keluar bersama urin.
Kebocoran ini biasanya ditandai dengan adanya protein albumin di dalam urin, yang dapat memicu komplikasi seperti penyakit jantung. Karena itu, menjaga kadar gula darah tetap stabil menjadi langkah penting untuk mencegah ginjal bocor akibat diabetes.
7. Penyebab Lainnya
Selain kondisi di atas, penyebab ginjal bocor juga bisa berasal dari faktor lain seperti:
- Lupus
- Amyloidosis
- Infeksi (HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C)
- Reaksi alergi tertentu
- Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
- Gangguan genetik yang memengaruhi fungsi ginjal
Baca Juga: Ketahui 9 Cara Mengobati Penyakit Ginjal Stadium Awal
Bahaya Ginjal Bocor
Ginjal bocor bisa sembuh jika Anda tangani sejak dini, namun bila Anda biarkan, ginjal bocor dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa bahaya ginjal bocor yang perlu Anda waspadai:
- Penggumpalan darah. Ketika fungsi penyaringan ginjal terganggu, tubuh kehilangan protein penting yang mencegah darah menggumpal. Akibatnya, risiko terbentuknya bekuan darah di pembuluh darah menjadi lebih tinggi.
- Kadar kolesterol dan trigliserida tinggi. Menurunnya kadar albumin dalam darah membuat hati memproduksi lebih banyak lemak.
- Kekurangan gizi. Hilangnya protein melalui urine menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan berat badan, anemia, dan kadar vitamin D yang rendah.
- Tekanan darah tinggi. Penumpukan cairan akibat gangguan penyaringan ginjal bisa meningkatkan tekanan darah. Jika tidak Anda kendalikan, hipertensi ini dapat memperburuk kerusakan ginjal.
- Gagal ginjal akut. Saat ginjal kehilangan kemampuan menyaring darah sepenuhnya, zat sisa dan racun bisa menumpuk dalam tubuh. Dalam kondisi ini, pasien mungkin memerlukan cuci darah darurat untuk membantu kerja ginjal.
- Penyakit ginjal kronis. Jika ginjal bocor berlangsung lama tanpa penanganan, fungsi ginjal bisa menurun secara permanen. Kondisi ini dapat berujung pada kebutuhan dialisis jangka panjang atau transplantasi ginjal.
- Infeksi. Orang dengan ginjal bocor lebih rentan terhadap infeksi karena daya tahan tubuhnya melemah. Hal ini terjadi akibat hilangnya protein pelindung tubuh melalui urine.
Baca Juga: 12 Makanan yang Baik untuk Ginjal, Menyehatkan dan Mudah Ditemukan!
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- health direct. Nephrotic syndrome. Januari 2026
- Kidney Research UK. Kidney disease ends here. Januari 2026
- Mayo Clinic. Nephrotic syndrome. Januari 2026



