Ditulis oleh Tim Konten Medis
Olahraga anak mencakup berbagai pilihan seperti badminton, basket, bersepeda, tari, sepak bola, senam, rounders, lari, renang, tenis meja, dan voli. Manfaat olahraga untuk anak antara lain meningkatkan kesehatan fisik, melatih koordinasi, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan kerja sama tim.

Anak-anak di setiap usia bisa mendapatkan banyak manfaat dari olahraga, mulai dari melatih fisik, mental, hingga keterampilan sosial. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih jenis aktivitas yang sesuai dengan usia, minat, dan kemampuan anak agar mereka tetap merasa senang saat bergerak aktif.
Pada usia dini, olahraga sebaiknya lebih santai dan berfokus pada kesenangan serta permainan bebas. Seiring bertambahnya usia dan keterampilan, anak dapat mulai mencoba olahraga yang lebih terstruktur, baik dalam bentuk permainan tim seperti basket maupun olahraga individu seperti renang.
Jenis Olahraga Anak dan Manfaatnya
Mengajak si kecil aktif bergerak sejak dini sangat penting untuk kesehatan tubuh maupun perkembangan emosional mereka. Ada banyak jenis olahraga anak yang bisa dilakukan dengan mudah, menyenangkan, serta bermanfaat untuk tumbuh kembang mereka. Berikut beberapa jenis olahraga yang bisa Anak lakukan:
1. Badminton
Badminton adalah salah satu olahraga untuk anak yang bagus untuk anak karena melatih kelincahan, koordinasi, dan keseimbangan tubuh. Selain itu, permainan ini bisa dilakukan di dalam ruangan maupun di luar rumah dengan perlengkapan sederhana.
Melalui badminton, anak-anak belajar tentang kerja sama, strategi, dan gerak refleks yang lebih baik. Aktivitas ini juga membantu meningkatkan ketahanan tubuh sekaligus menjaga kebugaran.
Baca Juga: 10 Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Fisik dan Mental
2. Basket
Basket termasuk olahraga yang melibatkan banyak gerakan, mulai dari berlari, melompat, melempar, hingga menangkap bola. Permainan ini bisa dimainkan bersama teman di lapangan maupun sekadar berlatih melempar ke arah ring sederhana.
Manfaat olahraga bagi anak-anak lewat basket adalah melatih kekuatan otot, meningkatkan daya tahan, dan membangun kebersamaan dalam tim. Basket juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri melalui latihan keterampilan yang menyenangkan.
3. Bersepeda
Bersepeda adalah aktivitas menyenangkan yang sering menjadi favorit anak-anak. Olahraga ini tidak hanya membuat mereka aktif, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta kemandirian.
Selain itu, bersepeda membantu memperkuat otot kaki, melatih keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Dilakukan bersama keluarga, kegiatan ini menjadi cara seru untuk mengisi waktu sekaligus menanamkan gaya hidup sehat.
4. Tari
Menari merupakan jenis olahraga untuk anak yang bagus untuk anak karena bisa dilakukan di mana saja, bahkan di rumah dengan musik kesukaan mereka. Aktivitas ini membantu melatih ritme, fleksibilitas, serta menyalurkan imajinasi anak.
Selain gerak tubuh, menari juga bermanfaat untuk melatih ekspresi, kreativitas, dan rasa percaya diri. Dengan begitu, anak bisa sehat sekaligus bahagia saat bergerak mengikuti irama.
5. Sepak Bola
Sepak bola adalah salah satu jenis olahraga yang paling populer di seluruh dunia. Permainannya bisa dilakukan di lapangan besar bersama tim atau cukup dengan bola di halaman rumah.
Sepak bola mengajarkan anak kerja sama tim, disiplin, serta daya tahan tubuh. Gerakan berlari dan mengontrol bola juga bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi serta kekuatan otot.
6. Gymnastic
Senam atau gymnastics adalah olahraga yang penuh keseruan dan tantangan bagi anak. Aktivitas ini melatih kelincahan, keseimbangan, kekuatan, hingga ketepatan gerakan.
Dengan berbagai bentuk latihan seperti melompat, berguling, atau berputar, anak-anak bisa mengasah keterampilan motorik secara optimal. Senam juga membuat tubuh lebih fleksibel dan sehat.
7. Rounders
Rounders adalah permainan mirip bisbol yang mudah dimainkan di taman bersama teman-teman. Aktivitas ini melatih keterampilan memukul, melempar, serta menangkap bola.
Selain menyenangkan, rounders mengajarkan strategi dan kerja sama tim. Olahraga ini juga bisa melatih koordinasi mata dan tangan anak secara alami.
8. Lari
Berlari adalah olahraga yang paling sederhana dan bisa dilakukan kapan saja. Anak-anak bisa berlari santai, bermain estafet, atau sekadar lomba kecil bersama teman.
Manfaat olahraga bagi anak-anak melalui berlari adalah meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat otot, serta melatih pernapasan. Aktivitas ini juga membantu anak membangun semangat kompetisi yang sehat.
9. Berenang
Berenang adalah olahraga yang menyenangkan sekaligus bermanfaat untuk kesehatan. Anak-anak bisa melatih keterampilan air sambil memperkuat otot tubuh dan paru-paru.
Selain menjadi kegiatan rekreasi, berenang juga bisa menyelamatkan nyawa karena kemampuan berenang penting untuk keselamatan. Aktivitas ini memberikan efek menenangkan sekaligus menjaga kebugaran tubuh.
10. Tenis Meja
Tenis meja bisa anak Anda maikan secara santai maupun kompetitif, membuatnya cocok sebagai olahraga yang bagus untuk anak. Aktivitas ini melibatkan kecepatan, ketepatan, dan koordinasi gerak.
Dengan bermain tenis meja, anak-anak belajar fokus, refleks cepat, dan melatih strategi sederhana. Selain itu, olahraga ini dapat anak mainkan di ruang terbatas sehingga lebih fleksibel.
11. Voli
Voli sering identik dengan pantai, tetapi sebenarnya bisa anak mainkan di mana saja. Permainan ini melibatkan keterampilan memukul, melompat, dan menjaga kerja sama dengan tim.
Selain menyenangkan, voli melatih koordinasi tubuh, kekuatan otot, serta komunikasi antar pemain. Dengan variasi permainan, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman bergerak yang seru dan bermanfaat.
Baca Juga: 7 Olahraga untuk Penderita Jantung yang Aman dan Dilarang
Aktivitas Fisik Anak pada Setiap Usianya
Setiap anak memiliki kebutuhan aktivitas fisik yang berbeda sesuai dengan tahap usianya. Aktivitas yang anak Anda lakukan tidak hanya membantu menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga mendukung perkembangan motorik, koordinasi, serta rasa percaya diri.
Dengan memilih olahraga yang sesuai, anak dapat tumbuh lebih aktif, sehat, dan tetap menikmati setiap kegiatan fisik yang mereka lakukan.
1. Usia 0–5 Tahun
Pada rentang usia ini, fokus utama adalah aktivitas yang menyenangkan sekaligus membantu melatih keterampilan motorik dasar. Anak dapat mencoba kegiatan sederhana seperti berlari, melompat, melempar, dan menangkap untuk melatih koordinasi tubuh.
Selain itu, aktivitas fisik yang direkomendasikan juga bisa berupa:
- Senam/Gymnastics
- Bela diri (Martial arts)
- Berenang
2. Usia 6–9 Tahun
Memasuki usia sekolah dasar, anak mulai bisa latihan untuk meningkatkan kelincahan, keseimbangan, kecepatan, serta fleksibilitas. Kegiatan fisik pada tahap ini sebaiknya tetap menekankan aspek kesenangan tanpa tekanan kompetisi yang berlebihan.
Beberapa olahraga yang cocok pada usia ini antara lain:
- Basket
- Sepak bola
- Softball
3. Usia 9–12 Tahun
Pada usia ini, olahraga sudah mulai bisa lebih terstruktur. Anak sebaiknya belajar dasar-dasar penting seperti pemanasan, pendinginan, peregangan, hingga menjaga fokus mental saat berolahraga.
Aktivitas yang anak pilih sebaiknya beragam agar melatih berbagai bagian tubuh, baik olahraga individu maupun tim. Contohnya:
- Renang dan basket
- Atletik (lari, lompat, lempar)
- Tenis dan hoki
4. Usia 12–16 Tahun
Di tahap ini, fokus aktivitas fisik lebih menekankan pada peningkatan kekuatan, daya tahan, serta kecepatan. Kompetisi mulai berperan lebih besar, namun anak tetap perlu Anda dampingi agar tidak berlatih berlebihan.
Terlalu banyak latihan bisa menyebabkan kelelahan atau cedera sehingga pengawasan sangat perlu. Selain itu, anak harus tetap merasa senang, percaya diri, dan memiliki ruang untuk belajar dari pengalaman, baik saat berhasil maupun gagal.
Baca Juga: 10 Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit, Cepat & Aman
Yuk, segera kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- thrive. Choosing the Best Sports For Your Child. Januari 2026
- NHS. Sports and activities. Januari 2026
- innovation Physical Therapy. The Best Sport for Your Child and How to Prevent Over-Training. Januari 2026







