Ditulis oleh Tim Konten Medis
Gigitan tomcat dapat menimbulkan gejala iritasi kulit parah seperti luka kemerahan yang gatal, terasa panas, dan melepuh. Gejalanya bisa muncul 24 sampai 48 jam setelah kontak dengan serangga. Untuk mengobati luka akibat digigit tomcat, Anda membutuhkan perawatan medis seperti konsumsi obat Antihistamine sampai antibiotik.

Tomcat adalah serangga kecil mirip semut yang sebenarnya tidak menggigit, tetapi dapat menyebabkan iritasi kulit parah melalui cairan racunnya. Cairan ini keluar saat tubuh tomcat tertekan atau ketika Anda gesek ke kulit manusia, sehingga menimbulkan luka dan sensasi terbakar.
Meskipun tidak berbahaya seperti gigitan hewan berbisa, efek racun tomcat dapat membuat kulit melepuh dan meninggalkan bekas hitam yang sulit hilang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyembuhkan dengan benar agar luka cepat pulih dan tidak menimbulkan infeksi.
Gejala Gigitan Tomcat
Gejala awal digigit tomcat umumnya muncul dalam waktu 24 jam setelah kulit terkena cairan racun dari tubuh serangga. Area kulit yang terpapar akan terasa panas, perih, dan gatal terutama di bagian tubuh yang terbuka seperti wajah, leher, lengan, atau kaki.
Dalam kasus ringan, ruam kemerahan akan muncul dan bisa berlangsung hingga dua hari, sedangkan pada kasus yang lebih parah dapat berkembang menjadi lepuh atau luka melepuh. Pada kondisi yang lebih berat, ciri-ciri gigitan tomcat dapat berupa kulit lecet, luka melepuh luas, dan meninggalkan bekas hitam atau hiperpigmentasi yang bertahan selama beberapa minggu.
Berikut beberapa gejala umum yang muncul akibat gigitan tomcat:
- Rasa panas, perih, atau terbakar di kulit dalam beberapa jam setelah kontak
- Munculnya ruam merah (eritema) yang bisa berubah menjadi lepuh berisi cairan
- Luka bisa membentuk pola garis (linear) atau bercabang menyerupai huruf Y
- Setelah sembuh, kulit sering meninggalkan bekas kehitaman sementara
- Pada anak-anak, muncul dua bercak yang berhadapan (kissing lesion) di area lipatan tubuh
- Pembengkakan di sekitar mata (edema periorbital) dan rasa gatal intens
- Kadang muncul konjungtivitis atau iritasi mata akibat menyentuh area wajah setelah terkena racun
Gejala gigitan tomcat biasanya sembuh dalam waktu 10 hingga 12 hari, namun bekas hitam bisa bertahan lebih lama. Pada anak-anak, lesi sering muncul di bagian tubuh yang mudah bersentuhan, seperti wajah dan leher, karena kulit yang lebih sensitif dan sering menggaruk area yang gatal.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Herpes dan Tomcat yang Terlihat Mirip
Cara Menyembuhkan Gigitan Tomcat
Jika Anda baru saja terkena cairan racun dari tomcat, segera lakukan pertolongan pertama di rumah untuk mencegah iritasi semakin parah. Cuci area kulit yang terkena dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya dua menit tanpa Anda gosok, lalu tempelkan kompres dingin untuk meredakan rasa panas dan perih.
Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko luka membesar dan mempercepat pemulihan. Namun, jika gejala tidak kunjung membaik atau luka tampak semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga medis.
Berikut cara mengobati gigitan tomcat yang perlu Anda ketahui:
1. Perawatan Medis untuk Gigitan Tomcat
Perawatan medis menjadi langkah yang lebih aman dan efektif dibandingkan penanganan sendiri di rumah. Berikut alasan mengapa pemeriksaan langsung ke dokter sangat disarankan:
- Perawatan mandiri hanya mengandalkan krim bebas resep yang efeknya terbatas, sehingga proses penyembuhan cenderung lebih lama dan bisa meninggalkan noda hitam di kulit.
- Perawatan dokter memberikan diagnosis tepat serta krim antiinflamasi yang lebih kuat untuk meredakan peradangan dan gatal.
Dengan pengobatan medis, penyembuhan menjadi lebih cepat, rasa tidak nyaman berkurang, dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. Hal ini sangat penting terutama untuk anak-anak atau area kulit sensitif yang mudah teriritasi.
2. Obat untuk Gigitan Tomcat
Beberapa jenis obat gigitan tomcat yang umum penderita gunakan antara lain:
- Krim Kortikosteroid: Membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal pada kulit, serta mempercepat proses penyembuhan dan membantu menghilangkan bekas gigitan tomcat.
- Antihistamin: Dapat Anda minum untuk meredakan gatal dan reaksi alergi akibat racun tomcat.
- Antibiotik: Anda berikan jika muncul infeksi sekunder, bisa berupa salep atau obat minum tergantung tingkat keparahan luka.
- Pereda Nyeri: Obat seperti ibuprofen atau parasetamol membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
Dengan kombinasi penanganan cepat dan pengobatan yang tepat, luka akibat gigitan tomcat bisa cepat sembuh dan hilang tanpa meninggalkan bekas permanen.
Baca Juga: Begini Cara Mengobati Herpes Genital Biar Cepat Sembuh
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun kebanyakan kasus gigitan tomcat bisa Anda obati di rumah, ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis segera. Hal ini penting karena efek gigitan tomcat bisa bertahan lama dan menimbulkan komplikasi serius bila tidak Anda tangani dengan benar. Berikut beberapa hal yang perlu Anda waspadai:
- Ruam muncul di area wajah atau dekat mata.
- Muncul demam atau tubuh terasa lemah.
- Luka menunjukkan tanda infeksi seperti nanah kuning atau hijau, kerak berwarna madu, atau rasa panas dan nyeri yang menyebar.
- Ruam menyebar luas hingga menutupi sebagian besar tubuh.
Baca Juga: Bahaya herpes untuk Kesehatan dan Risiko Komplikasinya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala setelah terkena gigitan tomcat, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- Unicare Clinic. Tomcat Rash (Paederus Dermatitis) in Bali: Symptoms, Healing Stages & Photos. Desember 2025
- Trishnanda Care Centre. Tomcat Bite Medicine: Comprehensive Guide to Treatment and Prevention. Desember 2025



