Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Mengenal Bakteri Escherichia coli (E. Coli) dan Penyakitnya
Asifah
Kamis, 08 Januari 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Mengenal Bakteri Escherichia coli (E. Coli) dan Penyakitnya

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Escherichia coli adalah bakteri yang umumnya hidup di usus manusia dan hewan, serta berperan penting dalam sistem pencernaan. Beberapa jenis infeksi bakterinya antara lain infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, prostatitis, penyakit radang panggul, pneumonia, dan meningitis.

Escherichia coli adalah
Salah satu penyakit akibat bakteri E. Coli adalah infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare.

Bakteri Escherichia coli atau E. coli merupakan mikroorganisme yang secara alami hidup di usus manusia dan hewan, serta tersebar luas di lingkungan sekitar. Meskipun sebagian besar tidak berbahaya, beberapa jenis bakteri ini dapat menyebabkan infeksi serius pada sistem pencernaan maupun bagian tubuh lainnya.

Infeksi E. coli bisa terjadi akibat konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, serta kontak langsung dengan penderita atau hewan yang membawa bakteri. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari diare hingga infeksi saluran kemih, tergantung pada jenis bakteri dan daya tahan tubuh seseorang.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Bakteri Escherichia Coli (E.coli)?
  • Jenis Infeksi Bakteri E.coli
  • Gejala Infeksi Bakteri Escherichia Coli
  • Penyebab Infeksi Bakteri E.coli
  • Cara Mengatasi Bakteri Escherichia Coli

Apa Itu Bakteri Escherichia Coli (E.coli)?

Bakteri Escherichia coli adalah jenis kuman yang secara alami hidup di lingkungan, pada makanan, air, serta di dalam usus manusia dan hewan. Sebagian besar jenis E. coli tidak berbahaya bahkan bermanfaat bagi tubuh, namun ada beberapa jenis yang dapat menyebabkan infeksi serius dan menimbulkan berbagai penyakit.

Berikut penjelasan penting tentang E. coli yang perlu Anda ketahui:

  • Hidup di berbagai tempat: E. coli dapat Anda temukan di lingkungan sekitar, air, makanan, serta di dalam tubuh manusia dan hewan.
  • Sebagian besar tidak berbahaya: Banyak jenis E. coli justru membantu proses pencernaan, memproduksi vitamin, dan melindungi tubuh dari kuman berbahaya.
  • Sebagian dapat menyebabkan penyakit: Jenis tertentu dari E. coli bisa menyebabkan diare, infeksi saluran kemih, pneumonia, sepsis, dan penyakit lain.
  • Cara penularan: Infeksi E. coli bisa terjadi ketika seseorang menelan bakteri dari makanan atau air yang terkontaminasi, atau melalui kontak langsung dengan hewan, lingkungan, maupun orang lain.
  • Kelompok rentan: Anak di bawah usia 5 tahun, lansia di atas 65 tahun, orang dengan daya tahan tubuh lemah, serta pelancong internasional memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi E. coli.
  • Infeksi E. coli bisa berakibat serius: Jenis E. coli penghasil racun Shiga (STEC) dapat memicu kondisi berat yang bernama hemolytic uremic syndrome (HUS), yang dapat menyebabkan gagal ginjal, gangguan kesehatan permanen, bahkan kematian.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Gejala hingga Pengobatan

Jenis Infeksi Bakteri E.coli

Infeksi E. coli adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai jenis bakteri Escherichia coli yang masuk ke dalam tubuh. Sebagian jenis E. coli dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare dan sakit perut, sedangkan lainnya bisa menimbulkan infeksi di bagian tubuh lain seperti saluran kemih. Beberapa penyakit yang disebabkan bakteri Escherichia yang perlu Anda waspadai:

  • Infeksi saluran pencernaan (gastrointestinal infection): Menyebabkan diare, nyeri perut, dan gejala pencernaan lainnya setelah menelan makanan atau air yang terkontaminasi.
  • Infeksi saluran kemih (ISK): Terjadi ketika E. coli dari usus masuk ke saluran kemih, menyebabkan nyeri saat buang air kecil atau anyang-anyangan.
  • Infeksi aliran darah (sepsis): Kondisi serius saat bakteri E. coli menyebar ke dalam darah dan menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.
  • Prostatitis: Infeksi pada kelenjar prostat yang bisa menimbulkan nyeri di area panggul atau kesulitan buang air kecil.
  • Penyakit radang panggul (PID): Infeksi pada organ reproduksi bagian dalam wanita akibat penyebaran bakteri E. coli.
  • Infeksi kantung empedu (kolesistitis): Menyebabkan peradangan pada kantung empedu yang muncul dengan nyeri di perut kanan atas.
  • Infeksi luka: Terjadi ketika bakteri E. coli masuk ke luka terbuka dan menyebabkan peradangan atau nanah.
  • Pneumonia (jarang): Infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri E. coli dalam kasus tertentu.
  • Meningitis (jarang): Infeksi pada selaput otak, biasanya terjadi pada bayi baru lahir atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Gejala Infeksi Bakteri Escherichia Coli

Infeksi bakteri Escherichia coli umumnya menyerang sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan di perut serta usus. Dalam beberapa kasus, bakteri ini juga bisa menyebar ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi yang menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil.

Berikut beberapa gejala yang dapat muncul akibat infeksi E. coli:

  • Diare berair, kadang muncul darah.
  • Kram atau nyeri perut yang terasa tajam atau terus-menerus.
  • Mual dan muntah, terutama setelah makan atau minum.
  • Demam ringan yang muncul rasa tidak nyaman pada tubuh.
  • Tubuh terasa lelah atau tidak enak badan.

Gejala tersebut biasanya muncul dalam waktu 1 hingga 10 hari setelah terpapar bakteri, dan sebagian besar orang akan sembuh dalam waktu sekitar satu minggu.

Selain menyerang saluran pencernaan, E. coli juga bisa menyebabkan infeksi saluran kemih dengan gejala seperti:

  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Sering ingin buang air kecil lebih dari biasanya.
  • Adanya darah dalam urine.
  • Demam atau nyeri di perut, punggung, atau sisi tubuh.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Pria: Risiko dan Pencegahannya

Penyebab Infeksi Bakteri E.coli

Infeksi Escherichia coli menyebabkan gangguan pada tubuh ketika jenis bakteri berbahaya masuk ke dalam sistem pencernaan atau bagian tubuh lain. Kondisi ini bisa terjadi melalui makanan, air, atau kontak langsung dengan orang maupun hewan yang terinfeksi.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab infeksi bakteri E. coli:

  • Makanan atau air yang terkontaminasi, seperti daging yang tidak matang, buah dan sayur yang tidak dicuci bersih, atau air minum yang tidak diolah dengan baik. Bakteri dapat masuk ke tubuh melalui konsumsi makanan atau minuman yang tercemar.
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi, misalnya susu mentah atau olahan susu tanpa proses pemanasan. Proses pasteurisasi penting untuk membunuh bakteri berbahaya yang mungkin ada dalam susu.
  • Kontak dengan orang yang terinfeksi, terutama melalui muntahan atau kotoran yang mengandung bakteri. Penularan dapat terjadi jika tidak menjaga kebersihan setelah merawat atau berinteraksi dengan penderita.
  • Kontak dengan hewan yang terinfeksi, seperti hewan ternak atau peliharaan yang membawa bakteri. Sentuhan langsung tanpa mencuci tangan dapat memudahkan perpindahan bakteri ke tubuh manusia.
  • Kebersihan diri yang kurang baik, seperti tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau mengolah daging mentah. Bakteri dapat menyebar ke makanan atau permukaan lain dan menginfeksi orang lain.
  • Penyebaran dalam tubuh sendiri, ketika E. coli berbahaya dari usus berpindah ke area lain seperti saluran kemih.Kondisi ini bisa menyebabkan infeksi saluran kemih atau gangguan lain pada organ tubuh.

Cara Mengatasi Bakteri Escherichia Coli

Sebagian besar infeksi E. coli yang menyerang sistem pencernaan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Dokter umumnya tidak akan memberikan antibiotik atau obat antidiarrhea pada kasus infeksi E. coli jenis STEC (Shiga toxin-producing E. coli), karena dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti sindrom hemolitik uremik (HUS).

Sebagai gantinya, pasien akan dokter pantau dengan ketat dan diberikan cairan untuk mencegah dehidrasi agar tubuh tetap terjaga kondisinya. Namun, jika infeksi E. coli menyerang bagian tubuh lain seperti saluran kemih (ISK), otak (meningitis), atau menyebabkan infeksi darah (sepsis), dokter biasanya akan memberikan pengobatan dengan antibiotik.

Hal ini juga berlaku apabila gejala yang muncul tergolong berat dan tidak kunjung membaik. Beberapa jenis antibiotik yang dapat Anda gunakan untuk membantu mengatasi infeksi E. coli antara lain:

  • Trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMX)
  • Ciprofloxacin
  • Rifaximin
  • Nitrofurantoin

Pemilihan antibiotik akan sesuai dengan jenis infeksi dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh agar hasil pengobatan lebih efektif. Infeksi ringan akibat E. coli, seperti gangguan pencernaan atau infeksi saluran kemih ringan, dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Baca Juga: Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih dan Pencegahannya

Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh Dr. Sony prabowo, MARS

Source

  • Cleveland Clinic. E. coli Infection. Januari 2026
  • health direct. E. coli infection. Januari 2026
  • ascia. Cow’s Milk (Dairy) Allergy. Januari 2026

Diperbarui pada 8 Januari 2026

Artikel Terkait

  • Mengenal Bakteri Salmonella Typhi dan Gejalanya
    Mengenal Bakteri Salmonella Typhi dan Gejalanya
  • Bagaimanakah Cara Bakteri Menimbulkan Penyakit? Ketahui Infeksi Bakteri dan Lama Waktu Sembuh
    Bagaimanakah Cara Bakteri Menimbulkan Penyakit? Ketahui Infeksi Bakteri dan Lama Waktu Sembuh
  • bakteri pemakan daging
    Waspadai Bakteri Pemakan Daging: Gejala dan Pengobatan
Tagged under: Kesehatan Tubuh

Artikel Terkait

  • Mengenal Bakteri Salmonella Typhi dan Gejalanya
    Mengenal Bakteri Salmonella Typhi dan Gejalanya
  • Bagaimanakah Cara Bakteri Menimbulkan Penyakit? Ketahui Infeksi Bakteri dan Lama Waktu Sembuh
    Bagaimanakah Cara Bakteri Menimbulkan Penyakit? Ketahui Infeksi Bakteri dan Lama Waktu Sembuh
  • bakteri pemakan daging
    Waspadai Bakteri Pemakan Daging: Gejala dan Pengobatan

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP