Ditulis oleh Tim Konten Medis
Edema adalah kondisi pembengkakan pada tubuh akibat penumpukan cairan berlebih di jaringan, yang paling sering muncul di kaki, pergelangan kaki, dan tungkai. Penyebabnya bisa karena gangguan jantung, ginjal, hati, masalah sirkulasi darah, hingga efek samping obat tertentu. Gejala yang penderita rasakan seperti pembengkakan yang terlihat jelas pada kaki, kulit terasa kencang, berat pada anggota tubuh, serta sesak napas pada kasus tertentu.

Edema memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan lokasi penumpukan cairan dan penyebabnya, mulai dari edema perifer di kaki hingga edema paru dan edema serebral yang tergolong serius. Perbedaan jenis ini penting dikenali karena masing-masing dapat menimbulkan risiko kesehatan yang berbeda dan memerlukan penanganan yang tidak sama.
Banyak orang bertanya apakah penyakit Edema bisa sembuh? Jawabannya bergantung pada penyebab yang mendasari edema tersebut. Dengan pengobatan yang tepat, perubahan gaya hidup, serta penanganan kondisi utama seperti gangguan jantung, ginjal, atau hati, edema dapat dikontrol dan gejalanya berangsur membaik.
Apa Itu Penyakit Edema?
Edema adalah kondisi pembengkakan pada tubuh yang terjadi ketika cairan berlebih terperangkap di dalam jaringan, sehingga area tertentu tampak membesar, terasa berat, atau tidak nyaman saat digerakkan. Penyakit ini paling sering menyerang kaki dan pergelangan kaki karena pengaruh gravitasi, tetapi dalam beberapa kasus juga bisa muncul di tangan, wajah, hingga perut tergantung penyebabnya.
Pembengkakan akibat edema bisa bersifat ringan hingga berat, dan salah satu bentuk yang sering ditemui adalah pitting edema, yaitu pembengkakan yang meninggalkan cekungan saat ditekan.
Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti duduk atau berdiri terlalu lama, gangguan sirkulasi darah, masalah jantung, ginjal, atau efek samping konsumsi obat tertentu, sehingga perlu dikenali sejak dini agar penanganannya tepat.
Baca Juga: Kaki Gajah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi
Jenis Penyakit Edema
Edema dapat terjadi di berbagai bagian tubuh dengan penyebab dan tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari pembengkakan ringan hingga kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Mengenali jenis penyakit edema membantu memahami lokasi penumpukan cairan serta risiko kesehatan yang mungkin menyertainya, termasuk kondisi berat seperti edema anasarka adalah pembengkakan menyeluruh di hampir seluruh tubuh akibat gangguan sistemik.
Berikut jenis-jenis edema berdasarkan lokasinya:
- Edema perifer. Pembengkakan yang paling sering terjadi di kaki, pergelangan kaki, dan tungkai akibat gangguan sirkulasi, ginjal, atau penumpukan cairan karena posisi tubuh terlalu lama.
- Edema pedal. Penumpukan cairan yang terfokus di telapak kaki dan tungkai bawah, umum dialami lansia atau ibu hamil, sehingga kaki terasa berat dan kurang sensitif saat berjalan.
- Lymphedema. Pembengkakan pada lengan atau kaki akibat gangguan aliran cairan limfa, biasanya terjadi setelah kerusakan kelenjar getah bening atau sumbatan saluran limfatik.
- Edema paru. Kondisi ini terjadi saat cairan menumpuk di jaringan paru-paru, menyebabkan sesak napas, batuk berbusa, dan rasa tercekik terutama saat berbaring.
- Edema serebral. Pembengkakan serius pada otak akibat penumpukan cairan yang dapat memicu peningkatan tekanan di kepala dan mengganggu fungsi saraf.
- Edema makula. Penumpukan cairan di makula mata yang dapat mengganggu penglihatan sentral dan membuat penglihatan menjadi buram.
Pada beberapa kasus, edema juga berkaitan dengan gangguan fungsi jantung atau dikenal sebagai edema jantung. Kaki bengkak karena penyakit jantung ini terjadi saat jantung tidak mampu memompa darah secara optimal sehingga cairan menumpuk di jaringan tubuh.
Penyebab Penyakit Edema
Secara umum, penyebab edema berkaitan dengan gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh, baik akibat aliran darah yang tidak lancar, fungsi organ yang menurun, maupun tekanan pembuluh darah yang meningkat. Penumpukan cairan ini tidak selalu berbahaya, tetapi pada kondisi tertentu bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu Anda tangani lebih lanjut.
Penyebab penyakit edema meliputi:
- Gagal jantung kongestif. Jantung tidak mampu memompa darah dengan optimal sehingga darah dan cairan menumpuk di kaki, pergelangan, hingga paru-paru dan perut.
- Kerusakan hati (sirosis). Gangguan fungsi hati menyebabkan cairan terkumpul di perut dan tungkai, sering muncul dengan perut membesar dan kaki bengkak.
- Penyakit ginjal. Ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan dan garam dengan baik sehingga terjadi pembengkakan, terutama di kaki dan sekitar mata.
- Kerusakan ginjal (sindrom nefrotik). Kehilangan protein dalam darah membuat cairan mudah keluar ke jaringan dan memicu pembengkakan di berbagai bagian tubuh.
- Gangguan pembuluh darah vena (insufisiensi vena kronis). Katup vena yang melemah menyebabkan darah menggenang di kaki dan menimbulkan bengkak yang bersifat menetap.
- Trombosis vena dalam (DVT). Pembekuan darah di pembuluh vena kaki memicu pembengkakan mendadak, nyeri, dan memerlukan penanganan medis segera.
- Gangguan sistem limfatik. Aliran cairan limfa yang tersumbat membuat cairan tidak dapat kembali ke sirkulasi sehingga terjadi pembengkakan pada lengan atau kaki.
- Kekurangan protein berat jangka panjang. Asupan protein yang sangat rendah dalam waktu lama mengganggu keseimbangan cairan dan memicu edema menyeluruh.
Faktor Risiko Penyakit Edema
Edema dapat siapa saja alami, namun risikonya akan lebih tinggi pada kondisi atau situasi tertentu yang memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Dengan mengenali faktor risikonya sejak awal, Anda bisa lebih waspada terhadap munculnya pembengkakan yang tidak normal dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Faktor risiko edema meliputi:
- Kehamilan
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu
- Menderita penyakit kronis dalam jangka panjang
- Memiliki gangguan pada jantung, hati, atau ginjal
- Pernah menjalani operasi yang melibatkan kelenjar getah bening
Baca Juga: Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil
Gejala Penyakit Edema
Mengenali gejala edema sejak dini penting agar pembengkakan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tanda dan gejala yang dapat muncul meliputi:
- Bagian tubuh tertentu terlihat lebih besar dari hari sebelumnya
- Kulit di area yang bengkak tampak tegang dan mengilap
- Sulit berjalan atau bergerak jika pembengkakan terjadi di kaki, pergelangan kaki, atau tungkai
- Muncul batuk atau rasa sesak napas
- Terasa penuh, berat, atau kencang pada area tubuh yang membengkak
- Timbul rasa nyeri ringan atau pegal di area yang terdampak
Diagnosis Penyakit Edema
Diagnosis edema Anda lakukan dengan mengamati tanda-tanda pembengkakan pada tubuh yang terlihat secara langsung, terutama di kaki, pergelangan kaki, tangan, atau bagian lain yang tampak membesar dan terasa kencang. Pemeriksaan fisik juga mencakup penilaian kondisi kulit yang terlihat mengilap, tertarik, atau meninggalkan bekas saat ditekan, sebagai petunjuk adanya penumpukan cairan.
Selain pemeriksaan fisik, diagnosis edema dapat Anda perkuat dengan pemeriksaan lanjutan, seperti gangguan jantung, ginjal, atau hati. Pemeriksaan tambahan ini membantu memastikan jenis edema yang Anda alami sehingga penanganan dapat tepat, aman, dan sesuai dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Komplikasi Penyakit Edema
Komplikasi edema tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menyebabkan masalah jangka panjang bila tidak segera diatasi. Oleh karena itu, mengenali komplikasi sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.
Beberapa komplikasinya yang dapat terjadi meliputi:
- Pembengkakan yang semakin parah dan terasa nyeri
- Kesulitan berjalan atau bergerak
- Kekakuan pada area tubuh yang membengkak
- Kulit menjadi tertarik, kencang, dan terasa gatal
- Risiko infeksi yang lebih tinggi pada area bengkak
- Terbentuknya jaringan parut di antara lapisan jaringan
- Berkurangnya aliran darah ke jaringan
- Menurunnya kelenturan pembuluh darah, sendi, dan otot
- Meningkatnya risiko luka atau borok pada kulit
Cara Mengatasi Penyakit Edema
Cara menghilangkan edema tidak bisa Anda samaratakan karena setiap orang bisa memiliki penyebab yang berbeda. Oleh karena itu, penanganan biasanya berfokus pada mengontrol kondisi utama sekaligus mengurangi pembengkakan agar tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas harian.
Berikut beberapa penyesuaian penanganan edema berdasarkan penyebabnya:
- Jika disebabkan oleh penyakit paru-paru, seperti bronkitis kronis atau emfisema, penanganannya dapat mencakup perubahan gaya hidup, termasuk berhenti merokok agar kondisi tidak semakin memburuk.
- Jika berkaitan dengan gagal jantung kronis, penanganan biasanya meliputi pengaturan berat badan, pembatasan asupan cairan dan garam, serta mengurangi konsumsi alkohol sesuai anjuran tenaga medis.
- Jika muncul sebagai efek samping obat, segera konsultasikan ke doker Anda, namun perubahan ini harus dilakukan sesuai arahan profesional kesehatan.
Perawatan untuk Mengurangi Pembengkakan
Selain menangani penyebab utamanya, ada beberapa langkah perawatan yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan mencegah cairan menumpuk kembali di dalam tubuh.
- Mengganjal kaki dengan bantal saat duduk atau berbaring agar posisinya lebih tinggi dari jantung.
- Menghindari duduk atau berdiri terlalu lama tanpa bergerak, serta rutin melakukan jalan santai singkat.
- Menggunakan kaus kaki atau stocking kompresi untuk membantu mencegah penumpukan cairan di kaki atau lengan.
- Mengurangi konsumsi garam dalam makanan sehari-hari agar cairan tidak mudah tertahan di tubuh.
- Mengikuti aturan penggunaan obat yang dianjurkan, termasuk obat diuretik yang membantu mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh.
Cara Mencegah Penyakit Edema
Cara mencegah penyakit edema berfokus pada mengurangi faktor pemicu yang dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh, terutama jika berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Pada kondisi tertentu yang dipicu oleh penyakit kronis, pencegahan diarahkan untuk mengontrol gejala agar pembengkakan tidak semakin sering atau parah.
Salah satu langkah penting adalah mengatur pola makan dengan membatasi konsumsi garam agar cairan tidak mudah tertahan di jaringan tubuh. Selain itu, biasakan untuk lebih sering bergerak, menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, serta melakukan peregangan ringan agar aliran darah dan cairan tubuh tetap lancar sehingga risiko edema dapat ditekan.
Pengobatan Penyakit Edema Ke Dokter
Mencari pengobatannya ke dokter sangat penting Anda lakukan ketika pembengkakan tidak kunjung membaik atau muncul keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan medis perlu untuk mencegah kondisi yang lebih serius dan memastikan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.
- Nyeri hebat atau perubahan warna kulit pada area yang bengkak
- Muncul luka terbuka di bagian tubuh yang mengalami pembengkakan
- Sesak napas atau sulit bernapas
- Pembengkakan hanya terjadi pada satu lengan atau satu kaki
- Kesulitan berjalan atau tubuh terasa sulit Anda gerakan
Baca Juga: Waspadai Penyebab Kaki Bengkak saat Hamil
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami Penyakit Edema, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Steffe Lie
Source:
- Mayo Clinic. Edema. Februari 2026
- WebMD. What Is Edema?. Februari 2026
- Cleveland Clinic. Edema. Februari 2026




