Ditulis oleh Tim Konten Medis
Cara menjaga kesehatan mental saat liburan dapat Anda lakukan dengan menerapkan kebiasaan bersyukur, mengatur ekspektasi secara realistis, dan menjalankan rutinitas sehat seperti tidur cukup dan tetap aktif. Jika stres terasa semakin berat dan mulai mengganggu sehari-hari, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Momen libur Natal dan Tahun Baru sering dianggap sebagai waktu yang penuh kebahagiaan, tetapi kenyataannya banyak orang justru merasa tertekan karena banyaknya persiapan, tuntutan sosial, dan pengeluaran yang meningkat. Kondisi ini dapat memunculkan rasa lelah secara emosional sehingga liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi sumber stres yang mengganggu kenyamanan.
Meskipun terlihat sepele, stres pada masa liburan dapat menjadi masalah serius ketika mengganggu aktivitas sehari-hari dan memengaruhi hubungan dengan orang lain. Kabar baiknya, kondisi ini dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental agar tetap stabil dan menikmati waktu berlibur dengan lebih tenang.
Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat Masa Liburan
Masa liburan seringkali identik dengan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan kegiatan yang menyenangkan, namun kenyataannya tidak semua orang dapat menjalani periode ini dengan perasaan nyaman. Perubahan rutinitas, tekanan sosial, beban finansial, dan berbagai ekspektasi seringkali memicu stres sehingga diperlukan langkah menjaga kesehatan mental agar tetap seimbang selama menjalani momen liburan.
1. Biasakan Bersyukur
Melatih rasa syukur mampu membantu pikiran lebih fokus pada hal-hal baik yang terjadi dalam hidup, sehingga dapat mengurangi perasaan stres atau tertekan yang muncul selama masa liburan. Dengan membiasakan diri mensyukuri hal sederhana, suasana hati akan lebih stabil dan membuat hari terasa lebih berharga dan menyenangkan.
Cara mempraktikkannya dapat dimulai dari kebiasaan kecil seperti menuliskan pengalaman positif setiap hari atau mengingat kembali momen indah sebelum tidur. Anda juga bisa membuat wadah khusus seperti gratitude jar untuk menyimpan catatan syukur dan membacanya kembali saat membutuhkan dorongan semangat. Contoh bentuk praktiknya:
- Buat gratitude jar: tulis pengalaman baik di kertas dan masukkan ke dalam toples, lalu baca kembali di akhir bulan.
- Tulis jurnal harian: catat minimal satu hal yang patut Anda syukuri setiap hari.
Baca Juga: 9 Manfaat Terapi Musik untuk Kesehatan Tubuh dan Mental
2. Akui Perasaan Anda
Setiap orang memiliki hak untuk merasakan berbagai emosi, baik yang positif maupun negatif, termasuk saat liburan. Mengakui emosi yang muncul bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian penting dari langkah menjaga kesehatan mental yang sehat dan dewasa.
Berikan ruang untuk diri sendiri dengan menerima bahwa perasaan sedih, marah, atau gelisah adalah hal yang wajar dan tidak perlu disembunyikan. Jika sulit mengungkapkan secara langsung, menulis jurnal atau berbicara dengan orang yang Anda percaya dapat membantu melegakan perasaan.
3. Belajar Mengatakan “Tidak”
Mengikuti terlalu banyak kegiatan hanya karena sungkan menolak dapat membuat tubuh dan pikiran kelelahan. Mengatakan “tidak” adalah bentuk menghargai batasan diri agar tidak memaksakan sesuatu yang justru berdampak pada kesehatan mental.
Anda tidak berkewajiban memenuhi semua undangan atau permintaan hanya untuk menyenangkan orang lain. Dengan memilih prioritas, Anda dapat menjalani liburan dengan lebih tenang dan tidak merasa kewalahan.
4. Bersikap Realistis dengan Jadwal
Liburan sering dipenuhi berbagai rencana dan harapan yang kadang sulit dikendalikan. Mengatur harapan secara realistis membantu untuk tidak terjebak pada tekanan bahwa semuanya harus berjalan sempurna.
Membuat daftar kegiatan dan memilih yang paling penting akan membantu mengelola waktu tanpa stres yang berlebihan. Ingat bahwa menolak acara atau membatasi aktivitas adalah pilihan bijak demi menjaga kondisi diri.
5. Tetap Jalankan Kebiasaan Sehat
Menjaga rutinitas dasar seperti makan bernutrisi, tidur cukup, dan tetap aktif membantu menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan menjaga suasana hati tetap stabil. Ketika tubuh Anda rawat dengan baik, pikiran juga akan lebih siap menghadapi tekanan yang muncul selama liburan. Berikut beberapa contoh kebiasaan sehat yang bisa Anda terapkan:
- Pola makan: Makan camilan sehat sebelum menghadiri pesta, isi piring dengan buah dan sayuran, gunakan bahan rendah lemak dan natrium, serta ambil porsi kecil untuk makanan berkalori tinggi.
- Tidur: Tidur dan bangun pada jam yang sama, ciptakan kamar yang tenang dan nyaman, hindari makan berat dan minuman berkafein sebelum tidur.
- Aktivitas fisik: Ikuti kegiatan olahraga di komunitas, lakukan jalan santai di luar ruangan, atau menari di rumah bersama keluarga.
6. Menyalurkan Kreativitas
Kegiatan kreatif dapat membantu mengalihkan fokus dari tekanan pikiran dan membuat hati terasa lebih ringan. Menulis, menggambar, memasak, atau mencoba hobi baru bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan diri.
Anda dapat mencoba membuat karya seni kecil atau mencoba resep baru yang belum pernah Anda coba sebelumnya sebagai bentuk penyegaran pikiran. Aktivitas kreatif membuka ruang untuk merasakan kebahagiaan melalui proses, bukan hanya hasil akhirnya.
Baca Juga: 10 Cara Bangkit dari Depresi
7. Memberi atau Membantu Orang Lain
Membantu orang lain dapat menghadirkan rasa hangat dalam hati dan memperkuat perasaan berarti dalam hidup. Berbagi waktu, tenaga, atau perhatian adalah cara sederhana namun sangat bermakna dalam membangun kebahagiaan.
Temukan bentuk kontribusi yang sesuai dengan kemampuan dan minat Anda tanpa memaksakan diri. Misalnya dengan menjadi relawan, mengirim kartu ucapan, menyumbangkan makanan, atau membantu tetangga yang membutuhkan.
8. Menulis Jurnal
Menulis jurnal dapat membantu mengurai pikiran yang membingungkan serta menemukan kejelasan dalam situasi yang menekan. Ketika isi hati Anda tuangkan dalam tulisan, beban emosional terasa lebih ringan dan lebih mudah dipahami.
Anda dapat mencoba menulis satu kalimat setiap hari tentang kejadian penting yang Anda alami. Cobalah juga menuliskan tiga hal yang menjadi tantangan dan satu langkah kecil untuk mengatasinya.
9. Hubungi Orang Terpercaya
Saat merasa kesepian atau terasing, menghubungi teman atau keluarga yang Anda percaya dapat memberikan rasa aman dan didukung. Berbicara dengan seseorang yang peduli mampu memperbaiki suasana hati dan membantu melepaskan ketegangan.
Jika tekanan terasa semakin berat, jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional. Mengambil langkah ini bukan berarti lemah, tetapi bentuk keberanian dan kepedulian pada diri sendiri.
10. Ciptakan Koneksi Sosial Secara Langsung
Menghabiskan waktu secara langsung dengan orang terdekat dapat memberikan energi positif yang tidak bisa media sosial gantikan. Pertemuan sederhana seperti makan bersama atau berjalan santai bisa meningkatkan suasana hati secara signifikan.
Tetaplah selektif dalam memilih lingkungan yang sehat dan suportif untuk menghindari stres tambahan. Batasi penggunaan media sosial agar tidak terjebak pada perbandingan yang merugikan diri sendiri.
Baca Juga: Tetap Sehat Selama Liburan di Luar Negeri
Yuk segera kunjungi Ciputra Hospital untuk memeriksa kesehatan mental Anda. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Steffe Lie
Source:
- ncoa. Mental Health and the Holidays: 9 Tips for Self-Care. Desember 2025
- BC Mental Health. 10 tips to boost your mental health during the holiday season. Desember 2025





