Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. Penyebab Preeklampsia, Gejala, dan Cara Mengatasinya
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Penyebab Preeklampsia, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Asifah
Rabu, 27 Mei 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Penyebab Preeklampsia, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Apa itu preeklampsia? adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan dapat membahayakan ibu serta bayi jika tidak ditangani cepat. Penting untuk mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan rutin agar penanganan dapat diberikan sebelum terjadi komplikasi berat.

apa itu preeklampsia
Hipertensi gestasional menjadi salah satu penyebab preeklampsia.

Pengetahuan mengenai preeklampsia menjadi sangat penting agar ibu hamil dapat mengenali perubahan tubuh yang tidak biasa selama kehamilan. Kondisi ini dapat berkembang secara cepat dan membutuhkan perhatian medis segera untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi.

Dengan memahami penyebab, gejala, hingga langkah penanganan yang tepat, risiko komplikasi berbahaya dapat diminimalkan. Pemantauan rutin dan komunikasi dengan tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam mencegah kondisi semakin parah.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Penyakit Preeklampsia
  • Penyebab Penyakit Preeklampsia
    • 1. Gangguan pada Plasenta
    • 2. Hipertensi Gestasional
    • 3. Hipertensi Kronis
    • 4. Hipertensi Kronis dengan Preeklampsia Tumpang Tindih
  • Faktor Risiko Penyakit Preeklampsia
    • Faktor Risiko Lainnya
  • Gejala Penyakit Preeklampsia
  • Diagnosis Penyakit Preeklampsia
  • Komplikasi Penyakit Preeklampsia
    • 1. Gangguan Pertumbuhan Janin 
    • 2. Kelahiran Prematur
    • 3. Solusio Plasenta 
    • 4. Sindrom HELLP
    • 5. Eklampsia
    • 6. Kerusakan Organ
    • 7. Penyakit Kardiovaskular
  • Cara Mengatasi Penyakit Preeklampsia
  • Cara Mencegah Penyakit Preeklampsia
    • 1. Penggunaan Obat Sesuai Anjuran Dokter
    • 2. Menjalani Pola Hidup Sehat
  • Pengobatan Penyakit Preeklampsia Ke Dokter

Apa Itu Penyakit Preeklampsia

Apa itu preeklampsia adalah kondisi serius pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein berlebih dalam urine, dan pembengkakan pada tangan, kaki, atau wajah. Kondisi ini dapat muncul pada akhir kehamilan, namun juga dapat terjadi lebih awal atau bahkan setelah persalinan.

Preeklampsia dapat bervariasi tingkat keparahannya dan membutuhkan pemantauan medis segera karena berisiko mengancam keselamatan ibu dan bayi. Satu-satunya cara menyembuhkan preeklampsia sepenuhnya adalah melalui proses persalinan, meskipun gejalanya dapat bertahan hingga beberapa minggu setelah melahirkan.

Baca Juga: Apa itu Eklampsia? Penyebab, Gejala, Pengobatan

Penyebab Penyakit Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi yang muncul ketika terjadi gangguan pada aliran darah menuju plasenta, sehingga tubuh ibu tidak mampu mengatur tekanan darah dengan baik. Kondisi ini dapat berkembang selama kehamilan dan mempengaruhi kesehatan ibu maupun janin jika tidak segera Anda tangani.

1. Gangguan pada Plasenta

Penyebab utama preeklampsia berkaitan dengan perkembangan pembuluh darah pada plasenta yang tidak bekerja secara optimal. Ketidakmampuan plasenta menerima aliran darah secara normal membuat tubuh ibu mengalami peningkatan tekanan darah dan munculnya protein dalam urine.

Sirkulasi darah yang tidak lancar pada plasenta memicu ketidakseimbangan fungsi pembuluh darah dan mengganggu regulasi tekanan darah. Dampaknya, tekanan darah meningkat tajam dan organ vital seperti ginjal, hati, serta otak mengalami tekanan tambahan.

2. Hipertensi Gestasional

Hipertensi gestasional terjadi ketika tekanan darah meningkat setelah usia kehamilan 20 minggu tanpa disertai gangguan organ atau kenaikan protein dalam urine. Kondisi ini dapat berkembang menjadi preeklampsia jika tidak dipantau secara rutin.

Pada sebagian ibu hamil, tekanan darah yang terus meningkat dapat memicu kerusakan fungsi organ dan beresiko membahayakan kehamilan. Pemantauan medis sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang lebih parah.

3. Hipertensi Kronis

Hipertensi kronis adalah tekanan darah tinggi yang sudah terjadi sebelum hamil atau muncul sebelum usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini dapat menetap hingga setelah melahirkan dan membutuhkan penanganan khusus.

Ibu hamil dengan hipertensi kronis memiliki risiko lebih besar mengalami preeklampsia karena tekanan darah yang tidak stabil dapat memicu gangguan pembuluh darah. Pemantauan tekanan darah sejak awal kehamilan penting untuk mencegah komplikasi.

4. Hipertensi Kronis dengan Preeklampsia Tumpang Tindih

Kondisi ini muncul pada ibu hamil yang sebelumnya sudah memiliki hipertensi kronis, namun mengalami peningkatan tekanan darah yang lebih tinggi disertai protein dalam urine. Situasi ini menunjukkan bahwa preeklampsia mulai berkembang di atas hipertensi yang sudah ada.

Risiko komplikasi pada kondisi ini lebih tinggi karena tekanan darah meningkat secara signifikan dan organ tubuh dapat mengalami penurunan fungsi. Perawatan intensif Anda perlukan untuk melindungi keselamatan ibu dan bayi.

Faktor Risiko Penyakit Preeklampsia

Penting untuk dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Kondisi ini dapat berkembang menjadi preeklampsia berat jika tidak dideteksi sejak awal, sementara pada tahap awal sering muncul sebagai preeklampsia ringan yang tidak selalu menunjukkan gejala jelas.

Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia pada kehamilan:

  • Riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya
  • Mengandung lebih dari satu bayi (kembar atau lebih)
  • Hipertensi kronis
  • Penyakit ginjal
  • Diabetes tipe 1 atau tipe 2 sebelum hamil
  • Penyakit autoimun, misalnya lupus
  • Mengalami lebih dari satu faktor risiko sedang

Faktor risiko sedang preeklampsia:

  • Kehamilan pertama
  • Kehamilan kembali setelah lebih dari 10 tahun
  • Indeks massa tubuh (IMT) di atas 30
  • Riwayat keluarga mengalami preeklampsia (ibu atau saudara perempuan)
  • Usia ibu hamil di atas 35 tahun
  • Riwayat komplikasi kehamilan sebelumnya
  • Program bayi tabung 

Faktor Risiko Lainnya

Risiko preeklampsia juga meningkat pada kelompok tertentu karena kendala akses layanan kesehatan dan faktor sosial yang mempengaruhi kesejahteraan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ibu hamil kurang mendapatkan pemantauan medis rutin, sehingga risiko komplikasi menjadi lebih tinggi.

Wanita kulit hitam dan ibu hamil dengan kondisi ekonomi rendah memiliki risiko lebih besar mengalami preeklampsia akibat ketidaksetaraan dalam layanan kesehatan. Faktor lingkungan, stres berkepanjangan, dan keterbatasan fasilitas kesehatan dapat memperberat kondisi kehamilan dan meningkatkan potensi komplikasi.

Gejala Penyakit Preeklampsia

Gejala preeklampsia seringkali muncul secara tiba-tiba dan tidak selalu terasa jelas pada awal kehamilan. Penting untuk mengenali ciri-ciri preeklampsia sejak dini agar penanganan dapat Anda lakukan lebih cepat untuk mencegah komplikasi serius. Berikut ciri-ciri preeklampsia yang perlu Anda waspadai:

  • Tekanan darah tinggi selama kehamilan.
  • Adanya protein dalam urine (proteinuria).
  • Sakit kepala hebat yang tidak membaik dengan obat biasa.
  • Gangguan penglihatan seperti buram, silau cahaya, atau muncul bercak gelap.
  • Nyeri pada bagian atas perut, terutama sisi kanan bawah tulang rusuk.
  • Pembengkakan pada wajah, tangan, kaki, dan pergelangan kaki (edema).
  • Sesak napas akibat penumpukan cairan pada paru-paru.
  • Mual atau muntah yang berlebihan di luar kondisi kehamilan normal.
  • Penurunan jumlah urine atau jarang buang air kecil.
  • Penurunan jumlah trombosit dalam darah (thrombocytopenia).
  • Enzim hati meningkat yang menandakan gangguan fungsi hati.
  • Peningkatan berat badan yang drastis dalam waktu singkat akibat retensi cairan.

Diagnosis Penyakit Preeklampsia

Diagnosis preeklampsia dilakukan melalui pemeriksaan medis yang teratur selama kehamilan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi tetap terpantau dengan baik. Jika muncul tanda mencurigakan, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan dan langkah perawatan yang dibutuhkan. Berikut proses pemeriksaan penyakit preeklampsia:

  • Ditemukannya tekanan darah tinggi selama kehamilan yang menjadi indikator awal.
  • Pemeriksaan urine untuk mengetahui adanya protein berlebih (proteinuria).
  • Tes darah untuk memeriksa jumlah trombosit serta fungsi hati dan ginjal.
  • Pemeriksaan terkait adanya cairan pada paru-paru (edema paru).
  • Evaluasi gejala seperti sakit kepala berat yang tidak mereda dengan obat dan gangguan penglihatan.
  • Pemeriksaan USG untuk memantau pertumbuhan janin dan volume air ketuban.
  • Pemantauan jangka panjang melalui tes nonstress atau profil biofisik untuk memastikan kesejahteraan bayi dalam kandungan.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi disertai tanda-tanda kerusakan organ seperti penurunan fungsi ginjal atau hati, pembengkakan parah, atau gangguan penglihatan, kondisi tersebut dapat mengarah pada preeklampsia berat yang memerlukan penanganan segera.

Baca Juga: Waspadai 8 Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang Normal

Komplikasi Penyakit Preeklampsia

Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan serius jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat selama kehamilan. Kondisi ini bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan keselamatan bayi dalam kandungan.

1. Gangguan Pertumbuhan Janin 

Preeklampsia dapat mengganggu aliran darah ke plasenta sehingga suplai oksigen dan nutrisi untuk bayi menjadi berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan janin tumbuh lebih lambat dari ukuran normal.

Jika tidak Anda tangani, bayi berisiko lahir dengan berat badan rendah dan memerlukan pemantauan intensif setelah lahir. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk mengawasi pertumbuhan janin.

2. Kelahiran Prematur

Preeklampsia dapat menyebabkan kelahiran lebih cepat dari waktu yang seharusnya, baik secara spontan maupun melalui tindakan medis. Bayi prematur memiliki risiko gangguan pernapasan, penglihatan, dan perkembangan.

Pada beberapa kasus, persalinan dini menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Perawatan sebelum persalinan dapat membantu meminimalkan risiko komplikasi pada bayi.

3. Solusio Plasenta 

Kondisi ini terjadi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum bayi dilahirkan. Solusio plasenta dapat menyebabkan perdarahan hebat yang membahayakan ibu dan bayi.

Kasus berat dapat mengganggu suplai oksigen kepada janin dan membutuhkan tindakan medis darurat. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah risiko fatal.

4. Sindrom HELLP

Sindrom HELLP merupakan bentuk berat dari preeklampsia yang memengaruhi fungsi hati, darah, dan organ lain. Gejala yang muncul bisa berupa mual, sakit kepala, dan nyeri pada bagian perut kanan atas.

Kondisi ini dapat berkembang secara tiba-tiba dan mengancam keselamatan ibu serta bayi. Penanganan segera di rumah sakit diperlukan untuk mencegah kerusakan organ permanen.

5. Eklampsia

Eklampsia adalah komplikasi serius yang ditandai dengan kejang atau koma pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia. Kondisi ini dapat muncul tanpa tanda peringatan.

Eklampsia dapat terjadi sebelum, saat, atau setelah persalinan. Situasi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan tindakan segera.

6. Kerusakan Organ

Preeklampsia dapat memicu kerusakan pada ginjal, hati, paru-paru, mata, dan otak. Risiko stroke atau gangguan saraf meningkat seiring beratnya kondisi.

Kerusakan organ bergantung pada seberapa lama dan seberapa tinggi tekanan darah tidak terkontrol. Pemantauan intensif diperlukan untuk menjaga fungsi organ tetap stabil.

7. Penyakit Kardiovaskular

Riwayat preeklampsia dapat meningkatkan risiko masalah jantung dan pembuluh darah di masa depan. Risiko semakin besar jika preeklampsia dialami lebih dari satu kali atau diikuti kelahiran prematur.

Perubahan gaya hidup dan pemantauan kesehatan jangka panjang sangat direkomendasikan bagi ibu yang pernah mengalami preeklampsia. Langkah ini membantu mencegah komplikasi di kemudian hari.

Cara Mengatasi Penyakit Preeklampsia

Penanganan preeklampsia bertujuan untuk menjaga kondisi ibu tetap stabil sekaligus memastikan keselamatan bayi. Langkah penanganan dapat berbeda tergantung usia kehamilan dan tingkat keparahan kondisi yang Anda alami. Berikut cara mengatasi penyakit preeklampsia yang perlu Anda ketahui:

  • Melakukan persalinan sebagai satu-satunya cara untuk menyembuhkan preeklampsia dan eklampsia.
  • Induksi persalinan atau operasi caesar jika usia kehamilan sudah mencapai 37 minggu atau kondisi bayi cukup stabil.
  • Istirahat total di rumah atau rawat inap untuk memantau tekanan darah dan perkembangan janin pada kasus preeklampsia ringan.
  • Pemantauan ketat menggunakan pemeriksaan tekanan darah, tes darah, tes urine, dan USG secara berkala.
  • Pemberian obat penurun tekanan darah untuk menjaga tekanan tetap terkendali.
  • Pemberian obat magnesium sulfat untuk mencegah kejang yang berhubungan dengan eklampsia.
  • Pemberian injeksi steroid untuk membantu perkembangan paru-paru bayi jika harus melahirkan lebih cepat.
  • Rawat inap dan tindakan persalinan segera pada preeklampsia berat untuk menghindari komplikasi serius.

Cara Mencegah Penyakit Preeklampsia

Mencegah preeklampsia penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi sejak awal kehamilan. Upaya pencegahan dapat Anda lakukan dengan memilih gaya hidup sehat dan pemantauan kehamilan secara teratur agar risiko dapat diminimalkan.

1. Penggunaan Obat Sesuai Anjuran Dokter

Pencegahan preeklampsia dapat Anda lakukan dengan konsumsi aspirin dosis rendah sesuai anjuran dokter, terutama bagi ibu hamil dengan risiko tinggi atau lebih dari satu faktor risiko. Obat ini biasanya direkomendasikan mulai setelah usia kehamilan 12 minggu.

Sebelum mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen apa pun, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu agar penggunaannya aman bagi ibu dan janin. Pengawasan medis penting untuk mencegah efek samping dan memantau perkembangan kehamilan.

2. Menjalani Pola Hidup Sehat

Persiapan kehamilan sejak sebelum hamil dapat membantu menurunkan risiko preeklampsia. Menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, dan mengelola penyakit penyerta seperti diabetes dapat menjadi langkah awal yang baik.

Selalu lakukan pemeriksaan rutin dan diskusikan kondisi kesehatan dengan tenaga medis. Semakin dini risiko diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi selama kehamilan.

Pengobatan Penyakit Preeklampsia Ke Dokter

Mengunjungi dokter secara rutin sangat penting bagi ibu hamil yang mengalami preeklampsia. Pemeriksaan teratur membantu memantau kondisi kesehatan ibu dan bayi agar risiko komplikasi dapat Anda cegah sejak dini.

  • Segera lakukan kontrol sesuai jadwal pemeriksaan dan ikuti semua tes darah maupun urine yang dianjurkan.
  • Hubungi dokter kandungan jika muncul kekhawatiran atau perubahan gejala yang Anda rasakan selama kehamilan.
  • Pergi ke rumah sakit terdekat apabila mengalami tanda kejang seperti tubuh berkedut atau kejang hebat.
  • Cari pertolongan segera jika merasakan sesak napas atau napas terasa berat.
  • Waspadai nyeri tajam di perut bagian kanan atas dan segera periksa ke fasilitas kesehatan.
  • Hubungi tenaga medis jika mengalami penglihatan kabur atau gangguan visual lainnya.
  • Segera ke dokter jika mengalami sakit kepala berat yang tidak kunjung membaik.
  • Periksakan diri jika muncul bintik-bintik gelap dalam penglihatan yang tidak hilang.

Baca Juga: Waspadai Risiko Bahaya Hamil di Usia Tua dan Perawatan

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami penyakit Preeklampsia, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. 

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Ghina Hanun R, terakhir pada 19 Mei 2026
Diterbitkan 27 Mei 2026
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (3)
  1. Mayo Clinic Preeclampsia. Diakses Mei 2026
  2. WebMD preeclampsia. Diakses Mei 2026
  3. Cleveland Clinic Preeclampsia. Diakses Mei 2026

Artikel Terkait

  • homesick adalah
    Penyebab Homesick, Gejala, dan Cara MengatasinyaKesehatan Tubuh
  • rotavirus adalah
    Penyebab Rotavirus, Gejala, dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • penyebab susah buang air kecil
    10 Penyebab Susah Buang Air Kecil dan Cara MengatasiGangguan Penyakit
  • hepatitis c adalah
    Penyebab Hepatitis C, Gejala, dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • Gejala Penyakit Beri-Beri
    Gejala Penyakit Beri-Beri dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • Kenapa Payudara gatal
    Kenapa Payudara Gatal? 10 Penyebab dan Cara MengatasinyaKesehatan Wanita
  • sakit kepala saat batukj
    Penyebab Kepala Sakit Saat Batuk dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
Tagged under: Ibu Hamil

Artikel Terkait

  • homesick adalah
    Penyebab Homesick, Gejala, dan Cara MengatasinyaKesehatan Tubuh
  • rotavirus adalah
    Penyebab Rotavirus, Gejala, dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • penyebab susah buang air kecil
    10 Penyebab Susah Buang Air Kecil dan Cara MengatasiGangguan Penyakit
  • hepatitis c adalah
    Penyebab Hepatitis C, Gejala, dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • Gejala Penyakit Beri-Beri
    Gejala Penyakit Beri-Beri dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit
  • Kenapa Payudara gatal
    Kenapa Payudara Gatal? 10 Penyebab dan Cara MengatasinyaKesehatan Wanita
  • sakit kepala saat batukj
    Penyebab Kepala Sakit Saat Batuk dan Cara MengatasinyaGangguan Penyakit

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter