Ditulis oleh Tim Konten Medis
Alopecia Areata adalah penyakit autoimun yang menyebabkan rambut rontok secara tiba-tiba dan membentuk area pitak di kulit kepala atau bagian tubuh lain. Kondisi ini bisa menyebabkan kerontokan rambut sebagian atau menyeluruh. Untuk mengatasinya bisa dengan pengobatan topikal dan oral hingga perawatan medis seperti laser dan fototerapi.

Kebotakan rambut bisa terjadi karena berbagai faktor, namun jika muncul secara tiba-tiba dan membentuk pola pitak, kondisi ini mungkin menandakan adanya gangguan autoimun. Salah satu kondisi yang sering menyebabkan hal tersebut adalah Alopecia Areata, di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang folikel rambut sendiri.
Alopecia Areata dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan seseorang dalam beraktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya agar langkah perawatan dapat dilakukan dengan tepat sejak dini.
Apa Itu Alopecia Areata?
Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut secara tiba-tiba dan berbentuk bercak di berbagai bagian tubuh, terutama pada kulit kepala. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, sehingga rambut rontok dalam jumlah tertentu dan membentuk area botak kecil di kepala.
Tingkat keparahan alopecia areata berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa jenisnya meliputi alopecia areata totalis (kehilangan seluruh rambut di kepala), alopecia areata universalis (kehilangan seluruh rambut di kepala dan tubuh), diffuse alopecia areata (penipisan rambut tanpa pola bercak), serta ophiasis alopecia areata (kerontokan rambut membentuk pola pita di bagian bawah belakang kepala).
Baca Juga: Waspadai Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya
Penyebab Alopecia Areata
Penyebab Alopecia Areata berkaitan dengan faktor genetik dan sistem kekebalan tubuh yang tidak seimbang. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun menyerang folikel rambut secara keliru, sehingga menyebabkan rambut rontok dalam bentuk bercak.
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan alopecia areata juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa, terutama jika anggota keluarga tersebut kehilangan rambut sebelum usia 30 tahun. Selain faktor genetik, penyebab alopecia areata juga dapat dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal.
Gangguan dalam tubuh seperti infeksi, atau faktor lingkungan tertentu dapat memicu reaksi autoimun pada orang yang memiliki kecenderungan genetik terhadap penyakit ini. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut membuat rambut tiba-tiba rontok dan tumbuh tidak normal pada area tertentu.
Gejala Alopecia Areata
Alopecia Areata umumnya mulai muncul pada usia 25 hingga 36 tahun dan ditandai dengan pitak rambut atau kerontokan pada area tertentu di kulit kepala. Kondisi ini dapat berkembang dengan cepat pada sebagian orang, sementara pada yang lain berlangsung secara perlahan.
Berikut beberapa gejala Alopecia Areata yang sering muncul:
- Rambut rontok dalam bentuk bulat kecil berdiameter beberapa sentimeter.
- Pitak rambut paling sering terjadi di kulit kepala, tetapi juga bisa muncul di wajah, dada, punggung, lengan, atau kaki.
- Area yang terkena kadang terasa gatal atau panas.
- Rambut di sekitar area yang rontok bisa berubah warna menjadi abu-abu atau putih.
- Kuku tangan atau kaki dapat mengalami perubahan seperti lekukan kecil atau lesi.
Cara Diagnosis Penyakit Alopecia Areata
Untuk memastikan penyebab rambut tiba-tiba botak, dokter kulit atau dermatolog biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Proses ini bertujuan untuk menilai kondisi kulit kepala serta menentukan apakah kerontokan rambut disebabkan oleh Alopecia Areata atau gangguan lain.
Berikut beberapa langkah yang biasa dilakukan dalam diagnosis Alopecia Areata:
- Mengajukan pertanyaan terkait gejala dan riwayat kesehatan Anda.
- Memeriksa secara langsung area kulit kepala atau bagian tubuh yang mengalami kerontokan.
- Menarik lembut rambut di tepi area pitak untuk melihat apakah mudah lepas.
- Mengamati bentuk dan kondisi folikel rambut yang terlihat tidak normal.
- Memeriksa kondisi kuku tangan atau kaki.
- Melakukan biopsi kulit kepala bila diperlukan, yaitu mengambil sedikit sampel kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop.
- Melakukan tes tambahan seperti pemeriksaan infeksi jamur atau tes darah untuk mengetahui adanya gangguan hormon, tiroid, atau sistem imun.
Baca Juga: Waspadai 7 Ciri-Ciri Rambut Rontok Akibat Penyakit
Cara Mengatasi Alopecia Areata
Mengatasi Alopecia Areata dapat dilakukan melalui berbagai metode medis dan perawatan tambahan di rumah. Selain mengikuti pengobatan dari dokter, menjaga pola hidup sehat dan memperhatikan pantangan makanan Alopecia Areata juga penting untuk membantu memperkuat akar rambut dan mengurangi risiko kerontokan berulang.
Berikut pengobatan Alopecia Areata yang bisa menjadi pilihan:
1. Obat Topikal
Beberapa obat oles dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut di kulit kepala. Berikut beberapa pilihan yang biasa direkomendasikan:
- Minoxidil (Rogaine): Obat bebas yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan rambut, terutama pada kasus pitak ringan. Hasil biasanya mulai terlihat setelah 4–6 bulan pemakaian rutin.
- Anthralin (Dritho-Scalp): Obat ini bekerja dengan cara menimbulkan iritasi ringan pada kulit agar merangsang pertumbuhan rambut baru.
- Krim Kortikosteroid (seperti Clobetasol): Berfungsi mengurangi peradangan pada folikel rambut yang menyebabkan rambut mudah rontok.
- Topical Immunotherapy: Menggunakan bahan kimia khusus untuk menimbulkan reaksi alergi ringan pada kulit, yang dapat merangsang pertumbuhan rambut dalam waktu sekitar enam bulan.
2. Suntik Steroid
Pengobatan umum untuk kasus rambut pitak ringan, dilakukan dengan menyuntikkan steroid langsung ke area botak. Prosedur ini perlu diulang setiap 1–2 bulan agar pertumbuhan rambut lebih optimal.
3. Konsumsi Obat Minum
Beberapa jenis obat yang mungkin dokter resepkan untuk mengobati Alopecia Areata adalah:
- Tablet Kortison: Berfungsi untuk kasus kerontokan rambut yang luas, tetapi penggunaannya harus sesuai resep dokter karena potensi efek samping.
- Obat JAK Inhibitors: Membantu mengurangi peradangan dengan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh agar rambut bisa tumbuh kembali.
- Imunosupresan (seperti Methotrexate dan Cyclosporine): Menghambat respons imun yang menyerang folikel rambut, tetapi tidak untuk penggunaan jangka panjang karena efek samping serius.
4. Laser dan Fototerapi
Pengobatan laser dan fototerapi adalah metode yang menggunakan cahaya ultraviolet atau sinar laser dosis tertentu untuk merangsang pertumbuhan rambut baru. Terapi ini cukup aman dan efektif dalam membantu pemulihan rambut.
5. Perawatan Rumahan
Selain pengobatan medis, beberapa cara berikut bisa membantu mendukung pemulihan rambut yang rontok akibat Alopecia Areata:
- Mengenakan wig, topi, atau syal untuk melindungi kulit kepala dari sinar matahari.
- Mengurangi stres karena tekanan emosional dapat memperburuk kerontokan rambut.
- Menggunakan produk penata rambut seperti gel, mousse, atau semprotan untuk menambah volume rambut.
- Menggunakan prostesis kulit kepala, yaitu wig khusus yang dibuat sesuai bentuk kepala.
- Mencukur rambut agar tampilan kepala lebih seragam dan rapi.
- Memakai bulu mata atau alis buatan dari bahan sintetis atau rambut manusia untuk menutupi area yang mengalami kerontokan.
Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Rambut Rontok Parah dan Pencegahan
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Princess Ruth
Source
- healthline. Everything You Need to Know About Alopecia Areata. Februari 2026
- WebMD. Alopecia Areata: Symptoms, Causes, & Treatments. Februari 2026
- Cleveland Clinic. Alopecia Areata. Februari 2026





