Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. 12 Ciri-Ciri Tumor Otak, Deteksi Gejalanya Sejak Dini
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • 12 Ciri-Ciri Tumor Otak, Deteksi Gejalanya Sejak Dini
Riva
Sabtu, 17 Mei 2025 / Published in Artikel Kesehatan

12 Ciri-Ciri Tumor Otak, Deteksi Gejalanya Sejak Dini

Ciri-ciri tumor otak perlu diketahui sejak dini agar komplikasi penyakit dapat Anda cegah. Ciri-ciri ini dapat terlihat dari sakit kepala, gangguan pada mata, perubahan kepribadian dan perilaku. Periksakan diri ke dokter segera mungkin apabila Anda mengalami tanda-tanda tersebut.

ciri-ciri tumor otak

Gejala tumor otak berupa sakit kepala intens.

Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal dan tidak terkendali di otak. Kondisi ini terbagi atas dua jenis yaitu bersifat jinak (non-kanker) dan ganas (kanker). 

Tingkat keparahan tumor otak dapat Anda ketahui berdasarkan perkembangan dan kemungkinannya tumbuh kembali setelah perawatan. Penting untuk mengenali ciri-ciri tumor otak stadium awal agar penanganan dapat segera Anda lakukan dan peluang sembuh semakin tinggi. 

Daftar Isi

Toggle
  • Ciri-Ciri Tumor Otak yang Umum 
    • 1. Sakit Kepala
    • 2. Kejang
    • 3. Masalah Keseimbangan dan Koordinasi
    • 4. Mual dan Muntah Tanpa Sebab yang Jelas
    • 5. Gangguan Penglihatan
    • 6. Perubahan Kepribadian dan Perilaku
    • 7. Mati Rasa atau Kelemahan pada Lengan dan Tungkai
    • 8. Sulit Berbicara
    • 9. Mudah Lelah
    • 10. Gangguan Pendengaran
    • 11. Pusing atau Vertigo
    • 12. Nafsu Makan Meningkat dan Berat Badan Bertambah
  • Cara Deteksi Tumor Otak 
  • FAQ
    • Tumor otak letaknya dimana?
    • Apa perbedaan sakit kepala biasa dan tumor otak?
    • Bagaimana saya tahu jika sakit kepala yang dirasakan bukan disebabkan oleh tumor?
    • Apakah tumor otak bisa sembuh?
    • Bagaimana gejala tumor otak pada anak?
    • Bagaimana efek samping operasi tumor otak?

Ciri-Ciri Tumor Otak yang Umum 

Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang terkena tumor otak: 

1. Sakit Kepala

Sakit kepala karena tumor otak merupakan gejala umum yang terjadi. Kondisi ini tidak boleh Anda abaikan begitu saja, terutama sakit kepala yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama. 

Sakit kepala yang disebabkan oleh tumor otak biasanya terasa lebih intens, berlangsung terus-menerus, dan bisa memburuk di pagi hari atau saat batuk dan mengejan.

Baca Juga: Mengenal Bagian-Bagian Otak Beserta Fungsinya

2. Kejang

Mengutip dari Cancer Research UK, 80 dari 100 orang dengan tumor otak dapat mengalami kejang. Kondisi ini membuat penderita merasakan gerakan menyentak atau berkedut pada tangan, lengan, atau kaki secara tiba-tiba. 

Meskipun kejang sering berkaitan dengan tumor otak, kondisi ini juga bisa menjadi gejala dari berbagai masalah medis lainnya. Beberapa di antaranya termasuk stroke, kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia), infeksi pada otak, cedera kepala, serta gangguan metabolik atau elektrolit. Bahkan, pada beberapa orang, kejang dapat muncul tanpa penyebab yang jelas dan menjadi bagian dari gangguan epilepsi. 

3. Masalah Keseimbangan dan Koordinasi

Tumor yang menekan bagian otak kecil (serebelum) dapat menyebabkan gangguan keseimbangan dan bahkan masalah pada koordinasi tubuh. Penderita mungkin merasa limbung, mudah jatuh, atau sulit melakukan aktivitas yang memerlukan koordinasi halus, seperti menulis atau mengancingkan baju.

Ketika mengalami gejala ini, penderita sebaiknya tidak beraktivitas berat terlebih dahulu. Hal ini dikhawatirkan bisa membuat tubuh cedera. 

4. Mual dan Muntah Tanpa Sebab yang Jelas

Mual dan muntah yang terjadi tanpa sebab jelas bukan karena makanan atau infeksi saluran cerna juga bisa menjadi tanda gejala tumor otak. Hal ini berkaitan dengan peningkatan tekanan di dalam otak, yang mengganggu pusat pengendali mual dan muntah di otak.

5. Gangguan Penglihatan

Tumor otak yang tumbuh di area dekat saraf optik atau pusat penglihatan dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Penderitanya mungkin melihat bayangan, penglihatan ganda (diplopia), atau bahkan kehilangan sebagian lapang pandang (misalnya tidak bisa melihat ke sisi kanan atau kiri). Gejala ini bisa berkembang secara bertahap dan sering kali penderita tidak menyadarinya hingga kondisi cukup parah.

Baca Juga: Waspadai 8 Gejala Kanker Otak dan Cara Mendeteksinya

6. Perubahan Kepribadian dan Perilaku

Selanjutnya, tumor yang tumbuh di area frontal otak (bagian depan) bisa memengaruhi emosi, perilaku, dan kemampuan berpikir. Banyak orang menyalahartikan perubahan ini sebagai stres atau gangguan kejiwaan.

Beberapa perubahan yang mungkin terjadi:

  • Mudah marah atau tersinggung
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • Penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir logis

7. Mati Rasa atau Kelemahan pada Lengan dan Tungkai

Tumor otak dapat menekan atau mengganggu area otak yang mengendalikan gerakan dan sensasi tubuh. Akibatnya, penderita bisa mengalami mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada salah satu lengan maupun tungkai.

Keluhan ini sering kali hanya terjadi pada satu sisi tubuh dan dapat semakin memburuk seiring pertumbuhan tumor. Jika kelemahan muncul secara tiba-tiba atau semakin berat, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

8. Sulit Berbicara

Tumor yang tumbuh di area otak yang mengatur kemampuan berbahasa dapat menyebabkan gangguan berbicara. Penderita mungkin kesulitan mengucapkan kata dengan jelas, memilih kata yang tepat, atau memahami pembicaraan orang lain.

Gangguan ini dapat muncul secara bertahap dan sering disertai kesulitan berkomunikasi dalam aktivitas sehari-hari. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak gangguan tersebut sesuai penyebabnya.

9. Mudah Lelah

Rasa lelah yang berlebihan merupakan salah satu gejala yang dapat dialami penderita tumor otak. Kondisi ini terjadi karena tubuh membutuhkan energi lebih untuk menghadapi penyakit, ditambah adanya gangguan pada fungsi otak.

Kelelahan akibat tumor otak biasanya tidak membaik hanya dengan beristirahat. Jika rasa lelah terus berlangsung tanpa penyebab yang jelas dan disertai gejala lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

10. Gangguan Pendengaran

Tumor yang berada di dekat saraf pendengaran atau bagian otak yang memproses suara dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Gejalanya dapat berupa pendengaran yang berkurang, telinga berdenging, atau sulit membedakan suara.

Gangguan ini umumnya terjadi secara bertahap dan bisa hanya mengenai satu telinga. Apabila tidak ditangani, keluhan dapat memengaruhi kemampuan berkomunikasi dan aktivitas sehari-hari.

11. Pusing atau Vertigo

Tumor otak dapat mengganggu pusat keseimbangan di otak sehingga memicu rasa pusing berputar atau vertigo. Kondisi ini membuat penderita merasa lingkungan di sekitarnya seperti berputar meskipun sedang diam.

Vertigo akibat tumor otak dapat disertai mual, muntah, hingga kesulitan menjaga keseimbangan saat berjalan. Gejala yang berlangsung terus-menerus atau semakin berat perlu segera dievaluasi oleh dokter.

12. Nafsu Makan Meningkat dan Berat Badan Bertambah

Pada beberapa kasus, tumor otak dapat memengaruhi bagian otak yang mengatur rasa lapar dan metabolisme tubuh. Akibatnya, penderita dapat merasa lebih sering lapar dan mengalami peningkatan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

Perubahan nafsu makan ini biasanya disertai gejala lain sesuai lokasi tumor. Bila terjadi peningkatan berat badan yang tidak wajar bersamaan dengan keluhan neurologis, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Cara Deteksi Tumor Otak 

Cara mendeteksi tumor otak bisa dengan pemeriksaan, sebagai berikut:

  • Pemeriksaan neurologis: Tes ini meliputi tes penglihatan, pendengaran, koordinasi, kekuatan, dan refleks tubuh. 
  • CT Scan Kepala : CT scan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar otak dari berbagai sudut. Dapat mendeteksi adanya perdarahan, pembengkakan, atau massa abnormal.
  • MRI otak: Pemeriksaan ini melibatkan magnet yang kuat untuk membuat gambar bagian dalam tubuh guna mendeteksi tumor otak secara efektif. MRI adalah metode yang lebih detail daripada CT scan dan sangat efektif untuk melihat jaringan otak dan tumor dan biasanya kontras (cairan khusus) untuk memperjelas area yang terkena tumor.
  • Pemindaian PET pada otak: Tes ini menggunakan pelacak radioaktif dengan menyuntikkannya ke dalam vena. PET scan membantu menunjukkan aktivitas metabolik di dalam otak. Tumor biasanya menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi.
  • Pengambilan sampel jaringan: Dalam istilah medis, pemeriksaan ini memiliki sebutan biopsi otak. Dokter dapat mengambil sampel jaringan selama operasi pengangkatan tumor otak untuk menentukan jenis tumor (jinak atau ganas). 

Setelah mendeteksi adanya gangguan pada otak, dokter dapat menentukan tingkatan tumor otak. Pada tingkat 1, perkembangan tumor cenderung lambat dan sel-sel otak tidak jauh berbeda dengan sel-sel normal di jaringan sekitarnya.

Semakin tinggi tingkat tumor otak, sel-sel mengalami perubahan yang tampak berbeda. pada tingkat 4, sel tumor cenderung tumbuh dengan sangat cepat. Bahkan, sel-selnya tidak tampak seperti sel-sel normal di dekatnya.

Jika mengalami ciri-ciri penyakit tumor atau kanker otak, seperti sakit kepala, gangguan pada mata, dan kejang, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan sedini mungkin. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. 

Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. 

Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.

FAQ

Tumor otak letaknya dimana?

Tumor otak dapat tumbuh di berbagai bagian otak maupun jaringan di sekitarnya yang berada di dalam rongga tengkorak. Lokasi tumor bisa berbeda pada setiap penderita, sehingga gejala yang muncul dan pilihan penanganannya juga bergantung pada letak pertumbuhan tumor tersebut.

Apa perbedaan sakit kepala biasa dan tumor otak?

Sakit kepala biasa, seperti sakit kepala tegang atau migrain, umumnya dapat mereda setelah beristirahat atau mengonsumsi obat pereda nyeri. Sementara itu, sakit kepala yang berkaitan dengan tumor otak biasanya semakin berat seiring waktu, sering muncul atau memburuk pada pagi hari, tidak membaik dengan obat, serta dapat muncul gejala neurologis seperti gangguan penglihatan, kejang, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.

Bagaimana saya tahu jika sakit kepala yang dirasakan bukan disebabkan oleh tumor?

Untuk memastikan apakah sakit kepala yang Anda alami berkaitan dengan tumor otak atau bukan, diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter. Jika perlu, dokter spesialis saraf akan melakukan evaluasi berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang untuk menentukan penyebabnya secara akurat.

Apakah tumor otak bisa sembuh?

Ya, tumor otak dapat disembuhkan pada beberapa kasus. Peluang kesembuhan bergantung pada berbagai faktor, seperti jenis tumor (jinak atau ganas), ukuran dan lokasi tumor, kondisi kesehatan serta usia pasien, hingga seberapa dini tumor terdeteksi dan mendapatkan penanganan.

Bagaimana gejala tumor otak pada anak?

Gejala tumor otak pada anak dapat berbeda-beda, tergantung pada ukuran, jenis, dan letak tumornya. Beberapa tanda yang sering muncul meliputi sakit kepala yang terasa lebih berat pada pagi hari, muntah tanpa penyebab yang jelas, kejang, serta gangguan keseimbangan atau koordinasi yang menyebabkan anak lebih sering terjatuh.

Bagaimana efek samping operasi tumor otak?

Efek samping operasi tumor otak dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada ukuran, jenis, serta lokasi tumor yang diangkat. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi meliputi sakit kepala, pembengkakan pada otak, infeksi, kejang, hingga gangguan pada kemampuan bergerak, berbicara, atau berpikir.