Penyebab utama lupus tidak diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti usia, genetik, ras, lingkungan, hingga hormon. Orang yang mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit lupus atau autoimun lebih berisiko menurunkan penyakitnya ini pada keluarga

Penyakit lupus terjadi akibat sistem kekebalan tubuh berfungsi tidak normal.
Penyakit lupus adalah kondisi autoimun yang dapat memengaruhi berbagai organ dalam tubuh. Gejala yang sering muncul antara lain ruam kulit berbentuk kupu-kupu di wajah, kelelahan ekstrem, nyeri dan pembengkakan pada sendi, demam tanpa sebab jelas, serta gangguan pada organ internal seperti ginjal dan jantung.
Apa Penyebab Lupus?
Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel, jaringan, organ sehat tubuh sendiri dan sebabkan peradangan. Penyakit ini sering disebut Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) yang dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh seperti kulit, sendi, ginjal, jantung, dan paru-paru.
Penyebab utama sistem kekebalan tubuh menjadi bermasalah sampai saat ini belum jelas. Namun, seperti yang kita ketahui sistem kekebalan memiliki fungsi untuk melindungi tubuh dan melawan berbagai zat asing seperti virus, bakteri, dan kuman.
Jika berjalan normal, sistem kekebalan tubuh akan menjalankan fungsinya dengan memproduksi protein yang disebut antibodi. Antibodi diproduksi dari sel darah putih limfosit B.
Ketika seseorang memiliki kondisi autoimun, seperti lupus, sistem kekebalan tubuh akan sulit membedakan antara zat berbahaya seperti bakteri atau virus dan jaringan yang sehat. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh akan mengarahkan antibodi terhadap jaringan yang sehat.
Hal ini yang kemudian menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kerusakan jaringan. Saat menderita lupus, jenis autoantibodi yang paling umum berkembang adalah antibodi antinuklear (ANA).
ANA bereaksi dengan bagian inti sel, yang bertugas memegang pusat komando. Adapun ANA bersirkulasi dalam darah, dan pada beberapa sel tubuh yang memiliki dinding permeabel (dapat ditembus semua zat) autoantibodi dengan mudah. Alhasil autoantibodi ini mulai menyerang DNA dalam inti-inti sel.
Baca Juga: Apakah Penyakit Lupus Mematikan?
Faktor Penyebab Lupus
Walaupun sampai saat ini penyebab lupus belum jelas. Ada beberapa hal yang diperkirakan dapat menjadi pemicu sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh Anda.
1. Genetika
Faktor genetik menjadi hal utama yang patut diperhatikan ketika Anda menderita lupus. Dikutip dari laman Lupus.org, saat ini para peneliti telah mengidentifikasi 50 gen lebih yang dapat dikaitkan dengan lupus.
Gen-gen ini lebih sering terlihat pada mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat lupus. Meskipun tidak menjadi penyebab secara langsung namun, faktor gen diyakini berkontribusi terhadap hadirnya penyakit lupus dalam tubuh seseorang.
Baca Juga: Jenis Penyakit Lupus dan Penjelasannya
2. Lingkungan
Selain faktor genetika, agen lain yang dapat membawa penyakit lupus adalah lingkungan. Kondisi lingkungan yang banyak mengandung bahan kimia atau virus, dapat membuat orang yang rentan secara genetik, terkena penyakit ini.
Eemen lingkungan lain yang dapat memicu lupus adalah sinar ultraviolet (UVA dan UVB), infeksi (termasuk efek virus Epstein Barr), dan paparan debu silika yang banyak ditemukan di lingkungan pertanian atau industri.
3. Hormon
Faktor pemicu selanjutnya yang dapat memengaruhi timbulnya penyakit lupus adalah hormon. Hormon merupakan pembawa pesan yang mengatur banyak fungsi dalam tubuh.
Dikarenakan banyak kasus lupus terjadi pada wanita, peneliti mulai melihat hubungan antara estrogen dan lupus. Beberapa studi penelitian menunjukkan bila kadar hormon abnormal, seperti peningkatan kadar estrogen dalam tubuh, dalam menyebabkan penyakit lupus.
4. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat dapat memicu lupus pada sebagian orang, termasuk obat tekanan darah tertentu, obat anti-kejang, dan beberapa jenis antibiotik. Biasanya, gejala lupus yang disebabkan obat ini akan membaik setelah obat dihentikan.
Namun, pada kasus yang jarang, beberapa orang tetap mengalami gejala meskipun obat telah dihentikan dan tetap membutuhkan pengobatan khusus untuk lupus.
Baca Juga: Penyakit Lupus Apakah Menular? Begini Penjelasannya!
Cara Mencegah Kambuhnya Lupus
Lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat mengalami masa kambuh atau flare-up, yaitu ketika gejala muncul kembali atau menjadi lebih berat. Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu menurunkan risiko kekambuhan dan menjaga kualitas hidup penderita.
- Batasi paparan sinar matahari. Hindari berada di bawah sinar matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00. Gunakan pakaian berlengan panjang, topi, dan tabir surya dengan SPF minimal 50 saat beraktivitas di luar ruangan.
- Tetap aktif berolahraga. Lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, yoga, atau tai chi untuk membantu menjaga kelenturan sendi dan mengurangi rasa kaku. Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh agar tidak memicu kelelahan berlebihan.
- Tidur yang cukup. Usahakan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri. Kualitas tidur yang baik juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.
- Kelola stres dengan baik. Stres yang tidak terkendali dapat memicu munculnya gejala lupus pada sebagian penderita. Luangkan waktu untuk relaksasi, melakukan hobi, atau berkonsultasi dengan tenaga profesional jika merasa kesulitan mengelola stres.
Siapa Saja yang Dapat Menderita Lupus?
Siapapun dapat menderita lupus. Meskipun pada kasusnya, penyakit ini banyak terjadi di kalangan wanita usia produktif 15-44 tahun.
Namun, lupus dapat pula menyerang pria, anak-anak, atau bahkan bayi baru lahir. Selain jenis kelamin, beberapa etnis tertentu juga memiliki potensi lebih tinggi untuk terkena lupus.
Contohnya pada mereka yang beretnis Afrika-Amerika, Hispanik, Asia, dan penduduk asli Amerika. Sedangkan untuk etnis Kaukasia, potensi terkena penyakit ini cukup rendah. Risiko lain yang membuat Anda terkena lupus adalah ketika Anda memiliki anggota keluarga dengan lupus atau penyakit autoimun lainnya.
Jika Anda mengalami gejala lupus seperti ruam kulit yang tiba-tiba, nyeri sendi yang parah, atau demam tanpa sebab jelas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Anda bisa segera kunjungi Ciputra Hospital untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
FAQ
Lupus bisa kambuh karena apa?
Kambuhnya lupus dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti paparan sinar matahari berlebihan, stres fisik maupun emosional, infeksi, kelelahan, serta perubahan hormon. Selain itu, penggunaan obat tertentu, cuaca yang terlalu panas atau dingin, dan makanan yang dapat memicu peradangan juga berpotensi menyebabkan gejala lupus muncul kembali pada sebagian penderita.
Kenapa lupus disebut penyakit seribu wajah?
Lupus dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena tanda dan gejalanya sangat beragam serta sering kali menyerupai berbagai penyakit lain. Selain itu, setiap penderita dapat mengalami keluhan yang berbeda, baik dari jenis gejala, tingkat keparahan, maupun organ tubuh yang terdampak.
Apakah autoimun lupus termasuk kanker?
Tidak. Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat, sedangkan kanker terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali.



