Ditulis oleh Tim Konten Medis
Telat haid karena stres dapat ditandai dengan siklus menstruasi yang memanjang, perdarahan tidak teratur, mood mudah berubah, dan nafsu makan yang berubah drastis. Untuk mengatasinya, penting menjaga pola hidup sehat dengan olahraga teratur, tidur cukup, makan bergizi, dan menerapkan teknik relaksasi agar hormon kembali seimbang.

Penyebab telat haid salah satunya karena stres. Saat tubuh mengalami tekanan, otak melepaskan hormon stres seperti kortisol yang dapat mengganggu fungsi hormon reproduksi dan menyebabkan haid menjadi tidak teratur.
Selain itu, stres juga membuat tubuh memprioritaskan energi untuk fungsi vital, bukan untuk proses reproduksi seperti menstruasi. Akibatnya, haid bisa menjadi terlambat, lebih singkat, atau bahkan tidak terjadi sama sekali ketika stres berlangsung terlalu lama.
Ciri-Ciri Perbedaan Telat Haid karena Stres dan Hamil
Telat haid bisa menjadi hal yang membingungkan karena penyebabnya tidak selalu kehamilan. Salah satu faktor yang sering membuat siklus menstruasi terganggu adalah stres, yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh.
Secara umum, telat haid hingga 5–7 hari masih tergolong normal dan bisa disebabkan oleh perubahan pola tidur, aktivitas, atau kondisi emosional. Namun, jika menstruasi terlambat lebih dari dua minggu, ada baiknya segera memeriksakan diri untuk memastikan penyebabnya.
1. Siklus Haid Lebih Panjang
Salah satu ciri-ciri telat haid karena stres adalah siklus menstruasi yang menjadi lebih panjang dari biasanya. Hal ini terjadi karena stres mempengaruhi kadar hormon progesteron yang berperan dalam mengatur fase ovulasi dan peluruhan dinding rahim.
Saat kadar hormon ini tidak seimbang, ovulasi bisa tertunda, sehingga waktu datang bulan pun bergeser. Akibatnya, haid bisa datang lebih lambat dari siklus normal 28 hari dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Baca Juga: Apakah Haid Tidak Teratur Adalah Gejala Kanker Rahim?
2. Perdarahan Lebih Banyak dan Gejalanya Memburuk
Stres juga dapat menyebabkan perubahan pada aliran darah menstruasi. Beberapa orang mungkin mengalami perdarahan yang lebih banyak, sedangkan yang lain justru memiliki aliran darah lebih sedikit atau hanya berupa bercak.
Selain itu, stres dapat memperparah gejala pramenstruasi seperti kram perut, perubahan suasana hati, dan kelelahan. Kadar hormon kortisol yang tinggi dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap rasa nyeri dan emosi menjadi tidak stabil selama haid.
3. Tidak Mengalami Menstruasi
Dalam beberapa kasus, stres berat dapat membuat seseorang tidak mengalami menstruasi sama sekali, kondisi ini disebut amenore. Hal ini terjadi karena stres menghambat sinyal hormon dari otak ke indung telur yang diperlukan untuk ovulasi.
Amenore terbagi menjadi dua jenis, yaitu primary amenorrhea yang dialami remaja berusia di atas 16 tahun yang belum pernah menstruasi, dan secondary amenorrhea yaitu berhentinya menstruasi selama tiga bulan atau lebih pada wanita yang sebelumnya memiliki siklus teratur.
4. Mengalami Perubahan Suhu Basal
Stres juga bisa mempengaruhi suhu basal tubuh yang biasanya meningkat saat ovulasi. Dalam kondisi stres, perubahan suhu tubuh menjadi tidak beraturan karena gangguan pada hormon yang mengatur ovulasi.
Akibatnya, sulit menentukan masa subur karena suhu basal tidak menunjukkan pola yang konsisten. Kondisi ini menjadi salah satu ciri-ciri yang sering tidak Anda sadari.
5. Mood Tidak Stabil
Perbedaan telat haid karena stres dan hamil dapat terlihat dari perubahan suasana hati. Saat stres, kadar hormon kortisol meningkat dan memicu perasaan mudah marah, sedih, atau cemas tanpa alasan yang jelas.
Sementara pada kehamilan, perubahan mood biasanya disertai dengan gejala lain seperti payudara nyeri, mual, dan kelelahan. Jadi, jika hanya disertai perubahan mood tanpa tanda-tanda fisik kehamilan, kemungkinan besar telat haid disebabkan oleh stres.
6. Nafsu Makan Menurun atau Meningkat
Ciri-ciri telat haid karena stres juga dapat terlihat dari perubahan pola makan. Beberapa orang kehilangan selera makan karena pikiran terlalu fokus pada stres, sementara yang lain justru makan berlebihan untuk menenangkan diri.
Kedua kondisi ini bisa berdampak pada keseimbangan hormon dan menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Jika pola makan berubah drastis dalam waktu lama, tubuh akan kesulitan menjaga kestabilan hormon reproduksi, yang berujung pada keterlambatan haid.
Baca Juga: Ini 10 Tanda Mau Haid yang Wajib Diketahui
Cara Mengelola Stres agar Tidak Berdampak pada Siklus Haid
Stres yang tidak terkelola dengan baik bisa mengganggu keseimbangan hormon dan membuat siklus haid menjadi tidak teratur. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik agar tubuh tetap seimbang dan haid berjalan normal. Berikut beberapa cara mengatasi telat haid karena stres yang bisa Anda coba:
- Aktivitas fisik dapat membantu menurunkan kadar hormon stres dan meningkatkan aliran darah.
- Tidur berkualitas membantu tubuh memperbaiki sistem hormon dan mengontrol produksi kortisol.
- Pola makan yang bergizi seimbang dapat membantu menjaga kestabilan hormon reproduksi.
- Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau mindfulness bisa membantu menenangkan pikiran.
- Lakukan aktivitas yang membuat Anda merasa senang, seperti mendengarkan musik, menonton film, atau bertemu teman. Hormon endorfin dan dopamin yang dilepaskan akan membantu mengurangi stres secara alami.
- Menyisihkan waktu untuk melakukan hal yang disukai dapat membantu meredakan tekanan emosional.
Dengan menjaga gaya hidup yang sehat dan mengelola stres secara efektif, siklus haid dapat kembali normal. Tubuh yang tenang dan pikiran yang stabil akan membantu memperbaiki ritme hormon alami Anda.
Baca Juga: Apakah Haid Tidak Teratur Adalah Gejalanya Kanker Rahim?
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Florencia Natasya
Source
- healthline. Can Stress Mess Up Your Period?. Februari 2026
- Legacy For Women. Is Stress Affecting My Menstrual Cycle? Understanding the Connection. Februari 2026
- Cleveland Clinic. How Stress Can Impact Your Menstrual Cycle. Februari 2026



