Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyebab susah BAB dapat berasal dari kurangnya aktivitas fisik, gangguan pada sistem pencernaan, menggunakan obat pencahar, kurang serat dan cairan, efek samping obat, dan stres. Cara mengatasinya dapat Anda lakukan dengan melakukan perubahan pada pola makan dan perubahan pada rutinitas buang air besar.

Susah BAB adalah masalah pencernaan yang sering terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini biasanya muncul dengan jarangnya frekuensi buang air besar dan rasa tidak nyaman saat mengeluarkan feses.
Meski terlihat sepele, susah BAB dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Jika Anda biarkan terlalu lama, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis.
Penyebab Susah BAB
Susah BAB atau sembelit adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk mengeluarkan feses, atau frekuensi BAB menjadi lebih jarang dari biasanya. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, perut terasa penuh, dan feses menjadi keras sehingga sulit Anda keluarkan.
Penyebab susah BAB bisa karena gaya hidup, pola makan, konsumsi obat, hingga kondisi medis tertentu. Memahami penyebabnya sangat penting agar penanganan bisa Anda lakukan dengan tepat dan mencegah terjadinya masalah yang lebih serius di kemudian hari.
1. Kurang Berolahraga
Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat gerakan usus menjadi lebih lambat sehingga feses menumpuk dan mengeras. Otot perut dan diafragma yang lemah juga membuat proses buang air besar menjadi lebih sulit dilakukan. Contoh dampaknya antara lain:
- Gerakan usus menjadi lebih lambat
- Frekuensi BAB menurun dari biasanya
- Perut terasa penuh dan kembung
Baca Juga: 10 Penyebab Buang Air Besar Terus-menerus dan Cara Mengatasinya
2. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Irritable bowel syndrome atau IBS adalah gangguan pada sistem pencernaan yang menyebabkan ketidakstabilan pergerakan usus. Pada beberapa orang, kondisi ini menyebabkan sembelit berkepanjangan serta nyeri perut, kembung, dan rasa tidak tuntas saat BAB.
Selain itu, gejalanya dapat muncul bergantian dengan diare, terutama saat stres atau setelah makan makanan tertentu. Kondisi ini termasuk salah satu penyebab sembelit yang sering banyak orang alami.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Laksatif
Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat membuat usus kehilangan kemampuan untuk bergerak secara alami. Lama-kelamaan usus menjadi bergantung pada laksatif sehingga menjadi penyebab bab keras dan susah keluar. Dampak yang mungkin muncul:
- Gerakan usus melemah
- BAB semakin sulit tanpa obat pencahar
- Risiko sembelit kronis meningkat
4. Kurang Serat dan Cairan dalam Makanan
Salah satu penyebab bayi susah bab adalah rendahnya konsumsi serat dan air dalam makanan sehari-hari. Serat membantu menahan air dalam feses sehingga teksturnya lebih lembut dan mudah Anda keluarkan.
Namun pada beberapa orang dengan sembelit berat, peningkatan serat yang terlalu cepat justru bisa menimbulkan perut kembung dan tidak nyaman. Penting untuk menambah serat dan cairan secara bertahap agar usus dapat beradaptasi.
5. Suplemen tertentu
Beberapa jenis suplemen dapat memicu sembelit, terutama bila Anda konsumsi tanpa pengaturan dosis yang tepat. Suplemen seperti kalsium, zat besi, dan vitamin D dalam jumlah tinggi bisa memperkeras tekstur feses. Contoh suplemen yang dapat menyebabkan sembelit:
- Chlorella
- NAC (N-acetylcysteine)
- Nattokinase
- Beta-sitosterol
- Beberapa jenis protein powder
6. Perjalanan atau Travel
Perubahan rutinitas dan pola makan saat bepergian sering membuat tubuh kesulitan menjaga pola BAB yang normal. Dehidrasi selama perjalanan dan perbedaan zona waktu juga dapat memengaruhi ritme buang air besar. Tips mengurangi sembelit saat traveling:
- Minum air yang cukup dan hindari alkohol serta kafein
- Jangan menahan keinginan untuk BAB
- Bergerak atau melakukan stretching ringan
7. Stres
Stres dapat memengaruhi saraf yang terhubung dengan pencernaan sehingga gerakan usus menjadi lebih lambat dari biasanya. Ketika tubuh fokus merespons tekanan, aliran darah ke saluran cerna berkurang dan sistem pencernaan menjadi kurang aktif.
Mengelola stres dengan cara relaksasi, tidur yang cukup, dan aktivitas yang menenangkan dapat membantu mengurangi risiko sembelit. Kondisi ini sering kali tidak Anda sadari sebagai salah satu penyebab susah BAB.
8. Efek Samping Obat
Beberapa obat medis dapat menyebabkan sembelit sebagai efek samping yang umum. Obat penghilang rasa sakit tertentu, antidepresan, dan obat antihipertensi dapat menghambat pergerakan usus.
Konsultasikan dengan dokter bila mengalami sembelit setelah mengonsumsi obat dalam jangka panjang. Dokter dapat mengatur ulang dosis atau mengganti jenis obat yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh.
9. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit dan gangguan medis dapat menyebabkan sembelit kronis yang sulit Anda atasi hanya dengan perubahan gaya hidup. Kondisi seperti hipotiroidisme, Parkinson, stroke, divertikulitis, dan kehamilan sering mengganggu sistem pencernaan.
Masalah struktural atau gangguan otot panggul juga dapat membuat BAB terasa sulit dan menyakitkan. Dalam beberapa kasus Anda memerlukan pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapatkan terapi yang tepat.
Baca Juga: 10 Penyebab BAB Berdarah dan Hal yang Harus Dilakukan
Cara Mengatasi Susah BAB
Masalah susah BAB sering membuat tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada beberapa cara melancarkan BAB yang bisa Anda lakukan secara mandiri di rumah untuk membantu memperbaiki kondisi pencernaan dan menjaga fungsi usus tetap optimal. Berikut beberapa cara mengatasinya:
1. Melakukan Perubahan pada Pola Makan
Mengatur pola makan berperan penting sebagai cara mengatasi susah BAB yang efektif dan aman untuk dilakukan. Perubahan sederhana seperti memilih makanan yang tepat dan mencukupi kebutuhan cairan setiap hari dapat membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah Anda keluarkan. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan sebagai berikut:
- Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, termasuk buah mengandung sorbitol seperti apel, aprikot, anggur, kismis, raspberry, dan stroberi untuk membantu melunakkan tinja.
- Minum air putih yang cukup setiap hari dan sebisa mungkin mengurangi konsumsi alkohol.
- Menambah asupan serat secara bertahap melalui sayur, buah, dan biji-bijian.
- Menambahkan gandum utuh seperti wheat bran, oats, atau biji rami (linseed) ke dalam menu harian.
2. Memperbaiki Rutinitas Buang Air Besar
Menerapkan kebiasaan buang air besar yang lebih teratur juga penting sebagai cara melancarkan BAB. Kebiasaan yang baik dapat membantu melatih usus bekerja lebih optimal dan mengurangi rasa tegang saat BAB.
Biasakan menggunakan toilet pada waktu yang sama setiap hari dan berikan waktu yang cukup agar tubuh bisa rileks. Saat BAB, coba gunakan bangku kecil untuk menopang kaki sehingga posisi lutut lebih tinggi dari pinggul agar memudahkan otot perut bekerja.
Baca Juga: Diare Kronis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala penyakit sembelit, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- Mayo Clinic. Constipation. Februari 2026
- Harvard Health Publishing. Common causes of constipation. Februari 2026
- Aetna. 6 causes of constipation that have nothing to do with diet. Februari 2026




