Nyeri dada di bagian tengah yang terasa tumpul, tajam, atau panas dengan intensitas ringan hingga berat dapat menjadi gejala serangan jantung. Pada serangan jantung, plak lemak (aterosklerosis) di pembuluh koroner robek sehingga terbentuk gumpalan darah yang menyumbat aliran darah ke otot jantung, dan sumbatan inilah yang membuat dada terasa sakit dan berat.

Pasien pneumonia berpeluang mengalami nyeri dada tengah saat menjalani aktivitas
Nyeri dada tengah jadi keluhan umum yang juga bisa disebabkan karena mengalami GERD hingga radang paru. Tak mengenal usia, kondisi ini seringkali muncul di waktu-waktu yang tidak terduga.
Oleh sebab itu, jangan anggap remeh keluhan tersebut. Terlebih jika kondisi ini terjadi secara berulang. Kenali apa saja yang dapat menyebabkan sakit dada bagian tengah dan bagaimana cara mengatasinya dalam artikel ini.
Penyebab Nyeri Dada Bagian Tengah
Nyeri dada tengah tidak selalu karena kelainan jantung. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri dada tengah antara lain:
1. Asam Lambung atau GERD
Jika keluhan nyeri dada tengah terjadi setelah selesai makan makanan berat, penyebabnya mungkin karena asam lambung atau GERD.
Rasa sakit tersebut biasanya juga muncul dengan perut kembung serta perasaan tidak nyaman pada kerongkongan. Kondisi ini terjadi karena sistem pencernaan terganggu akibat naiknya asam lambung.
Baca Juga: 10 Penyebab Dada Sakit saat Batuk, Pertanda Apa?
2. Pneumonia
Pasien yang menderita radang paru atau pneumonia berpeluang mengalami nyeri dada tengah saat melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini karena adanya infeksi pada bagian paru-paru yang berpotensi menimbulkan rasa sakit. Kondisi tersebut biasanya juga muncul gejala lain, seperti demam dan batuk berdahak berwarna kuning.
3. Cedera Dada
Terjadi setelah mengalami cedera pada bagian dada ataupun melakukan aktivitas berat yang melibatkan otot. Aktivitas tersebut dapat berupa olahraga fisik angkat beban.
Nyeri dada akibat cedera dapat terasa lebih sakit saat mengambil napas dan hilang dengan sendirinya setelah istirahat yang cukup.
4. Gangguan Kecemasan
Rasa sakit yang menusuk dada disertai keringat berlebih dan detak jantung tidak beraturan bisa disebabkan oleh gangguan kecemasan. Stres berlebih menyebabkan kondisi kesehatan, seperti nyeri dada tengah dan ditandai oleh sesak napas di saat-saat tertentu.
5. Angina
Penyumbatan pada pembuluh darah di jantung dapat mengurangi pasokan darah yang dapat menyebabkan kondisi angina. Kondisi ini harus Anda waspadai jika mengalami rasa nyeri yang membuat dada terasa berat.
Angina stabil biasanya muncul saat melakukan aktivitas dan membaik setelah beristirahat. Sebaliknya, angina tidak stabil bisa muncul tiba-tiba, semakin sering, terjadi saat sedang beristirahat, atau tidak membaik setelah beberapa menit.
Hal tersebut termasuk kegawatdaruratan dan perlu segera Anda tangani, sama seperti serangan jantung.
6. Serangan Jantung
Penyakit serangan jantung dapat disebabkan oleh kondisi seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi dan juga diabetes. Serangan jantung sendiri terjadi karena penyumbatan aliran darah ke jantung, seringkali dari adanya pembekuan darah.
7. Cacar Api
Cacar api (herpes zoster) juga dapat menyebabkan nyeri di area dada. Nyeri biasanya terasa hanya pada satu sisi tubuh dan mengikuti jalur saraf tertentu. Kondisi ini disertai oleh gejala tambahan, seperti sensasi panas bahkan terbakar pada kulit dan timbulnya bercak kemerahan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Dada yang Sakit?
8. Perikarditis
Perikarditis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada lapisan tipis pembungkus jantung. Penyebab utama perikarditis karena adanya infeksi virus sehingga terjadi nyeri di bagian dada.
Gejala khas perikarditis adalah nyeri dada yang terasa tajam dan semakin sakit saat menarik napas atau berbaring. Nyeri biasanya berkurang saat duduk dan membungkukkan tubuh ke depan.
Rasa nyeri juga bisa menjalar ke bahu atau bagian bawah leher. Jika terinfeksi perikarditis, biasanya Anda juga mengalami flu dan demam.
Cara Mengatasi Nyeri Dada Tengah
Tidak semua nyeri dada karena penyakit jantung akut. Jika memiliki riwayat penyakit jantung, Anda membutuhkan bantuan tenaga medis untuk mengatasi keluhan tersebut.
Namun, penyebab nyeri dada perlu Anda pastikan terlebih dahulu sebelum menentukan penanganannya. Jika nyeri dada baru terasa, semakin berat, sesak napas, keringat dingin, maupun pingsan, segera periksakan diri ke IGD.
Berikut beberapa cara mengatasi nyeri di bagian tengah dada yang bisa Anda lakukan:
1. Konsumsi Bahan Alami
Bahan alami seperti jahe, kunyit, dan bawang putih dapat menjadi pilihan untuk membantu meredakan keluhan nyeri dada. Namun, penggunaannya tetap perlu Anda perhatikan.
Jahe dapat dikonsumsi sebagai salah satu bahan alami. Namun, penelitian yang ada belum menunjukkan bahwa jahe dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Sementara itu, terdapat kandungan antioksidan dalam kunyit yang berfungsi sebagai bahan anti inflamasi. Konsumsi bawang putih juga dapat mengatasi nyeri dada tengah karena bahan alami ini mampu membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
2. Menjalankan Pola Hidup Sehat
Mengatasi nyeri dada juga bisa Anda mulai dari mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Lakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu (misalnya 30 menit selama 5 hari).
Ditambah latihan kekuatan otot minimal 2 hari per minggu, sesuai anjuran WHO dan pedoman pencegahan penyakit jantung. Dengan begitu, kondisi kesehatan Anda akan lebih baik sehingga terhindar dari berbagai penyakit penyebab nyeri dada tengah.
3. Konsumsi Obat dengan Resep
Jika kondisi nyeri dada yang Anda alami terasa berat, segera kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Hindari melakukan diagnosis sendiri dan konsumsi obat tanpa resep dokter.
Baca Juga: Gejala Paru-Paru Basah, Salah Satunya Dada Terasa Sakit
4. Hindari Makanan Pemicu Nyeri Dada
Kesehatan jantung yang tidak terjaga menjadi salah satu penyebab nyeri di bagian dada. Oleh karena itu, menjaga kesehatan jantung penting dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut.
Selain rutin berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat, perhatikan juga makanan yang Anda konsumsi. Sebagai langkah awal, kurangi makanan siap saji dan gorengan yang dapat berdampak pada kesehatan jantung.
Anda juga perlu membatasi konsumsi kafein. Melansir konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar 3-5 cangkir per hari, tidak terbukti merusak jantung. Namun, batasi tambahan gula dan krimer, serta hindari konsumsi kafein berlebihan, terutama jika Anda memiliki aritmia atau hipertensi yang tidak terkontrol.
Hindari pula berbagai minuman yang mengandung alkohol untuk menjaga kesehatan jantung Anda.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi 119 atau 112, atau pergi ke IGD terdekat jika mengalami gejala berikut:
- Nyeri dada terasa berat, semakin parah, atau berlangsung lebih dari 10 menit
- Dada terasa seperti tertindih, diremas, atau tertekan
- Sesak napas, mual, pusing, atau keringat dingin yang muncul bersama nyeri dada
- Nyeri menjalar ke rahang atau lengan kiri
- Jantung berdebar atau berdetak cepat
Anda bisa kunjungi Ciputra Hospital terdekat untuk diagnosa lanjutan. Di Ciputra Hospital, Anda dapat memeriksa berbagai layanan kesehatan mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU).
Anda juga bisa mengecek jadwal dokter dan membuat janji konsultasi dengan lebih mudah dan cepat melalui layanan WhatsApp. Mari jaga dan periksa kondisi kesehatan seluruh keluarga di Ciputra Hospital!




