Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. 5 Pantangan Sindrom Piriformis dan yang Harus Dilakukan
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • 5 Pantangan Sindrom Piriformis dan yang Harus Dilakukan
Asifah
Rabu, 29 April 2026 / Published in Artikel Kesehatan

5 Pantangan Sindrom Piriformis dan yang Harus Dilakukan

Pantangan yang perlu dihindari penderita sindrom piriformis di antaranya adalah duduk terlalu lama, mengangkat beban berat, merokok, bersepeda, hingga melakukan gerakan berulang seperti olahraga dayung. Sebaliknya, Anda sebaiknya mengompres bagian yang terdampak dengan kompres dingin atau panas, hingga melakukan pijat ke jaringan area pinggul dan bokong.

pantangan sindrom piriformis
Duduk terlalu lama menjadi salah satu penyebab sindrom piriformis.

Sindrom piriformis adalah kondisi ketika otot piriformis di area bokong menekan saraf skiatik sehingga menimbulkan nyeri yang bisa menjalar ke paha hingga kaki. Gangguan ini sering dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama, cedera ringan, gerakan berulang, atau postur tubuh yang kurang tepat saat beraktivitas.

Gejala sindrom piriformis umumnya berupa nyeri bokong, rasa kaku pada pinggul, kesemutan, hingga sensasi tertarik pada kaki yang memburuk saat duduk atau bergerak. Meski tidak selalu berbahaya, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas harian jika pemicunya tidak dikenali dan ditangani dengan tepat.

Daftar Isi

Toggle
  • Pantangan Sindrom Piriformis 
    • 1. Hindari Duduk Terlalu Lama Lebih dari 20 Menit
    • 2. Hindari Mengangkat Benda Berat
    • 3. Hindari Kebiasaan Merokok
    • 4. Posisi Duduk yang Berbahaya
    • 5. Latihan Duduk yang Sebaiknya Dihindari
  • Hal yang Harus Dilakukan sebagian Perawatan 

Pantangan Sindrom Piriformis 

Mengalami Piriformis syndrome membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih menantang, terutama jika tanpa disadari Anda masih melakukan kebiasaan yang justru memperparah keluhan. Nyeri bokong yang menjalar ke paha atau kaki bisa semakin sering muncul apabila tubuh terus berada pada posisi atau aktivitas yang tidak ramah bagi otot piriformis.

Karena itu, penting untuk memahami yang harus Anda hindari jika menderita sindrom piriformis, mulai dari kebiasaan duduk, cara mengangkat barang, hingga jenis aktivitas tertentu. Dengan menghindari pemicu nyeri sejak dini, proses pemulihan dapat berjalan lebih nyaman dan risiko kekambuhan bisa Anda cegah.

1. Hindari Duduk Terlalu Lama Lebih dari 20 Menit

Duduk terlalu lama tanpa jeda dapat membuat otot piriformis menegang dan menekan saraf skiatik secara terus-menerus. Kondisi ini membuat aliran darah ke area pinggul berkurang sehingga nyeri bokong terasa semakin kaku dan tidak nyaman.

Sebaiknya biasakan berdiri dan berjalan ringan setiap 20 menit untuk menjaga otot tetap aktif dan lentur. Gunakan kursi yang menopang postur tubuh dengan baik serta hindari posisi membungkuk ke depan agar tekanan pada bokong dan punggung bawah tidak semakin berat.

Baca Juga: 8 Makanan Pantangan untuk Neuropati yang Perlu Dihindari

2. Hindari Mengangkat Benda Berat

Mengangkat benda berat dapat memberikan tekanan besar pada otot pinggul dan punggung bawah, terutama saat gejala sindrom piriformis sedang kambuh. Beban berlebih bisa memicu kejang otot dan memperburuk nyeri yang menjalar hingga ke kaki.

Jika memang harus mengangkat barang, posisikan tubuh sedekat mungkin dengan benda tersebut dan gunakan kekuatan kaki, bukan punggung atau pinggul. Menjaga tulang belakang tetap lurus serta mengencangkan otot perut dan bokong dapat membantu mengurangi risiko cedera tambahan.

3. Hindari Kebiasaan Merokok

Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan secara umum, tetapi juga memengaruhi suplai oksigen ke jaringan tubuh. Ketika jaringan kekurangan oksigen, proses pemulihan otot dan saraf menjadi lebih lambat, termasuk pada area piriformis.

Kurangnya asupan oksigen juga dapat mempercepat kerusakan bantalan tulang belakang yang berperan penting dalam kesehatan saraf skiatik. Akibatnya, nyeri bokong dan kaki bisa terasa lebih sering dan lebih intens.

4. Posisi Duduk yang Berbahaya

Beberapa posisi duduk tanpa Anda sadari dapat memperburuk ketegangan otot piriformis dan menambah tekanan pada saraf. Berikut posisi duduk yang sebaiknya Anda hindari:

  • Duduk membungkuk atau bersandar malas, karena memberi tekanan ekstra pada punggung bawah dan bokong
  • Duduk dengan kaki menyilang, yang dapat menekan otot piriformis dan mempersempit ruang saraf skiatik

5. Latihan Duduk yang Sebaiknya Dihindari

Tidak semua olahraga cocok Anda lakukan saat mengalami sindrom piriformis, terutama latihan yang Anda lakukan dalam posisi duduk. Beberapa jenis aktivitas justru dapat memperparah iritasi otot dan meningkatkan rasa nyeri.

  • Bersepeda, baik statis maupun di luar ruangan, karena posisi duduk lama dapat menekan saraf dan bokong
  • Seated leg press, yang memberi tekanan besar pada otot bokong dan pinggul
  • Mesin rowing, karena gerakan menekuk pinggul berulang dapat meningkatkan ketegangan pada piriformis dan punggung bawah

Baca Juga: 8 Jenis Pantangan Makanan untuk Penderita Kanker Hati

Hal yang Harus Dilakukan sebagian Perawatan 

Perawatan mandiri memiliki peran penting dalam pengobatan sindrom piriformis, terutama untuk membantu meredakan nyeri dan mencegah keluhan muncul kembali. Dengan melakukan penyesuaian sederhana dalam aktivitas harian, otot piriformis dapat menjadi lebih rileks dan tekanan pada saraf skiatik pun berkurang secara bertahap.

Selain membantu mengurangi rasa sakit, perawatan yang tepat juga mendukung cara menyembuhkan piriformis syndrome secara lebih optimal tanpa harus selalu bergantung pada tindakan medis. Berikut hal yang harus Anda lakukan:

  • Hindari aktivitas yang memicu nyeri, seperti bersepeda atau duduk terlalu lama jika aktivitas tersebut membuat keluhan semakin terasa.
  • Lakukan pijatan pada area pinggul dan bokong, terutama pada jaringan otot yang terasa tegang atau kaku.
  • Biasakan bangun dari duduk secara berkala, lalu berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan singkat.
  • Gunakan obat pereda nyeri sesuai aturan, seperti NSAID, untuk membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan.
  • Manfaatkan kompres dingin atau hangat sesuai kebutuhan, tergantung mana yang paling membantu meredakan nyeri.
  • Lakukan peregangan otot piriformis dan sekitarnya secara rutin, misalnya dengan menarik lutut ke arah dada saat berbaring atau membungkuk perlahan dari posisi berdiri.

Baca Juga: 11 Pantangan Makanan Penyakit Jantung, Sebaiknya Dihindari

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami sindrom piriformis, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. 

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Sony Prabowo, terakhir pada 29 April 2026
Diterbitkan 29 April 2026
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (2)
  1. Health Central 11 Things to Avoid if You Have Sciatica. Diakses April 2026
  2. RELIEF Piriformis Syndrome Exercises to Avoid and What Helps. Diakses April 2026

Artikel Terkait

  • Gejala kanker tulang
    6 Gejala Kanker Tulang yang Penting DikenaliPenyakit Kanker
  • sistem rangka manusia
    Fungsi Sistem Rangka Manusia dan Tulang PenyusunnyaKesehatan Tubuh
  • makanan untuk kesehatan tulang
    Ini 11 Makanan untuk Kesehatan Tulang yang Tinggi KalsiumKandungan Gizi
  • Kanker tulang belakang
    Kanker Tulang Belakang: Penyebab, Gejala, Cara MengatasiGangguan Penyakit
Tagged under: Kesehatan Tulang

Artikel Terkait

  • Gejala kanker tulang
    6 Gejala Kanker Tulang yang Penting DikenaliPenyakit Kanker
  • sistem rangka manusia
    Fungsi Sistem Rangka Manusia dan Tulang PenyusunnyaKesehatan Tubuh
  • makanan untuk kesehatan tulang
    Ini 11 Makanan untuk Kesehatan Tulang yang Tinggi KalsiumKandungan Gizi
  • Kanker tulang belakang
    Kanker Tulang Belakang: Penyebab, Gejala, Cara MengatasiGangguan Penyakit

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter