Ditulis oleh Tim Konten Medis
Pantangan flu singapura yang perlu dihindari di antaranya adalah makan makanan pedas, asin, asam, berminyak, hingga keras yang bisa membuat sakit tenggorokan. Anda juga perlu menghindari minuman berkafein, alkohol, hingga minuman pedas yang bisa memicu dehidrasi.

Flu Singapura adalah penyakit menular yang terjadi akibat infeksi virus Singapura dan umum menyerang bayi serta anak-anak. Virus ini mudah menyebar melalui kontak langsung, droplet saat batuk atau bersin, serta benda yang terkontaminasi.
Gejala flu Singapura biasanya meliputi demam, nyeri tenggorokan, sariawan, hingga muncul lepuhan di tangan, kaki, dan sekitar mulut. Pengobatan flu Singapura berfokus pada pereda gejala, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah komplikasi dan penularan lebih lanjut.
Pantangan Flu Singapura
Penyebab flu Singapura berkaitan dengan penularan virus melalui droplet, kontak langsung, dan kebersihan yang kurang terjaga. Selain pengobatannya yang berfokus pada pereda gejala, penderita juga perlu memperhatikan pantangan tertentu sebagai bagian dari cara agar flu Singapura cepat sembuh.
Menghindari aktivitas dan makanan tertentu dapat membantu mencegah penularan sekaligus mempercepat proses pemulihan. Berikut pantangannya:
1. Beraktivitas di Tempat Umum
Beraktivitas di luar rumah sebaiknya Anda hindari karena virus mudah menyebar melalui percikan air liur dan kontak langsung. Saat masih sakit, penderita flu Singapura disarankan beristirahat di rumah hingga lepuhan mengering dan kondisi tubuh membaik.
Kebiasaan ini penting terutama sebagai pantangan flu Singapura pada anak, karena anak lebih sulit menjaga kebersihan diri. Dengan membatasi aktivitas di luar, risiko menularkan virus ke orang lain bisa Anda cegah.
Baca juga: Mengenal Flu Singapura pada Anak
2. Menggaruk atau Memecahkan Lepuhan
Lepuhan pada kulit yang terasa gatal tidak boleh Anda garuk karena dapat menyebabkan luka terbuka dan infeksi. Jika lepuhan pecah, virus juga bisa menyebar ke benda atau orang di sekitar.
Untuk mencegahnya, kuku sebaiknya Anda potong pendek dan tangan tetap bersih. Pada bayi atau balita, penggunaan sarung tangan saat tidur dapat membantu mencegah garukan tanpa Anda sadari.
3. Mengonsumsi Aspirin Tanpa Pengawasan
Obat pereda nyeri memang untuk meredakan demam dan nyeri tenggorokan. Namun, aspirin termasuk pantangan karena tidak aman untuk anak-anak dan ibu hamil yang menderita flu Singapura.
Pada anak, aspirin berisiko menimbulkan gangguan serius, sementara pada ibu hamil dapat membahayakan janin. Oleh karena itu, pemilihan obat sebaiknya sesuaikan dengan anjuran tenaga medis.
4. Makanan dan Minuman Manis Berlebihan
Asupan gula berlebih dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memperlambat pemulihan. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi virus. Penderita flu Singapura dilarang makan makanan manis dengan tambahan gula tinggi, seperti:
- Permen dan cokelat manis
- Kue, biskuit, dan pastry
- Sereal manis kemasan
- Minuman bersoda dan jus berpemanis
- Es krim dan makanan penutup manis
5. Konsumsi Karbohidrat Olahan
Karbohidrat olahan cepat diubah menjadi gula dalam tubuh dan dapat memicu peradangan. Kondisi ini berpotensi melemahkan sistem kekebalan saat tubuh sedang melawan infeksi.
Contoh makanan yang sebaiknya Anda batasi antara lain roti putih, nasi putih, pasta putih, dan kue berbahan tepung halus. Pilihan yang lebih aman adalah karbohidrat berserat tinggi dengan tekstur lembut.
Baca juga: Perbedaan Cacar Air dan Flu Singapura
6. Minum Minuman Beralkohol
Bahaya alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan menurunkan daya tahan tubuh. Saat sakit, tubuh justru membutuhkan cairan yang cukup untuk mempercepat pemulihan.
Selain itu, alkohol juga tidak boleh jika penderita sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Menghindari alkohol membantu tubuh fokus melawan infeksi virus.
7. Konsumsi Makanan Berlemak dan Digoreng
Makanan berlemak sulit tercerna dan bisa memperparah mual atau nyeri tenggorokan. Lemak berlebih juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.
Contoh makanan yang sebaiknya Anda hindari meliputi gorengan, fast food, dan makanan bersantan kental. Pilihlah makanan yang lebih ringan dan mudah Anda telan.
8. Makanan Terlalu Pedas
Makanan pedas memang bisa membuka saluran hidung, tetapi dapat memperparah iritasi tenggorokan. Pada beberapa orang, makanan pedas juga memicu mual dan sakit perut.
Jika flu Singapura serta muncul sariawan atau luka di mulut, makanan pedas sebaiknya Anda hindari. Hal ini membantu mengurangi rasa perih dan mempercepat penyembuhan luka.
9. Makan Buah Asam Berlebihan
Buah asam dapat mengiritasi lambung dan memperparah sariawan di mulut. Konsumsi berlebihan bisa membuat rasa nyeri semakin terasa.
Meski tetap mengandung vitamin, buah asam sebaiknya Anda konsumsi dalam jumlah terbatas. Pilih buah dengan rasa lebih lembut agar tidak memperparah gejala.
10. Mengonsumsi Produk Bebas Gula Buatan
Produk berlabel bebas gula sering mengandung pemanis buatan yang dapat mengganggu pencernaan. Beberapa orang mengalami diare atau sakit perut setelah mengonsumsinya.
Selain itu, produk ini umumnya minim nutrisi yang tubuh butuhkan saat sakit. Pilihan yang lebih baik adalah makanan alami dengan rasa manis alami.
Baca juga: Cara Mencegah Meluasnya Penyakit Flu Singapura
11. Konsumsi Berlebihan Minuman Berkafein
Salah satu bahaya konsumsi kafein adalah dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh. Hal ini berisiko menyebabkan dehidrasi saat tubuh sedang membutuhkan banyak cairan.
Sebagai gantinya, pilih air putih atau teh herbal hangat. Minuman hangat juga membantu meredakan tenggorokan yang tidak nyaman.
12. Makan Makanan Tinggi Garam
Konsumsi garam berlebihan dapat memperparah dehidrasi dan iritasi tenggorokan. Garam yang terlalu tinggi juga dapat menghambat kerja sistem imun. Makanan tinggi garam yang sebaiknya Anda hindari meliputi:
- Keripik dan camilan asin
- Makanan kalengan dan instan
- Makanan beku siap saji
- Saus asin dan makanan acar
13. Mengonsumsi Makanan Keras dan Renyah
Tekstur keras dapat melukai tenggorokan dan sariawan di mulut. Hal ini membuat proses makan menjadi tidak nyaman dan memperlambat pemulihan.
Sebaiknya pilih makanan bertekstur lembut seperti bubur, sup, atau kentang tumbuk. Tekstur lunak lebih aman dan mudah Anda telan.
14. Mengonsumsi Produk Olahan Susu Saat Kondisi Tertentu
Produk susu bisa berinteraksi dengan obat tertentu jika Anda konsumsi bersamaan. Kondisi ini dapat mengurangi efektivitas pengobatan.
Jika sedang mengonsumsi obat, sebaiknya beri jeda waktu sebelum atau sesudah konsumsi susu. Langkah ini membantu pengobatan bekerja lebih optimal.
15. Banyak Makan Daging Olahan
Daging olahan mengandung garam, lemak jenuh, dan bahan tambahan yang dapat memicu peradangan. Konsumsi berlebihan dapat memperburuk kondisi tubuh saat sakit.
Makanan seperti sosis, nugget, dan daging asap sebaiknya Anda batasi. Pilih sumber protein yang lebih segar dan mudah tercerna.
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami penyakit flu singapura, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- The Healthy. 12 Foods That Could Make Your Cold or Flu Worse. Februari 2026
- NHS inform. Blisters. Februari 2026


