Pantangan eksim mencakup makanan seperti daging merah, gluten, alkohol, produk susu, serta beberapa sayur yang dapat memicu peradangan. Pantangan eksim juga diimbangi dengan pilihan makanan yang bisa dicoba seperti ikan berlemak, probiotik, dan makanan tinggi quercetin untuk membantu menjaga kondisi kulit.

Beberapa kandungan dalam produk skincare dapat memicu iritasi pada kulit yang sensitif, terutama bagi penderita eksim. Oleh karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih produk perawatan agar tidak memperburuk kondisi kulit.
Selain dari produk skincare, faktor lingkungan fisik dan kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi eksim. Paparan bahan kimia, polusi, serta zat iritan lain di sekitar dapat menjadi pemicu yang membuat gejala semakin kambuh.
makanan yang harus dihindari
Beberapa jenis makanan dapat memicu peradangan dalam tubuh dan memperparah kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis. Oleh karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih asupan sehari-hari.
- Daging merah. Daging merah mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Konsumsi sebaiknya Anda batasi agar tidak memperparah gejala.
- Makanan mengandung gluten. Gluten terdapat pada makanan olahan seperti roti, pasta, dan sereal. Pada beberapa orang, gluten dapat memicu kambuhnya masalah kulit.
- Alkohol. Minuman seperti bir dan anggur merah dapat meningkatkan peradangan jika Anda konsumsi berlebihan. Mengurangi frekuensi dan jumlah konsumsi dapat membantu mencegah gejala memburuk.
- Terong dan sayuran nightshade. Terong termasuk dalam kelompok sayuran nightshade yang dapat memicu gejala pada sebagian orang. Sayuran lain dalam kelompok ini seperti tomat, paprika, dan kentang juga sebaiknya Anda batasi.
- Produk susu. Susu full cream, keju, yogurt, es krim, dan cokelat mengandung protein casein yang sulit tubuh cerna. Kandungan ini dapat memicu peradangan pada beberapa kondisi tertentu.
Baca Juga: 15 Pantangan Flu Singapura, dari Makanan sampai Aktivitas
kebiasaan atau lingkungan fisik yang harus dihindari
Paparan bahan kimia dari lingkungan sehari-hari dapat memicu atau memperburuk gejala eksim tanpa Anda sadari. Oleh karena itu, penting untuk memahami sumber iritasi di sekitar agar kulit tetap terlindungi dan tidak mudah kambuh.
1. Paparan Polusi Udara di Luar Ruangan
Udara luar yang tercemar mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat memicu iritasi pada kulit. Paparan ini dapat membuat kulit menjadi lebih kering, sensitif, dan rentan mengalami peradangan.
Polusi udara juga dapat memperparah gejala eksim jika terpapar dalam waktu lama. Oleh karena itu, mengurangi aktivitas di luar saat kualitas udara buruk dapat membantu menjaga kondisi kulit.
- karbon monoksida
- senyawa organik volatil (VOCs)
- sulfur oksida dan nitrogen oksida
- logam beracun
- polutan radioaktif
- partikel halus (particulate matter)
Partikel halus dapat mengandung campuran zat berbahaya seperti:
- hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs)
- asap rokok dan pembakaran lainnya
- logam dan bahan kimia lainnya
Polutan tersebut dapat bereaksi di udara dan membentuk zat lain seperti:
- ozon di permukaan tanah
- nitrogen dioksida
- asam sulfat
- kabut asap (smog)
2. Paparan Bahan Kimia di Dalam Ruangan
Lingkungan dalam rumah juga dapat menjadi sumber iritasi jika terdapat bahan kimia tertentu. Zat-zat ini biasanya berasal dari perabotan, bahan bangunan, hingga produk rumah tangga.
Paparan bahan kimia di dalam ruangan dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan gatal. Bahkan dalam waktu singkat, kondisi ini bisa memicu kambuhnya eksim, terutama pada anak-anak.
- kain seperti tirai, pakaian, dan karpet
- peralatan rumah tangga
- cat dinding dan wallpaper
- bahan konstruksi
- pelarut dan perekat
Beberapa bahan kimia yang perlu Anda hindari antara lain:
- benzena
- etilen glikol
- formaldehida
- metilen klorida
- tetrakloroetilena
- toluena
3. Paparan Bahan Kimia di Tempat Kerja
Beberapa jenis pekerjaan membuat kulit lebih sering terpapar air dan bahan kimia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko iritasi dan memperparah eksim.
Paparan berulang terhadap zat kimia dapat merusak lapisan pelindung kulit. Hal ini membuat kulit lebih mudah kering, gatal, dan mengalami peradangan.
- asam
- deterjen dan disinfektan
- bensin dan bahan bakar lainnya
- lem
- pewarna rambut dan bahan kimia salon
- cat, pewarna, dan pelapis
- pelarut
Paparan logam tertentu juga perlu diwaspadai:
- tembaga
- kadmium
- timbal
4. Paparan Produk Sehari-hari yang Mengiritasi Kulit
Banyak produk yang digunakan sehari-hari ternyata mengandung bahan yang dapat memicu eksim. Kontak langsung dengan kulit dapat menyebabkan rasa gatal, perih, dan kemerahan.
Produk seperti sabun, deterjen, dan perawatan tubuh sering menjadi pemicu utama iritasi. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk dengan kandungan yang lebih aman bagi kulit sensitif.
- pewangi (fragrance)
- urea dan retinoid
- propilen glikol
- cocamidopropyl betaine
- alkohol/etanol
- bahan pewarna dan zat aktif kosmetik
Bahan tambahan lain yang perlu dihindari:
- paraben
- isothiazolinone
- formaldehida dan turunannya
- methyldibromo glutaronitrile
- thiomersal
Selain itu, beberapa bahan lain juga dapat memicu eksim:
- pewarna sintetis (kuning, biru, tartrazin)
- nikel pada perhiasan atau aksesori
- ftalat dan bisfenol A pada plastik
- styrene pada kemasan dan bahan bangunan
Baca Juga: 8 Pantangan Makanan untuk Penderita Ambeien atau Wasir
kandungan skincare yang harus dihindari
Beberapa kandungan dalam produk skincare dapat memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif atau rentan terhadap eksim. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahan apa saja yang sebaiknya dihindari agar kulit tetap sehat dan tidak mudah bermasalah.
1. Fragrance (Pewangi)
Fragrance sering ditambahkan untuk memberikan aroma yang menyenangkan atau menutupi bau bahan lain. Namun, kandungan ini cukup sering memicu reaksi alergi pada kulit sensitif.
Kulit dapat mengalami kemerahan, gatal, atau iritasi setelah terpapar fragrance. Oleh karena itu, produk tanpa pewangi biasanya lebih aman untuk digunakan.
2. Essential Oils (Minyak Esensial)
Minyak esensial sering dianggap aman karena berasal dari bahan alami. Padahal, kandungan ini tetap berpotensi menyebabkan iritasi atau alergi pada kulit tertentu.
Beberapa jenis seperti tea tree oil dapat memicu reaksi pada kulit sensitif. Penggunaannya sebaiknya dibatasi atau dihindari jika kulit mudah bereaksi.
3. Urea
Urea dikenal sebagai bahan yang membantu mengangkat sel kulit mati dan melembapkan kulit. Namun, pada kulit sensitif, kandungan ini bisa menimbulkan rasa perih atau iritasi.
Penggunaan urea dapat memengaruhi lapisan pelindung alami kulit jika tidak sesuai kondisi kulit. Karena itu, pemakaiannya perlu lebih berhati-hati.
4. Lanolin
Lanolin berasal dari wol domba dan memiliki sifat melembapkan yang baik. Meski demikian, beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan ini.
Alih-alih melembapkan, lanolin justru bisa memperburuk kondisi kulit sensitif. Reaksi yang muncul bisa berupa gatal atau kemerahan.
5. Retinoid
Retinoid merupakan turunan vitamin A yang sering digunakan untuk mengatasi jerawat dan tanda penuaan. Namun, bahan ini cukup kuat dan dapat menyebabkan iritasi.
Kulit bisa menjadi kering, mengelupas, atau terasa perih setelah penggunaan. Pada kulit sensitif, retinoid sebaiknya Anda gunakan dengan sangat hati-hati atau hindari.
6. Cocamidopropyl Betaine
Kandungan ini dapat Anda temukan dalam sampo, sabun mandi, dan produk pembersih karena menghasilkan busa. Meskipun terlihat lembut, bahan ini dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang.
Iritasi dapat muncul baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Gejalanya bisa berupa kemerahan, gatal, atau ruam pada kulit.
7. Propylene Glycol
Propylene glycol berfungsi sebagai bahan pelembap dan pengemulsi dalam berbagai produk skincare. Kandungan ini juga sering terdapat dalam obat oles.
Pada beberapa orang, bahan ini dapat memicu reaksi alergi atau iritasi. Bahkan, kondisi kulit bisa memburuk meskipun sedang menggunakan produk perawatan.
8. Ethanol (Alkohol)
Ethanol sering digunakan dalam produk berbentuk gel karena cepat meresap dan memberi sensasi dingin. Namun, bahan ini dapat membuat kulit menjadi kering.
Pada kulit sensitif, ethanol bisa menyebabkan rasa perih atau terbakar. Penggunaan jangka panjang juga dapat merusak kelembapan alami kulit.
makanan yang bagus untuk penderita eksim
Mengatur pola makan dapat menjadi salah satu cara untuk membantu meredakan gejala eksim dari dalam tubuh. Namun, penting untuk tetap memperhatikan kemungkinan alergi atau sensitivitas terhadap makanan tertentu agar tidak memicu kambuhnya gejala.
1. Ikan Berlemak
Ikan berlemak seperti salmon dan herring mengandung asam lemak omega-3 yang memiliki efek antiinflamasi. Kandungan ini dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit sehingga gejala eksim menjadi lebih terkendali.
Omega-3 juga bisa Anda temukan dalam suplemen minyak ikan, tetapi asupan dari makanan alami lebih disarankan. Mengonsumsi ikan secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menjaga kesehatan kulit.
2. Makanan yang Mengandung Probiotik
Makanan probiotik seperti yogurt mengandung bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Kondisi usus yang sehat dapat mendukung sistem imun sehingga risiko kambuhnya eksim dapat berkurang.
Selain itu, probiotik juga berperan dalam membantu tubuh merespons alergen dengan lebih baik. Mengonsumsinya secara teratur dapat memberikan manfaat bagi kesehatan pencernaan dan kulit.
- sup miso
- acar fermentasi alami
- sauerkraut tanpa pasteurisasi
- kombucha
- kefir
- tempe
3. Makanan yang Mengandung Quercetin
Quercetin merupakan senyawa alami yang termasuk dalam kelompok flavonoid dan banyak ditemukan pada tumbuhan. Senyawa ini berperan sebagai antioksidan yang dapat membantu melawan peradangan dalam tubuh.
Mengonsumsi makanan yang kaya quercetin dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi reaksi peradangan. Hal ini penting karena eksim sering berkaitan dengan kondisi peradangan pada kulit.
- apel
- buah beri
- ceri gelap
- anggur merah
- brokoli
- bawang
- teh hijau
Baca Juga: 16 Pantangan Makanan Penyakit Ginjal yang Perlu Dihindari
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami penyakit eksim, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.






