Moluskum kontagiosum adalah infeksi kulit akibat virus yang menyebabkan munculnya benjolan kecil di permukaan kulit. Gejalanya meliputi benjolan kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit, memiliki lekukan di tengah, terasa gatal, dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh.

Moluskum kontagiosum dapat terjadi ketika virus menyebar melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau melalui benda yang telah terkontaminasi. Kondisi ini juga dapat menular ketika seseorang sering menyentuh, menggaruk, atau berbagi barang pribadi dengan penderita.
Meski umumnya tidak berbahaya, moluskum kontagiosum tetap perlu Anda tangani dengan tepat agar tidak menyebar ke area kulit lain. Penanganannya dapat Anda lakukan dengan perawatan medis seperti pengangkatan benjolan, penggunaan obat, maupun krim topikal sesuai anjuran dokter.
Apa Itu Moluskum Kontagiosum?
Moluskum kontagiosum adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan benjolan kecil pada permukaan kulit. Benjolan tersebut biasanya berbentuk bulat, sedikit menonjol, dan memiliki tampilan yang menyerupai mutiara.
Benjolan pada moluskum kontagiosum dapat berwarna putih, menyerupai warna kulit, atau terkadang tampak merah muda hingga keunguan. Kondisi ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, tetapi paling sering ditemukan pada wajah, leher, lengan, kaki, maupun area genital.
Baca Juga: Apa Itu Ruam Kulit? Penyebab, Gejala, Pengobatan
Penyebab Moluskum Kontagiosum
Moluskum kontagiosum terjadi akibat infeksi virus yang dapat menular dengan cukup mudah melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Penularan biasanya terjadi saat kulit bersentuhan dengan sumber virus atau benda yang telah terkontaminasi.
- Kontak langsung kulit dengan kulit yang terinfeksi
- Menyentuh atau menggunakan benda yang terkontaminasi virus, seperti handuk, papan renang, atau matras olahraga
- Berenang di kolam renang atau berendam di hot tub yang terpapar virus
- Kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi
- Menggaruk atau menggosok benjolan sehingga virus menyebar ke area kulit di sekitarnya
Faktor Risiko Moluskum Kontagiosum
Moluskum kontagiosum dapat siapa saja yang mengalami, tetapi ada beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih mudah terinfeksi virus ini. Faktor tertentu dapat meningkatkan kemungkinan virus masuk ke kulit dan berkembang menjadi infeksi.
- Usia 1–10 tahun. Infeksi ini paling sering terjadi pada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang dan mereka lebih sering melakukan kontak fisik saat bermain.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kondisi kesehatan tertentu atau pengobatan seperti terapi kanker dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan terkena infeksi virus ini.
- Mengalami dermatitis atopik (eksim). Kulit yang mengalami eksim cenderung lebih sensitif dan mudah terluka, sehingga virus lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi.
Gejala moluskum kontagiosum
Moluskum kontagiosum adalah infeksi kulit yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil di permukaan kulit. Gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga cukup mengganggu jika jumlah benjolan semakin banyak.
Benjolan ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh dan terkadang disertai rasa gatal atau peradangan pada kulit di sekitarnya. Jika sering Anda garuk atau terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, lesinya bisa berkembang lebih besar dan menyebar.
- Muncul benjolan kecil seperti jerawat, kutil, atau lesi pada kulit dengan ukuran sekitar 2–5 mm
- Warna benjolan bisa putih, menyerupai warna kulit, atau merah muda hingga keunguan
- Memiliki lekukan kecil di bagian tengah benjolan
- Benjolan terasa padat pada awalnya tetapi dapat menjadi lebih lunak seiring waktu
- Benjolan dapat mengeluarkan cairan bening atau putih
- Kulit terasa gatal
- Menggaruk benjolan dapat menyebabkan penyebaran ke area kulit lain
- Benjolan baru dapat muncul berderet atau berkelompok di sekitar area yang terinfeksi
- Kulit di sekitar benjolan dapat membengkak, membesar, serta berubah warna menjadi kemerahan atau keunguan
- Benjolan dapat terasa nyeri atau tidak nyaman
- Pada orang dengan sistem imun lemah, ukuran benjolan dapat membesar lebih dari 5 mm
- Benjolan dapat muncul di wajah seperti kelopak mata, bibir, leher, lengan, kaki, area genital, perut, dan paha bagian dalam.
Baca Juga: 14 Penyebab Muncul Bintik Merah pada Kulit Tapi Tidak Gatal
Diagnosis Moluskum Kontagiosum
Diagnosis moluskum kontagiosum umumnya dilakukan melalui pemeriksaan langsung pada kulit yang mengalami keluhan. Dokter biasanya akan mengamati bentuk, ukuran, dan ciri khas benjolan yang muncul untuk memastikan apakah lesi tersebut mengarah pada infeksi moluskum kontagiosum.
Selain pemeriksaan fisik, dokter juga dapat menanyakan riwayat kesehatan serta gejala yang dialami untuk membantu menegakkan diagnosis. Pada beberapa kasus, pemeriksaan biopsi kulit dapat Anda lakukan dengan mengambil sampel kecil dari benjolan untuk diperiksa di bawah mikroskop guna memastikan penyebab infeksi.
Komplikasi Moluskum Kontagiosum
Moluskum kontagiosum umumnya merupakan infeksi kulit yang ringan, tetapi dalam beberapa kondisi dapat menimbulkan komplikasi. Salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah infeksi bakteri pada kulit yang muncul ketika benjolan tergores, pecah, atau sering digaruk.
Infeksi bakteri dapat menyebabkan kulit menjadi lebih merah, bengkak, dan terasa nyeri. Kondisi ini bisa menjadi lebih serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga memerlukan penanganan medis yang tepat.
Cara Mengatasi Moluskum Kontagiosum
Moluskum kontagiosum sering kali dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun, pada kondisi tertentu seperti munculnya rasa nyeri, jumlah benjolan yang banyak, atau terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, penanganan medis dapat Anda lakukan untuk membantu mempercepat penyembuhan.
- Mengangkat benjolan pada kulit. Dokter dapat menghilangkan benjolan menggunakan beberapa metode seperti pembekuan (krioterapi), pengikisan (kuretase), atau terapi laser. Prosedur ini untuk menghilangkan lesi yang tampak pada kulit.
- Mengonsumsi obat tertentu. Dalam beberapa kasus, obat minum dapat Anda berikan untuk membantu mengatasi infeksi, terutama pada anak-anak. Obat ini harus Anda gunakan sesuai anjuran dokter.
- Menggunakan krim atau salep topikal. Krim atau salep yang Anda oleskan pada kulit dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi gejala. Beberapa bahan yang digunakan antara lain podophyllum, potassium hydroxide, salicylic acid, benzoyl peroxide, dan tretinoin.
Cara Mencegah Moluskum Kontagiosum
Moluskum kontagiosum dapat menular dengan mudah melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi virus. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak dengan sumber penularan agar infeksi tidak menyebar.
- Mencuci tangan secara rutin. Menjaga kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membantu mengurangi risiko penyebaran virus ke bagian tubuh lain maupun ke orang lain.
- Tidak menyentuh atau menggaruk benjolan. Menggaruk atau menyentuh lesi dapat menyebabkan virus menyebar ke area kulit di sekitarnya. Mencukur rambut di area yang terinfeksi juga sebaiknya Anda hindari karena dapat memperluas penyebaran.
- Tidak berbagi barang pribadi. Hindari menggunakan atau meminjam barang pribadi seperti pakaian, handuk, sisir, atau perlengkapan mandi bersama orang lain.
- Menghindari kontak seksual sementara waktu. Jika benjolan muncul di area genital, sebaiknya hindari aktivitas seksual hingga benjolan sembuh untuk mencegah penularan.
- Menutup benjolan saat berada di sekitar orang lain. Menutup lesi dengan pakaian atau perban dapat membantu mencegah kontak langsung dengan orang lain. Saat sendirian, area tersebut dapat dibiarkan terbuka agar kulit tetap mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
Pengobatan Moluskum Kontagiosum Ke Dokter
Pada sebagian kasus, moluskum kontagiosum dapat membaik dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Namun, pemeriksaan ke dokter tetap Anda perlukan jika gejala semakin berat atau menimbulkan ketidaknyamanan pada kulit.
Segera periksakan diri ke tenaga medis agar kondisi dapat dievaluasi dan ditangani dengan tepat. Penanganan yang cepat juga membantu mencegah penyebaran infeksi ke area kulit lainnya.
- Kulit terasa nyeri atau tidak nyaman
- Infeksi menyebar ke lebih dari satu area kulit
- Gejala mengganggu aktivitas sehari-hari
- Kulit di sekitar benjolan membengkak dan mengeluarkan cairan berwarna kuning
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan mengalami gejala infeksi
Baca Juga: Cara Mengobati Bintik Merah pada Kulit dan Penyebabnya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami moluskum kontagiosum, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







