Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Penyebab Ebola, Gejala Penyakit, dan Cara Mengatasinya
Defara
Senin, 09 Mei 2022 / Published in Artikel Kesehatan

Penyebab Ebola, Gejala Penyakit, dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Penyakit ebola adalah infeksi virus mematikan yang menyebabkan gejala demam tinggi, sakit kepala, diare, muntah, lemah otot, hingga perdarahan organ. Virus menyebar melalui kontak langsung lewat cairan tubuh seperti darah, feses, hingga muntah.

Penyakit Ebola

Sakit kepala menjadi salah satu gejala umum dari penyakit ebola.

Pengobatan penyakit Ebola bertujuan menjaga kondisi tubuh pasien agar tetap stabil selama melawan infeksi. Tenaga medis memberikan cairan, obat pendukung, dan pemantauan rutin untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

Ebola mudah menular sehingga pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Masyarakat perlu menjaga kebersihan, menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, serta mengikuti anjuran kesehatan dan vaksinasi jika tersedia.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Penyakit Ebola?
  • Tipe Virus Ebola
  • Ciri-Ciri Penyakit Ebola
  • Penyebab Peyakit Ebola
  • Cara Diagnosis Infeksi Virus Ebola
  • Cara Mengatasi Penyakit Ebola
    • 1. Therapeutics
    • 2. Supportive Care
    • 3. Vaksin
  • Cara Mencegah Infeksi Virus Ebola
    • 1. Menjaga Kebersihan Diri
    • 2. Hindari Kontak Langsung dengan Cairan Tubuh Orang Lain
    • 3. Menghindari Area dan Aktivitas Berisiko Tinggi
    • 4. Menghindari Hubungan Seksual Tanpa Pengaman
    • 5. Menerapkan Prosedur Pemakaman yang Aman
    • 6. Menghindari Kontak dengan Hewan Liar

Apa Itu Penyakit Ebola?

Penyakit Ebola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus ebola. Jika tidak tertangani oleh tenaga medis, virus Ebola sangat berbahaya.

Virus Ebola memiliki enam jenis, yaitu Zaire, Bundibugyo, Sudan, Tai Forest, Reston, dan Bombali, dan pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Sudan dan Yambuku. Sejak kemunculan awal tersebut, virus ini terkenal sebagai penyebab penyakit menular serius.

Pada tahun 2014, Ebola kembali merebak dan menyebar luas ke berbagai negara di dunia. Penyakit ini merupakan infeksi virus berbahaya yang dapat menyebabkan sakit berat dan mengancam nyawa penderitanya.

Asal virus Ebola adalah dari hewan liar, terutama kelelawar buah, lalu dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Penularan ini biasanya terjadi saat manusia bersentuhan langsung dengan hewan yang sakit atau mati.

Setelah menginfeksi manusia, virus Ebola dapat menyebar ke orang lain melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita. Penularan juga dapat terjadi lewat benda yang terkontaminasi, seperti pakaian, jarum, atau permukaan yang terkena darah dan muntahan.

Seseorang baru dapat menularkan Ebola setelah gejala muncul dan tetap menular selama virus masih ada dalam darahnya. Tenaga medis, perawat, serta orang yang terlibat dalam perawatan atau pemakaman jenazah penderita berisiko tinggi tertular jika tidak menerapkan prosedur perlindungan yang aman.

Baca Juga: Penyebab Rotavirus, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Tipe Virus Ebola

Virus Ebola memiliki beberapa jenis, tetapi hanya sebagian yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Jenis virus Ebola yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia meliputi:

  • Ebola virus (Zaire)
  • Sudan virus
  • Taï Forest virus
  • Bundibugyo virus

Selain itu, ada jenis virus Ebola yang tidak diketahui menyebabkan penyakit pada manusia. Reston virus menyerang hewan seperti kera dan babi, sedangkan Bombali virus ditemukan pada kelelawar dan hingga kini belum diketahui apakah dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Ciri-Ciri Penyakit Ebola

Ciri-ciri penyakit Ebola biasanya muncul sekitar 2 hingga 21 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Pada tahap awal, gejalanya sering menyerupai flu atau penyakit umum sehingga kerap tidak langsung terkenali.

Ciri-ciri umum penyakit Ebola meliputi:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tenggorokan terasa kering
  • Badan lemas
  • Sakit perut
  • Tidak nafsu makan

Bahaya virus Ebola sangat serius karena dapat menyebabkan kondisi sakit berat hingga mengancam nyawa. Jika tidak segera mendapat penanganan medis, penyakit ini dapat berkembang dan menimbulkan perdarahan pada organ dalam yang terlihat keluar melalui mata, telinga, atau hidung.

Penyebab Peyakit Ebola

Penyebab penyakit Ebola terjadi karena infeksi virus yang menular melalui kontak langsung dengan hewan atau manusia yang sudah terinfeksi. Hewan yang paling sering berkaitan sebagai sumber penularan adalah kelelawar buah dan hewan primata, lalu virus dapat menyebar antarmanusia sehingga penularannya semakin luas.

Cara penyebaran virus Ebola dapat terjadi melalui beberapa kontak langsung berikut:

  • Cairan tubuh manusia yang terinfeksi, seperti air liur, urine, keringat, muntah, dan ASI
  • Barang yang terkontaminasi cairan tubuh, seperti pakaian, jarum, seprei, dan alat medis
  • Hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar buah, monyet, dan primata lainnya
  • Air mani pria yang terinfeksi melalui hubungan oral, vagina, atau anal
  • Cairan vagina wanita yang terinfeksi saat berhubungan intim

Seseorang yang sudah terinfeksi virus Ebola tetapi belum menunjukkan gejala belum dapat menularkan virus tersebut. Penularan baru terjadi ketika gejala muncul sehingga orang yang sudah sakit dan bergejala menjadi sumber utama penyebaran.

Cara Diagnosis Infeksi Virus Ebola

Diagnosis infeksi virus Ebola diawali dengan wawancara oleh tenaga medis mengenai keluhan yang Anda alami. Dokter juga akan menanyakan riwayat perjalanan serta kemungkinan kontak dengan orang sakit atau area yang berisiko Ebola.

Untuk memastikan penyebab penyakit dan membedakannya dari infeksi lain, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:

  • Tes darah, untuk mendeteksi virus Ebola sekaligus menilai kondisi darah, hati, ginjal, dan organ lainnya
  • Usap mulut, untuk memeriksa keberadaan virus atau bakteri melalui air liur
  • Tes urine, untuk melihat adanya infeksi lain yang mungkin menyebabkan gejala
  • Pemeriksaan tinja, untuk mengecek virus atau bakteri dari sampel kotoran
  • Tes dahak, untuk memeriksa lendir dari paru-paru guna mengetahui penyebab infeksi

Cara Mengatasi Penyakit Ebola

Penanganan penyakit Ebola bergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahan penyakit. Secara umum, cara mengatasi Ebola meliputi pemberian obat khusus, perawatan pendukung, dan penggunaan vaksin untuk mencegah infeksi.

1. Therapeutics

Therapeutics merupakan pengobatan yang digunakan untuk menangani Ebola akibat virus Zaire Ebolavirus. Metode ini memakai obat antibodi seperti Inmazeb dan Ebanga yang sudah disetujui otoritas kesehatan dan diberikan kepada pasien Ebola.

Obat antibodi tersebut bekerja dengan membantu tubuh melawan virus secara lebih efektif. Dengan pengobatan ini, risiko kematian pada pasien Ebola dapat ditekan.

Baca Juga: Bagaimana Virus Omicron Menyebar?

2. Supportive Care

Supportive care adalah perawatan pendukung yang bertujuan menjaga kondisi tubuh pasien tetap stabil selama melawan infeksi. Perawatan ini sangat penting karena membantu mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.

Beberapa bentuk perawatan pendukung yang diberikan antara lain:

  • Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh
  • Memberikan obat untuk menstabilkan tekanan darah, mengatasi muntah dan diare, serta menurunkan demam dan nyeri
  • Menangani penyakit lain yang muncul selama infeksi Ebola

3. Vaksin

Vaksin Ervebo terbukti efektif membantu melindungi tubuh dari infeksi virus Ebola dan telah mendapat persetujuan dari lembaga kesehatan internasional untuk digunakan pada orang berusia 18 tahun ke atas. Penggunaan ini bertujuan memberikan perlindungan yang optimal terhadap risiko penularan.

Penggunaan Ervebo tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui. Pemberiannya dilakukan dalam dua dosis dengan jarak sekitar delapan minggu agar perlindungan yang dihasilkan lebih maksimal.

Cara Mencegah Infeksi Virus Ebola

Pencegahan infeksi virus Ebola sangat penting karena penyakit ini mudah menular dan berbahaya. Berikut beberapa cara pencegahan Ebola yang bisa Anda lakukan:

1. Menjaga Kebersihan Diri

Menjaga kebersihan adalah langkah dasar pencegahan penyakit Ebola. Anda dianjurkan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas.

Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Kebiasaan ini membantu membunuh kuman dan virus yang menempel di tangan.

2. Hindari Kontak Langsung dengan Cairan Tubuh Orang Lain

Hindari kontak langsung tanpa pelindung dengan cairan tubuh orang yang sedang sakit atau yang meninggal akibat Ebola. Cairan tubuh seperti darah, muntah, urine, dan keringat dapat menjadi sumber penularan.

Selain itu, jangan menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi cairan tubuh, seperti pakaian, seprai, toilet, atau permukaan di sekitar penderita. Virus dapat bertahan di benda-benda tersebut dan menular saat tersentuh.

3. Menghindari Area dan Aktivitas Berisiko Tinggi

Area atau aktivitas yang memiliki risiko tinggi terpapar virus Ebola perlu diwaspadai, terutama di wilayah dengan kasus Ebola. Risiko penularan meningkat saat berada di tempat perawatan pasien tanpa perlindungan yang memadai.

Di daerah terdampak Ebola, aktivitas berisiko meliputi:

  • Kontak langsung tanpa pelindung dengan orang sakit
  • Prosesi pemakaman yang tidak aman
  • Menangani atau mengonsumsi hewan liar, baik hidup maupun mati

Jika harus berada di area berisiko, penggunaan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, baju pelindung, dan kacamata sangat dianjurkan. Langkah ini membantu menurunkan risiko penularan virus.

4. Menghindari Hubungan Seksual Tanpa Pengaman

Hubungan seksual dengan penderita Ebola dapat menularkan virus melalui cairan tubuh. Penularan dapat terjadi melalui hubungan oral, vaginal, maupun anal selama masa sakit.

Pada penyintas Ebola, virus masih dapat bertahan dalam air mani hingga 12 bulan. Oleh sebab itu, hubungan seksual sebaiknya ditunda selama minimal 12 bulan atau dilakukan dengan penggunaan kondom secara benar dan konsisten.

5. Menerapkan Prosedur Pemakaman yang Aman

Kontak langsung tanpa pelindung dengan jenazah penderita Ebola atau orang yang meninggal dengan penyebab tidak jelas berisiko menularkan virus. Jenazah masih dapat mengandung virus dan menjadi sumber penularan.

Jika ikut serta dalam proses pemakaman, kebersihan diri dan penggunaan alat pelindung diri perlu diterapkan dengan ketat. Masker, sarung tangan, gaun pelindung, dan kacamata pelindung berperan penting dalam melindungi diri dan orang lain.

6. Menghindari Kontak dengan Hewan Liar

Kontak dengan hewan liar, baik yang hidup maupun mati, berisiko menularkan virus Ebola karena beberapa hewan dapat menjadi pembawa virus. Paparan daging, kotoran, atau cairan tubuh hewan liar juga dapat meningkatkan risiko infeksi.

Hewan seperti kelelawar buah dan primata diketahui berperan dalam penyebaran Ebola di beberapa wilayah. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan tidak menyentuh atau mengonsumsi hewan liar.

Baca Juga: Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus?

Jika mengalami gejala Ebola seperti demam tinggi, lemas berat, muntah, diare, atau perdarahan, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.

Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital! Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.

Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.

Telah direview oleh dr. Surya Seftiawan Pratama

Source:

  • WebMD. Ebola Virus Disease. Desember 2025.
  • CDC. Ebola. Desember 2025.
  • Hopkins Medicine. Ebola. Desember 2025.

Diperbarui pada 18 Januari 2024

Artikel Terkait

  • penularan virus cacar monyet
    Bagaimana Penularan Virus Cacar Monyet pada Manusia?
  • gejala virus hmpv
    Gejala Virus HMPV yang Harus Diwaspadai dan Pencegahan
  • Human papillomavirus HPV
    Human Papillomavirus (HPV): Penyebab, Gejala & Pengobatan
  • virus HMPV di Indonesia
    Virus HMPV Masuk Indonesia: Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu
Tagged under: Gangguan Penyakit

Artikel Terkait

  • penularan virus cacar monyet
    Bagaimana Penularan Virus Cacar Monyet pada Manusia?
  • gejala virus hmpv
    Gejala Virus HMPV yang Harus Diwaspadai dan Pencegahan
  • Human papillomavirus HPV
    Human Papillomavirus (HPV): Penyebab, Gejala & Pengobatan
  • virus HMPV di Indonesia
    Virus HMPV Masuk Indonesia: Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP