Ditulis oleh Tim Konten Medis
Gejala dan pengobatan TBC pada ibu hamil cenderung berbeda-beda, tergantung dari kondisi dan jenis penyakit yang terjadi pada penderita. Misalnya, infeksi TB laten pada ibu hamil sering kali tidak menimbulkan gejala dan memerlukan pengobatan berupa rifampin sesuai anjuran dokter.

Gejala TBC berupa batuk berdarah.
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit berbahaya dan menular yang menyerang paru-paru dan terjadi akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil.
TBC bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya selain paru-paru, seperti ke tulang belakang, otak, atau kelenjar getah bening. Lantas, bagaimana gejala dan pengobatan TBC pada ibu hamil? Mari simak pembahasan di bawah ini ya.
Gejala TBC
Gejala yang biasa dirasakan oleh penderita TBC di antaranya:
- Batuk tidak kunjung sembuh dalam waktu lama
- Berat badan menurun
- Keringat di malam hari
- Batuk berdarah
Selain itu, terdapat beberapa dampak yang bisa muncul pada janin di dalam kandungan berupa:
- Berat badan lahir rendah
- Meningkatkan risiko bayi lahir prematur
- Mengidap penyakit TB saat bayi lahir
- Bayi yang terjangkit TB melalui ibunya dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat
Tuberkulosis mudah menyebar dan menular saat penderita TB aktif mengeluarkan kuman ke udara melalui berbicara, bersin, atau batuk. Namun, kebanyakan orang yang menghirup kuman ini mampu melawan dan menghentikan perkembangan bakteri di dalam tubuh.
Hasilnya, bakteri penyebab TBC menjadi tidak aktif sehingga menimbulkan infeksi TB laten tanpa adanya gejala yang terjadi pada penderita. Meskipun tidak aktif, bakteri tersebut akan tetap hidup dan bisa menjadi aktif di kemudian hari.
Umumnya, beberapa orang yang mengidap infeksi TB laten terjadi selama seumur hidup dan jarang menjadi aktif, serta berkembang menjadi penyakit TB. Anda perlu berhati-hati apabila memiliki daya tahan tubuh lemah karena bisa meningkatkan risiko terjadinya TB aktif dan memicu pertumbuhan bakteri. Hal ini dapat terjadi ketika infeksi TBC laten berupa menjadi aktif.
Dokter dapat mendeteksi penyakit tuberkulosis melalui pemeriksaan fisik dan penunjang. Jenis pemeriksaan ini berupa tes darah, tes darah, dan foto rontgen.
Baca Juga: Apakah Pasien TBC Bisa Sembuh Total? Cek Fakta Medisnya!
Pengobatan TBC pada Ibu Hamil
Banyak ibu hamil yang mungkin merasa khawatir dalam mengonsumsi obat medis, terutama obat TBC yang harus Anda minum dalam jangka waktu panjang. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena obat TBC berperan penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan ibu dan janin di dalam kandungan.
Pengobatan infeksi tuberkulosis laten saat kehamilan dapat Anda lakukan dengan cara:
- Bagi sebagian besar ibu hamil, pengobatan untuk infeksi TB laten bisa ditunda hingga 2-3 bulan pascapersalinan untuk menghindari pemberian obat yang tidak diperlukan selama kehamilan
- Wanita yang berisiko tinggi terhadap perkembangan infeksi TB laten menjadi penyakit TB aktif, pengobatan untuk infeksi TB laten tidak boleh ditunda hanya karena sedang hamil saja, termasuk selama trimester pertama
Sementara itu, pengobatan tuberkulosis pada ibu hamil sesuai anjuran dokter berupa:
- Infeksi TB laten: Jenis obat rifampin (RIF) selama 4 bulan, kombinasi isoniazid (INH) dan RIF selama 3 bulan, INH selama 6 atau 9 bulan dengan suplemen vitamin B6. Infeksi TB laten tidak direkomendasi kombinasi INH dan rifapentine mingguan selama 3 bulan untuk ibu hamil atau sedang merencanakan kehamilan selama masa pengobatan.
- Penyakit TBC: Kombinasi INH, RIF, dan etambutol (EMB) setiap hari selama 2 bulan, diikuti oleh INH dan RIF setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (total pengobatan 9 bulan). Penyakit TBC aktif tidak boleh menggunakan obat streptomisin dan pirazinamid (PZA) karena memiliki efek berbahaya pada janin.
- Penyakit TBC terkait HIV: Pengobatan penyakit TBC untuk ibu hamil yang terinfeksi HIV harus sama dengan wanita yang tidak hamil, tetapi dengan memperhatikan dosis yang diberikan.
Dokter juga tidak menganjurkan ibu hamil untuk mengonsumsi jenis obat tertentu, seperti streptomisin, kanamisin, amikasin, kapreomisin, dan fluorokuinolon. Selain itu, ibu hamil yang dirawat akibat TB resisten terhadap obat perlu menerima konseling terkait risiko pada janin, risiko yang diketahui, dan tidak diketahui dari obat antituberkulosis lini kedua.
Pemberian obat resep dokter harus Anda konsumsi hingga tuntas agar meredakan gejala yang terjadi. Jika tidak habis, bakteri penyebab TBC akan kebal terhadap obat dan sulit menanganinya.
Perawatan Ibu Hamil dengan TBC
Infeksi TBC pada ibu hamil mungkin terdengar menakutkan dan beberapa orang menjadi takut akan efek samping obat terhadap janin. Namun, kondisi ini tidak perlu Anda khawatirkan karena dokter dapat merekomendasikan obat yang sesuai untuk kesehatan ibu dan janin.
Terapi obat TBC memerlukan kesabaran yang tinggi karena durasi pengobatan yang lama dan tidak boleh terlewat begitu saja. Bagi keluarga dan orang terdekat, penting untuk selalu mengingatkan ibu hamil yang terinfeksi TBC agar minum obat secara teratur. Hal ini sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit.
Selain minum obat, ibu hamil juga dapat melakukan kontrol rutin ke dokter untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh dan dosis obat yang tepat. Dokter menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
Pastikan untuk selalu menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan sehat, seperti memiliki ventilasi rumah yang baik. Jangan lupa untuk berolahraga ringan dan berjemur di bawah sinar matahari agar menjaga tubuh tetap fit dan mempercepat proses pemulihan.
Jika gejala tuberkulosis pada ibu hamil tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan Anda sekeluarga bersama Ciputra Hospital!
Telah direview oleh dr. Surya S Pratama
Source:
- CDC. Treatment for TB During Pregnancy. Agustus 2024.
- WebMD. Tuberculosis (TB): Causes, Symptoms, Treatment. Agustus 2024.
- WebMD. Tuberculosis Treatment During Pregnancy. Agustus 2024.