Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Penyebab Cedera Kepala, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya
Defara
Kamis, 20 Mei 2021 / Published in Artikel Kesehatan

Penyebab Cedera Kepala, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Cedera kepala adalah kerusakan pada kulit, tengkorak, atau otak akibat terkena benturan atau guncangan. Jenis cedera kepala bisa bervariasi, termasuk ringan hingga cedera kepala berat. Gejala cedera kepala berat bisa menyebabkan pusing, kebingungan, mual, hingga hilang kesadaran.

cedera kepala

Cedera kepala dapat terbagi menjadi dua, cedera ringan dan berat.

Cedera kepala bisa terjadi karena benturan, jatuh, atau kecelakaan, dan sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini dapat berdampak serius, mulai dari pusing berkepanjangan, mual, gangguan konsentrasi, hingga penurunan kesadaran.

Penanganan kondisi ini bergantung pada tingkat keparahannya, mulai dari istirahat dan pemantauan di rumah hingga perawatan medis di rumah sakit. Pemeriksaan dokter sangat penting untuk memastikan tidak ada perdarahan atau cedera otak yang berbahaya dan untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Cedera Kepala?
  • Jenis Cedera Kepala
    • 1. Hematoma
    • 2. Pendarahan di Dalam dan Sekitar Otak
    • 3. Gegar Otak
    • 4. Pembengkakan Otak
    • 5. Fraktur Tengkorak
    • 6. Cedera Aksonal Difus
  • Penyebab Cedera Kepala
  • Gejala Cedera Kepala Ringan
  • Gejala Cedera Kepala Berat
  • Pengobatan Cedera Kepala
    • 1. Obat-obatan (Medication)
    • 2. Operasi (Surgery)
    • 3. Rehabilitasi (Rehabilitation)
  • Komplikasi Cedera Kepala

Apa Itu Cedera Kepala?

Cedera kepala adalah kondisi ketika fungsi otak, tulang tengkorak, atau kulit kepala terganggu akibat benturan atau pukulan dari luar. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan ringan hingga cedera otak yang serius.

Cedera kepala dapat berupa benjolan, memar ringan, gegar otak, patah tulang tengkorak, hingga luka pada kulit kepala. Jenis cedera ini sering terjadi akibat jatuh, kecelakaan, atau benturan keras.

Cedera kepala terbagi menjadi dua jenis, yaitu tertutup dan terbuka. Cedera kepala tertutup tidak menyebabkan tulang tengkorak pecah atau terbuka.

Sebaliknya, jenis terbuka menimbulkan luka hingga tulang tengkorak rusak dan dapat mengenai jaringan otak. Kondisi ini berisiko tinggi dan memerlukan penanganan medis segera.

Tingkat keparahan cedera kepala tidak selalu bisa terlihat dari tampilan luarnya. Ada cedera ringan yang tampak berdarah banyak, tetapi ada juga cedera berat yang tidak menunjukkan perdarahan.

Oleh karena itu, kondisi ini harus tertangani dengan serius. Pemeriksaan dokter perluk untuk memastikan kondisi dan menentukan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Penyebab Pendarahan Otak dan Tanda-Tandanya

Jenis Cedera Kepala

Dokter membagi cedera kepala menjadi dua jenis utama, yaitu tertutup dan cedera kepala terbuka. Cedera kepala tertutup terjadi ketika kepala mengalami benturan tetapi tulang tengkorak tidak pecah, dan jenis ini paling sering orang alami.

Sementara itu, jenis terbuka terjadi ketika ada benda yang menembus tulang tengkorak hingga mengenai otak. Kondisi ini biasanya karena adanya benturan atau kecelakaan yang sangat keras dan termasuk cedera serius.

Cedera kepala terbagi dalam beberapa jenis. Berikut diantaranya:

1. Hematoma

Hematoma terjadi ketika darah berkumpul di luar pembuluh darah akibat cedera. Kondisi ini bisa berbahaya jika darah menekan otak dan meningkatkan tekanan di dalam tengkorak.

Tekanan yang meningkat dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran. Jika tidak segera tertangani, kondisi ini bisa berujung pada kerusakan otak permanen.

2. Pendarahan di Dalam dan Sekitar Otak

Pendarahan di otak terjadi ketika pembuluh darah di dalam atau sekitar otak pecah dan darah keluar tanpa terkontrol. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu perdarahan subarachnoid dan perdarahan intraserebral.

Perdarahan subarachnoid terjadi di sekitar otak dan sering menimbulkan sakit kepala hebat serta muntah. Sementara itu, perdarahan intraserebral terjadi di jaringan otak dan dapat meningkatkan tekanan otak, terutama jika kondisinya sudah parah.

3. Gegar Otak

Gegar otak terjadi saat kepala mengalami benturan keras hingga fungsi otak terganggu. Gangguan ini biasanya bersifat sementara, tetapi tetap perlu Anda waspadai.

Jika benturan terjadi berulang kali, gegar otak dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Kondisi ini dapat memengaruhi daya ingat, konsentrasi, dan keseimbangan tubuh.

4. Pembengkakan Otak

Cedera pada otak dapat menyebabkan pembengkakan atau edema. Pembengkakan ini membuat tekanan di dalam tengkorak meningkat.

Tekanan yang terus bertambah dapat menekan jaringan otak dan tulang tengkorak. Akibatnya, fungsi otak bisa terganggu dan kondisi penderita dapat memburuk.

5. Fraktur Tengkorak

Tulang tengkorak sangat kuat, tetapi benturan keras tetap dapat menyebabkan patah tulang. Jika tengkorak retak atau patah, fungsi otak dapat ikut terganggu.

Pecahan tulang yang patah bisa melukai jaringan otak dan menyebabkan pendarahan. Kondisi ini termasuk cedera serius dan membutuhkan penanganan medis segera.

6. Cedera Aksonal Difus

Cedera aksonal difus terjadi ketika sel-sel otak rusak tanpa disertai pendarahan yang terlihat. Kerusakan ini menyebabkan fungsi otak terganggu dan dapat disertai pembengkakan.

Meski tidak tampak jelas dari luar, cedera ini sangat berbahaya. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen hingga berisiko mengancam nyawa.

Baca Juga: Penyebab Pecah Pembuluh Darah di Otak dan Cara Mengatasi

Penyebab Cedera Kepala

Cedera kepala bisa terjadi akibat benturan atau gaya yang sangat kuat pada kepala. Guncangan keras pada tubuh juga dapat membuat kepala bergerak tiba-tiba dan menimbulkan cedera, meskipun tidak ada benda yang langsung mengenai.

Penyebab cedera kepala yang paling sering meliputi:

  • Jatuh
  • Kecelakaan kendaraan
  • Kekerasan fisik
  • Cedera saat berolahraga

Cedera kepala dapat dialami oleh siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada kelompok tertentu. Faktor risiko kondisi ini antara lain:

  • Usia di atas 65 tahun atau anak di bawah 4 tahun
  • Pekerjaan dengan aktivitas fisik berat
  • Atlet olahraga fisik atau olahraga kontak

Gejala Cedera Kepala Ringan

Cedera kepala dapat terbagi menjadi dua, ringan dan berat. Keduanya memiliki ciri yang berbeda dan penanganannya juga berbeda.

Berikut ciri-ciri cedera kepala ringan yang mungkin Anda alami:

  • Terdapat benjolan atau pembengkakan di area kepala Anda
  • Pusing dan sakit kepala
  • Mudah peka terhadap suara bising dan cahaya
  • Mengalami kebingungan
  • Mual
  • Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
  • Keseimbangan terganggu
  • Penglihatan kabur dan terasa lelah
  • Telinga berdenging
  • Mudah lelah dan sulit mengontrol emosi

Gejala Cedera Kepala Berat

Jenis berat memiliki beberapa kondisi yang dapat diamati. Jika Anda mengalaminya, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan bantuan professional.

Adapun ciri cedera kepala berat adalah:

  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Mual dan muntah hebat
  • Memori jangka pendek bermasalah, sehingga sulit mengingat terlebih pada peristiwa yang sifatnya traumatis.
  • Bicara cadel
  • Kesulitan berjalan
  • Sulit menjaga keseimbangan, lemah di salah satu sisi
  • Warna kulit menjadi pucat
  • Kejang
  • Darah atau cairan bening mengalir dari telinga atau hidung
  • Pupil mata tidak bekerja semestinya. Saat terkena cahaya tidak bereaksi mengecil
  • Terdapat luka atau robekan di kepala
  • Hilang kesadaran atau koma
  • Tidak dapat bicara atau bergerak sama sekali

Beberapa gejala mungkin mirip dengan masalah atau kondisi medis lain. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis terbaik.

Pengobatan Cedera Kepala

Pengobatan cedera kepala disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi pasien. Tujuan utama pengobatan adalah mencegah kerusakan otak bertambah parah dan membantu pemulihan fungsi otak.

Dokter akan menentukan langkah perawatan yang paling aman dan tepat untuk setiap pasien. Berikut beberapa pengobatan cedera kepala yang umum dokter lakukan:

1. Obat-obatan (Medication)

Pada cedera otak berat, dokter dapat memberikan obat antikejang untuk mencegah kejang yang berisiko muncul dalam minggu pertama setelah cedera. Obat ini membantu melindungi otak dari gangguan aktivitas listrik yang berlebihan.

Jika cedera menyebabkan peningkatan tekanan di otak, dokter bisa memberikan obat diuretik. Obat ini membantu tubuh membuang cairan berlebih sehingga tekanan di dalam otak dapat berkurang.

Pada kondisi yang sangat serius, pasien dapat diberikan obat untuk membuat koma buatan. Tujuannya agar otak beristirahat dan membutuhkan lebih sedikit oksigen serta nutrisi selama proses penyembuhan.

2. Operasi (Surgery)

Operasi darurat dapat diperlukan untuk mencegah kerusakan otak yang lebih berat. Tindakan ini dilakukan bila terdapat masalah serius di dalam tengkorak.

Tujuan operasi dapat meliputi:

  • Mengangkat hematoma
  • Memperbaiki tulang tengkorak
  • Mengurangi tekanan di dalam tengkorak

3. Rehabilitasi (Rehabilitation)

Pasien dengan cedera otak berat biasanya memerlukan rehabilitasi untuk memulihkan fungsi otak secara maksimal. Jenis rehabilitasi disesuaikan dengan kemampuan tubuh yang terganggu akibat cedera.

Rehabilitasi dapat membantu pasien melatih kembali gerakan tubuh dan kemampuan berbicara. Proses ini dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu serta pendampingan tenaga medis.

Baca Juga: Penyebab Cerebral Atrophy, Gejala, dan Pengobatannya

Komplikasi Cedera Kepala

Komplikasi cedera kepala dapat terjadi ketika terjadi perdarahan di dalam tengkorak, seperti hematoma subdural. Penumpukan darah ini bisa menekan otak dan menyebabkan kerusakan serius bila tidak segera ditangani.

Kondisi ini juga dapat memicu perdarahan di dalam otak yang termasuk jenis stroke. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan otak, baik sementara maupun permanen, tergantung tingkat keparahannya.

Pada cedera ringan, sebagian pasien dapat mengalami gangguan ingatan sementara dan sulit mengingat kejadian benturan. Namun pada cedera yang lebih berat, fungsi otak bisa terganggu permanen, mulai dari masalah ingatan, gangguan mental, keterbatasan gerak, hingga kondisi yang mengancam nyawa jika otak tidak mampu mengatur fungsi vital seperti pernapasan dan detak jantung.

Gejala cedera kepala yang harus segera diperiksakan ke dokter meliputi pingsan, muntah berulang, sakit kepala hebat, kejang, bingung, atau penurunan kesadaran. Anda bisa segera kunjungi Ciputra Hospital.

Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah direview oleh dr. Valda Garcia

Source:

  • Healthline. Head Injury. Januari 2026.
  • Cleveland Clinic. Head Injury. Januari 2026.

Diperbarui pada 12 Januari 2026

Artikel Terkait

  • Obat sakit kepala alami
    10 Obat Sakit Kepala Alami dari Herbal, Aman dan Ampuh
  • 6 Tanda Sakit Kepala Sudah Berbahaya yang Perlu Anda Waspadai
    6 Tanda Sakit Kepala Sudah Berbahaya dan Cara Mengatasinya
  • obat sakit kepala untuk ibu hamil
    8 Obat Sakit Kepala di Apotek untuk Ibu Hamil yang Aman
  • sakit kepala bagian atas ubun-ubun
    Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas Ubun-Ubun dan Cara Mengatasi
  • sakit kepala saat puasa
    Sakit Kepala Saat Puasa? Ini Penyebab dan Pengobatannya
Tagged under: Kesehatan Saraf

Artikel Terkait

  • Obat sakit kepala alami
    10 Obat Sakit Kepala Alami dari Herbal, Aman dan Ampuh
  • 6 Tanda Sakit Kepala Sudah Berbahaya yang Perlu Anda Waspadai
    6 Tanda Sakit Kepala Sudah Berbahaya dan Cara Mengatasinya
  • obat sakit kepala untuk ibu hamil
    8 Obat Sakit Kepala di Apotek untuk Ibu Hamil yang Aman
  • sakit kepala bagian atas ubun-ubun
    Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas Ubun-Ubun dan Cara Mengatasi
  • sakit kepala saat puasa
    Sakit Kepala Saat Puasa? Ini Penyebab dan Pengobatannya

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP