Anak sebaiknya tidak Anda berikan teh berkafein, namun teh herbal tertentu bisa menjadi alternatif aman bila anak konsumsi secukupnya. Bahayanya jika Anda memberikan teh kepada anak yaitu dapat menyebabkan gelisah, gangguan pada perut, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, detak jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat, dan dehidrasi.

Teh adalah minuman yang sangat populer di berbagai kalangan, termasuk orang dewasa di Indonesia. Namun, banyak orang tua masih ragu apakah aman jika anak ikut mengonsumsinya.
Beberapa jenis teh memang bisa memberikan manfaat, tetapi ada pula risiko minum teh yang perlu Anda waspadai. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami jenis teh yang boleh dan tidak boleh diberikan pada anak.
Amankah Konsumsi Teh Manis untuk Anak?
Teh manis sebenarnya tidak direkomendasikan untuk anak-anak karena mengandung kafein yang dapat memicu buang air kecil lebih sering serta meningkatkan risiko gigi berlubang akibat gula. Terlalu banyak kafein juga bisa membuat anak gelisah dan sulit tidur.
Sebagai alternatif, orang tua bisa memberikan teh herbal, tetapi harus Anda pastiakn bahannya aman untuk anak. Selain itu, konsumsi teh tetap perlu Anda batasi sesuai usia, karena anak di bawah 12 tahun belum memiliki batas aman kafein, sedangkan remaja hanya boleh sekitar 100 mg per hari.
Baca Juga: 11 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan dan Aturan Minumnya
Bahaya Teh untuk Anak
Banyak orang tua belum menyadari bahwa teh, khususnya yang mengandung kafein, bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan si kecil. Beberapa penyebab anak tidak boleh minum teh antara lain karena kandungan kafein yang berdampak pada jantung, tidur, dan pencernaan, bahkan bisa mengganggu pertumbuhan.
Selain itu, efek minum teh untuk anak 1 tahun sangat berbahaya karena sistem tubuhnya masih sangat sensitif. Perlu Anda ketahui juga bahwa bahaya teh untuk anak bukan hanya dari kafein. Berikut beberapa dampak negatif kafein dalam teh bagi anak:
- Gelisah dan gugup
- Gangguan perut dan muntah
- Sakit kepala
- Sulit berkonsentrasi
- Teh menghambat penyerapan zat besi untuk perkembangan otak dan tubuh
- Gangguan tidur
- Detak jantung lebih cepat
- Tekanan darah meningkat
- Dehidrasi
Baca Juga: 10 Manfaat Teh Hitam, Kandungan Gizi, dan Efek Sampingnya
Teh yang Bisa Dikonsumsi Anak
Tidak semua jenis teh aman untuk anak, terutama yang mengandung kafein. Namun, beberapa teh herbal bisa menjadi pilihan, asalkan diberikan dalam jumlah wajar dan sesuai usia, umumnya setelah anak berusia di atas 2 tahun.
Pastikan juga teh bebas kafein dan tidak tercampur bahan lain yang belum jelas keamanannya. Dengan begitu, manfaatnya dapat Anda rasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Berikut manfaatnya yang bisa Anda rasakan:
1. Chamomile
Chamomile terkenal sebagai teh yang menenangkan dan sering berguna untuk membantu anak tidur lebih nyenyak. Selain itu, chamomile juga memiliki sifat yang bisa meredakan peradangan ringan di tubuh.
Rasanya lembut dengan aroma bunga yang menenangkan sehingga lebih mudah anak terima. Meski begitu, anak dengan alergi terhadap tanaman seperti ragweed atau krisan sebaiknya menghindarinya.
Teh chamomile dapat Anda berikan sebagai minuman hangat pada waktu istirahat untuk membantu menciptakan suasana yang lebih rileks. Sebaiknya pilih teh chamomile tanpa tambahan kafein dan gula agar lebih sesuai untuk anak.
2. Fennel
Teh fennel sering untuk meredakan masalah pencernaan pada anak, seperti perut kembung atau kolik. Selain itu, fennel juga dapat membantu melegakan pernapasan saat anak pilek atau batuk.
Rasanya agak kuat dengan nuansa mirip licorice sehingga mungkin butuh waktu bagi anak untuk terbiasa. Pemberian tetap harus dalam jumlah kecil agar lebih aman.
Fennel juga mengandung senyawa yang dapat memberikan sensasi hangat pada tubuh sehingga cocok Anda konsumsi sebagai minuman pendamping saat anak merasa kurang nyaman. Namun, penggunaannya pada bayi dan anak kecil sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
3. Ginger
Jahe bermanfaat untuk mendukung pencernaan anak dan mengurangi rasa mual, misalnya saat mabuk perjalanan. Jahe juga memiliki sifat antiinflamasi yang membantu menjaga daya tahan tubuh.
Namun, rasanya cukup pedas sehingga tidak semua anak menyukainya. Jika Anda berikan terlalu pekat, jahe bisa memicu rasa panas di perut atau mulas.
Agar lebih mudah anak terima, teh jahe dapat Anda buat dengan rasa yang lebih ringan dan tidak terlalu pekat. Berikan dalam kondisi hangat dan secukupnya, terutama jika anak memiliki perut yang sensitif.
4. Lemon Balm
Lemon balm terkenal sebagai teh yang membantu menenangkan anak yang sulit tidur atau mudah cemas. Teh ini juga bisa mendukung sistem kekebalan tubuh karena memiliki sifat antivirus.
Rasanya segar dengan sentuhan lemon, sehingga sering dipadukan dengan teh lain untuk menambah cita rasa. Cocok Anda berikan saat anak sedang flu atau butuh istirahat yang lebih nyenyak.
Selain itu, lemon balm memiliki aroma yang lembut sehingga dapat membuat suasana sebelum tidur menjadi lebih nyaman. Namun, sebaiknya pemberiannya Anda sesuaikan dengan usia anak dan dalam jumlah yang wajar.
5. Peppermint
Peppermint dapat membantu meredakan masalah pencernaan seperti perut kembung, mual, atau kolik pada anak. Selain itu, aromanya juga bermanfaat untuk melegakan hidung tersumbat saat pilek.
Rasanya segar dan cukup familiar bagi anak karena mirip permen mint. Pemberian teh peppermint di malam hari bisa membantu anak lebih rileks dan tidur lebih nyaman.
Teh pappermint juga dapat menjadi pilihan minuman hangat ketika anak mengalami rasa tidak nyaman pada perut. Pastikan teh tidak Anda sajikan terlalu panas dan hindari menambahkan gula dalam jumlah berlebihan.
Baca Juga: Minum Teh Setelah Makan Sebaiknya Dihindari, Ini Alasannya
Jika anak Anda mengalami efek samping setelah mengkonsumsi teh, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.



