Ditulis oleh Tim Konten Medis
Bahaya kembang api tidak boleh Anda anggap sepele karena asap kembang api mengandung zat berbahaya, menurunkan kualitas udara, berbahaya bagi yang memiliki penyakit rentan, hingga menyebabkan luka bakar dan kebutaan. Adapun tips aman bermain kembang api yaitu dengan menontonnya dari jarak yang aman, hindari memungut kembang api, dan perlunya pengawasan untuk anak-anak.

Perayaan malam tahun baru dan acara besar lainnya biasanya identik dengan pesta kembang api yang memeriahkan suasana. Namun banyak orang belum menyadari bahwa di balik keindahannya, kembang api menyimpan risiko serius bagi kesehatan dan keselamatan.
Asap dan percikan api yang dapat menjadi ancaman bagi sistem pernapasan serta memicu cedera fisik yang membahayakan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya kembang api agar dapat menikmati momen perayaan dengan lebih aman dan bertanggung jawab.
Bahaya Kembang Api
Dibalik meriahnya kembang api, ada bahaya pada asap dan partikel yang sering kali tidak Anda sadari. Asap kembang api mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan berdampak pada kesehatan jangka panjang.
1. Asap Kembang Api Mengandung Zat Berbahaya
Ketika kembang api meledak, asap yang berisi gas seperti sulfur dioksida, karbon dioksida, dan karbon monoksida berbahaya bagi paru-paru. Selain itu, asapnya membawa partikel logam seperti aluminium, mangan, dan kadmium yang dapat merusak fungsi pernapasan.
Beberapa jenis kembang api ilegal bahkan mengandung timbal, bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh. Inilah salah satu alasan penyebab kembang api dilarang di beberapa wilayah, karena risiko kesehatannya sangat tinggi.
Baca Juga: Pertolongan Pertama Luka Bakar Berdasarkan Derajatnya
2. Menurunkan Kualitas Udara
Asap kembang api dapat meningkatkan polusi udara secara drastis dan membuat sulit menghirup udara. Ketika kualitas udara menurun, risiko batuk kronis, iritasi saluran napas, dan penyakit paru menjadi lebih besar.
Orang dengan asma dan COPD sangat berisiko mengalami kekambuhan akibat paparan asap kembang api. Dampak bermain kembang api ini semakin berbahaya ketika Anda lakukan dalam jumlah banyak dan di area pemukiman.
3. Berbahaya Bagi Kelompok Rentan
Partikel kecil dalam asap kembang api atau particulate matter (PM) dapat masuk jauh ke dalam paru dan mengganggu fungsi organ. Kondisi ini dapat memicu serangan asma, meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, kanker paru, hingga kematian dini.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit jantung atau paru menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan polusi dari kembang api. Dampak kembang api pada lingkungan juga memengaruhi kesehatan masyarakat secara luas, bukan hanya mereka yang menyalakannya.
4. Menyebabkan Luka Bakar dan Kebutaan
Sparklers atau kembang api tangan yang terlihat aman sebenarnya dapat menyebabkan luka bakar serius. Suhunya bisa mencapai 1.800–3.000 derajat Fahrenheit, jauh lebih panas daripada air mendidih yang hanya 140 derajat Fahrenheit.
Suhu ekstrem tersebut mampu membakar kulit hanya dalam hitungan detik dan berpotensi menyalakan pakaian. Tidak hanya itu, percikan api dapat mengenai mata dan menyebabkan cedera berat hingga risiko kebutaan.
Anak-anak di bawah usia lima tahun sangat rentan karena belum memiliki kemampuan motorik yang baik untuk memegang sparklers dengan aman. Karena risiko cedera sangat tinggi, penggunaan kembang api genggam ini harus pengawasan dengan ketat atau dihindari sepenuhnya.
Baca Juga: 4 Tanda Luka Infeksi dan Cara Mencegahnya
Tips Aman Bermain Kembang Api
Dengan mengikuti tips keselamatan yang tepat, Anda dan keluarga dapat menikmati pesta kembang api dengan lebih aman dan nyaman. Berikut tips aman bermain kembang api yang bisa Anda lakukan:
- Tonton kembang api dari jarak aman dan jangan berdiri terlalu dekat dengan lokasi peluncuran untuk mencegah cedera.
- Jangan pernah mencoba membuat kembang api sendiri karena sangat berbahaya dan berisiko menyebabkan ledakan.
- Hindari memungut sisa kembang api yang belum meledak karena masih bisa menyala kapan saja dan meledak tiba-tiba.
- Ingat bahwa sparklers, petasan, dan roket bukanlah mainan, sehingga tidak aman anak-anak mainkan tanpa pengawasan.
- Gunakan alternatif yang lebih aman seperti glow stick untuk anak-anak, karena percikan sparklers dapat menyebabkan luka bakar serius.
- Jangan lupa menjaga hewan peliharaan di dalam rumah karena suara keras kembang api dapat membuat mereka stres atau panik hingga berpotensi melukai diri sendiri.
Apabila terjadi luka bakar, maka Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Rendam area kulit yang terbakar dalam air dingin sesegera mungkin untuk mengurangi rasa panas dan kerusakan jaringan.
- Lepaskan pakaian di area yang terbakar bila tidak menempel pada kulit agar tidak memperparah luka.
- Tutup luka dengan kain bersih atau perban kasa yang lembut dan jangan mengoleskan bahan sembarangan.
- Segera dapatkan pertolongan medis agar luka bakar ditangani dengan aman dan mencegah komplikasi.
Baca Juga: Kulit Melepuh: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami luka setelah bermain kembang api, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Steffe Lie
Source:
- American Lung Association. The Hidden Dangers of Fireworks. Desember 2025
- Nationwide Children’s. The Danger of Fireworks. Desember 2025
- Nemours Kidshealth. Fireworks Safety. Desember 2025



