Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Apakah Akupunktur Aman? Ini Manfaat dan Risiko Bahayanya
Defara
Senin, 27 Agustus 2018 / Published in Artikel Kesehatan, Citra Garden City

Apakah Akupunktur Aman? Ini Manfaat dan Risiko Bahayanya

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Akupunktur aman dan efektif apabila dilakukan oleh praktisi profesional di bidangnya dengan jarum steril sekali pakai. Adapun efek samping ringan yang umum terjadi adalah nyeri ringan, memar, atau perdarahan kecil di area tusukan. Namun, apabila dilakukan dengan tidak benar, akupunktur bisa menyebabkan efek samping infeksi hingga perdarahan.

apakah akupunktur aman
Akupunktur dapat membantu meredakan nyeri dan mendukung proses penyembuhan alami tubuh.

Akupunktur adalah metode pengobatan tradisional yang berasal dari Tiongkok dengan cara menusukkan jarum tipis ke titik-titik tertentu pada tubuh. Terapi ini dipercaya membantu melancarkan aliran energi, meredakan nyeri, mengurangi stres, serta membantu program hamil.

Meski memiliki banyak manfaat, akupunktur tidak dianjurkan untuk semua orang. Ibu hamil, penderita gangguan pembekuan darah, pengguna alat pacu jantung, atau orang dengan infeksi kulit di area tertentu sebaiknya menghindari prosedur ini untuk mencegah risiko dan efek samping.

Daftar Isi

Toggle
  • Keamanan Akupunktur
  • Cara Kerja Akupunktur dan Keamanannya
  • Manfaat Akupunktur
  • Efek Samping Akupunktur

Keamanan Akupunktur

National Institute of Health menyatakan bahwa akupunktur umumnya aman jika dilakukan oleh praktisi yang berpengalaman dan terlatih dengan menggunakan jarum steril. Risiko dapat meningkat apabila terapi dilakukan oleh praktisi yang tidak terlatih atau menggunakan jarum yang terkontaminasi.

Badan pengawas obat dan makanan telah mengatur jarum akupunktur sebagai alat medis. Jarum wajib dalam kondisi steril, tidak beracun, berlabel sekali pakai, dan hanya boleh digunakan oleh praktisi yang berkualifikasi.

Orang yang memiliki gangguan perdarahan atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum menjalani akupunktur. Efek samping yang paling sering muncul adalah perdarahan ringan dan memar di area tusukan, sedangkan komplikasi serius sangat jarang terjadi bila terlaksanakan oleh praktisi bersertifikat.

Baca Juga: Terapi Akupunktur untuk Pemulihan Penyakit Stroke

Cara Kerja Akupunktur dan Keamanannya

Akupunktur bekerja dengan cara menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh menggunakan teknik khusus. Metode yang paling umum adalah penggunaan jarum logam yang sangat tipis untuk menusuk kulit secara ringan.

Dalam praktiknya, jarum praktisi masukan ke titik-titik tertentu dengan kedalaman yang sangat dangkal. Umumnya sekitar 10 hingga 20 jarum dalam satu sesi, dengan ukuran jarum yang lebih kecil dari jarum suntik sehingga relatif aman dan minim rasa sakit.

Pada kunjungan pertama, proses akupunktur biasanya dengan penilaian kondisi kesehatan pasien. Praktisi dapat memeriksa lidah, meraba denyut nadi, serta menanyakan kebiasaan makan dan buang air untuk memahami kondisi tubuh secara keseluruhan.

Setelah penilaian awal selesai, jarum praktisi tempatkan pada titik tertentu. Sebagian orang mungkin merasakan sensasi seperti tertusuk atau sedikit nyeri sesaat, namun banyak juga yang hampir tidak merasakan apa pun.

Kedalaman jarum sesuai dengan jenis terapi dan tidak sampai mengenai organ tubuh. Jarum biasanya praktisi biarkan selama 5 hingga 20 menit, lalu praktisi akan mengevaluasi kembali kondisi pasien dan memberikan saran perawatan lanjutan di rumah.

Untuk keluhan akut, akupunktur dapat memberikan hasil dalam dua hingga empat kali perawatan. Sementara itu, pada kondisi kronis, biasanya butuh setidaknya 12 sesi untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Akupunktur secara umum aman jika dengan praktisi yang berpengalaman dan menggunakan jarum steril. Risiko dapat meningkat bila dilakukan oleh praktisi tidak terlatih atau menggunakan jarum yang tidak sesuai standar.

Jarum akupunktur telah diatur sebagai alat medis dan wajib bersifat steril serta hanya untuk sekali pakai. Orang dengan gangguan perdarahan atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena efek samping ringan seperti memar atau perdarahan kecil masih bisa terjadi.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Dokter Saraf dan Dokter Bedah Saraf

Manfaat Akupunktur

Akupunktur bermanfaat karena titik-titik tertentu pada tubuh terangsang untuk mengaktifkan sistem saraf pusat. Rangsangan ini membantu tubuh melepaskan zat alami yang bisa mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi tubuh, dan meningkatkan rasa nyaman secara fisik maupun emosional.

Secara sederhana, akupunktur membantu tubuh memicu proses penyembuhan alaminya sendiri. Berdasarkan berbagai penelitian, akupunktur terbukti membantu mengatasi beberapa kondisi berikut:

  • Mual akibat anestesi operasi dan kemoterapi
  • Nyeri gigi setelah tindakan bedah
  • Kecanduan
  • Sakit kepala
  • Nyeri haid
  • Tennis elbow
  • Fibromyalgia
  • Nyeri myofasial
  • Osteoartritis
  • Nyeri punggung bawah
  • Carpal tunnel syndrome
  • Asma

Selain itu, akupunktur juga bermanfaat dalam proses rehabilitasi pasien pascastroke. Terapi ini dapat membantu mendukung pemulihan fungsi tubuh dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara bertahap.

Efek Samping Akupunktur

Akupunktur umumnya aman bila dilakukan oleh tenaga yang sudah terlatih dan berpengalaman. Karena itu, penting untuk memilih praktisi yang memiliki latar belakang medis atau tergabung dalam organisasi akupunktur resmi.

Meski jarang menimbulkan masalah serius, sebagian orang bisa mengalami efek samping ringan setelah terapi. Keluhan ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya.

Efek samping ringan yang dapat muncul antara lain:

  • Rasa nyeri di bekas tusukan jarum
  • Memar atau sedikit perdarahan
  • Mengantuk
  • Mual
  • Pusing atau lemas

Efek samping serius seperti infeksi atau cedera organ sangat jarang terjadi pada akupunktur. Risiko ini biasanya muncul jika jarum tidak steril atau tindakan terlakukan oleh praktisi yang kurang berpengalaman.

Bagi orang dengan gangguan perdarahan, yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah, memiliki alergi logam, atau mengalami infeksi pada area kulit tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum terapi. Pada ibu hamil, akupunktur umumnya aman, tetapi terapis perlu tahu karena ada titik-titik tertentu yang tidak boleh terstimulasi selama kehamilan.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Cedera Saraf Tulang Belakang

Jika ingin menjalani akupunktur, layanan ini bisa Anda lakukan di Ciputra Hospital. Anda dapat mengunjungi Ciputra Hospital terdekat untuk berkonsultasi terlebih dahulu sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Selain akupunktur, Ciputra Hospital juga menyediakan berbagai layanan kesehatan mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan pemeriksaan dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat sekarang juga!

Telah direview oleh dr. Inggrid

Source:

  • Hopkins Medicine. Acupuncture. Desember 2025.
  • Medical News Today. How Does Acupuncture Work?. Desember 2025.
  • NHS. Acupuncture. Desember 2025.

Diperbarui pada 5 Januari 2024

Artikel Terkait

  • ciri-ciri saraf kejepit
    5 Gejala Saraf Kejepit dan Pengobatan yang Efektif
  • perbedaan sakit pinggang dan saraf kejepit
    Mengenal Perbedaan Sakit Pinggang dan Saraf Kejepit
  • saraf kranial adalah
    Saraf Kranial: Fungsi, Anatomi, dan Gangguan Penyakitnya
  • Jenis penyakit saraf
    Waspadai 12 Penyakit Saraf, dari Gejala hingga Dampaknya
Tagged under: Kesehatan Saraf, Kesehatan Tubuh

Artikel Terkait

  • ciri-ciri saraf kejepit
    5 Gejala Saraf Kejepit dan Pengobatan yang Efektif
  • perbedaan sakit pinggang dan saraf kejepit
    Mengenal Perbedaan Sakit Pinggang dan Saraf Kejepit
  • saraf kranial adalah
    Saraf Kranial: Fungsi, Anatomi, dan Gangguan Penyakitnya
  • Jenis penyakit saraf
    Waspadai 12 Penyakit Saraf, dari Gejala hingga Dampaknya

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP