Night eating syndrome merupakan gangguan makan yang ditandai dengan dorongan kuat untuk makan setelah makan malam hingga dini hari, sering kali disertai kesulitan tidur. Adapun night eating syndrome dapat berdampak serius pada kesehatan jika tidak dikenali sejak awal dan memerlukan penanganan medis untuk mengelola gejala serta mencegah komplikasi.

Night Eating Syndrome adalah kondisi yang sering tidak disadari karena penderitanya tetap terjaga secara penuh saat makan, bukan dalam keadaan tidur. Banyak orang mengira kebiasaan makan tengah malam hanya sekadar lapar biasa, padahal dapat menunjukkan adanya gangguan pola makan dan tidur yang memerlukan perhatian serius.
Kebiasaan ini bukan hanya berdampak pada pola makan, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Ketika tubuh terus terbangun untuk makan, kualitas tidur menurun dan aktivitas harian dapat terganggu, mulai dari penurunan konsentrasi hingga perubahan suasana hati.
Apa Itu Night Eating Syndrome?
Night eating syndrome adalah gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan terbangun di tengah malam untuk makan berulang kali. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengonsumsi sebagian besar porsi makan harian setelah waktu makan malam hingga sebelum sarapan.
Penderita sering merasa sulit tidur kembali jika belum makan, terutama makanan manis atau tinggi karbohidrat. Saat pagi hari, mereka biasanya tidak merasa lapar dan sering melewatkan sarapan karena sudah terlalu kenyang.
Night eating syndrome membuat kualitas tidur terganggu karena tubuh terus terbangun untuk mencari makanan. Jika tidak Anda tangani, kondisi ini dapat memengaruhi suasana hati, menurunkan konsentrasi, dan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti pekerjaan atau sekolah.
Dalam jangka panjang, night eating syndrome dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan kesehatan terkait obesitas. Diperkirakan sekitar 1,5% populasi mengalami gangguan ini, sehingga penting mengenal gejalanya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: 3 Jenis Gangguan Makan Anoreksia dan Cara Mengatasinya
Penyebab Night Eating Syndrome?
Memahami penyebab night eating syndrome penting untuk mengatasi gangguan makan ini secara efektif. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor psikologis, biologis, dan lingkungan yang berbeda pada setiap individu. Berikut beberapa penyebabnya yang umum terjadi:
- Stres dan kesulitan mengatur emosi. Saat stres atau mengalami emosi negatif, sebagian orang mencari kenyamanan melalui makanan pada malam hari. Kebiasaan ini bisa menjadi pelarian sementara namun berdampak negatif pada pola makan dan kualitas tidur.
- Gangguan kesehatan mental. Depresi, kecemasan, atau masalah penyalahgunaan zat memiliki keterkaitan dengan kebiasaan makan di malam hari. Makanan sebagai upaya menenangkan diri, baik secara sadar maupun tidak.
- Ketidakseimbangan hormon lapar. Perubahan hormon seperti leptin dan ghrelin dapat mengganggu rasa kenyang dan lapar. Hal ini memicu keinginan makan berlebihan saat malam hari.
- Gangguan tidur. Insomnia atau pola tidur yang tidak teratur sering membuat seseorang terbangun pada malam hari dan akhirnya makan untuk membantu diri kembali tertidur.
- Pola makan yang tidak teratur. Diet ketat atau melewatkan makan di siang hari dapat menyebabkan rasa lapar berlebih pada malam hari. Kondisi ini memicu dorongan untuk makan dalam jumlah besar sebelum tidur.
- Tekanan dan perubahan gaya hidup. Tuntutan pekerjaan, masalah keluarga atau perubahan besar dalam hidup bisa menimbulkan stres berkepanjangan. Hal ini menjadi salah satu pemicu munculnya kebiasaan makan di malam hari.
Gejala
Jika seseorang memiliki Night Eating Syndrome (NES), mereka biasanya mengonsumsi setidaknya seperempat dari total kalori harian setelah makan malam, dan kondisi tersebut membuat mereka merasa tidak nyaman atau gangguan dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, kebiasaan bangun untuk makan setidaknya dua kali dalam seminggu juga menjadi ciri yang sangat kuat. NES dapat Anda kenali jika pola tersebut muncul dengan beberapa gejala lain, seperti berikut ini:
- Tidak memiliki selera makan pada pagi hari
- Dorongan kuat untuk makan di antara waktu setelah makan malam hingga sebelum tidur
- Mengalami insomnia sekitar empat hingga lima malam dalam seminggu
- Merasa harus makan agar dapat tidur atau kembali tidur
- Mood atau suasana hati cenderung memburuk pada malam hari
- Nafsu makan meningkat setelah matahari terbenam dan sulit Anda hentikan
NES berbeda dari Binge Eating Disorder, karena pada BED seseorang cenderung makan dalam porsi sangat besar sekaligus dalam satu waktu, sedangkan pada NES makan dilakukan sedikit demi sedikit namun berulang sepanjang malam. Kondisi ini juga tidak sama dengan sleep-related eating disorder, karena pada NES seseorang menyadari dan mengingat apa yang dimakannya selama malam hari.
Baca Juga: Waspadai 9 Dampak Buruk Kelebihan Karbohidrat bagi Tubuh
Cara Mengatasi Night Eating Syndrome
Mengatasi Night Eating Syndrome memerlukan pendekatan yang tepat dan konsisten karena kondisi ini berhubungan dengan pola makan dan tidur serta faktor psikologis. Berbagai metode pengobatan Night Eating Syndrome dapat membantu mengurangi dorongan untuk makan saat malam hari sekaligus memperbaiki kualitas tidur. Berikut beberapa cara mengatasi night eating syndrome yang bisa Anda lakukan:
1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
Cognitive Behavioral Therapy atau CBT membantu seseorang mengubah pola pikir yang membuat mereka merasa harus makan terlebih dahulu sebelum tidur. Teknik ini melibatkan pencatatan kebiasaan makan, pola tidur, serta emosi yang muncul saat dorongan makan terjadi untuk melihat apakah benar tubuh membutuhkan makanan agar bisa terlelap.
Terapi ini juga mendorong seseorang mencoba makan lebih banyak pada siang hari untuk mengurangi keinginan makan di malam hari. Selain itu, disarankan untuk membuat jadwal makan, mencatat kebiasaan tidur, dan menata lingkungan seperti menjauhkan makanan ringan di kamar tidur atau dapur.
2. Bright Light Therapy
Bright Light Therapy dilakukan dengan memberikan paparan cahaya terang di pagi hari untuk membantu menstabilkan suasana hati dan mengurangi gejala NES. Terapi ini dapat membantu tubuh mengatur ritme sirkadian tubuh, yaitu siklus alami tidur dan bangun sehingga nafsu makan malam berkurang secara bertahap.
Metode ini juga untuk membantu penderita yang mengalami masalah suasana hati yang memburuk pada malam hari. Jika terdapat kondisi lain seperti depresi, penanganannya dapat Anda lakukan terlebih dahulu sebelum melanjutkan terapi tambahan.
3. Progressive Muscle Relaxation
Progressive Muscle Relaxation adalah teknik relaksasi yang dilakukan dengan menegangkan otot secara bertahap kemudian melemaskannya kembali. Cara ini membantu tubuh melepaskan stres dan menenangkan sistem saraf sebelum tidur.
Teknik relaksasi ini dapat membantu menggeser nafsu makan ke waktu pagi maupun siang hari dan mengurangi dorongan emosional untuk makan pada malam hari. Selain itu, metode ini dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi rasa cemas maupun perasaan tidak nyaman yang sering muncul pada malam hari.
Pencegahan
Night Eating Syndrome mungkin tidak selalu bisa Anda cegah sepenuhnya, namun ada langkah-langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risikonya. Perubahan gaya hidup yang tepat dapat membantu menjaga pola tidur tetap teratur dan mengontrol dorongan makan di malam hari.
- Pilih makanan yang lebih sehat. Sediakan hanya makanan bergizi di rumah dan hindari menyimpan camilan tinggi lemak serta gula. Cara ini membantu mengurangi keinginan untuk menyantap makanan tidak sehat saat malam hari.
- Biasakan pola tidur yang teratur. Tidurlah pada waktu yang sama setiap malam dan pastikan kamar dalam kondisi nyaman. Batasi konsumsi kafein serta penggunaan gadget sebelum tidur.
- Jaga kesehatan mental. Kelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam. Jika merasa cemas atau sedih berkepanjangan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.
- Aktif bergerak di siang hari. Lakukan aktivitas fisik secara rutin agar kualitas tidur lebih baik. Kebiasaan ini juga membantu menstabilkan suasana hati dan mengurangi keinginan makan berlebih di malam hari.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Kekenyakan karena Kebanyakan Makan
Jika Anda atau keluarga Anda memiliki gejala night eating syndrome, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.





