Ditulis oleh Tim Konten Medis
Tes buta warna meliputi tes ishihara, farnsworth munsell 100 hue test, tes anomaloscope, dan HRR test. Pemeriksaan ini memudahkan Anda memahami kondisi mata apalagi jika memiliki jenis buta warna merah hijau, biru kuning, dan buta warna total.

Tes buta warna penting Anda lakukan untuk mengetahui bagaimana seseorang mengenali warna dalam kehidupan sehari-hari. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi buta warna sejak dini agar tidak mengganggu aktivitas dan pekerjaan tertentu.
Setiap jenis tes memiliki cara kerja yang berbeda untuk menilai kemampuan mata dalam membedakan warna. Dengan pemeriksaan yang tepat, hasil diagnosis bisa lebih akurat sehingga penanganan atau penyesuaian dapat Anda lakukan sesuai kebutuhan.
Tes untuk Mendiagnosis Buta Warna
Buta warna dapat Anda ketahui melalui beberapa pemeriksaan khusus untuk melihat kemampuan seseorang dalam membedakan warna. Tes ini membantu menentukan jenis dan tingkat keparahan gangguan penglihatan warna secara lebih akurat. Berikut tes untuk mendiagnosis buta warna yang bisa Anda lakukan:
1. Tes Ishihara
Tes Ishihara adalah metode paling umum untuk mendeteksi buta warna merah-hijau. Pemeriksaan ini menggunakan lembaran berisi titik-titik warna yang membentuk angka atau bentuk tertentu sebagai bagian dari tes buta warna angka.
Pada awal pemeriksaan, pasien akan melihat lembar kontrol yang seharusnya bisa semua orang baca. Selanjutnya, beberapa pola akan menampilkan angka yang berbeda atau bahkan tidak terlihat oleh individu dengan gangguan warna tertentu.
Beberapa lembar merupakan transformation plate, yaitu menunjukkan angka berbeda bagi orang dengan penglihatan normal dan mereka yang memiliki kelainan warna. Ada juga vanishing plate yang hanya terlihat oleh orang dengan persepsi warna normal.
Jenis lainnya adalah hidden digit plate yang justru hanya bisa dilihat oleh individu dengan buta warna merah-hijau. Hasil akhirnya membantu menentukan apakah seseorang mengalami Daltonisme dan seberapa berat kondisinya.
Baca Juga: 18 Macam-Macam Penyakit Mata dan Pengobatan yang Tepat
2. Farnsworth-Munsell 100 Hue Test
Farnsworth Munsell 100 Hue Test untuk mengukur kemampuan membedakan gradasi warna secara lebih rinci. Tes ini terdiri dari beberapa tray kecil berisi tutup warna yang harus Anda susun berdasarkan urutan gradasi.
Pasien akan mengatur setiap tutup warna dari nada yang paling lembut hingga ke warna berikutnya. Cara menyusun tutup-tutup ini menunjukkan kemampuan seseorang membedakan perubahan warna yang sangat halus.
Di akhir pemeriksaan, susunan yang dibuat pasien daripada dengan urutan yang benar. Pola kesalahan menunjukkan adanya gangguan penglihatan warna tertentu dan tingkat keparahannya.
Tes ini sering sebagai cara tes buta warna yang lebih mendalam karena dapat mendeteksi kelainan yang tidak terlihat pada pemeriksaan standar. Hasilnya memberikan gambaran menyeluruh tentang kemampuan melihat perbedaan warna.
3. Tes Anomaloscope
Tes anomaloscope dengan mencocokkan dua bidang cahaya yang terdiri dari warna-warna tertentu. Pada pemeriksaan ini, pasien melihat cahaya kuning tetap yang harus Anda sesuaikan dengan campuran cahaya merah dan hijau.
Pasien mengubah intensitas warna merah dan hijau hingga warna campurannya terlihat sama dengan cahaya kuning. Pola penyesuaian ini untuk menilai kemampuan membedakan warna merah dan hijau.
Hasil tes akan menunjukkan apakah seseorang mengalami buta warna merah-hijau serta tingkat keparahan gangguan tersebut. Pemeriksaan ini sebagai metode lanjutan setelah cek buta warna dasar.
Tes anomaloscope terkenal akurat karena langsung mengukur persepsi warna melalui pencocokan cahaya. Pemeriksaan berlangsung cepat dan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.
4. HRR Test (Hardy Rand Rittler)
Tes HRR merupakan pemeriksaan yang menggunakan lembar bergambar seperti Ishihara, tetapi mampu mendeteksi buta warna merah-hijau sekaligus biru-kuning. Setiap lembar menampilkan pola warna yang harus pasien kenali.
Melalui serangkaian lembar ini, kemampuan seseorang dalam mengidentifikasi warna-warna tertentu dapat diukur. Tes ini memberikan informasi lebih luas daripada pemeriksaan dasar.
Selain mendeteksi jenis gangguan, tes HRR juga membantu menentukan tingkat keparahannya. Metode ini sering berguna sebagai pelengkap dalam pemeriksaan tes buta warna parsial.
Dengan hasil yang lebih detail, tes HRR dapat membantu memastikan diagnosis serta memetakan kemampuan penglihatan warna seseorang. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk kebutuhan medis maupun administrasi tertentu.
Baca Juga: Kanker Mata Retinoblastoma: Penyebab, Gejala, Pengobatan
Jenis Buta Warna
Buta warna memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan sel kerucut (cone) yang mengalami gangguan. Setiap jenis memiliki ciri khas sendiri dan dapat memengaruhi cara seseorang melihat warna tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
1. Buta Warna Merah-Hijau
- Protanomaly.Terjadi karena pigmen sel kerucut merah bekerja tidak normal. Warna merah, oranye, dan kuning tampak lebih kehijauan dan terlihat kurang terang.
- Protanopia. Sel kerucut merah tidak berfungsi sehingga warna merah tampak gelap seperti hitam. Beberapa warna oranye, kuning, dan hijau terlihat seperti kuning.
- Deuteranomaly. Terjadi ketika pigmen hijau tidak berfungsi dengan baik. Warna kuning dan hijau tampak kemerahan, sementara ungu dan biru sulit dibedakan.
- Deuteranopia. Sel kerucut hijau berhenti bekerja dan membuat warna merah terlihat seperti cokelat kekuningan. Warna hijau juga tampak lebih gelap seperti kuning tua.
2. Buta Warna Biru-Kuning
- Tritanomaly. Pigmen sel kerucut biru bekerja sangat lemah sehingga warna biru tampak kehijauan. Warna merah, kuning, dan pink juga sulit dibedakan satu sama lain.
- Tritanopia. Tidak memiliki sel kerucut biru sehingga warna biru tampak seperti hijau. Warna kuning tampak seperti ungu atau cokelat muda.
3. Buta Warna Total (Monokromasi)
- Cone Monochromacy. Terjadi ketika dua atau tiga jenis sel kerucut tidak berfungsi. Kondisi ini membuat otak tidak dapat membandingkan informasi warna sehingga hampir semua warna terlihat sama.
- Rod Monochromacy. Tidak memiliki pigmen kerucut sama sekali dan hanya mengandalkan sel batang. Seseorang hanya melihat hitam, putih, dan abu-abu serta sangat sensitif terhadap cahaya terang.
Baca Juga: Kanker Mata: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala buta warna, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- Ophthalmology. Colorblindness Tests and Diagnosing Color Blindness. Februari 2026
- Eduardobessermd. Color Blind Test Explained: Detecting Color Vision Deficiencies. Februari 2026
- Colorblindnesstest. Color Blind Test. Februari 2026




