Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sistem rangka manusia adalah struktur tulang dan sendi yang membentuk kerangka tubuh. Fungsi sistem rangka pada manusia adalah untuk menopang dan memberikan bentuk tubuh, membantu pergerakan tubuh, memproduksi sel darah, hingga sebagai tempat menyimpan mineral.

Anatomi Sistem Rangka Manusia
Memahami struktur sistem rangka manusia dapat membantu mengetahui bagaimana tubuh dapat berdiri tegak, bergerak, dan melindungi organ penting. Selain tulang, sistem ini juga terdiri dari jaringan lain yang bekerja bersama untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Berikut bagian-bagian utama sistem rangka manusia:
- Tulang.Tulang merupakan penopang utama tubuh dan memberi bentuk serta kekuatan. Jumlahnya pada orang dewasa berkisar antara 206 hingga 213 tulang.
- Otot. Otot tersusun dari serabut elastis yang memungkinkan tubuh bergerak. Lebih dari 600 otot bekerja untuk aktivitas sehari-hari seperti berjalan, bernapas, hingga mencerna makanan.
- Kartilago (Tulang Rawan). Kartilago adalah jaringan kuat dan lentur yang berfungsi meredam benturan pada sendi. Jaringan ini membantu mencegah gesekan antartulang saat bergerak.
- Ligamen. Ligamen merupakan pita jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya. Fungsinya menjaga stabilitas dan kekuatan pada sendi.
- Tendon. Tendon adalah jaringan seperti tali yang menghubungkan otot ke tulang. Struktur ini memungkinkan otot menarik tulang untuk menghasilkan gerakan.
- Sendi. Sendi adalah tempat dua tulang atau lebih bertemu. Bagian ini memungkinkan tubuh melakukan berbagai jenis gerakan, dari yang ringan hingga kompleks.
Baca Juga: Mengenal Bagian-Bagian Otak Beserta Fungsinya
Fungsi Sistem Rangka Manusia
Fungsi sistem rangka manusia penting untuk melihat bagaimana tulang dan jaringan pendukung bekerja menjaga tubuh tetap kuat dan sehat. Sistem ini bukan hanya memberi bentuk pada tubuh, tetapi juga membantu berbagai proses vital yang berlangsung setiap hari. Beriku sistem rangka manusia yang perlu Anda pahami:
1. Menopang dan Membentuk Tubuh
Tulang memberikan struktur utama yang menjaga tubuh tetap tegak dan tidak roboh. Bagian ini juga menentukan postur serta menjadi tempat menempel berbagai jaringan.
Selain itu, rangka membantu mengatur keseimbangan saat tubuh bergerak. Setiap perpindahan berat badan melibatkan kerja sama tulang, sendi, dan otot.
2. Membantu Tubuh Bergerak
Rangka bekerja bersama otot dan jaringan ikat untuk memungkinkan berbagai gerakan. Sendi membantu tubuh melakukan aktivitas ringan hingga kompleks seperti berjalan, membungkuk, atau mengangkat barang.
Gerakan terjadi ketika otot menarik tulang melalui tendon, sehingga bagian tubuh dapat bergerak sesuai kebutuhan. Tanpa kerja sama ini, tubuh akan kaku dan sulit beraktivitas.
3. Melindungi Organ-Organ Penting
Tulang berfungsi sebagai pelindung alami yang menjaga organ dalam dari benturan dan cedera. Tengkorak melindungi otak, sedangkan tulang rusuk menjaga jantung serta paru-paru tetap aman.
Struktur tulang belakang juga menjaga saraf-saraf penting di sepanjang kanal tulang. Perlindungan ini membantu tubuh tetap berfungsi meski mengalami aktivitas fisik yang berat.
4. Menghasilkan Sel Darah Baru
Bagian dalam tulang tertentu mengandung sumsum yang berperan menghasilkan sel darah. Sumsum tulang memproduksi sel darah merah untuk membawa oksigen dan sel darah putih untuk melawan infeksi.
Selain itu, sumsum menghasilkan trombosit yang membantu pembekuan darah saat terjadi luka. Proses ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh serta memulihkan jaringan.
5. Menyimpan dan Melepaskan Mineral
Tulang berperan sebagai tempat penyimpanan mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D. Ketika kadar mineral berlebih, tubuh menyimpannya di tulang untuk menjaga keseimbangan.
Saat tubuh membutuhkan, tulang akan melepaskan mineral tersebut kembali ke darah. Mekanisme ini menjaga kekuatan tulang sekaligus mendukung fungsi organ lainnya.
6. Menyimpan dan Melepaskan Cadangan Lemak
Beberapa jenis tulang memiliki jaringan khusus yang menyimpan lemak sebagai cadangan energi. Lemak ini dapat digunakan tubuh ketika membutuhkan tambahan energi.
Penyimpanan lemak juga membantu mengatur metabolisme tubuh. Dengan demikian, tulang memiliki peran lebih dari sekadar menopang dan melindungi.
Baca Juga: Fungsi Hati, Struktur Organ, dan Gangguan Penyakitnya
Macam-Macam Tulang Penyusun Rangka Aksial
Memahami bagian-bagian rangka aksial membantu kita mengetahui bagaimana sistem rangka manusia bekerja dalam menjaga bentuk tubuh dan melindungi organ penting. Berikut macam-macam tulang penyusun kerangka tubuh manusia yang perlu Anda ketahui:
1. Skull Bones
- Cranial bones: Terdiri dari delapan tulang yang membentuk pelindung utama otak.
- Facial bones: Berjumlah 14 tulang yang membentuk struktur wajah dan membentuk rongga untuk indera penglihatan, penciuman, serta pernapasan.
2. Auditory Ossicles
- Malleus (hammer): Tulang kecil yang menyalurkan getaran suara dari gendang telinga.
- Incus (anvil): Tulang perantara yang meneruskan getaran dari malleus ke stapes.
- Stapes (stirrup): Tulang paling kecil di tubuh yang mengirimkan getaran menuju telinga dalam.
3. Hyoid
Hyoid adalah tulang berbentuk huruf U yang terletak di bawah rahang dan tidak terhubung langsung dengan tulang lain. Tulang ini menjadi titik perlekatan penting bagi otot-otot di leher yang berperan dalam menelan dan berbicara.
Struktur unik hyoid membantu menjaga kestabilan gerakan leher dan pangkal lidah. Tanpa tulang ini, kontrol otot pada bagian leher dan rongga mulut tidak akan bekerja secara optimal.
4. Vertebral Column
- Cervical vertebrae (7 tulang leher): Mendukung pergerakan kepala dan menjaga kestabilan leher.
- Thoracic vertebrae (12 tulang punggung atas): Menopang tulang rusuk dan membentuk bagian tengah punggung.
- Lumbar vertebrae (5 tulang punggung bawah): Menahan beban tubuh dan memberi kekuatan pada area pinggang.
- Sacrum: Tersusun dari beberapa tulang yang menyatu dan membantu menahan berat tubuh saat duduk maupun berdiri.
- Coccyx: Sisa tulang ekor yang menjadi tempat melekatnya beberapa ligamen penting.
5. Thoracic Cage
Thoracic cage terdiri dari tulang dada dan 12 pasang tulang rusuk yang membentuk pelindung organ vital seperti jantung dan paru-paru. Struktur ini juga berperan dalam proses pernapasan dengan membantu pergerakan rongga dada.
Beberapa tulang rusuk terhubung langsung ke tulang dada, sebagian lainnya menempel melalui tulang rawan, dan ada juga yang tidak menempel sama sekali. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas agar rongga dada dapat mengembang dan menyempit saat bernapas.
Jenis Tulang Rangka Apendikular
Memahami komponen utama penyusun sistem rangka pada manusia adalah salah satu cara untuk mengetahui bagaimana tubuh mendapatkan bentuk, stabilitas, dan kekuatan. Dengan mengenal jenis tulang rangka apendikular, Anda dapat memahami fungsi setiap bagian dalam mendukung gerak dan melindungi organ penting.
1. Pectoral Girdle
Pectoral girdle adalah rangka yang menghubungkan lengan dengan rangka aksial dan menjadi dasar pergerakan tangan. Bagian ini terdiri dari tulang klavikula dan skapula yang masing-masing berjumlah dua, satu di tiap sisi tubuh.
Kombinasi tulang ini membantu menjaga kestabilan bahu dan memungkinkan rentang gerak yang luas. Struktur tersebut juga berperan penting dalam aktivitas sehari-hari seperti mengangkat, mendorong, atau menarik.
2. Upper Limbs
Bagian upper limbs atau tungkai atas tersusun dari 30 tulang pada setiap lengan. Struktur ini membentuk lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, serta jari-jari.
- Humerus: Tulang panjang pada lengan atas.
- Radius: Tulang lengan bawah di sisi ibu jari.
- Ulna: Tulang lengan bawah di sisi kelingking.
- Carpal: Delapan tulang kecil pada pergelangan tangan.
- Metacarpal: Lima tulang di bagian tengah tangan.
- Phalanges: Empat belas tulang penyusun jari-jari.
3. Pelvic Girdle
Pelvic girdle adalah rangka panggul yang menjadi tempat melekatnya kaki pada rangka aksial. Bagian ini terdiri dari dua tulang panggul yang masing-masing memiliki struktur kompleks.
Pada setiap tulang panggul terdapat tiga bagian utama yang saling terhubung. Ketiganya membentuk struktur kuat yang menopang berat badan saat berdiri maupun bergerak.
- Ilium: Bagian atas dari tulang panggul.
- Ischium: Tulang melengkung di bagian bawah panggul.
- Pubis: Bagian depan dari struktur panggul.
4. Lower Limbs
Lower limbs atau tungkai bawah juga memiliki 30 tulang di setiap kaki. Tulang-tulang ini membentuk paha, betis, pergelangan kaki, hingga jari-jari kaki.
Struktur ini menahan beban tubuh dan memungkinkan pergerakan seperti berjalan, berlari, hingga melompat.
- Femur: Tulang paha yang menjadi tulang terbesar di tubuh.
- Tibia: Tulang utama pada betis yang membentuk tulang kering.
- Fibula: Tulang betis bagian luar.
- Patella: Tempurung lutut.
- Tarsal: Tujuh tulang penyusun pergelangan kaki.
- Metatarsal: Lima tulang di bagian tengah kaki.
- Phalanges: Empat belas tulang penyusun jari kaki.
Gangguan Kesehatan pada Sistem Rangka Manusia
Sistem rangka memiliki peran penting dalam menopang tubuh, melindungi organ, dan membantu pergerakan. Ketika terjadi gangguan, berbagai fungsi tersebut bisa menurun dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
1. Patah Tulang
Fracture atau patah tulang terjadi ketika struktur tulang mengalami keretakan akibat benturan atau trauma, seperti jatuh atau kecelakaan. Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk sesuai lokasi dan jenis patahannya.
Patah tulang perlu Anda tangani dengan tepat agar proses penyembuhan berjalan optimal. Jika Anda abaikan, kondisi ini berisiko menyebabkan deformitas atau gangguan fungsi gerak.
2. Metabolic Bone Diseases
Metabolic bone diseases adalah gangguan pada kekuatan dan kualitas tulang akibat masalah metabolisme tubuh. Kekurangan vitamin D, berkurangnya massa tulang, atau penggunaan obat tertentu dapat memengaruhi kondisi ini.
Gangguan metabolik pada tulang dapat membuat tulang menjadi rapuh dan mudah mengalami kerusakan. Maka, penanganan yang tepat membantu menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang.
3. Arthritis
Arthritis merupakan peradangan pada sendi yang menyebabkan nyeri, kaku, dan berkurangnya rentang gerak. Kondisi ini bisa terjadi karena kerusakan tulang rawan, gangguan autoimun, atau infeksi.
Maka, jika tidak Anda tangani, arthritis dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam beraktivitas. Mengelola peradangan dan menjaga kesehatan sendi penting untuk mencegah gejala semakin memburuk.
4. Kanker
Kanker pada sistem rangka dapat muncul di jaringan tulang atau pada sel-sel yang diproduksi oleh tulang, seperti sel darah. Meskipun kanker tulang primer jarang terjadi, gangguan pada sel darah seperti myeloma atau lymphoma lebih sering dijumpai.
Kondisi ini dapat melemahkan kekuatan tulang dan memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jadi, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
5. Spinal Curvatures
- Kyphosis: Menyebabkan punggung atas membulat berlebihan.
- Lordosis: Membuat tulang punggung bagian bawah melengkung terlalu ke dalam.
- Scoliosis: Menimbulkan kelengkungan tulang belakang berbentuk S atau C.
Baca Juga: Mengenal Anatomi Jantung: Bagian dan Fungsinya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gangguan kesehatan pada sistem rangka, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- WebMD. What Are the 5 Functions of Bones?. Januari 2026
- healthline. Skeletal System Overview. Januari 2026
- My Cleveland Clinic. Skeletal System (Musculoskeletal System). Januari 2026



