Penyakit paronikia muncul dengan gejala seperti nyeri, bengkak, kemerahan, munculnya nanah, serta perubahan pada bentuk dan warna kuku. Penanganannya dapat Anda lakukan dengan perawatan sederhana di rumah, penggunaan obat, hingga tindakan medis sesuai tingkat keparahan.

Paronikia adalah inflamasi pada lipatan kuku (nail fold) di sekitar kuku, yang paling sering karena infeksi bakteri pada paronikia akut, sedangkan pada paronikia kronis lebih sering berhubungan dengan iritasi kronis dan dapat muncul kolonisasi Candida. Kondisi ini bisa terjadi pada kuku tangan maupun kaki dan sering kali dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang kurang tepat dalam merawat kuku.
Untuk mencegah paronikia, penting menjaga kebersihan tangan dan kaki serta menghindari kebiasaan yang dapat merusak area kuku. Perawatan kuku yang benar, menjaga kulit tetap lembap, dan melindungi tangan dari paparan bahan kimia dapat membantu menurunkan risiko infeksi.
Apa Itu Paronikia
Paronikia adalah peradangan pada area sekitar kuku yang dapat terjadi akibat luka kecil, iritasi, atau infeksi. Kondisi ini bisa menyerang kuku tangan maupun kuku kaki, terutama pada bagian kulit di sekitar pangkal kuku.
Paronikia biasanya muncul ketika bakteri masuk melalui kulit yang rusak di sekitar kutikula atau lipatan kuku sehingga memicu infeksi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa berlangsung lama atau berulang, terutama jika dipicu oleh iritasi terus-menerus atau infeksi jamur maupun bakteri yang tidak sepenuhnya sembuh.
Baca Juga: 6 Penyebab Kuku Lepas Sendiri dan Cara Mengatasi
Jenis Paronikia
Paronikia terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab dan lama terjadinya infeksi. Setiap jenis memiliki ciri khas yang berbeda, baik dari segi gejala maupun faktor pemicunya.
- Paronikia Akut. Paronikia akut muncul secara tiba-tiba dengan gejala seperti nyeri, bengkak, kemerahan, dan terasa hangat di sekitar kuku. Kondisi ini biasanya karena infeksi bakteri yang masuk melalui luka kecil akibat kebiasaan seperti menggigit kuku, memotong kutikula terlalu dalam, atau melukai area sekitar kuku.
- Paronikia Kronis. Paronikia kronis berkembang secara perlahan dengan gejala bengkak, kemerahan, dan rasa tidak nyaman yang berlangsung lebih lama. Kondisi ini sering terjadi akibat paparan air, deterjen, bahan kimia, atau pada pekerjaan yang menyebabkan tangan atau kaki sering basah (wet work). Selain itu, paronikia kronis juga lebih mudah terjadi pada penderita diabetes atau kondisi imunokompromais.
Penyebab Paronikia
Paronikia umumnya terjadi akibat infeksi bakteri yang masuk ke dalam kulit di sekitar kuku melalui luka kecil atau iritasi. Selain itu, kebiasaan tertentu dan paparan zat tertentu juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
- Infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus
- Infeksi bakteri lain seperti Streptococcus pyogenes
- Luka atau kulit yang rusak di sekitar kuku
- Kuku tumbuh ke dalam (cantengan)
- Iritasi akibat paparan air atau bahan kimia
- Cedera pada area kuku atau kutikula
- Kebiasaan menggigit kuku atau terlalu sering melakukan manicure dan pedicure
- Penggunaan obat-obatan tertentu seperti retinoid, obat kanker, obat HIV, dan beberapa antibiotik
Gejala Paronikia
Gejala paronikia biasanya muncul dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah infeksi terjadi. Keluhan ini umumnya terlihat di area pertemuan antara kuku dan kulit, termasuk kutikula dan sisi kuku.
Jika tidak Anda tangani dengan baik, kondisi ini dapat berkembang dan memengaruhi bentuk serta kesehatan kuku secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus, infeksi juga bisa menyebabkan perubahan warna hingga kerusakan pada kuku.
- Nyeri, bengkak, dan rasa tidak nyaman di sekitar kuku
- Kulit di sekitar kuku tampak merah dan terasa hangat
- Muncul nanah di bawah kulit atau terbentuk benjolan berisi cairan
- Perubahan bentuk kuku seperti bergelombang atau tidak rata
- Warna kuku berubah menjadi kuning atau kehijauan
- Kuku menjadi kering dan rapuh
- Pada kasus kronis atau infeksi berat dapat terjadi perubahan bentuk kuku, onikolisis (kuku terlepas dari dasar kuku), atau distrofi kuku.
Diagnosis Paronikia
Paronikia ringan biasanya dapat Anda kenali dari gejala khas seperti nyeri berdenyut, bengkak, dan kemerahan di sekitar kuku yang mengalami luka. Kondisi ini sering kali muncul pada area kulit yang rusak di sekitar kuku sehingga mudah terlihat tanpa pemeriksaan khusus.
Pada kondisi kronis atau infeksi berat, dapat Anda lakukan pemeriksaan penunjang berupa kultur cairan nanah untuk mengetahui penyebab infeksi sehingga penatalaksanaan dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Baca Juga: Jamur Kuku Berbahaya? Kenali Gejala dan Pengobatannya
Cara Mengatasi Paronikia
Penanganan paronikia dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami, mulai dari perawatan sederhana di rumah hingga tindakan medis. Jika segera Anda tangani dengan tepat, kondisi ini umumnya dapat membaik dalam beberapa hari hingga minggu.
- Perawatan sederhana di rumah. Kompres hangat, merendam jari dalam air hangat selama 10-15 menit sebanyak 3-4 kali sehari, atau menggunakan salep topikal atau oles sesuai anjuran dapat membantu meredakan gejala ringan. Cara ini biasanya efektif untuk membantu proses penyembuhan dalam beberapa hari.
- Merendam area yang terinfeksi. Jika terdapat penumpukan nanah, merendam area yang terkena dalam air hangat beberapa kali sehari dapat membantu proses pengeluaran cairan. Setelah itu, area perlu Anda keringkan dengan baik agar tidak memperparah infeksi.
- Tindakan pengeluaran nanah (drainase). Dalam beberapa kasus, tenaga medis dapat membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah dari area yang terinfeksi. Tindakan ini membantu mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan.
- Pemberian antibiotik. Jika infeksi cukup parah atau tidak membaik dengan perawatan rumahan, antibiotik dapat Anda berikan untuk mengatasi bakteri penyebab infeksi. Pada kondisi tertentu, pengobatan dapat Anda lakukan melalui obat minum atau terapi lanjutan sesuai kebutuhan.
- Obat antijamur. Pada paronikia kronis, menangani penyebab yang mendasarinya sangatlah penting, seperti mengurangi paparan iritan. Apabila terdapat dugaan infeksi jamur, obat antijamur dapat Anda pertimbangkan sesuai hasil pemeriksaan. Selain itu, menjaga area tetap kering juga penting untuk membantu proses penyembuhan.
- Tindakan operasi. Pada kondisi yang lebih serius, tindakan medis seperti pembersihan area terinfeksi atau pengangkatan sebagian kuku mungkin Anda perlukan. Langkah ini jika infeksi telah menyebar atau tidak membaik dengan pengobatan lain.
Cara Mencegah Paronikia
Paronikia dapat Anda cegah dengan menjaga kebersihan serta merawat kuku dengan cara yang tepat dalam aktivitas sehari-hari. Kebiasaan kecil yang sering Anda anggap sepele justru memiliki peran penting dalam melindungi area kuku dari infeksi.
- Menjaga tangan dan kaki tetap bersih serta kering
- Menggunakan sarung tangan saat terpapar air atau bahan kimia dalam waktu lama
- Tidak menggigit kuku atau kulit di sekitar kuku
- Menghindari kebiasaan mengorek atau merusak kutikula
- Memotong kuku dengan hati-hati dan tidak terlalu pendek
- Tidak memotong atau mendorong kutikula terlalu dalam
- Menjaga kebersihan kuku dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun lembut
- Menggunakan pelembap pada area kuku dan kutikula jika kulit kering
- Hindari penggunaan kuku palsu atau manicure yang Anda lakukan secara tidak higienis
- Mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes
Pengobatan Paronikia Ke Dokter
Dalam beberapa kondisi, paronikia tidak cukup Anda tangani dengan perawatan mandiri di rumah dan memerlukan pemeriksaan medis. Mengenali tanda-tanda yang membutuhkan penanganan dokter dapat membantu mencegah infeksi menjadi lebih parah.
- Memiliki kondisi diabetes atau imunokompromais
- Terdapat penumpukan nanah di sekitar atau di bawah kuku
- Mengalami demam
- Kemerahan di sekitar kuku mulai menyebar ke jari
- Sulit menggerakan jari
- Gejala ringan seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak tidak membaik lebih dari tujuh hari
Baca Juga: Deteksi Penyakit Lewat Kuku, dari Warna hingga Bentuk
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami penyakit, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







