Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Penyakit Lyme: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi
Asifah
Rabu, 28 Januari 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Penyakit Lyme: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Penyakit Lyme berasal dari bakteri borrelia melalui gigitan kutu. Jika tidak Anda tangani maka dapat terjadi komplikasi seperti gangguan saraf, pembengkakan, gangguan pada fungsi janutng, dan masalah daya ingat. Cara mengatasinya dapat Anda lakukan dengan menarik kutu daari kulit, menghancurkan kutu tanpa menyentuhnya langsung, dan bersihkan area kulit yang terkena kutu.

penyakit lyme
Infeksi yang disebabkan penyekit lyme dapat menular melalui gigitan kutu.

Penyakit Lyme adalah salah satu penyakit yang bisa menimbulkan gangguan serius pada tubuh jika tidak segera Anda tangani. Infeksi ini dapat menular melalui gigitan kutu yang terinfeksi bakteri borrelia.

Gejala penyakit Lyme sering kali sulit orang kenali karena mirip dengan penyakit lain, sehingga membuat banyak orang tidak menyadari sejak awal. Dengan mengenali penyebab, gejala, hingga cara pencegahannya, risiko komplikasi dapat Anda minimalkan.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Penyakit Lyme
  • Penyebab Penyakit Lyme
  • Faktor Risiko Penyakit Lyme
  • Gejala Penyakit Lyme
    • 1. Tahap 1: Gejala Awal (Early Localized Disease)
    • 2. Tahap 2: Penyebaran Awal (Early Disseminated Disease)
    • 3. Tahap 3: Tahap Lanjut (Late Disseminated Disease)
  • Diagnosis Penyakit Lyme
  • Komplikasi Penyakit Lyme
  • Cara Mengatasi Penyakit Lyme
  • Cara Mencegah Penyakit Lyme
  • Pengobatan Penyakit Lyme Ke Dokter
    • Artikel Terkait

Apa Itu Penyakit Lyme

Penyakit Lyme adalah infeksi karena bakteri borrelia yang biasanya menular melalui gigitan kutu. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah kesehatan jika tidak Anda tangani sejak dini, mulai dari gejala ringan hingga gangguan serius.

Penyakit Lyme bisa Anda pahami sebagai penyakit yang umum muncul di daerah dengan banyak rumput, semak, atau hutan. Risiko terinfeksi meningkat ketika seseorang sering beraktivitas di alam terbuka tanpa perlindungan terhadap gigitan kutu.

Baca Juga: Apa Itu Kutu Kemaluan? Penyebab, Ciri-Ciri, dan Pengobatan

Penyebab Penyakit Lyme

Penyakit Lyme berasal dari bakteri borrelia yang menular melalui gigitan kutu. Kutu bisa terinfeksi setelah menggigit hewan pembawa bakteri, lalu menyalurkannya ke manusia saat menempel di kulit.

Kutu tidak bisa melompat atau terbang, melainkan menempel saat seseorang bersentuhan dengan rumput, semak, atau dedaunan. Risiko tertular semakin tinggi jika kutu Anda biarkan terlalu lama menempel di kulit karena mereka menghisap darah secara perlahan tanpa menimbulkan rasa sakit. Anda lebih berisiko mengalami penyakit Lyme jika:

  • Sering beraktivitas di area hutan, padang rumput, atau semak belukar.
  • Berada di luar ruangan antara bulan Maret hingga Oktober saat aktivitas luar meningkat.
  • Tidak segera menyadari adanya kutu di kulit karena ukurannya sangat kecil dan gigitannya tidak terasa.

Faktor Risiko Penyakit Lyme

Faktor risiko penyakit Lyme dapat meningkat jika seseorang sering berada di lingkungan yang menjadi tempat hidup kutu pembawa bakteri. Beberapa hal berikut bisa membuat peluang terkena infeksi lebih besar:

  • Wilayah: Kutu pembawa penyakit Lyme banyak di Midwest bagian atas, wilayah timur laut dan mid Atlantik di Amerika Serikat, serta selatan Kanada dan beberapa bagian Eropa.
  • Habitat: Kutu biasanya hidup di area berhutan, semak belukar, atau padang rumput.
  • Waktu: Risiko lebih tinggi pada musim semi, musim panas, dan musim gugur, meski kutu tetap bisa aktif kapan saja saat suhu di atas titik beku.

Gejala Penyakit Lyme

Lyme disease dapat menimbulkan tanda dan keluhan yang berbeda pada setiap orang. Gejalanyabiasanya berkembang dalam beberapa tahap, mulai dari tahap awal hingga tahap lanjut, dan bisa muncul secara bertahap maupun bersamaan.

1. Tahap 1: Gejala Awal (Early Localized Disease)

Pada tahap awal, biasanya muncul dalam waktu 3 hingga 30 hari setelah gigitan kutu. Gejala yang paling khas adalah munculnya ruam berbentuk lingkaran yang melebar perlahan dari titik gigitan, mirip target panah. 

Ruam ini bisa terasa hangat saat Anda sentuh, tetapi umumnya tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri. Selain ruam, penderita juga dapat mengalami demam, sakit kepala, kelelahan ekstrem, serta pegal pada otot dan sendi. 

Beberapa orang juga mungkin merasakan kaku pada persendian dan pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Tahap 2: Penyebaran Awal (Early Disseminated Disease)

Jika tidak segera Anda tangani, gejalanya bisa berkembang lebih serius dalam waktu 3 hingga 10 minggu setelah gigitan. Pada tahap ini, ruam bisa muncul di beberapa bagian tubuh sekaligus, serta muncul rasa sakit di leher atau kekakuan otot.

Penderita juga bisa mengalami kelemahan otot wajah, gangguan irama jantung, hingga nyeri yang menjalar dari punggung ke kaki. Selain itu, bisa timbul mati rasa, kelemahan di tangan atau kaki, serta peradangan pada mata yang menyebabkan rasa sakit atau penurunan penglihatan.

3. Tahap 3: Tahap Lanjut (Late Disseminated Disease)

Pada tahap ketiga, biasanya muncul 2 hingga 12 bulan setelah gigitan kutu. Kondisi yang paling umum adalah radang sendi pada sendi besar, terutama lutut, yang menimbulkan nyeri, bengkak, atau kaku. Keluhan ini bisa berlangsung lama atau muncul hilang timbul.

Di Eropa, Lyme disease juga dapat memicu kondisi kulit bernama acrodermatitis chronica atrophicans. Kulit pada punggung tangan, kaki, siku, atau lutut bisa berubah warna, membengkak, bahkan mengalami kerusakan jaringan bila tidak Anda tangani.

Diagnosis Penyakit Lyme

Diagnosis penyakit Lyme biasanya dengan melihat gejala yang muncul, kondisi fisik seperti adanya ruam khas, serta riwayat aktivitas di daerah yang berisiko terdapat kutu pembawa bakteri. Banyak orang tidak menyadari pernah tergigit kutu karena ukurannya sangat kecil dan gigitannya tidak menimbulkan rasa sakit.

Untuk memastikan, pemeriksaan darah dapat Anda lakukan sebagai tes penunjang. Jika hasil tes pertama negatif, biasanya tidak diperlukan tes lanjutan, namun jika hasilnya positif atau meragukan, tes akan dokter ulang untuk memastikan diagnosis penyakit Lyme secara akurat.

Baca Juga: Penyakit Kutu Air: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Komplikasi Penyakit Lyme

Jika penyakit Lyme tidak Anda tangani dengan cepat, gejalanya bisa berkembang menjadi lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa masalah dapat membaik setelah pengobatan, tetapi jika penanganan terlambat, ada kemungkinan gejala menetap dalam jangka panjang. Berikut komplikasi yang harus Anda waspadai:

  • Nyeri dan pembengkakan pada persendian.
  • Gangguan saraf, seperti mati rasa atau rasa nyeri pada anggota tubuh.
  • Masalah daya ingat dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Gangguan pada fungsi jantung.
  • Sindrom pasca perawatan penyakit Lyme, dengan gejala mirip fibromyalgia atau sindrom kelelahan kronis.

Cara Mengatasi Penyakit Lyme

Jika Anda terkena gigitan kutu yang berisiko menularkan penyakit Lyme, penting untuk segera melakukan langkah pertolongan pertama dengan cara yang benar. Penyakit Lyme bisa sembuh jika Anda tangani sejak dini dengan perawatan yang tepat, sehingga mencegah komplikasi serius di kemudian hari. Berikut cara mengatasi penyakit lyme yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan pinset tumpul untuk menarik kutu dengan lembut namun mantap pada bagian kepala yang menempel di kulit.
  • Hindari menghancurkan tubuh kutu atau menyentuhnya langsung dengan jari tangan tanpa pelindung.
  • Setelah kutu terlepas, bersihkan area gigitan menggunakan sabun dan air mengalir hingga benar-benar bersih.
  • Jangan menggunakan bahan seperti minyak tanah, petroleum jelly, atau puntung rokok panas untuk mengeluarkan kutu.
  • Hindari menekan tubuh kutu dengan jari maupun pinset karena dapat meningkatkan risiko paparan bakteri.

Cara Mencegah Penyakit Lyme

Penyakit Lyme dapat Anda cegah dengan langkah sederhana untuk menghindari gigitan kutu saat beraktivitas di luar ruangan. Dengan perlindungan yang tepat, risiko tertular penyakit ini bisa berkurang secara signifikan.

  • Tutupi kulit dengan pakaian panjang saat berjalan di alam terbuka dan masukkan ujung celana ke dalam kaus kaki.
  • Gunakan obat anti-serangga pada kulit dan pakaian, terutama yang mengandung DEET.
  • Usahakan tetap berada di jalur yang jelas dan hindari semak atau rumput tinggi.
  • Pilih pakaian berwarna terang agar kutu lebih mudah terlihat dan segera Anda bersihkan.

Pengobatan Penyakit Lyme Ke Dokter

Penyakit Lyme sering kali sulit dikenali karena banyak gejalanya mirip dengan kondisi kesehatan lainnya. Jika Anda merasakan tanda-tanda yang mencurigakan, segera temui dokter agar diagnosis bisa lebih cepat dan penanganan tepat diberikan.

Apabila Anda pernah digigit kutu atau berada di lingkungan yang rawan kutu, penting untuk tetap waspada. Jika muncul gejala seperti ruam, demam, atau rasa lelah berlebihan, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter agar kondisi tidak semakin parah.

Baca Juga: Inilah 8 Cara Menghilangkan Kutu Rambut dengan Mudah

Yuk segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS

Source:

  • Cleveland Clinic. Lyme Disease. Januari 2026
  • Mayo Clinic. Lyme disease. Januari 2026
  • NHS. Lyme disease. Januari 2026

Diperbarui pada 28 Januari 2026

Artikel Terkait

  • penyakit kawasaki
    Penyakit Kawasaki: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi
  • penyakit yang disebabkan oleh tikus
    7 Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus dan Bahayanya
  • ruam kulit kemerahan
    Apa Itu Ruam Kulit? Penyebab, Gejala, Pengobatan
Tagged under: Kesehatan Kulit

Artikel Terkait

  • penyakit kawasaki
    Penyakit Kawasaki: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi
  • penyakit yang disebabkan oleh tikus
    7 Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus dan Bahayanya
  • ruam kulit kemerahan
    Apa Itu Ruam Kulit? Penyebab, Gejala, Pengobatan

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP