Manfaat empeng untuk bayi di antaranya adalah mengurangi risiko kematian mendadak (SIDS), membuat bayi cepat tidur, hingga mengurangi rasa sakit karena mengalihkan perhatian si Kecil. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan, karena bisa memicu masalah pada gigi apabila digunakan dalam jangka panjang hingga meningkatkan risiko infeksi telinga tengah.

Kapan Bayi Boleh Ngempeng?
Secara umum, tidak ada aturan mutlak tentang kapan bayi boleh mulai menggunakan empeng, karena setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, bagi ibu yang menyusui, empeng sebaiknya diberikan setelah proses menyusui sudah berjalan lancar dan bayi terbiasa menyusu langsung dari payudara.
Pemberian empeng terlalu dini dikhawatirkan membuat bayi kesulitan beradaptasi dengan cara mengisap payudara, karena teknik mengisap empeng dan puting berbeda. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi menjadi kurang efektif saat menyusu atau lebih cepat lelah sehingga minat menyusu berkurang, terutama pada bayi yang masih sangat kecil.
Pada bayi yang minum susu botol sejak awal, empeng umumnya dapat diberikan lebih cepat sebagai alat bantu menenangkan. Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan respons bayi dan memastikan empeng tidak mengganggu jadwal makan, karena pertanyaan bolehkah bayi ngempeng sebaiknya selalu Anda sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing bayi.
Baca Juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir untuk Orangtua Baru
Manfaat Empeng untuk Bayi
Empeng sering digunakan sebagai alat bantu menenangkan bayi, terutama pada masa awal kehidupan ketika bayi masih beradaptasi dengan lingkungan baru. Berbagai manfaat empeng untuk bayi baru lahir dapat dirasakan jika digunakan dengan tepat dan sesuai kebutuhan bayi.
- Menenangkan bayi yang rewel. Mengisap empeng dapat membantu bayi merasa lebih tenang di sela waktu menyusu. Aktivitas mengisap memberi efek menenangkan secara alami.
- Mengalihkan perhatian sementara. Empeng bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman atau nyeri ringan, misalnya saat imunisasi. Efek ini bersifat sementara namun cukup membantu menenangkan bayi.
- Membantu bayi lebih mudah tertidur. Manfaat empeng bayi salah satunya membantu bayi lebih cepat terlelap. Hal ini membantu proses transisi menuju waktu tidur.
- Mengurangi rasa tidak nyaman saat bepergian dengan pesawat. Perubahan tekanan udara dapat membuat telinga bayi terasa tidak nyaman. Gerakan mengisap empeng membantu menyeimbangkan tekanan tersebut.
- Menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Penggunaan empeng saat tidur siang atau malam berkaitan dengan risiko SIDS yang lebih rendah. Empeng membantu menjaga pola pernapasan bayi tetap stabil saat tidur.
- Lebih mudah dihentikan dibanding kebiasaan mengisap jari. Empeng dapat Anda hentikan penggunaannya secara bertahap ketika waktunya tiba. Kebiasaan ini umumnya lebih mudah dilepas dibandingkan mengisap ibu jari.
- Bermanfaat untuk bayi prematur. Pada bayi prematur, kebiasaan mengisap empeng berkaitan dengan masa rawat inap yang lebih singkat. Empeng juga membantu mempercepat transisi menuju kemampuan minum susu botol secara mandiri.
Baca Juga: Cara Menyusui Bayi yang Benar, Posisi hingga Waktunya
Efek Samping Empeng untuk Bayi
Empeng memang bisa membantu menenangkan bayi, tetapi penggunaannya juga memiliki beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan. Memahami efek samping empeng dan efek penggunaan empeng pada bayi penting agar pemakaiannya tetap aman dan tidak menimbulkan masalah jangka panjang.
1. Ketergantungan pada Empeng
Penggunaan empeng secara rutin, terutama saat tidur, dapat membuat bayi bergantung untuk menenangkan diri. Ketika empeng terlepas saat tidur malam, bayi bisa terbangun dan menangis karena sulit kembali tidur tanpa empeng.
Dalam jangka pendek, kondisi ini bisa mengganggu pola tidur bayi dan orang tua. Oleh karena itu, empeng sebaiknya bayi gunakan seperlunya dan tidak selalu menjadi satu-satunya cara menenangkan bayi.
2. Risiko Infeksi Telinga
Penggunaan empeng berkaitan dengan meningkatnya risiko infeksi telinga tengah, terutama jika bayi gunakan terlalu sering. Meski risiko ini relatif rendah pada bayi usia di bawah 6 bulan, kebiasaan mengisap empeng tetap perlu Anda awasi.
Infeksi telinga dapat menyebabkan bayi menjadi rewel, sulit tidur, dan tidak nyaman saat menyusu. Menjaga kebersihan empeng dan membatasi penggunaannya dapat membantu mengurangi risiko ini.
3. Gangguan Kesehatan Gigi
Pemakaian empeng dalam jangka panjang dapat memengaruhi pertumbuhan gigi dan rahang bayi. Jika kebiasaan ini berlanjut hingga usia balita, risiko gigi tidak sejajar atau perubahan bentuk rahang bisa meningkat.
Dampak pada kesehatan gigi umumnya lebih jelas jika empeng bayi gunakan melewati usia dua hingga tiga tahun. Menghentikan penggunaan empeng secara bertahap sejak dini dapat membantu mencegah masalah gigi di kemudian hari.
4. Gangguan Proses Menyusui
Pada sebagian bayi, penggunaan empeng terlalu dini dapat mengganggu proses menyusui. Teknik mengisap empeng berbeda dengan mengisap payudara, sehingga bayi bisa menjadi kurang efektif saat menyusu.
Meski demikian, jika empeng Anda berikan setelah menyusui berjalan lancar, dampaknya biasanya minimal. Orang tua tetap perlu memperhatikan apakah empeng membuat bayi menjadi kurang tertarik menyusu.
5. Risiko Paparan Kuman
Empeng yang sering jatuh atau tidak Anda bersihkan dengan baik dapat menjadi tempat menempelnya kuman dan jamur. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko infeksi ringan, terutama pada mulut dan saluran pernapasan.
Pemilihan bahan empeng yang aman serta kebiasaan membersihkan empeng secara rutin sangat penting. Dengan perawatan yang tepat, risiko paparan kuman dapat Anda cegah meski empeng tetap bayi gunakan.
Tips Aman Menggunakan Empeng
Memilih dan menggunakan empeng dengan cara yang tepat penting untuk menjaga kenyamanan serta kesehatan si kecil. Dengan memperhatikan beberapa langkah sederhana, orang tua dapat memastikan empeng yang aman untuk bayi gunakan tanpa menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.
- Pilih empeng model satu bagian yang tidak mudah terlepas agar mengurangi risiko tersedak saat bayi mengisapnya.
- Pastikan empeng terbuat dari bahan yang aman, seperti karet alami atau silikon berkualitas food grade.
- Hindari empeng yang mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk bisphenol-A (BPA), yang berisiko bagi kesehatan bayi.
- Bersihkan empeng secara rutin dengan sesuai petunjuk pabrik dengan menggunakan air panas atau sterilisasi.
Baca Juga: 6 Posisi Menyusui Bayi yang Benar Agar Tidak Tersedak
Jika bayi Anda atau keluarga Anda mengalami keluhan setelah menggunakan empeng, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







