Ditulis oleh Tim Konten Medis
Gerakan janin yang tidak normal ditandai dengan berkurangnya pergerakan drastis atau berhenti sama sekali, yang bisa menandakan kondisi darurat. Sementara itu, gerakan janin yang normal biasanya terasa sejak usia 16–25 minggu dan terus berlanjut hingga persalinan.

Biasanya ibu mulai bisa merasakan gerakan janin berkembang baik pertama kali antara usia kehamilan 16 hingga 24 minggu. Jika ini adalah kehamilan pertama, sensasi gerakan janin mungkin baru terasa setelah melewati 20 minggu.
Apabila hingga usia 24 minggu belum ada gerakan yang dirasakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke bidan atau dokter kandungan. Umumnya, gerakan janin akan tetap terasa hingga mendekati bahkan selama proses persalinan berlangsung.
Tanda Gerakan Janin Tidak Normal
Merasa janin aktif bergerak selama kehamilan adalah salah satu tanda penting bahwa si kecil tumbuh sehat di dalam kandungan. Setiap ibu hamil biasanya punya pengalaman yang berbeda, begitu juga dengan pola gerakan janin yang tidak selalu sama antara satu dengan lainnya.
Karena itu, penting untuk mengenali pola gerakan bayi sendiri dan memperhatikan bila terjadi perubahan yang mencurigakan. Meskipun variasi gerakan janin bisa berbeda-beda, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda janin mengalami masalah.
Bila janin tiba-tiba berhenti bergerak atau gerakannya tidak terasa sama sekali, segera hubungi tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi si kecil tetap aman. Beberapa tanda gerakan janin tidak normal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Tidak merasakan janin aktif bergerak sama sekali hingga usia 25 minggu kehamilan.
- Gerakan janin yang biasanya terasa tiba-tiba berhenti sepenuhnya pada usia kehamilan lebih lanjut.
Baca Juga: Perkembangan Janin Trimester 3 pada Setiap Minggu Usianya
Faktor yang Bisa Membuat Gerakan Janin Berkurang
Gerakan janin yang normal menjadi tanda penting bahwa si kecil tumbuh sehat di dalam kandungan. Namun, ada kalanya ibu hamil merasa gerakan janin berkurang atau bahkan tidak terasa seharian.
Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh hal-hal yang wajar, misalnya saat janin sedang tidur atau ketika ruang geraknya semakin terbatas menjelang akhir kehamilan. Meski begitu, tetap penting untuk mengenali faktor yang lebih serius agar penyebab janin tidak bergerak seharian bisa segera diketahui dan ditangani dengan tepat.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan gerakan janin berkurang antara lain:
- Masalah pada tali pusat. Tali pusat bisa melilit leher janin atau mengalami gangguan lain yang menghambat suplai oksigen dan nutrisi.
- Pertumbuhan janin terhambat. Jika pertumbuhan bayi melambat, maka gerakan janin yang normal bisa terasa lebih lemah atau jarang.
- Gangguan pada plasenta. Plasenta yang tidak berfungsi optimal bisa membuat nutrisi tidak tersalurkan dengan baik, sehingga gerakan janin berkurang.
- Cedera otak janin. Cedera pada otak janin dapat memengaruhi sistem saraf dan mengurangi aktivitas gerakan.
- Kelainan bawaan. Beberapa cacat lahir, misalnya pada jantung, dapat menyebabkan janin lebih pasif di dalam kandungan.
- Hipoglikemia (gula darah rendah). Rendahnya kadar gula darah bisa menurunkan energi janin sehingga pergerakannya berkurang.
- Oligohidramnion (cairan ketuban sedikit). Cairan ketuban yang terlalu sedikit membatasi ruang gerak janin, termasuk pada kondisi gerakan janin sungsang.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera pergi ke rumah sakit atau dokter kandungan jika merasakan adanya perubahan pada gerakan janin, terutama bila gerakannya berkurang drastis atau tidak terasa sama sekali. Jangan menunggu hingga jadwal kontrol berikutnya, karena kondisi ini bisa menjadi tanda darurat yang membutuhkan pemeriksaan segera untuk memastikan kesehatan janin.
Perubahan gerakan janin bisa menjadi satu-satunya tanda awal bahwa si kecil membutuhkan pertolongan. Dengan pemeriksaan cepat, ada kesempatan untuk mendeteksi masalah sejak dini dan menyelamatkan nyawa janin. Sebagai tambahan, janin biasanya mulai terasa kedutan atau gerakan halus pertama kali pada usia kehamilan sekitar 16–25 minggu.
Baca Juga: 14 Perkembangan Janin Trimester 2 (Usia 13-28 Minggu)
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala janin yang tidak normal, segera kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- NHS. Your baby’s movements. November 2025
- Medical News Today. What is normal fetal movement, and when should I be concerned. November 2025
- healthline. Have Your Baby’s Movements Changed? Here’s What to Do. November 2025







