Ditulis oleh Tim Konten Medis
Ciri-ciri air ketuban merembes biasanya muncul dengan keluarnya cairan bening dan encer dari vagina yang sulit Anda kendalikan. Kondisi ini dapat terjadi karena lemahnya dinding ketuban, infeksi, tekanan berlebih di rahim, panjang leher rahim yang terlalu pendek, kebiasaan merokok, dan kurangnya berat badan yang terlalu rendah sehingga perlu segera mendapat perhatian medis.

Ketuban pecah sebelum waktunya bisa menjadi kondisi serius bagi ibu dan janin. Jika tidak segera Anda tangani, hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi, kelahiran prematur, hingga gangguan pada perkembangan bayi di dalam kandungan.
Namun, dengan mengenali tanda-tanda awal dan mengetahui cara penanganannya, ibu hamil dapat mencegah komplikasi yang lebih berat. Pemeriksaan rutin serta konsultasi dengan dokter kandungan menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kehamilan tetap aman dan sehat.
Ciri-Ciri Air Ketuban Merembes
Air ketuban memiliki peran penting untuk melindungi dan mendukung perkembangan janin di dalam kandungan. Namun, ketika air ketuban mulai merembes sebelum waktunya, kondisi ini bisa menjadi tanda ciri-ciri air ketuban pecah atau ciri-ciri air ketuban merembes tanpa kontraksi yang perlu ibu hamil waspadai. Berikut beberapa tanda yang dapat membantu mengenali kebocoran air ketuban:
- Terjadi keluarnya cairan dari vagina, baik berupa rembesan halus maupun semburan yang cukup deras.
- Cairan tidak berbau seperti urine. Jika tidak beraroma amonia, kemungkinan besar itu adalah air ketuban.
- Jika cairan memiliki aroma manis ringan, kemungkinan itu air ketuban; sementara bau tidak sedap bisa menjadi tanda adanya infeksi.
- Cairan yang keluar biasanya bening dan terasa lebih encer dari keputihan biasa.
- Ketika berbaring, cairan cenderung keluar lebih banyak karena posisi kepala bayi menekan leher rahim saat ibu berdiri atau duduk.
- Tidak dapat menghentikan aliran cairan seperti ketika menahan buang air kecil, karena air ketuban keluar secara terus-menerus.
Perbedaan Air Ketuban dan Keputihan
Keputihan umumnya memiliki tekstur lebih kental menyerupai lendir, berwarna putih atau sedikit kekuningan, serta tidak berbau menyengat. Sementara itu, air ketuban memiliki tekstur yang jauh lebih encer dan jernih, mirip seperti air biasa.
Cairan ini biasanya keluar terus-menerus dan tidak bisa dikendalikan dengan otot panggul. Selain itu, air ketuban yang merembes sering kali meninggalkan rasa lembap berkepanjangan pada pakaian dalam, berbeda dengan keputihan yang hanya muncul dalam jumlah sedikit.
Jika cairan yang keluar terasa banyak dan terus mengalir, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah itu tanda ciri-ciri air ketuban pecah agar penanganan dapat dokter lakukan dengan cepat dan tepat.
Baca Juga: Penyebab Air Ketuban Keruh dan Cara Tepat Mengatasinya
Penyebab Air Ketuban Merembes
Air ketuban biasanya akan pecah saat proses persalinan, tetapi dalam beberapa kondisi, kantung ketuban bisa robek lebih awal. Kondisi ini sebagai kebocoran atau penyebab air ketuban merembes sebelum waktunya dan dapat terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan kehamilan.
Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebabnya:
- Riwayat kebocoran air ketuban sebelumnya, yang meningkatkan risiko terulang kembali pada kehamilan berikutnya.
- Perdarahan pada trimester kedua atau ketiga, yang bisa melemahkan selaput ketuban.
- Panjang leher rahim yang terlalu pendek, sehingga kantung ketuban lebih mudah robek.
- Uterus yang terlalu meregang (overdistensi), biasanya terjadi pada kehamilan kembar atau jumlah air ketuban yang berlebih.
- Kekurangan tembaga (copper deficiency) yang berperan penting dalam menjaga elastisitas jaringan.
- Kekurangan vitamin C (ascorbic acid deficiency) yang dapat membuat dinding ketuban lebih rapuh.
- Gangguan pada jaringan ikat tubuh, yang memengaruhi kekuatan lapisan pelindung ketuban.
- Berat badan yang terlalu rendah (BMI rendah), yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan kesehatan selaput ketuban.
- Kurangnya perawatan kehamilan, biasanya karena keterbatasan ekonomi atau akses layanan kesehatan.
- Kebiasaan merokok yang dapat melemahkan jaringan dan aliran oksigen ke plasenta.
- Penggunaan obat terlarang, yang bisa mengganggu keseimbangan tubuh dan memperburuk kondisi kehamilan.
Dalam beberapa kasus, penyebabnya merembes tidak dapat diketahui secara pasti. Namun, pemeriksaan rutin selama kehamilan dapat membantu mendeteksi risiko lebih awal agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Baca Juga: Waspadai 8 Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang Normal
Bahaya Air Ketuban Merembes
Kondisi air ketuban yang merembes terlalu dini dapat menimbulkan berbagai risiko bagi ibu dan janin. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman dan tanda-tanda yang dirasakan ketika air ketuban keluar, kebocoran ini juga bisa menyebabkan gangguan serius jika tidak segera Anda tangani dengan baik. Berikut beberapa bahaya yang mungkin terjadi:
- Keguguran atau kelahiran prematur, jika air ketuban merembes pada trimester awal atau pertengahan kehamilan.
- Cacat lahir pada janin, akibat terganggunya perlindungan dan nutrisi yang diberikan oleh air ketuban.
- Kematian janin dalam kandungan (stillbirth) jika kebocoran terjadi terlalu dini tanpa penanganan medis yang tepat.
- Pertumbuhan janin terhambat, karena berkurangnya jumlah air ketuban yang berfungsi melindungi dan mendukung perkembangan bayi.
- Tali pusar terjepit saat proses persalinan, yang dapat menghambat aliran oksigen ke bayi.
- Peningkatan risiko operasi caesar, terutama jika cairan ketuban terlalu sedikit atau kondisi bayi tidak stabil.
- Kontraksi dan proses persalinan menjadi lebih sulit, karena rendahnya volume air ketuban membuat rahim lebih mudah menekan bayi.
Mengetahui yang dirasakan ketika air keluar serta memahami tanda-tandanya dapat membantu ibu hamil untuk segera mencari pertolongan medis. Penanganan yang cepat sangat penting agar keselamatan ibu dan bayi tetap terjaga hingga waktu persalinan tiba.
Takaran Normal Air Ketuban Saat Hamil
Jumlah air ketuban akan terus bertambah seiring bertumbuhnya janin di dalam kandungan. Cairan ini berperan penting untuk melindungi bayi serta membantu proses perkembangan organ tubuhnya.
Mengetahui kadar air ketuban yang normal juga bisa membantu ibu mengenali tanda dan cara mengetahui kalau air ketuban merembes sejak dini. Berikut takaran normalnya berdasarkan usia kehamilan:
- Sekitar 60 mililiter (mL) pada usia kehamilan 12 minggu.
- Sekitar 175 mL pada usia kehamilan 16 minggu.
- Berkisar antara 400 hingga 1.200 mL pada usia kehamilan 34 hingga 38 minggu.
Untuk memantau jumlah air ketuban, pemeriksaan melalui USG dengan dua metode pengukuran, yaitu:
- Amniotic Fluid Index (AFI), yaitu pengukuran total cairan ketuban dari empat bagian rahim.
- Maximum Vertical Pocket (MVP), yaitu pengukuran kedalaman kantung cairan terbesar di dalam rahim.
Kadar air ketuban rendah bila hasil AFI kurang dari 5 sentimeter (cm) atau MVP kurang dari 2 cm. Kondisi ini tidak selalu karena kebocoran, karena bisa juga terjadi akibat penurunan produksi cairan dalam tubuh.
Pemeriksaan rutin dan memahami cara mengetahui kalau air ketuban merembes akan membantu menjaga kehamilan tetap sehat hingga persalinan.
Baca Juga: 14 Perkembangan Janin Trimester 2 (Usia 13-28 Minggu)
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- What to expect. Leaking Amniotic Fluid (Premature Rupture of Membranes) During Pregnancy. Januari 2026
- Medical News Today. Signs and causes of leaking amniotic fluid. Januari 2026
- healthline. Leaking Amniotic Fluid During Pregnancy: What Does It Feel Like. Januari 2026







