Penyebab mudah memar dapat dipicu oleh kondisi kulit, gangguan pembekuan darah, hingga penggunaan obat tertentu. Cara mendiagnosisnya dapat Anda lakukan dengan CBC, evaluasi panel metabolik, penilaian profil koagulasi, tes fungsi tubuh, dan CT scan atau MRI.

Penyebab mudah memar sering kali berkaitan dengan kondisi tubuh yang memengaruhi pembuluh darah atau proses pembekuan darah. Memahami faktor pemicunya membantu Anda mengenali apakah memar yang muncul masih tergolong normal atau justru perlu diperiksakan.
Penyebab mudah memar juga bisa berhubungan dengan gaya hidup, nutrisi, hingga penggunaan obat tertentu. Dengan mengetahui penyebabnya lebih awal, Anda dapat mengambil langkah tepat untuk mencegah memar muncul berulang.
Penyebab Memar
Memar terjadi ketika darah keluar dari pembuluh kecil dan berkumpul di bawah kulit tanpa adanya luka terbuka. Kondisi ini membuat warna kulit berubah dan dapat menimbulkan nyeri, terutama pada orang dengan kulit mudah memar.
Memar dapat muncul karena beberapa faktor yang memengaruhi pembuluh darah maupun kemampuan darah untuk membeku. Kondisi tertentu juga dapat membuat memar tampak lebih sering dan lebih besar dari biasanya.
- Cedera atau benturan fisik yang menyebabkan pembuluh darah pecah.
- Penuaan kulit yang membuat pembuluh darah lebih rapuh dan mudah pecah.
- Gangguan kesehatan yang memengaruhi jumlah trombosit, seperti autoimun, hemofilia, atau leukemia.
- Penggunaan obat yang menghambat pembekuan darah, seperti antikoagulan (heparin, warfarin), antiplatelet (clopidogrel), aspirin, atau obat steroid.
Baca Juga: 4 Tanda Luka Infeksi dan Cara Mencegahnya
Faktor Penyebab Mudah Memar
Memar dapat muncul lebih sering ketika tubuh mengalami perubahan tertentu pada pembuluh darah, kulit, atau sistem pembekuan darah. Kondisi ini bisa menjadi memar tanda sebab tertentu yang perlu diperhatikan, terutama jika terjadi tanpa benturan.
Beberapa faktor juga dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap tekanan kecil sehingga menjadi penyebab badan mudah memar. Memahami penyebabnya membantu Anda mengenali kondisi yang masih normal atau memerlukan pemeriksaan medis.
1. Proses Penuaan
Pada proses penuaan, lapisan kulit terluar (epidermis) menjadi lebih tipis sehingga pembuluh darah di bawahnya lebih mudah terlihat dan rentan pecah. Kulit juga tampak lebih pucat karena jumlah sel berpigmen makin sedikit.
Selain itu, hilangnya kolagen dan elastin membuat kulit tidak sekuat sebelumnya. Paparan matahari dalam jangka panjang juga berkontribusi membuat kulit lebih mudah mengalami memar, terutama di area seperti lengan.
2. Faktor Genetik
Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik yang membuat mereka lebih mudah memar dibandingkan orang lain. Kondisi ini dapat diturunkan dalam keluarga dan biasanya berlangsung sejak usia muda.
Dalam beberapa kasus, memar mudah muncul karena gangguan pada sistem pembekuan darah yang sifatnya bawaan. Contohnya termasuk kelainan seperti penyakit von Willebrand.
3. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan beberapa jenis vitamin dapat menjadi penyebab badan mudah memar. Beberapa kekurangan nutrisi yang bisa memengaruhi kondisi ini antara lain:
- Kekurangan vitamin B12 dapat terjadi pada orang yang jarang mengonsumsi produk hewani atau memiliki gangguan penyerapan.
- Kekurangan vitamin C biasanya muncul pada orang dengan asupan makanan sangat rendah atau kondisi kesehatan tertentu.
- Kekurangan vitamin K lebih sering terjadi pada gangguan pencernaan seperti SIBO, celiac, pankreatitis kronis, atau konsumsi alkohol berlebih.
4. Obat dan Suplemen Tertentu
Beberapa obat dapat mengurangi kemampuan darah untuk membeku sehingga mempermudah munculnya memar. Berikut beberapa contohnya:
- NSAID seperti ibuprofen dan naproxen.
- Antikoagulan seperti warfarin, rivaroxaban, dan apixaban.
- Antiplatelet seperti aspirin dan clopidogrel.
- Steroid seperti prednisone dan hydrocortisone.
- Suplemen seperti ginkgo, vitamin E, atau jahe.
5. Gaya Hidup Aktif
Aktivitas fisik yang melibatkan banyak gerakan atau kontak tubuh dapat menyebabkan memar kecil tanpa disadari. Benda, peralatan olahraga, atau benturan ringan dapat memicu pecahnya pembuluh darah.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko memar saat berolahraga:
- Teknik olahraga yang kurang tepat.
- Berlari atau melompat di permukaan keras.
- Meningkatkan intensitas olahraga terlalu cepat.
6. Jumlah Trombosit Rendah
Jumlah trombosit yang rendah dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku, sehingga memar lebih mudah muncul. Kondisi seperti immune thrombocytopenia (ITP) dapat menurunkan jumlah trombosit secara signifikan.
Gejala lain dapat meliputi bintik merah kecil di kulit atau perdarahan ringan. Pada sebagian kasus, kondisi ini dapat muncul selama kehamilan.
Baca Juga: 12 Penyebab Luka Lama Sembuh, Apa Faktor Risikonya?
7. Gangguan Pembekuan Darah
Memar yang sering disertai gejala seperti mimisan, haid berat, atau perdarahan yang lama setelah luka bisa menjadi tanda gangguan pembekuan darah. Kondisi ini membuat tubuh kesulitan menghentikan perdarahan kecil.
Salah satu contoh yang sering ditemukan adalah penyakit von Willebrand. Pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan pengobatan yang tepat.
8. Kerusakan Hati
Kerusakan hati dapat mengganggu produksi protein dan hormon yang membantu pembekuan darah. Akibatnya, jumlah trombosit bisa berkurang sehingga memudahkan terjadinya memar.
Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai penyebab seperti penyakit hati kronis atau konsumsi alkohol berlebih. Pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan diagnosisnya.
9. Kanker Darah
Walaupun sangat jarang, kanker darah seperti leukemia dapat menyebabkan memar yang muncul tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak menghasilkan cukup sel darah sehat, termasuk trombosit.
Memar karena kanker sering muncul di area yang tidak biasa seperti punggung atau tangan. Memar juga dapat bertahan lama dan muncul bersamaan dengan memar baru.
Cara Mendiagnosis Penyebab Memar
Untuk mengetahui penyebab memar di bawah kulit, pemeriksaan fisik dan penelusuran riwayat kesehatan biasanya dilakukan terlebih dahulu. Pemeriksaan ini membantu dokter memahami bagaimana memar muncul dan apakah ada kondisi lain yang memengaruhi pembekuan darah.
Meskipun tidak ada tes darah khusus untuk memeriksa memar, beberapa pemeriksaan tambahan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Pemeriksaan ini bertujuan melihat fungsi organ, kondisi darah, serta kemungkinan adanya gangguan pembekuan yang menyebabkan memar berulang. Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan
- Complete Blood Count (CBC)
- Evaluasi panel metabolik
- Penilaian profil koagulasi
- Tes fungsi tubuh
- CT scan atau MRI
Baca Juga: Kulit Melepuh: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Jika Anda atau keluarga Anda memiliki tubuh yang mudah memar, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







