Ditulis oleh Tim Konten Medis
Pertolongan pertama saat anak kejang perlu dilakukan dengan langkah yang aman dan terukur agar kondisi anak tidak semakin memburuk. Dengan memahami pertolongan pertama pada kejang, orang tua dapat membantu proses pemulihan dan mencegah risiko cedera selama kejang berlangsung.

Kejang demam pada anak sering terjadi secara tiba-tiba sehingga membuat orang tua panik dan sulit berpikir jernih. Pada kondisi seperti ini, memahami pertolongan pertama pada kejang sangat penting agar orang tua dapat bertindak cepat dan tepat tanpa membahayakan anak.
Situasi darurat ini membutuhkan ketenangan dan langkah terarah karena penanganan awal yang benar dapat membantu mengurangi risiko cedera. Dengan pengetahuan yang tepat, orang tua dapat memberikan perlindungan optimal kepada anak sambil menunggu kondisi stabil atau bantuan medis tiba.
Apa Itu Kejang Demam?
Kejang demam adalah kondisi ketika anak mengalami kejang saat demam tinggi, biasanya terjadi pada usia 6 bulan hingga 6 tahun. Kejang dapat berlangsung beberapa detik sampai sekitar 15 menit, dan sebagian besar hanya terjadi kurang dari tiga menit.
Kondisi ini berbeda dengan epilepsi dan tidak menyebabkan kerusakan otak, meski dapat menimbulkan kekhawatiran karena mirip gejala penyakit step. Setelah kejang berhenti, anak biasanya tampak mengantuk dan memerlukan waktu 10 hingga 15 menit untuk kembali pulih sepenuhnya. Adapun gejala kejang demam dapat meliputi:
- kehilangan kesadaran
- gerakan tersentak atau kejang pada lengan dan kaki
- kesulitan bernapas
- keluar busa dari mulut
- kulit tampak pucat atau kebiruan
- mata berputar ke atas hingga bagian putih lebih dominan
Baca Juga: Penyebab Kejang pada Otot, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang
Ketika anak mengalami kejang karena demam, orang tua perlu tetap tenang agar dapat memberikan tindakan awal dengan benar. Proses pertolongan pertama saat anak kejang demam sangat penting untuk mencegah cedera dan membantu anak pulih lebih cepat.
Memahami cara mengatasi anak step dan langkah yang aman dapat membuat situasi darurat terasa lebih terkontrol. Dengan tindakan yang tepat, efek setelah kejang pada anak biasanya dapat diminimalkan sehingga pemulihan berlangsung lebih baik.
1. Penilaian Awal
Segera lakukan cara mengatasi anak kejang dengan memeriksa kondisi tubuh anak secara keseluruhan dan memastikan area sekitarnya benar-benar aman dari risiko cedera. Penting juga untuk tetap tenang agar Anda bisa mengambil keputusan yang tepat sejak detik pertama kejang terjadi.
Catat waktu mulai kejang menggunakan jam atau ponsel karena durasi kejang merupakan informasi yang sangat krusial untuk dokter. Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit, Anda perlu segera menghubungi layanan darurat karena kondisi tersebut bisa mengarah ke situasi yang lebih serius.
Jauhkan benda-benda berbahaya seperti mainan keras, furnitur tajam, atau barang kaca yang dapat melukai anak saat tubuhnya bergerak tanpa kontrol. Jika memungkinkan, rekam kejadian kejang agar tenaga medis mendapatkan gambaran jelas mengenai pola kejang, durasi, dan gerakan yang muncul.
Baca Juga: Inilah 7 Penyebab Epilepsi Kambuh dan Cara Mencegahnya
2. Memposisikan Anak (Positioning the Child)
Salah satu langkah pertama yang dilakukan saat anak kejang adalah memiringkan tubuhnya ke posisi pemulihan sambil memastikan kepala tidak menghadap ke atas. Posisi ini membantu menjaga saluran napas tetap terbuka sehingga risiko tersedak air liur atau muntahan dapat berkurang.
Letakkan bantalan lembut seperti handuk atau bantal kecil di bawah kepala anak untuk mengurangi benturan saat tubuh bergerak. Pastikan leher anak berada pada posisi sedikit menengadah agar jalur napas tidak terhambat dan sirkulasi udara tetap lancar.
Lepaskan pakaian luar yang tebal dan longgarkan bagian kerah untuk membantu menstabilkan suhu tubuhnya. Anda juga dapat membuka jendela atau menyalakan kipas secara lembut untuk memberikan aliran udara segar tanpa membuat tubuh anak menggigil.
3. Memantau Napas dan Respons
Selama kejang berlangsung, awasi pola napas anak untuk melihat apakah ia bernapas secara teratur atau tampak kesulitan menghirup udara. Pengamatan ini penting karena sebagian anak mungkin mengalami jeda napas singkat akibat ketegangan otot selama kejang.
Jika napas berhenti atau tampak sangat lemah, lakukan bantuan pernapasan sesuai kemampuan Anda sambil tetap menunggu bantuan medis datang. Namun, jangan mencoba menahan tubuh anak yang sedang kejang karena tindakan tersebut dapat menyebabkan cedera pada sendi atau tulang.
Jangan memasukkan benda apa pun ke mulut anak karena tindakan ini berisiko menyebabkan luka atau tersedak. Setelah kejang mereda, posisikan anak miring dan tetap berada di sampingnya sampai ia sadar sepenuhnya dan kembali merespons lingkungan sekitar.
4. Mencatat Durasi Kejang
Pencatatan waktu kejang sangat penting karena durasi dapat membantu dokter menentukan jenis kejang dan tingkat kegawatannya. Meskipun sebagian besar kejang demam berlangsung singkat, tetap diperlukan pemantauan yang detail untuk memastikan anak mendapatkan penanganan yang tepat.
Gunakan jam, ponsel, atau stopwatch agar perhitungan waktu lebih akurat dan tidak hanya berpatokan pada perkiraan. Catat juga perubahan gerakan, pola tubuh, atau perubahan warna kulit yang muncul sepanjang kejang.
Jika terdapat tanda-tanda seperti kejang berkepanjangan, gerakan yang semakin intens, atau anak tidak kembali sadar setelah beberapa menit, segera informasikan kondisi tersebut kepada dokter. Informasi yang lengkap membantu tenaga medis menyusun rencana penanganan yang lebih efektif.
5. Mengatur Suhu Tubuh
Saat melakukan penanganan kejang demam pada anak di rumah, bantu menurunkan panas tubuh anak secara bertahap dengan cara yang aman dan tidak terlalu ekstrem. Lepaskan pakaian tebal atau selimut berlapis agar panas tubuh tidak terperangkap dan anak bisa merasa lebih nyaman.
Buka jendela untuk memberikan ventilasi alami atau gunakan kipas dengan hembusan yang lembut untuk mempercepat penurunan suhu. Hindari memberikan air minum, makanan, atau obat selama kejang berlangsung karena dapat meningkatkan risiko tersedak.
Setelah kejang mereda, Anda bisa memberikan obat penurun demam jika disarankan oleh dokter dan memperhatikan respons tubuh anak. Jangan menggunakan metode ekstrem seperti memandikan anak dengan air dingin karena perubahan suhu yang drastis dapat memicu ketegangan tubuh.
6. Menjaga Keamanan Anak
Keamanan anak menjadi prioritas utama selama ia mengalami kejang karena tubuhnya bisa bergerak dengan kuat dan tidak terkontrol. Pastikan lingkungan sekitarnya benar-benar aman dengan memindahkan benda keras, tajam, atau berat yang dapat menyebabkan cedera.
Biarkan tubuh anak bergerak dengan sendirinya dan jangan menahannya karena tindakan tersebut dapat melukai otot atau menyebabkan pergeseran sendi. Selama kejang, Anda hanya perlu memastikan area sekitar aman dan tidak membuat anak berada dalam posisi berbahaya.
Setelah kejang berhenti, tetap posisikan anak miring untuk menjaga jalan napas tetap terbuka dan cegah risiko tersedak. Temani anak hingga ia sadar penuh dan pantau apakah terdapat perubahan perilaku, kelemahan ekstrem, atau kebingungan yang perlu dilaporkan kepada dokter.
Baca Juga: Epilepsi pada Bayi, Tanda dan Cara Mengatasinya
Jika anak Anda atau keluarga Anda mengalami kejang, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- Better Health Channel. Fever – febrile convulsions. Februari 2026
- Skills Training Group. First Aid for a Baby or Child Who Is Having a Febrile Seizure: Essential Steps for Parents and Carers. Februari 2026





