Ditulis oleh Tim Konten Medis
Kolik pada bayi adalah kondisi ketika bayi sehat menangis berlebihan tanpa penyebab yang jelas dan sulit ditenangkan. Gejalanya adalah tangisan intens, menangis tanpa alasan, sulit anda tenangkan, tubuh bayi terlihat tegang, dan waktu tangisan terjadi pada jam yang sama setiap hari.

Bayi rewel hingga menangis tanpa henti sering kali membuat orang tua bingung dan khawatir. Salah satu kondisi yang paling sering menjadi penyebabnya adalah kolik, yaitu tangisan berlebihan tanpa alasan medis yang jelas.
Meskipun tidak berbahaya, kolik dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua karena sulit menenangkan bayi yang mengalaminya. Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya, orang tua bisa lebih siap menghadapi masa ini dengan tenang.
Apa Itu Kolik pada Bayi?
Kolik adalah kondisi ketika bayi yang sebenarnya sehat menangis berlebihan tanpa alasan yang jelas dan sulit untuk ditenangkan. Biasanya, tangisan terjadi lebih dari tiga jam sehari, setidaknya tiga hari dalam seminggu, dan berlangsung selama lebih dari tiga minggu.
Kolik sering kali membuat orang tua khawatir karena bayi tampak kesakitan padahal tidak ada penyebab medis tertentu. Perbedaan kolik dan kembung pun juga banyak yang membuat orang tua bingung, kolik merupakan hal umum pada bayi baru lahir dan biasanya akan hilang dengan sendirinya, meski dapat membuat orang tua merasa lelah dan stres dalam menghadapinya.
Baca Juga: 9 Tanda Dehidrasi pada Bayi, Waspadai Penyebabnya!
Penyebab Bayi Kolik
Kolik pada bayi bisa terjadi karena berbagai faktor yang belum sepenuhnya dipahami. Meski tidak berbahaya, kondisi ini sering membuat orang tua khawatir karena bayi menangis tanpa sebab yang jelas dan sulit ditenangkan. Berikut beberapa penyebab kolik pada bayi yang umum terjadi.
1. Bayi Sulit Beradaptasi dengan Lingkungan Baru
Setelah lahir, bayi harus menyesuaikan diri dengan berbagai hal baru seperti cahaya, suara, dan suhu di sekitarnya. Pada sebagian bayi, proses adaptasi ini bisa menimbulkan stres sehingga mereka lebih sering menangis.
Bayi dengan tingkat sensitivitas tinggi mungkin merasa kewalahan oleh rangsangan dari lingkungan. Kondisi ini membuat mereka lebih mudah rewel dan menunjukkan tanda kolik meski sebenarnya sehat.
2. Bayi Belum Bisa Menenangkan Diri
Sistem saraf bayi masih dalam tahap perkembangan, sehingga mereka belum mampu menenangkan diri saat merasa tidak nyaman. Inilah sebabnya bayi kolik bisa menangis lama tanpa bisa dikendalikan.
Seiring bertambahnya usia, sistem saraf bayi akan semakin matang, dan kemampuan mereka untuk menenangkan diri pun meningkat. Pada tahap ini, gejala penyakit kolik biasanya mulai berkurang dan akhirnya menghilang dengan sendirinya.
3. Sensitivitas terhadap Gas dalam Perut
Beberapa bayi tampak lebih sering buang gas saat mengalami kolik, namun bukan berarti mereka menghasilkan gas lebih banyak. Kondisi ini biasanya terjadi karena bayi menelan lebih banyak udara saat menangis dalam waktu lama.
Gas berlebih bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut, membuat bayi semakin rewel. Walaupun begitu, tidak semua kasus kolik disebabkan oleh gas, sehingga perlu diperhatikan penyebab lainnya juga.
4. Alergi atau Intoleransi terhadap Susu
Alergi atau intoleransi terhadap protein susu sapi bisa menyebabkan nyeri perut dan reaksi tidak nyaman pada bayi. Biasanya hal ini juga disertai dengan gejala lain seperti diare atau feses encer.
Meskipun sebagian orang mengira mengganti susu formula dapat membantu, hal ini belum tentu mengatasi kolik. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter diperlukan sebelum mengganti susu agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.
5. Faktor Makanan Penyebab Kolik pada Bayi
Pada bayi yang masih menyusu, apa yang dikonsumsi ibu bisa memengaruhi pencernaan si kecil. Makanan seperti kafein, produk olahan susu, atau makanan pedas kadang dapat memicu kolik pada beberapa bayi sensitif.
Jika bayi sering kolik setelah ibu mengonsumsi makanan tertentu, sebaiknya perhatikan dan hindari pemicunya. Dengan menjaga asupan makanan, ibu dapat membantu mengurangi risiko kolik pada bayi.
Gejala Kolik pada Bayi
Menangis merupakan cara utama bayi berkomunikasi, namun pada bayi kolik, tangisan bisa berlangsung lama tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini biasanya terjadi pada tiga bulan pertama kehidupan dan dapat membuat bayi tampak sangat tidak nyaman.
Berikut beberapa ciri-ciri kolik pada bayi yang perlu orang tua perhatikan:
- Tangisan intens dan berkepanjangan
- Menangis tanpa alasan yang jelas
- Bayi tetap rewel dan sulit Anda tenangkan
- Waktu tangisan cenderung terjadi pada jam yang sama setiap hari
- Wajah bayi tampak memerah atau berubah warna
- Tubuh bayi terlihat tegang
- Gejala kadang mereda setelah bayi buang gas atau buang air besar
Baca Juga: Cara Menidurkan Bayi
Cara Mengatasi Bayi Kolik
Bayi kolik sering kali membuat orang tua kewalahan karena tangisannya sulit dihentikan, meskipun sudah dicoba berbagai cara. Namun, ada beberapa langkah yang bisa membantu menenangkan bayi dan membuatnya merasa lebih nyaman. Berikut beberapa cara mengatasi kolik pada bayi yang bisa dicoba di rumah:
1. Gunakan Berbagai Strategi Menenangkan
Anda bisa mencoba beberapa metode sederhana untuk membantu bayi merasa tenang, seperti:
- Memberikan dot atau empeng.
- Mengajak bayi berjalan-jalan dengan stroller atau naik mobil.
- Cara menidurkan bayi kolik dengan menggendong dan mengayun bayi perlahan.
- Membedong bayi dengan selimut lembut.
- Memandikan bayi dengan air hangat.
- Melakukan pijat kolik pada bayi dengan lembut di area perut.
- Memainkan suara lembut atau detak jantung buatan.
- Menggunakan suara latar putih seperti kipas, mesin cuci, atau pengering.
- Meredupkan lampu dan mengurangi rangsangan visual.
Cara-cara di atas bisa membantu bayi merasa lebih nyaman dan tenang. Namun, setiap bayi memiliki reaksi berbeda, jadi Anda perlu mencoba beberapa cara hingga menemukan yang paling efektif.
Selain menenangkan bayi, penting juga bagi orang tua untuk tetap tenang dan beristirahat agar tidak stres menghadapi kondisi ini. Dukungan dari pasangan atau keluarga dapat sangat membantu dalam proses penanganan bayi kolik.
2. Perhatikan Cara Memberi Makan Bayi
Perubahan sederhana dalam cara menyusui dapat membantu mengurangi gejala kolik. Saat menyusui atau memberi susu botol, posisikan bayi dalam posisi tegak dan pastikan untuk sering menyendawakan bayi selama serta setelah menyusu.
Gunakan botol susu dengan desain melengkung atau kantong udara fleksibel agar udara yang masuk lebih sedikit, sehingga perut bayi tidak terasa penuh dan kembung. Cara ini dapat menjadi langkah efektif untuk membantu mengatasi kolik pada bayi sekaligus membuatnya lebih nyaman saat beristirahat.
3. Uji Coba Perubahan Pola Makan
Jika metode di atas belum membantu, dokter mungkin akan menyarankan perubahan sementara dalam pola makan. Misalnya:
- Untuk bayi susu formula: coba gunakan susu formula dengan protein yang sudah Anda pecah lebih halus.
- Untuk ibu menyusui: hindari makanan pemicu seperti susu sapi, telur, kacang, gandum, kol, bawang, atau minuman berkafein.
Kapan Perlu ke Dokter?
Tidak semua tangisan bayi karena kolik. Terkadang, tangisan yang terus-menerus bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu segera Anda periksa ke dokter.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali ciri-ciri kapan bayi memerlukan bantuan medis agar penanganannya lebih cepat dan tepat. Segera bawa bayi ke dokter jika ia menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Mengalami demam 38°C atau lebih.
- Terlihat lesu atau kurang aktif dari biasanya.
- Menolak menyusu atau tampak kesulitan saat makan.
- Isapan lemah ketika menyusu langsung atau menggunakan botol.
- Mengalami diare atau tinja berdarah.
- Muntah dengan kuat, terutama jika keluar lewat mulut atau hidung.
- Berat badan menurun atau tidak mengalami kenaikan berat badan.
- Tidak bisa Anda tenangkan, meskipun sudah mencoba berbagai cara.
Baca Juga: Apa Ibu Baby Blues? Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Princess Ruth
Source
- Mayo Clinic. Colic. Januari 2026
- Cleveland Clinic. Colic. Januari 2026
- Nemours Kids Health. Colic. Januari 2026






