Fase phallic adalah tahap perkembangan psikoseksual yang terjadi pada anak usia 3 hingga 6 tahun. Pada fase ini, cara menghadapinya dapat Anda lakukan dengan mengajak anak berdiskusi mengenai tubuhu dan bagian-bagiannya, serta menenangkannya dengan mengalihkan perhatiannya pada kegiatan yang lain.

Fase phallic adalah salah satu tahap perkembangan psikoseksual yang dialami anak pada usia 3 hingga 6 tahun. Pada periode ini, anak mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap tubuhnya sendiri maupun orang lain.
Masa ini ketika anak mulai membangun hubungan emosional yang lebih kompleks dengan orang tua. Jika Anda pahami dengan baik, fase ini dapat membantu membentuk kepribadian anak yang sehat hingga dewasa.
Apa Itu Fase Phallic?
Fase phallic adalah tahap perkembangan psikoseksual yang berlangsung pada usia 3–6 tahun. Pada masa ini, anak mulai menjadikan area genital sebagai pusat perhatian dan mulai menyadari adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Inilah saat di mana rasa ingin tahu anak semakin besar terhadap tubuhnya sendiri maupun orang lain. Yang dimaksud dengan fase phallic adalam Masa ketika anak mulai mengalami perasaan emosional yang kompleks terhadap orang tuanya.
Seorang anak laki-laki biasanya menunjukkan kedekatan berlebihan pada ibunya sekaligus menganggap ayahnya sebagai pesaing, atau terkenal dengan istilah Oedipus kompleks. Sementara itu, anak perempuan bisa mengalami kondisi serupa yang sering bernama Electra kompleks.
Baca Juga: Tahapan Golden Age Anak dan yang Harus Dilakukan Orangtua
Tahapan Fase Phallic pada Anak
Tahap perkembangan psikoseksual terjadi pada usia 3 hingga 6 tahun. Pada masa ini, anak mulai mengenali perbedaan jenis kelamin dan membangun hubungan emosional yang kompleks dengan orang tua, yang bisa berdampak pada kepribadian hingga fase phallic pada orang dewasa. Berikut tahapan fase phallic pada anak yang perlu Anda ketahui:
1. Phallic Stage Fixation
Fase phallic pada orang dewasa bisa memunculkan dampak jika konflik di masa anak-anak tidak terselesaikan dengan baik. Kondisi ini dapat terlihat dari perilaku yang terlalu mementingkan penampilan, agresif secara seksual, atau membutuhkan pengakuan berlebihan.
Selain itu, seseorang bisa mengalami kesulitan membangun hubungan yang sehat dan stabil. Hal ini karena pola pikir yang terbentuk sejak kecil masih terbawa hingga dewasa tanpa Anda sadari.
2. Oedipus Complex
Oedipus complex menggambarkan keadaan di mana anak laki-laki ingin lebih dekat dengan ibunya dan melihat ayah sebagai saingan. Namun, ia juga merasakan ketakutan jika ayah menghukumnya, yang bernama dengan kecemasan.
Ketakutan ini akhirnya mendorong anak untuk mengidentifikasi diri dengan ayahnya. Dari proses inilah terbentuk peran dan nilai sebagai laki-laki yang akan melekat dalam kehidupan sehari-hari.
3. Electra Complex
Electra complex terjadi pada anak perempuan yang mulai menginginkan kedekatan lebih dengan ayahnya. Pada saat yang sama, ia bisa melihat ibunya sebagai pesaing dalam mendapatkan perhatian.
Seiring waktu, konflik ini biasanya selesai dengan meniru figur ibu. Hal tersebut membantu anak perempuan membentuk identitas peran sebagai wanita di kemudian hari.
Baca Juga: Tumbuh Kembang Anak Usia 3 Tahun, Sudah Bisa Apa Saja?
Cara Menghadapi Fase Phallic Anak
Setiap orang tua perlu memahami bahwa ciri-ciri fase phallic biasanya mulai terlihat ketika anak berusia 3 hingga 6 tahun. Pada masa ini, penting untuk mengetahui cara menghadapi fase phallic agar anak bisa belajar dengan sehat tentang tubuh dan perilakunya. Berikut cara menghadapinya yang dapat Anda lakukan:
1. Topik yang Bisa Dibahas dengan Anak: Tubuh dan Bagian Tubuh
Salah satu cara menghadapinya dengan mengajak anak berdiskusi tentang tubuh dan bagian-bagiannya. Orang tua bisa mulai mengenalkan perbedaan bagian tubuh, mana yang termasuk area pribadi, serta memberi penjelasan dengan bahasa sederhana.
Gunakan istilah yang benar seperti penis, vagina, payudara, atau testis agar anak terbiasa mengenali tubuhnya dengan tepat. Dengan begitu, anak akan memiliki bahasa yang jelas untuk bertanya atau menyampaikan hal yang membuat mereka penasaran.
2. Cara Menghentikan atau Mengarahkan Ulang Perilaku
Kadang anak menunjukkan ciri-ciri fase phallic melalui permainan atau rasa ingin tahu yang berlebihan. Dalam kondisi seperti ini, orang tua bisa menenangkan anak dengan lembut lalu mengalihkan perhatiannya pada kegiatan lain.
Setelah itu, beri penjelasan sederhana tentang perilaku apa yang boleh Anda lakukan di rumah dan apa yang tidak pantas Anda lakukan di depan orang lain. Dengan cara ini, anak belajar batasan sosial tanpa merasa dimarahi atau disalahkan.
Baca Juga: Tumbuh Kembang Anak Usia 2 Tahun, Sudah Bisa Apa Saja?
Yuk segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







