Ditulis oleh Tim Konten Medis
Berat badan normal bayi saat lahir berkisar 3,3 kg untuk anak laki-laki dan 3,2 kg untuk anak perempuan. Secara umum, naik berat badan (BB) bayi normal sekitar 5-7 ons seminggu selama beberapa bulan pertama.

Berat badan merupakan salah satu indikator penting untuk menilai tumbuh kembang bayi. Sejak bayi lahir, pemantauan berat badan menjadi perhatian utama bagi orang tua dan tim medis karena bisa mendeteksi masalah kesehatan pada anak.
Berat badan normal menandakan bahwa bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan tumbuh sesuai usianya. Di sisi lain, berat badan terlalu rendah atau tinggi berdampak buruk bagi kesehatan anak yang perlu Anda waspadai.
Rata-Rata Berat Badan Bayi Baru Lahir
Berat badan ideal anak menurut WHO adalah sekitar 3,3 kg untuk laki-laki dan 3,2 kg untuk perempuan. Sementara bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 sampai 40 minggu memiliki berat antara 2,5 hingga 5 kg.
Jika berat badan bayi kurang dari 2,5 kg saat lahir, ini dianggap berat badan lahir rendah. Umumnya, bayi bisa kehilangan sampai 10 persen dari berat badannya dalam minggu pertama setelah lahir.
Hal ini wajar karena tubuh bayi kehilangan cairan. Anda tidak perlu khawatir terkait berapa berat bayi yang normal saat lahir, karena berat badan bayi akan kembali normal dalam waktu sekitar 1 minggu.
Rata-rata, naik BB bayi normal per bulan sekitar 1 ons (28 gram) setiap harinya di 3 bulan pertama. Berat badan bayi 6 bulan, rata-rata berat badan bayi 7,3 kilogram untuk anak perempuan dan 7,9 kilogram untuk anak laki-laki.
Baca Juga: Panduan Perawatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Berat Badan Bayi Normal Setiap Usia
Berikut ini adalah bagan kalkulator berat badan bayi berdasarkan jenis kelamin:
| Usia Bayi | Berat Badan Anak Perempuan pada Persentil ke-50 | Berat Badan Anak Laki-Laki pada Persentil ke-50 |
| Bayi baru lahir | 3,2 kg | 3,3 kg |
| 1 bulan | 4,2 kg | 4,5 kg |
| 2 bulan | 5,1 kg | 5,6 kg |
| 3 bulan | 5,8 kg | 6,4 kg |
| 4 bulan | 6,4 kg | 7 kg |
| 5 bulan | 6,9 kg | 7,5 kg |
| 6 bulan | 7,3 kg | 7,9 kg |
| 7 bulan | 7,6 kg | 8,3 kg |
| 8 bulan | 7,9 kg | 8,6 kg |
| 9 bulan | 8,2 kg | 8,9 kg |
| 10 bulan | 8,5 kg | 9,2 kg |
| 11 bulan | 8,7 kg | 9,4 kg |
| 12 bulan | 8,9 kg | 9,6 kg |
Faktor yang Memengaruhi Berat Badan Anak
Genetik memiliki pengaruh tinggi dalam menentukan tinggi dan berat badan anak. Faktor ini juga berperan dalam kondisi genetik tertentu, seperti sindrom Down atau sindrom Turner.
Ada juga faktor lain yang memengaruhi berat badan dan tinggi anak, di antaranya:
1. Kehamilan
Bayi yang lahir lewat dari tanggal perkiraan biasanya memiliki berat badan lebih besar dari rata-rata. Sementara itu, bayi yang lahir lebih awal (prematur) cenderung lebih kecil dan berat badannya lebih ringan.
Hal yang sama juga terjadi pada bayi kembar. Mereka cenderung lahir lebih awal sehingga ukuran tubuhnya lebih kecil.
2. Jenis Kelamin
Panjang bayi baru lahir rata-rata berkisar 19 hingga 20 inci atau 48,2-50,8 sentimeter. Namun, bayi perempuan biasanya sedikit lebih kecil daripada bayi laki-laki saat lahir.
Setelah bayi lahir, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memantau pertumbuhan dan kesehatannya secara menyeluruh. Dokter juga merekomendasikan pemeriksaan ini saat bayi berusia 3-5 hari, 1 bulan, 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.
3. Konsumsi Obat-Obatan
Obat jenis steroid bisa meningkatkan nafsu makan anak sehingga mereka makan lebih banyak. Namun, anak dengan gangguan neuromuskular (otot dan saraf), berat badan bertambah berlebihan justru bisa membuat mereka sulit bergerak.
Selaitu itu, obat kortikosteroid jangka panjang juga menyebabkan efek samping lainnya. Misalnya, perubahan suasana hati, hilangnya kalsium dari tulang, dan menumbuhkan rambut pada lengan, kaki, atau punggung,
4. Hormon
Ketidakseimbangan hormon, seperti hormon pertumbuhan atau hormon tiroid yang terlalu rendah, bisa membuat pertumbuhan bayi terhambat. Akibatnya, berat badannya bisa jadi rendah.
Namun, secara umum, pola tumbuh anak dari waktu ke waktu lebih penting daripada posisi mereka pada grafik pertumbuhan. Dokterr akan melihat proses pertumbuhan anak dengan ada atau tidak adanya kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis.
Baca Juga: Apgar Score Bayi Baru Lahir dan Cara Menghitung Nilainya
5. Pola Hidup Selama Kehamilan
Pola hidup yang tidak sehat saat hamil, seperti merokok atau memakai narkoba, bisa membuat bayi lahir dengan berat badan rendah. Sebaliknya, ibu hamil yang menderita diabetes gestasional atau kelebihan berat badan cenderung melahirkan bayi yang ukurannya lebih besar dari batas normal.
Pada kondisi diabetes gestasional, kondisi ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan preeklamsia serta menjalani operasi caesar. Ibu hamil dapat mengonsumsi makanan bergizi dan tetap aktif berolahraga agar terhindar dari diabetes gestasional.
6. Pemberian Susu pada Bayi
Memberikan susu pada bayi sangat penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya. Jika ibu tidak bisa menyusui, susu formula bisa menjadi pilihan alnernatif yang baik.
Namun, pada 3 bulan pertama, berat badan bayi yang minum ASI naik lebih cepat daripada minum susu formula. Salah satu alasannya karena ASI mengandung nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi di usia tersebut sedangkan kandungan dalam susu formula berbeda-beda, tergantung merek dan jenisnya.
7. Masalah Kesehatan
Penyakit kronis, seperti kanker, gangguan ginjal, atau fibrosis kistik dapat memengaruhi kemampuan bayi untuk makan dan menyerap nutrisi. Pada penyakit kanker, jenis yang paling umum terjadi meliputi leukemia, tumor otak, dan limfoma.
Ketika mengalami kondisi tersebut, pertumbuhan mereka cenderung lambat karena berkurangnya nafsu makan. Jika Anda mencurigai adanya masalah kesehatan pada anak, segera kunjungi layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin.
8. Waktu Tidur
Pertumbuhan pada bayi berkaitan dengan waktu tidur mereka. Penelitian membuktikan bahwa tidur lebih lama dapat membuat bayi tumbuh lebih panjang.
Pada usia 0-3 bulan, bayi membutukan waktu tidur selama 14-17 jam dalam sehari. Cobalah untuk tidak menstimulasi bayi agar mereka mudah tidur. Semakin banyak interaksi bayi di malam hari, semakin besar keinginan mereka untuk tetap bangun.
Baca Juga: Tinggi Badan Anak Menurut Usia dan Cara Meningkatkannya
Sebagai orang tua, penting untuk membawa anak ke layanan kesehatan terdekat guna menimbang berat badannya. Konsultasikan juga ke dokter terkait tumbuh kembang dan kondisi kesehatan mereka.
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital.
Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- American Pregnancy Association. Average Newborn Weight. Desember 2025.
- Baby Center. Expert Strategies for Getting Your Baby to Sleep. Desember 2025.
- Healthline. Baby Weight Gain by Week: Averages for Breastfed and Formula-Fed Kids. Desember 2025.



