Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. Mengenal Sugar Rush dan Dampaknya pada Anak
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Mengenal Sugar Rush dan Dampaknya pada Anak
Asifah
Rabu, 26 Agustus 2026 / Published in Artikel Kesehatan

Mengenal Sugar Rush dan Dampaknya pada Anak

Sugar rush adalah anggapan bahwa konsumsi gula menyebabkan tubuh menjadi hiperaktif, padahal efeknya lebih berkaitan dengan lonjakan energi sementara. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan seperti gangguan tidur, perubahan emosi, risiko obesitas, dan masalah metabolisme jika gula dikonsumsi berlebihan.

Sugar rush adalah
Mengonsumsi banyak makanan manis dapat mengakibatkan lonjakan energi sesaat.

Sugar rush sering dianggap sepele karena hanya dikaitkan dengan lonjakan energi sesaat, padahal konsumsi gula berlebih dapat berdampak luas pada kesehatan tubuh. Bahaya konsumsi gula berlebihan karena memicu gangguan metabolisme, perubahan suasana hati, hingga masalah tidur yang dapat memengaruhi aktivitas harian anak maupun orang dewasa.

Untuk mencegah dampak tersebut, pengelolaan konsumsi gula perlu Anda lakukan secara sadar dan bertahap. Cara mengatasi sugar rush bisa Anda mulai dari membatasi makanan manis, memilih camilan yang lebih sehat, serta membangun kebiasaan makan seimbang agar energi tubuh tetap stabil.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Sugar Rush?
  • Hubungan Sugar Rush dengan ADHD
  • Bahaya Konsumsi Terlalu Banyak Gula
  • Berapa Banyak Gula yang Dibutuhan Tubuh?
  • Cara Mengatasi Sugar Rush atau Konsumsi Gula Berlebih

Apa Itu Sugar Rush?

Sugar rush sering dipahami sebagai kondisi ketika seseorang, terutama anak-anak, terlihat menjadi lebih aktif atau terlalu bersemangat setelah mengonsumsi makanan manis. Anggapan ini muncul karena gula dianggap sebagai sumber energi yang membuat tubuh bergerak lebih cepat dan suasana hati meningkat.

Namun, pemahaman tersebut sebenarnya kurang tepat karena tubuh hanya mengubah gula menjadi energi sesuai kebutuhan. Kelebihan gula tidak langsung membuat tubuh hiperaktif, melainkan disimpan sebagai cadangan energi, sehingga konsumsi camilan manis berlebih tidak serta-merta menyebabkan anak menjadi terlalu aktif.

Baca Juga: Waspadai 11 Tanda Tubuh Kelebihan Gula dan Pengobatannya

Hubungan Sugar Rush dengan ADHD

Sugar rush sering orang salah artikan sebagai penyebab perilaku hiperaktif yang mirip dengan ADHD, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Konsumsi gula memang bisa memberi lonjakan energi sesaat, tetapi kondisi ini tidak sama dengan hiperaktivitas yang berkaitan dengan ADHD.

Hingga saat ini, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa gula secara langsung menyebabkan atau memperparah ADHD. Hubungan yang kerap terlihat lebih bersifat kebiasaan, misalnya anak yang sering mengonsumsi minuman manis juga menunjukkan beberapa perilaku tertentu, tetapi hal tersebut tidak berarti gula menjadi penyebab utamanya.

Selain itu, makanan dan minuman manis biasanya mengandung zat lain seperti kafein atau bahan tambahan yang juga dapat memengaruhi energi dan perilaku. Persepsi orang dewasa yang sudah menganggap gula sebagai pemicu hiperaktif juga dapat memengaruhi penilaian terhadap perilaku anak setelah mengonsumsi makanan manis.

Bahaya Konsumsi Terlalu Banyak Gula

Konsumsi gula berlebihan sering berkaitan dengan sugar rush pada anak maupun orang dewasa karena memicu lonjakan energi sesaat. Namun, di balik rasa manisnya, asupan gula yang terlalu tinggi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  • Meningkatkan Risiko Obesitas. Asupan gula berlebih mudah berubah menjadi lemak yang menumpuk di tubuh. Kondisi ini membuat berat badan naik dan meningkatkan risiko obesitas.
  • Memicu Gangguan Metabolisme. Konsumsi gula tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan masalah kesehatan serius lainnya.
  • Mengganggu Kualitas Tidur. Pola makan tinggi gula dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak. Akibatnya, tubuh terasa lelah dan kurang bertenaga keesokan harinya.
  • Menyebabkan Energi Naik Turun Drastis. Gula dapat memberi energi cepat, tetapi efeknya hanya sementara. Setelah itu, tubuh justru merasa lemas atau lesu sebagai salah satu efek sugar rush.
  • Memicu Perubahan Suasana Hati. Lonjakan dan penurunan kadar gula darah dapat memengaruhi emosi. Seseorang bisa menjadi lebih mudah marah, gelisah, atau sensitif.
  • Memperburuk Kondisi Kulit. Gula dapat meningkatkan produksi minyak berlebih pada kulit. Kondisi ini berpotensi memicu jerawat dan masalah kulit lainnya.
  • Meningkatkan Peradangan dalam Tubuh. Pola makan tinggi gula berkaitan dengan meningkatnya peradangan. Peradangan kronis dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh.
  • Menimbulkan Rasa Ketagihan. Gula membuat makanan terasa lebih lezat sehingga mendorong keinginan untuk makan berlebihan. Semakin sering Anda konsumsi, semakin sulit mengontrol keinginan terhadap makanan manis.

Baca Juga: 12 Makanan Tinggi Gula Ini Buruk bagi Kesehatan

Berapa Banyak Gula yang Dibutuhan Tubuh?

Gula memang tubuh butuhkan sebagai sumber energi, tetapi jumlahnya harus Anda batasi agar tidak menimbulkan dampak kesehatan. Jika Anda konsumsi berlebihan, kelebihan gula disebut sebagai salah satu pemicu berbagai masalah metabolisme dan penurunan kualitas hidup.

Anjuran konsumsi gula harian berfokus pada gula bebas, yaitu gula tambahan pada makanan dan minuman, serta gula yang secara alami terdapat pada madu, sirup, dan jus buah tanpa ampas. Jumlah gula bebas sebaiknya tidak melebihi 5% dari total energi harian.

  • Dewasa. Maksimal 30 gram gula bebas per hari, setara dengan sekitar 7 sendok teh atau 7 kubus gula.
  • Anak usia 7–10 tahun. Maksimal 24 gram gula bebas per hari, setara dengan sekitar 6 kubus gula.
  • Anak usia 4–6 tahun. Maksimal 19 gram gula bebas per hari, setara dengan sekitar 5 kubus gula.
  • Anak usia 2–3 tahun. Maksimal 14 gram gula bebas per hari, setara dengan sekitar 3½ kubus gula.
  • Anak usia 1 tahun. Maksimal 10 gram gula bebas per hari, setara dengan sekitar 2½ kubus gula.

Tidak ada batasan khusus untuk bayi di bawah usia 1 tahun, namun gula sebaiknya tidak ditambahkan ke makanan atau minuman mereka. Frekuensi dan jumlah makanan serta minuman manis untuk bayi perlu ditekan serendah mungkin.

Gula bebas banyak ditemukan pada permen, kue, biskuit, cokelat, minuman bersoda, dan minuman manis lainnya yang sebaiknya Anda batasi. Sebagai gambaran, satu kaleng minuman bersoda dapat mengandung gula setara 9 kubus, jumlah ini sudah melebihi batas harian orang dewasa.

Sementara itu, gula alami yang terdapat pada buah, sayur, dan susu tidak perlu Anda batasi secara khusus. Namun, jumlah gula tersebut tetap tercantum dalam label total gula pada kemasan pangan, sehingga penting untuk membaca label gizi dengan cermat.  

Cara Mengatasi Sugar Rush atau Konsumsi Gula Berlebih

Sugar rush atau asupan gula berlebih dapat memengaruhi energi, suasana hati, dan fokus, sehingga perlu Anda kendalikan dengan cara yang tepat. Dengan kebiasaan sederhana dan konsisten, keinginan mengonsumsi makanan manis bisa berkurang tanpa harus merasa tersiksa.

  • Periksa label makanan dan minuman. Gula sering tersembunyi dalam produk yang tampak tidak manis, seperti roti, saus, atau yogurt. Membaca label gizi membantu mengontrol jumlah gula yang masuk setiap hari.
  • Alihkan keinginan makan manis. Saat keinginan ngemil manis muncul, coba tarik napas sejenak dan cek apakah benar-benar lapar. Jika tidak, minum air putih atau berjalan sebentar sampai keinginan tersebut mereda.
  • Pilih camilan tinggi protein dan serat. Makanan kaya protein dan serat membuat kenyang lebih lama sehingga mengurangi dorongan ngemil manis. Contohnya buah segar dengan selai kacang tanpa gula tambahan.
  • Ganti dengan camilan manis yang lebih sehat. Keinginan makan manis tetap bisa Anda penuhi dengan pilihan yang lebih baik. Buah segar, yogurt tanpa gula, atau olahan pisang beku bisa menjadi alternatif yang memuaskan.
  • Kurangi gula secara bertahap. Tubuh butuh waktu untuk beradaptasi dari kebiasaan konsumsi gula tinggi. Seiring waktu, rasa ingin makanan manis akan berkurang dan tubuh terasa lebih stabil energinya.
  • Terapkan prinsip seimbang. Gula tidak perlu Anda hindari sepenuhnya, tetapi konsumsilah secukupnya saja. Dengan porsi kecil dan waktu yang tepat, makanan manis tetap bisa Anda nikmati tanpa memicu sugar rush.  

Baca Juga: Manfaat Mengurangi Gula dan Garam untuk Hidup Lebih Sehat

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami efek samping setelah mengonsumsi gula, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. 

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Cristobal, terakhir pada 26 Agustus 2026
Diterbitkan 26 Agustus 2026
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (3)
  1. Verywell Mind The Link Between Sugar and ADHD. Diakses Agustus 2026
  2. Henry Ford Health What Happens If You Eat Too Much Sugar?. Diakses Agustus 2026
  3. NHS Sugar: the facts. Diakses Agustus 2026

Artikel Terkait

  • pengganti gula untuk penderita kanker
    Pengganti Gula untuk Penderita Kanker yang Lebih Sehat dan AmanKesehatan Tubuh
  • penyebab obesitas
    Faktor Penyebab Obesitas dan Cara Efektif MengatasinyaKesehatan Tubuh
  • Obesitas pada anak
    Obesitas pada Anak: Penyebab, Cara Mengatasi, PencegahanKesehatan Anak
Tagged under: Kesehatan Anak

Artikel Terkait

  • pengganti gula untuk penderita kanker
    Pengganti Gula untuk Penderita Kanker yang Lebih Sehat dan AmanKesehatan Tubuh
  • penyebab obesitas
    Faktor Penyebab Obesitas dan Cara Efektif MengatasinyaKesehatan Tubuh
  • Obesitas pada anak
    Obesitas pada Anak: Penyebab, Cara Mengatasi, PencegahanKesehatan Anak

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung
  • Ciputra Cancer Center
    Pusat Kanker
    CitraGarden Jakarta Barat

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan
Events

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter