Penyebab keputihan gatal dapat dipicu oleh infeksi jamur, bacterial vaginosis, hingga penyakit menular seksual. Penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu meredakan gejala serta mencegah kekambuhan.

Keputihan yang muncul dengan rasa gatal dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan rasa percaya diri, terutama jika muncul berulang. Kondisi ini biasanya terjadi akibat gangguan pada keseimbangan bakteri alami di area kewanitaan.
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, keputihan gatal juga bisa menjadi tanda adanya infeksi yang perlu perhatian medis. Memahami faktor penyebabnya sangat penting agar Anda dapat mencegah dan mengatasinya dengan tepat.
Penyebab Keputihan Gatal
Keputihan gatal dapat terjadi ketika keseimbangan bakteri di area kewanitaan terganggu, sehingga memicu infeksi dan iritasi. Kondisi ini sering muncul dengan perubahan warna, bau, atau tekstur cairan vagina yang membuat tidak nyaman.
Beberapa faktor pemicu seperti infeksi jamur, bakteri, maupun penyakit menular seksual dapat menjadi penyebab keputihan gatal dan perih. Kondisi ini juga bisa berhubungan dengan kemaluan gatal setelah haid atau paparan produk tertentu yang mengiritasi area intim.
1. Infeksi Jamur
Infeksi jamur terjadi akibat pertumbuhan berlebihan jamur Candida di area vagina. Ketidakseimbangan bakteri sehat membuat jamur berkembang lebih cepat dan menyebabkan gejala yang mengganggu.
Infeksi ini umumnya mudah Anda obati, namun tetap perlu penanganan yang tepat agar tidak kambuh berulang. Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab keputihan gatal dan bau pada wanita. Gejalanya dapat berupa:
- Rasa gatal atau sensasi terbakar pada vagina
- Keputihan putih bening atau kental tanpa bau
- Iritasi di sekitar vagina
Faktor yang meningkatkan risiko:
- Diabetes tidak terkontrol
- Mengonsumsi kontrasepsi hormonal
- Sering menggunakan pembersih kewanitaan atau pewangi di area vulva
- Penggunaan antibiotik atau steroid
Baca Juga: Tanda-Tanda Keputihan yang Berbahaya dan Tidak Normal
2. Bacterial Vaginosis (BV)
Bacterial vaginosis adalah infeksi bakteri yang terjadi ketika bakteri baik di vagina menurun. Kondisi ini menyebabkan bakteri jahat berkembang dan memicu keputihan tidak normal.
BV dapat terjadi tanpa gejala, namun ketika muncul biasanya terasa sangat mengganggu. BV juga termasuk penyebab keputihan gatal dan perih yang sering wanita dewasa alami. Tanda-tandanya meliputi:
- Gatal, nyeri, atau sensasi terbakar
- Gatal di bagian luar vagina
- Keputihan putih atau abu-abu yang encer
- Bau amis terutama setelah hubungan intim
Adapun faktor penyebab yang perlu Anda waspadai:
- Aktivitas seksual tertentu
- Kebiasaan vaginal douching
- Bukan termasuk penyakit menular seksual
BV dapat berbahaya jika muncul pada ibu hamil, sehingga disarankan untuk periksa ke dokter apabila mengalami gejala.
3. Sexually Transmitted Infections (STIs)
Penyakit menular seksual adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual atau kontak intim. Beberapa jenis dapat menimbulkan keputihan abnormal dan kemaluan gatal sebagai gejalanya.
Banyak STIs tidak menunjukkan gejala di awal, sehingga penting untuk melakukan tes jika aktif secara seksual. Infeksi ini bisa menjadi penyebab keputihan gatal setelah haid atau perubahan cairan vagina yang tidak biasa. Gejala yang mungkin muncul:
- Keputihan tidak biasa dari vagina, penis, atau anus
- Nyeri saat buang air kecil
- Benjolan atau ruam di area genital atau anus
- Luka, lepuh, atau kutil di sekitar organ intim
- Gatal pada area genital atau anus
- Pendarahan vagina tidak normal
Adapun penanganannya:
- STIs memerlukan pengobatan sesuai jenis infeksi
- Banyak STIs diobati dengan antibiotik
- Pengobatan harus Anda lakukan sampai selesai sesuai resep
- Tidak melakukan hubungan seksual sampai terapi selesai
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Keputihan Secara Alami dan Cepat
Perawatan Mandiri untuk Mengatasi Keputihan
Merawat area kewanitaan dengan benar dapat membantu meredakan gejala keputihan dan mencegah infeksi semakin parah. Cara mengatasi keputihan yang gatal bisa Anda mulai dari kebiasaan sederhana di rumah yang bertujuan menjaga kebersihan dan kelembapan area intim.
Beberapa langkah perawatan mandiri dapat membantu mengurangi iritasi dan mempercepat pemulihan. Selain itu, perubahan gaya hidup dapat mencegah keputihan berulang dan membuat area kewanitaan tetap sehat. Perawatan yang dapat Anda lakukan di rumah:
- Jaga area genital tetap bersih dan kering, dan konsultasikan ke tenaga medis bila kondisi tidak membaik
- Hindari sabun wangi, cukup bilas menggunakan air bersih
- Gunakan semprotan air hangat setelah buang air kecil untuk membantu membersihkan
- Mandi air hangat (bukan panas) untuk meredakan rasa gatal dan keringkan dengan udara dari hair dryer secara lembut
- Hindari douching karena dapat merusak keseimbangan bakteri baik pada vagina
- Hindari tren seperti vaginal steaming karena dapat meningkatkan risiko infeksi
- Jangan gunakan semprotan pewangi, bedak, atau produk beraroma di area intim
- Gunakan pembalut, bukan tampon, selama infeksi berlangsung
- Bila memiliki diabetes, kendalikan kadar gula darah dengan baik
Adapun tips tambahan yang mungkin bisa Anda lakukan sebagai berikut:
- Kenakan pakaian longgar dan hindari pantyhose
- Pilih celana dalam katun atau yang memiliki lapisan katun di bagian bawah
- Tidak memakai celana dalam saat tidur atau ketika berada di rumah
- Bersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang setelah buang air
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah ke kamar mandi
- Selalu praktikkan seks aman dan gunakan kondom untuk mencegah penularan infeksi
Baca Juga: Catat, 10 Cara Menghilangkan Gatal pada Miss V
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami keputihan, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.



