Ditulis oleh Tim Konten Medis
Wajah breakout dapat terjadi ketika pori tersumbat oleh minyak, kotoran, dan perubahan kondisi kulit sehingga memicu jerawat. Cara mengatasinya dengan menggunakan pembersih yang tepat, memilih produk perawatan yang oil free, tidak menyentuh jerawat, memperbanyak minum air putih, dan kurangi stress.

Wajah yang mengalami jerawat sering kali membuat seseorang ngerasa kurang percaya diri karena perubahan kondisi kulit yang cepat. Situasi ini dapat muncul tiba-tiba dan membutuhkan pemahaman yang teapt agar penanganannya tidak salah arah.
Breakout bisa memburuk jika tidak ditangani dengan metode yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing. Oleh karena itu, mengenali faktor pemicu serta cara mengatasi jerawat dapat membantu mencegah munculnya jerawat berulang.
Apa Itu Breakout?
Breakout pada wajah artinya kondisi ketika pori-pori kulit mengalami penyumbatan dan menyebabkan munculnya jerawat dalam berbagai bentuk. Area yang paling sering mengalami breakout adalah wajah, dada, punggung atas, dan bahu karena memiliki kelenjar minyak yang lebih banyak.
Breakout terjadi ketika folikel rambut terisi oleh sel kulit mati, minyak berlebih, dan kadang bakteri sehingga memicu kemerahan serta peradangan. Jika pori tersumbat tanpa peradangan, terbentuk komedo seperti whitehead dan blackhead, sedangkan penyumbatan yang lebih dalam dapat berubah menjadi jerawat merah hingga cystic acne yang terasa nyeri.
Baca Juga: Mengenal Jenis Jerawat Kistik: Penyebab, Gejala, Pengobatan
Penyebab Wajah Breakout
Breakout bisa muncul karena berbagai faktor yang memengaruhi keseimbangan minyak, kebersihan, dan kondisi kulit. Setiap orang bisa mengalami pemicu yang berbeda, mulai dari gaya hidup hingga produk yang digunakan sehari-hari.
Memahami penyebab breakout wajah membantu Anda menentukan langkah yang tepat untuk mencegahnya muncul kembali. Dengan mengetahui apa saja yang bisa memperburuk kondisi kulit, Anda bisa lebih mudah menyesuaikan rutinitas perawatan diri.
Cara ini juga membantu mengurangi risiko munculnya jerawat baru dan menjaga kulit tetap sehat.
1. Stres
Stres dapat memicu peningkatan produksi minyak pada kulit sehingga membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Kondisi ini sering memunculkan breakout wajah ketika hormon stres meningkat.
Selain itu, stres juga dapat memicu peradangan yang membuat jerawat lebih mudah terbentuk. Kombinasi minyak berlebih dan peradangan inilah yang membuat kulit tampak lebih sensitif dan mudah berjerawat.
2. Produk Perawatan Kulit
Beberapa produk perawatan kulit atau makeup dapat menyumbat pori-pori jika mengandung minyak atau bahan yang terlalu berat. Penggunaan yang tidak sesuai jenis kulit bisa menjadi salah satu penyebab breakout wajah.
Agar lebih aman, pilih produk berlabel noncomedogenic yang dirancang untuk tidak menyumbat pori. Cara ini membantu menjaga kulit tetap bersih tanpa memicu timbulnya jerawat baru.
3. Perawatan Jerawat Berlebihan
Terlalu sering memakai produk anti-jerawat justru dapat membuat kulit iritasi dan kering. Kulit yang sangat kering akan merespons dengan memproduksi lebih banyak minyak.
Minyak berlebih ini kemudian dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat baru. Karena itu, perawatan jerawat sebaiknya dilakukan secukupnya dan disesuaikan dengan kondisi kulit.
4. Diet
Beberapa jenis makanan dapat memicu peningkatan produksi minyak sehingga lebih mudah menyebabkan breakout. Makanan dengan indeks glikemik tinggi sering dikaitkan dengan kulit yang lebih berminyak.
Berikut contoh makanan tinggi gula yang perlu diperhatikan:
- Roti putih, nasi putih, mi putih
- Bagel
- Kue, roti manis, dan pastry
- Minuman manis seperti soda, minuman olahraga, dan jus kemasan
- Keripik dan pretzel
- Kentang goreng
- Sereal manis
5. Dehidrasi
Ketika kulit kekurangan cairan, tubuh akan memproduksi minyak lebih banyak sebagai mekanisme perlindungan. Produksi minyak berlebih dapat membuat pori mudah tersumbat dan memicu jerawat.
Minum air yang cukup dapat membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam. Jika dibarengi dengan penggunaan pelembap, kulit akan tampak lebih sehat dan tidak mudah breakout.
6. Merokok
Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi tubuh, tetapi juga dapat memperburuk kondisi kulit. Zat dalam asap rokok bisa memengaruhi produksi minyak dan membuat kulit lebih rentan mengalami jerawat.
Semakin sering merokok, risiko breakout wajah menjadi lebih tinggi. Kebiasaan ini juga dapat mempercepat penuaan kulit dan membuat tekstur wajah lebih kusam.
7. Kontak Langsung dengan Kulit
Menyentuh wajah terlalu sering dapat memindahkan kotoran dan bakteri ke kulit. Tekanan dari barang seperti ponsel juga bisa membuat area tertentu lebih mudah berjerawat.
Selain itu, sarung bantal yang jarang diganti dapat mengumpulkan minyak, makeup, dan debu. Semua kotoran ini dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan breakout.
8. Kurang Tidur
Kurang tidur dapat mengganggu proses pemulihan alami tubuh, termasuk kesehatan kulit. Saat kekurangan tidur, tubuh menjadi lebih mudah stres sehingga produksi minyak meningkat.
Kebiasaan ini juga membuat seseorang lebih cenderung mengonsumsi makanan tidak sehat yang memperburuk kondisi jerawat. Tidur cukup dapat membantu kulit tetap stabil dan terhindar dari breakout.
Cara Medis untuk Menghilangkan Breakout di Wajah
Breakout yang membandel sering kali membutuhkan penanganan medis agar peradangan mereda dan pori-pori tidak kembali tersumbat. Perawatan medis menawarkan hasil yang lebih terarah, terutama jika kondisi kulit sudah cukup parah.
Dengan memahami berbagai pilihan terapi medis, Anda bisa menentukan cara menghilangkan breakout di wajah yang paling sesuai dengan kondisi kulit. Setiap jenis perawatan bekerja dengan mekanisme berbeda dan perlu digunakan sesuai anjuran dokter.
1. Antibiotic (Antibiotik Oral)
Antibiotik oral digunakan untuk mengurangi jumlah bakteri dan peradangan pada kulit. Jenis ini biasanya dikombinasikan dengan obat topikal agar hasilnya lebih efektif.
Biasanya diperlukan waktu beberapa minggu sebelum perubahan kulit terlihat. Lama perawatan dapat berlangsung hingga beberapa bulan tergantung respons kulit.
2. Hormonal Therapies
Terapi hormonal bermanfaat terutama bagi wanita yang memiliki breakout terkait siklus menstruasi atau gangguan hormon. Terapi ini bekerja dengan menstabilkan kadar hormon sehingga produksi minyak lebih terkontrol.
Salah satu pilihannya adalah pil KB kombinasi yang dapat membantu meredakan jerawat secara bertahap. Hasil maksimal biasanya muncul setelah beberapa bulan penggunaan rutin.
3. Co-cyprindiol
Co-cyprindiol merupakan terapi hormonal untuk kasus breakout lebih parah yang tidak membaik dengan antibiotik. Obat ini bekerja dengan menurunkan produksi sebum sehingga pori-pori lebih jarang tersumbat.
Perubahan signifikan biasanya terlihat setelah 2 hingga 6 bulan pemakaian. Namun, obat ini memiliki beberapa risiko sehingga penggunaannya harus dipantau dokter.
4. Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide bekerja sebagai antiseptik yang membantu mengurangi jumlah bakteri di kulit. Selain itu, obat ini juga membantu mengurangi komedo dan memiliki efek antiperadangan.
Obat ini tersedia dalam bentuk gel atau krim dan biasanya digunakan sekali atau dua kali sehari. Penggunaan berlebihan bisa menyebabkan iritasi, sehingga perlu diaplikasikan tipis dan sesuai petunjuk.
5. Topical Retinoids (Retinoid Topikal)
Retinoid topikal membantu mengangkat sel kulit mati agar tidak menumpuk dan menyumbat pori. Jenis yang umum digunakan termasuk tretinoin dan adapalene.
Biasanya digunakan pada malam hari 20 menit setelah mencuci wajah. Penggunaan harus tipis dan teratur karena kulit bisa mengalami iritasi ringan di awal pemakaian.
6. Azelaic Acid
Asam azelaic bekerja dengan mencegah pertumbuhan bakteri serta membantu mencerahkan kulit yang mengalami hiperpigmentasi pasca-jerawat. Obat ini juga membantu meratakan tekstur kulit yang meradang.
Penggunaan rutin dapat membantu meredakan breakout ringan hingga sedang. Obat ini umumnya lebih lembut dibanding retinoid sehingga cocok untuk kulit sensitif.
7. Isotretinoin
Isotretinoin adalah obat minum untuk kasus breakout yang sangat parah dan tidak merespons terapi lain. Obat ini menurunkan produksi minyak, mencegah pori tersumbat, dan mengurangi bakteri penyebab jerawat.
Karena efek sampingnya cukup banyak, obat ini hanya diberikan oleh dokter spesialis kulit. Perawatannya biasanya berlangsung beberapa bulan hingga kondisi kulit membaik signifikan.
Baca Juga: Hubungan Stres dan Jerawat dalam Medis dan Cara Mengatasi
Cara Mengatasi Wajah Breakout Secara Alami
Merawat kulit tidak selalu harus melalui tindakan medis, karena ada cara mengatasi wajah breakout secara alami yang bisa membantu meredakan peradangan. Pilihan perawatan ini cenderung lebih lembut dan mudah dilakukan sehari-hari. Berikut cara mengatasinya yang bisa Anda lakukan:
1. Hindari Menyentuh Jerawat
Menyentuh jerawat dapat membuat kulit semakin iritasi karena bakteri dari tangan dapat berpindah ke area wajah. Kebiasaan ini juga berisiko membuat jerawat semakin meradang dan sulit sembuh.
Selain itu, memencet jerawat dapat mendorong kotoran lebih dalam sehingga breakout muncul kembali dengan kondisi yang lebih buruk. Jika ada jerawat besar atau yang terasa dalam, sebaiknya konsultasikan langsung pada dokter agar ditangani dengan aman.
2. Gunakan Pembersih yang Tepat
Memilih pembersih wajah yang lembut membantu menjaga keseimbangan pH kulit agar tidak semakin iritasi. Pembersih ringan juga membuat kulit lebih tenang sehingga risiko breakout berkurang.
Hindari sabun yang terlalu keras karena dapat meningkatkan produksi minyak berlebih. Dengan pembersih yang sesuai, proses pemulihan jerawat dapat berjalan lebih optimal.
3. Pilih Produk Perawatan yang Oil-Free
Produk wajah yang berminyak dapat menyumbat pori dan memicu jerawat baru. Memilih produk berlabel “oil-free” atau “non-comedogenic” membantu kulit bernapas lebih baik.
Kosmetik dan skincare jenis ini lebih aman digunakan sehari-hari karena tidak menambah beban minyak pada kulit. Kebiasaan ini dapat mengurangi kemungkinan breakout datang kembali.
4. Perbanyak Minum Air
Kulit yang terhidrasi cenderung lebih sehat dan tidak mudah mengalami iritasi. Air membantu proses regenerasi kulit saat jerawat mulai sembuh.
Dengan memenuhi kebutuhan cairan, kulit terlihat lebih segar dan tidak mudah kering. Minum air secara rutin dapat mendukung proses penyembuhan breakout secara alami.
5. Kurangi Stres
Stres dapat memicu produksi minyak berlebih yang membuat kondisi jerawat semakin parah. Menjaga kesehatan emosional membantu kulit tetap stabil dan tidak mudah breakout.
Ada berbagai cara sederhana untuk meredakan stres, seperti tidur cukup dan beraktivitas fisik secara rutin. Pola hidup yang seimbang dapat membantu kulit lebih cepat pulih. Berikut cara mengelola stres yang bisa Anda lakukan:
- Berbicara dengan keluarga, teman, atau orang yang dipercaya
- Tidur yang cukup setiap hari
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Berolahraga secara teratur
- Mengurangi konsumsi alkohol dan kafein
- Melakukan pernapasan dalam, yoga, mindfulness, atau meditasi
Perawatan Kecantikan untuk Mengatasi Breakout
Ada beberapa jenis perawatan yang dapat membantu meredakan breakout dan memperbaiki kondisi kulit. Pilihan ini biasanya dilakukan sebagai pelengkap skincare untuk wajah breakout dan cocok untuk Anda yang ingin hasil lebih cepat saat jerawat meradang.
- Terapi Cahaya. Terapi cahaya membantu mengurangi kemerahan dan minyak berlebih di kulit. Perawatan ini bisa Anda lakukan beberapa kali agar hasilnya lebih optimal.
- Chemical Peel. Prosedur ini menggunakan larutan kimia seperti salicylic acid atau glycolic acid untuk mengangkat sel kulit mati. Kulit tampak lebih cerah dan bersih, tetapi hasilnya sementara sehingga perlu melakukannya secara berkala.
- Drainase dan Ekstraksi. Teknik ini membantu mengeluarkan komedo atau kista yang sulit hilang dengan skincare biasa. Hasilnya membuat kulit tampak lebih bersih, namun tetap memiliki risiko iritasi dan bekas jika tidak dilakukan dengan benar.
- Suntik Steroid. Perawatan ini diberikan pada jerawat besar dan meradang agar cepat mengecil. Prosesnya membantu meredakan nyeri, meski bisa menimbulkan perubahan warna kulit pada area yang disuntik.
Baca Juga: Ini 9 Masker Alami untuk Menghilangkan Bruntusan di Wajah
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami keluhan pada wajah dan memiliki ciri-ciri wajah yang tidak cocok dengan skincare, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- healthline. Why Am I Breaking Out? 8 Sneaky Causes of Acne (Plus How to Treat It). Januari 2026
- NHS. Treatment. Januari 2026
- Medical News Today. 16 home remedies to get rid of acne. Januari 2026




