Ditulis oleh Tim Konten Medis
Kaldu untuk MPASI tidak hanya memperkaya rasa makanan, tetapi juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan bayi, seperti menjaga kesehatan pencernaan, menjaga kualitas sendi, menguatkan tulang dan otot, menenangkan bayi, menjaga kesehatan kulit, dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Dengan bahan alami dan cara pengolahan yang tepat, kaldu dapat menjadi sumber nutrisi tambahan yang aman dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.

Memberikan MPASI bayi tidak hanya tentang rasa, tetapi juga memastikan asupan gizinya lengkap dan seimbang. Salah satu bahan pendukung yang kaya manfaat adalah kaldu, yang bisa menjadi dasar berbagai menu sehat untuk bayi.
Kaldu membantu memperkenalkan rasa gurih alami tanpa perlu tambahan garam atau penyedap. Selain itu, kandungan nutrisinya yang melimpah dapat mendukung pertumbuhan tulang, otot, dan daya tahan tubuh si kecil selama masa tumbuh kembang.
Jenis-Jenis Kaldu untuk MPASI
Kaldu merupakan bahan penting dalam MPASI karena tidak hanya menambah rasa, tetapi juga memperkaya kandungan gizi pada makanan bayi. Dari berbagai macam-macam kaldu untuk MPASI, dua jenis yang paling sering digunakan adalah kaldu tulang dan kaldu ayam, yang masing-masing memiliki manfaat berbeda bagi pertumbuhan dan kesehatan si kecil.
1. Kaldu Tulang
Kaldu tulang dibuat dengan cara merebus tulang hewan bersama sayuran, rempah, dan air dalam waktu yang lama, bahkan bisa mencapai 24 jam. Proses ini membuat berbagai nutrisi dari tulang seperti kolagen, kalsium, fosfor, serta asam amino larut ke dalam air sehingga menghasilkan kaldu yang kaya gizi.
Kandungan kolagen dalam kaldu tulang dipercaya dapat mendukung kesehatan sendi dan menjaga elastisitas kulit. Selain itu, kaldu ini juga mengandung glukosamin dan kondroitin yang baik untuk pertumbuhan tulang bayi serta membantu menjaga daya tahan tubuh.
2. Kaldu Ayam
Kaldu ayam dibuat dengan merebus daging ayam, bisa juga disertai sedikit tulang, dalam waktu yang lebih singkat dibanding kaldu tulang. Meskipun kandungan nutrisinya tidak sepadat kaldu tulang, kaldu ayam tetap bermanfaat karena mengandung protein, vitamin, dan mineral yang mendukung pertumbuhan bayi.
Rasa kaldu ayam lebih ringan dan mudah dicerna, sehingga cocok diberikan pada tahap awal MPASI. Untuk hasil terbaik, sebaiknya kaldu ayam dibuat sendiri di rumah agar lebih segar, bebas bahan pengawet, dan mengandung gizi alami tanpa tambahan garam.
Baca Juga: 3 Jenis Ikan yang Bagus untuk MPASI Bayi & Tinggi Nutrisi
Manfaat Kaldu untuk MPASI
Kaldu tidak hanya menambah cita rasa pada makanan pendamping ASI (MPASI), tetapi juga kaya akan nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan bayi. Kandungan protein, kolagen, serta mineral di dalamnya membantu menjaga kesehatan organ tubuh dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan tulang serta otot.
Selain itu, memilih kaldu yang aman untuk bayi sangat penting agar si kecil mendapatkan manfaat maksimal tanpa risiko gangguan pencernaan.
1. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Salah satu manfaat kaldu untuk MPASI bayi adalah membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Kandungan kolagen dan gelatin dalam kaldu tulang dapat membantu memperkuat lapisan usus sehingga pencernaan bayi menjadi lebih sehat.
Selain itu, sifat anti-inflamasi dalam kaldu juga dapat membantu mengurangi iritasi pada sistem pencernaan, terutama bagi bayi yang masih beradaptasi dengan makanan padat. Dengan pencernaan yang sehat, penyerapan nutrisi dari makanan juga menjadi lebih optimal.
2. Menjaga Kualitas Sendi
Meskipun bayi belum aktif bergerak seperti orang dewasa, nutrisi dalam kaldu tetap penting untuk mendukung kesehatan sendi sejak dini. Kandungan kolagen dan asam amino pada kaldu membantu menjaga elastisitas jaringan tubuh dan memperkuat sendi.
Selain itu, gelatin hasil dari proses perebusan tulang mengandung zat yang membantu melindungi tendon dan ligamen. Dengan demikian, kaldu bisa menjadi pilihan tambahan nutrisi alami yang baik untuk pertumbuhan tulang dan sendi bayi.
3. Menguatkan Tulang dan Otot
Kaldu tulang kaya akan kolagen, kalsium, magnesium, dan asam amino yang berperan penting dalam pembentukan tulang dan otot. Nutrisi tersebut membantu tubuh bayi tumbuh lebih kuat dan sehat.
Selain itu, kandungan elektrolit seperti natrium dan kalium dalam kaldu juga mendukung fungsi otot dan saraf agar bekerja dengan baik. Pemberian kaldu secara teratur dalam MPASI dapat membantu meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan tubuh si kecil.
4. Membantu Mengurangi Stres dan Menenangkan Bayi
Kaldu mengandung asam amino glisin yang berfungsi menenangkan sistem saraf dan membantu bayi merasa lebih rileks. Meskipun efeknya tidak langsung terlihat, nutrisi ini mendukung pola tidur dan ketenangan bayi secara alami.
Selain itu, kaldu yang disajikan hangat dapat memberikan efek menenangkan dan membantu bayi merasa nyaman, terutama ketika sedang tidak enak badan. Ini menjadikan kaldu sebagai pilihan tambahan yang bermanfaat untuk menjaga suasana hati bayi tetap baik.
5. Menjaga Kesehatan Kulit
Kolagen dalam kaldu juga berperan penting dalam menjaga elastisitas kulit bayi. Dengan asupan kolagen yang cukup, kulit bayi akan tetap lembut, kenyal, dan terhidrasi dengan baik.
Selain itu, kandungan protein alami dalam kaldu membantu proses regenerasi sel kulit. Hal ini penting untuk melindungi kulit bayi dari kekeringan dan menjaga kelembapan alami tubuhnya.
6. Membantu Tidur Lebih Nyenyak
Selain menenangkan, kaldu juga dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak. Kandungan glisin di dalamnya berperan dalam meningkatkan kualitas tidur dan membantu tubuh lebih rileks menjelang waktu istirahat.
Memberikan kaldu hangat sebelum waktu makan malam bisa membantu bayi merasa kenyang dan nyaman, sehingga tidur malamnya lebih tenang. Ini merupakan manfaat tambahan dari kaldu yang aman untuk bayi jika diberikan dengan cara dan porsi yang tepat.
7. Mengurangi Peradangan dalam Tubuh
Kaldu memiliki kandungan asam amino yang membantu menekan zat pemicu peradangan dalam tubuh. Dengan begitu, tubuh bayi bisa terhindar dari gangguan seperti radang ringan pada sistem pencernaan atau pernapasan.
Selain itu, nutrisi antioksidan dalam kaldu membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi. Hal ini menjadikan kaldu sebagai tambahan nutrisi alami untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil.
8. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Kaldu, terutama dari ayam, mengandung berbagai mineral dan vitamin penting seperti seng, selenium, dan vitamin D yang baik untuk sistem imun bayi. Nutrisi ini membantu tubuh si kecil melawan infeksi dan menjaga kesehatannya.
Selain itu, cairan kaldu yang hangat juga membantu menghidrasi tubuh dan menjaga fungsi organ tetap optimal. Dengan rutin menambahkan kaldu yang aman untuk bayi dalam menu MPASI, daya tahan tubuh bayi dapat meningkat secara alami.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Makanan Penambah Nafsu Makan Anak
Cara Membuat Kaldu Ayam untuk MPASI
Kaldu ayam merupakan salah satu bahan penting dalam MPASI karena mengandung nutrisi alami dari tulang dan daging ayam. Selain rasanya gurih dan lembut, kaldu ini juga mudah dicerna dan cocok untuk bayi yang baru mulai belajar makan.
Dengan memahami cara membuat kaldu untuk MPASI yang tepat, Anda bisa memastikan si kecil mendapatkan gizi seimbang dari bahan alami tanpa tambahan bahan kimia atau penyedap.
Bahan-Bahan:
Untuk Kaldu Pertama Bayi:
- 500 gram ceker ayam organik (bisa diganti dengan bagian ayam lain yang mengandung kolagen seperti sayap, leher, tulang sumsum, atau ekor sapi)
- 1–2 rangka ayam atau 1 ekor ayam utuh
- 2 sendok makan cuka apel
Untuk Kaldu Keluarga (Tambahan):
- 1 buah bawang bombai, potong kasar
- 6 siung bawang putih
- 2 buah wortel, potong kasar
- 2 batang seledri, potong kasar
- Tambahkan bahan lain sesuai selera seperti daun bawang, jahe, daun salam, atau merica
- Sejumput garam
Cara Membuat:
- Masukkan semua bahan ke dalam panci besar berkapasitas sekitar 10 liter, lalu tambahkan air hingga semua bahan terendam (sekitar ¾ bagian panci).
- Tutup panci dan didihkan, kemudian kecilkan api hingga mendidih perlahan.
- Biarkan mendidih dengan tutup setengah terbuka selama 5–6 jam hingga kaldu berkurang sekitar setengahnya. Jika air berkurang terlalu cepat, tambahkan sedikit air agar kaldu tetap terjaga.
- Alternatif lain, Anda bisa menutup panci sepenuhnya dan memasaknya lebih lama, sekitar 12 jam hingga kaldu berkurang sepertiganya.
- Jika menggunakan slow cooker, masak dengan api kecil selama 12–24 jam dengan tutup rapat.
- Setelah kaldu matang dan mengental, matikan api lalu angkat tulang dan bahan besar lainnya.
- Saring kaldu menggunakan saringan halus ke dalam wadah besar dan biarkan sedikit dingin.
- Setelah itu, pindahkan kaldu ke wadah penyimpanan sesuai kebutuhan. Anda bisa langsung menyimpannya di freezer atau mendinginkannya di kulkas terlebih dahulu.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda bisa menghasilkan kaldu yang kaya nutrisi, alami, dan aman untuk bayi. Perhatikan juga takaran kaldu untuk MPASI, yaitu cukup 2–3 sendok makan untuk dicampurkan ke dalam bubur atau pure bayi pada setiap porsi makan.
Baca Juga: 10 Tips Menambah Nafsu Makan Anak Usia 1-2 Tahun
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Verren Nadhifa M. Sukma
Source
- Everyday health. Bone Broth vs. Chicken Broth: Which Is Healthier?. April 2026
- Cleveland Clinic. Why Bone Broth Is Good for You (and How To Make It). April 2026
- WebMD. Bone Broth: What It Does to Your Body. April 2026







