Ditulis oleh Tim Konten Medis
Kandungan kosmetik yang tidak boleh untuk ibu hamil antara lain aluminium, BHA, diethanolamine, dihydroxyacetone, formaldehida, hydroquinone, paraben, phthalates, retinoids, thioglycolic acid, toluene, dan triclosan. Bahan-bahan ini dapat mengganggu hormon, memicu iritasi kulit, hingga meningkatkan risiko gangguan perkembangan janin, sehingga sebaiknya Anda hindari selama masa kehamilan.

Kehamilan membawa banyak perubahan dalam tubuh, termasuk pada kondisi kulit. Perubahan hormon serta sistem kekebalan dan peredaran darah yang meningkat sering kali memengaruhi tampilan kulit, membuat sebagian ibu hamil mengalami kulit lebih kering, munculnya bercak gelap, atau jerawat.
Selain itu, perubahan kulit selama kehamilan juga bisa memengaruhi bagian tubuh lain seperti munculnya stretch mark, pembuluh darah halus, atau pertumbuhan rambut yang lebih cepat. Setiap ibu hamil memiliki pengalaman berbeda, ada yang justru memiliki kulit lebih cerah, namun ada pula yang harus beradaptasi dengan berbagai perubahan baru pada kulitnya.
Kandungan Kosmetik Tidak Boleh untuk Ibu Hamil
Saat hamil, penting bagi setiap wanita untuk lebih selektif dalam memilih produk perawatan diri. Beberapa bahan dalam kosmetik dan skincare bisa berisiko bagi perkembangan janin, terutama jika Anda gunakan dalam jangka panjang. Untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus melindungi kehamilan, pastikan Anda memilih kosmetik yang aman untuk ibu hamil dan menghindari kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil berikut ini.
1. Aluminium
Aluminium banyak Anda temukan pada deodoran dan produk perawatan tubuh. Bahan ini dapat menumpuk di jaringan tubuh bila Anda gunakan secara berlebihan.
Kandungan ini terkenal dapat memengaruhi sistem saraf, sehingga sebaiknya hindari pemakaian antiperspiran berbasis aluminium selama kehamilan. Pilihlah skincare untuk ibu hamil yang menggunakan bahan alami atau bebas aluminium.
Baca Juga: Ini Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Benar
2. Beta Hydroxy Acids (BHA)
BHA sering digunakan dalam produk penghilang jerawat dan eksfoliasi kulit. Contoh bahan ini adalah salicylic acid dan tropic acid.
Meskipun penggunaan luar dalam dosis rendah dianggap aman, konsumsi dalam jumlah tinggi dapat membahayakan janin. Sebagai alternatif, gunakan kosmetik yang aman seperti produk dengan asam glikolat atau asam laktat.
3. Diethanolamine (DEA)
DEA sering Anda temukan pada sampo, kondisioner, dan produk perawatan rambut. Kandungan ini dapat memengaruhi sistem reproduksi jika Anda gunakan berlebihan.
Selain itu, bahan ini juga berkaitan dengan gangguan fungsi sel dan iritasi kulit. Untuk mencegah risiko, hindari kandungan berbahaya dalam skincare seperti DEA dan pilih produk rambut dengan bahan lembut yang ramah ibu hamil.
4. Dihydroxyacetone (DHA)
DHA adalah bahan aktif dalam self-tanning atau penggelap kulit buatan. Penggunaan topikalnya mungkin tidak berbahaya, tetapi risiko muncul dari uap yang terhirup saat aplikasi semprotan.
Untuk ibu hamil, sebaiknya hindari produk tanning berbasis semprot karena bisa menimbulkan paparan berlebihan. Gantilah dengan skincare yang memberikan efek cerah alami tanpa bahan kimia keras.
5. Formaldehida
Formaldehida ada dalam cat kuku, lem bulu mata, dan pelurus rambut. Bahan ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesuburan dan keguguran jika Anda gunakan dalam kadar tinggi.
Selama hamil, hindari produk dengan bahan pengawet seperti formaldehyde, quaternium-15, atau DMDM hydantoin. Pilih bahan dalam kosmetik yang tidak aman untuk kehamilan ini dengan versi aman seperti cat kuku bebas formalin.
6. Hydroquinone
Hydroquinone berguna untuk mencerahkan kulit dan menghilangkan flek hitam. Namun, bahan ini dapat terserap hingga hampir setengahnya ke dalam darah melalui kulit.
Karena tingkat penyerapannya tinggi, kandungan berbahaya ini sebaiknya ibu hamil hindari. Sebagai gantinya, pilih produk dengan vitamin C atau niacinamide yang lebih aman dan tetap efektif mencerahkan kulit.
7. Paraben
Paraben berguna sebagai pengawet dalam berbagai kosmetik dan skincare. Bahan ini dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh.
Paparan berlebihan bisa memengaruhi perkembangan janin serta memicu masalah reproduksi. Gunakan kosmetik aman yang berlabel paraben-free agar kulit tetap sehat tanpa risiko.
Baca Juga: 13 Masker Alami untuk Menghilangkan Bekas Jerawat Hitam
8. Phthalates
Phthalates biasanya ada dalam produk beraroma sintetis seperti parfum, lotion, dan cat kuku. Zat ini dapat mengganggu sistem hormon dan berpengaruh pada perkembangan janin.
Paparan jangka panjang juga bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Hindari bahan dalam kosmetik yang tidak aman untuk kehamilan ini dengan memilih produk berlabel phthalate-free atau tanpa pewangi tambahan.
9. Retinoids
Retinoids atau turunan vitamin A banyak digunakan untuk perawatan anti-aging dan jerawat. Sayangnya, kandungan ini berpotensi menyebabkan cacat lahir dan gangguan pertumbuhan janin.
Retinol, tretinoin, dan isotretinoin termasuk jenis yang sebaiknya Anda hindari selama kehamilan. Sebagai alternatif, gunakan skincare untuk ibu hamil yang mengandung asam glikolat atau bakuchiol yang lebih aman.
10. Thioglycolic Acid
Bahan ini banyak ada dalam produk penghilang bulu atau hair removal cream. Walau belum banyak penelitian, penggunaannya tetap perlu Anda batasi selama hamil.
Kandungan ini bisa menimbulkan iritasi kulit atau efek tidak nyaman pada ibu hamil. Pilih metode alami seperti mencukur biasa atau waxing ringan sebagai pengganti kandungan berbahaya dalam skincare ini.
11. Toluene
Toluene dapat Anda temukan pada cat kuku dan beberapa produk pelarut. Bahan ini bisa memengaruhi sistem saraf dan meningkatkan risiko kelahiran prematur jika sering terpapar.
Menyarankan ibu hamil menggunakan cat kuku bebas toluene atau produk berbasis air. Dengan begitu, Anda tetap bisa tampil cantik tanpa mengorbankan keamanan kehamilan.
12. Triclosan
Triclosan adalah bahan antibakteri yang sering ada di sabun, pasta gigi, dan lotion. Paparan bahan ini bisa memengaruhi keseimbangan hormon tubuh dan berat lahir bayi.
Meskipun sudah dilarang dalam beberapa produk, triclosan masih bisa ditemukan di kosmetik tertentu. Untuk menjaga kesehatan, pilih kosmetik yang aman untuk ibu hamil yang tidak mengandung bahan antibakteri sintetis ini.
Baca Juga: 8 Manfaat Rutin Menggunakan Retinol untuk Wajah
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Princess Ruth
Source
- Parents. 12 Cosmetic Chemicals to Avoid During Pregnancy. Januari 2026
- Byram Baby. Products and Skincare Ingredients to Avoid During Pregnancy. Januari 2026
- healthline. Your Guide to a Pregnancy-Safe Skin Care Routine. Januari 2026







