Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyebab kram perut bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti adanya penumpukan gas, mengalami gangguan pencernana, infeksi bakteri, obstruksi usus, hingga sedang hamil muda. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan mengonsumsi obat tanpa resep dokter sesuai penyebabnya. Namun, apabila sakit tidak kunjung sembuh dan menyebabkan gejala lainnya, segera berkonsultasi ke dokter.

Kram perut suatu kondisi yang tidak nyaman karena adanya rasa kaku dan tegang pada otot-otot di sekitar perut.
Kondisi kram perut dapat terjadi pada siapa saja dan bisa sembuh dalam hitungan waktu. Namun, jika kram terjadi dalam waktu lama dan sering, ini bisa menjadi gejala penyakit pencernaan. Kenali penyebab mengapa mudah kram perut dan cara pengobatannya, agar Anda terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.
Penyebab Mudah Kram Perut
Penyebab kram perut dapat bermacam-macam. Gejala yang ditimbulkan pun berbeda. Penyebab sakit perut yang mungkin pernah Anda alami antara lain:
1. Penumpukan Gas
Ketika gas menumpuk di dalam perut. Ini dapat menyebabkan perasaan tertekan, perut terasa penuh dan kembung. Saat mengalaminya seseorang ingin sendawa atau buang angin (mengeluarkan gas melalui anus).
2. Mengalami Gangguan Pencernaan
Gangguan pencernaan dapat berupa sensasi rasa terbakar pada perut bagian atas, mulut atau tenggorokan. Nyeri mungkin juga terasa seperti berasal dari dada.
Istilah medis untuk gangguan pencernaan seperti ini adalah dispepsia. Kondisi ini muncul saat terlalu banyak asam di perut, biasa terjadi setelah makan-makanan yang asam.
Baca juga: Penyebab Sakit Perut Setelah Makan
3. Gastritis Akibat Infeksi Bakteri
Gastritis dapat menyebabkan lapisan perut menjadi bengkak dan nyeri. Penyebab utamanya seringkali disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, seperti bakteri Helicobacter pylori. Beberapa kondisi yang menimbulkan iritasi lapisan lambung, dapat menyebabkan gastritis kronis.
4. Gangguan pada Hati, Liver, dan Kantong Empedu
Hati, pankreas, dan kantong empedu bekerja sama dalam mendukung proses pencernaan. Ketiga organ ini posisinya berada di sisi atas perut. Batu empedu yang tidak diobati dapat menyumbat saluran empedu sehingga menimbulkan nyeri pada bagian hati atau pankreas.
5. Infeksi Virus dalam Perut
Virus dalam lambung seperti Gastroenteritis dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare, serta sakit perut bagian atas. Orang yang terinfeksi virus dalam perut mungkin mengalami sakit kepala, nyeri otot, dan kekurangan energi.
Kondisi ini serupa dengan dehidrasi. Cara mengatasinya, Anda dapat mengurangi makan berat dan banyak minum air putih. Selain itu, tingkatkan imunitas tubuh agar segera pulih.
6. Obstruksi Usus
Obstruksi usus atau sumbatan pada usus dapat menghalangi proses kerja usus pada sistem pencernaan. Akibatnya makanan sulit untuk melewati bagian usus dan menimbulkan berbagai perasaan tidak nyaman dalam perut seperti muncul rasa sakit perut yang hebat, sembelit, perut bengkak, sulit untuk buang angin dan buang air besar, serta kram perut yang terjadi secara intens.
7. Hamil Muda
Kram perut saat hamil muda juga dapat terjadi. Ketika bayi Anda menendang atau berguling dalam perut, ini dapat menimbulkan sensasi seperti kejang otot di perut.
Kondisi ini biasa muncul saat trimester kedua, saat kondisi bayi belum terlalu besar dan tendangannya belum terlalu kuat, gerakan-gerakan tersebut akan muncul seperti kejang atau kedutan dari dalam perut.
Baca juga: Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Pusar
Cara Mengatasi Kram Perut
Mengatasi kram perut dapat berbeda tergantung kondisinya. Beberapa kondisi yang berkaitan kram perut dapat dicegah. Namun, ada juga yang perlu penanganan khusus dari dokter.
Walau begitu, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir risiko kram perut dalam diri Anda. Berikut di antaranya:
- Konsumsi makanan sehat dan bernutrisi
- Penuhi kebutuhan air putih harian Anda
- Lakukan olahraga secara teratur, buat jadwal rutin Anda
- Makan secara perlahan tanpa buru-buru
- Makan dalam beberapa porsi kecil
- Hindari tidur setelah makan, tunggu setidaknya 2 jam
- Kurangi makanan yang dapat memicu rasa sakit seperti makanan pedas
Mengatasi Kram Perut dengan Obat
Konsumsi obat dapat membantu Anda dalam mengatasi kram perut. Namun, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya karena penggunaan obat sangat dipengaruhi oleh penyebab utama keluhan kram perut yang dialami. Sebagai gambaran, beberapa obat di bawah ini dapat Anda konsumsi.
- Jika sakit perut karena gas berlebih, obat yang mengandung simetikon (Mylanta, Gas-X) bisa membantu menghilangkannya.
- Jika sakit maag akibat penyakit gastroesophageal reflux (GERD), coba antasid atau peredam asam (Pepcid AC, Zantac 75).
- Jika kram yang disebabkan oleh diare, obat-obatan yang mengandung loperamide (Imodium) atau bismuth subsalicylate (Kaopectate atau Pepto-Bismol) mungkin dapat membantu Anda merasa lebih baik.
- Jika sembelit, pelunak feses ringan atau pencahar dapat membantu mengembalikan keadaan.
- Jika mengalami nyeri lain, asetaminofen (Aspirin Free Anacin, Liquiprin, Panadol, Tylenol) mungkin bisa membantu. Tapi jauhi antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Midol, Motrin), atau naproxen (Naprosyn, Aleve, Anaprox, Naprelan) karena bisa mengiritasi perut.
Kram perut akan sangat menganggu bila tidak segera diatasi. Segera kenali penyebabnya dan lakukan langkah-langkah yang tersedia untuk menyelesaikannya. Informasi ini dapat Anda bagikan pada sanak keluarga dan orang terdekat Anda. Semoga sehat selalu. Sampai jumpa di artikel kesehatan lainnya.
Telah direview oleh dr. Valda Garcia
Source:
- Healthline. What Causes Stomach Spasms?. Maret 2025
- WebMD. Stomach Cramps: Causes and Treatments. Maret 2025